SMAMDELAGRES — Suasana aula SMA Muhammadiyah 8 Gresik tampak semarak pada Kamis (8/1/ 2026).
Sekolah menggelar kegiatan Cross Culture bersama Mr. Robby Stabel, pengajar asal Belanda.
Acara diikuti oleh 50 siswa SMA Muhammadiyah 8 dan 15 siswa SMP Muhammadiyah 7 Cerme.
Belajar bahasa Inggris ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi berbahasa asing sekaligus memperluas pemahaman siswa terhadap perbedaan budaya lintas negara. Siswa berinteraksi langsung dengan guru Robby Stabel.
Acara dibuka oleh Nanda Yuniar Zakirah Putri, siswi kelas XII, dan Kayla Aira Yasmine, siswi kelas XI.
Teriakan yel SMA Muhammadiyah 8 Gresik menggema di aula menyambut kehadiran Mr. Robby Stabel.
Who’s here today? Mr. Robby!
From where? Netherlands!
Welcome Mr. Robby! We’re so happy you’re here today!
We’re students of Muhammadiyah Eight, full of spirit and pride,
Let’s learn English together.
Nice to meet you.
Dalam sesi pengenalan budaya, Wildan dan Damar, siswa kelas X, mempresentasikan kue lapis sebagai makanan tradisional.
Gaya Komunikasi
Mr. Robby Stabel menyampaikan materi Cross Cultural Understanding dengan power point yang ditayangkan lewat LCD.
Materi mencakup pengertian budaya lintas negara, perbedaan nilai dan kebiasaan sosial, gaya komunikasi, serta potensi kesalahpahaman yang kerap muncul akibat perbedaan budaya.
Pembahasan difokuskan pada perbedaan budaya Indonesia dan Belanda, seperti gaya komunikasi langsung dan tidak langsung, ketepatan waktu, makna persetujuan, hubungan sosial, serta hierarki dalam dunia pendidikan.
Untuk memperdalam pemahaman, siswa diajak mengikuti simulasi role-play, antara lain The Late Meeting, Yes… I Will Try, The Money Message, dan Honest Feedback.
Kegiatan didampingi oleh guru Bahasa Inggris SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Ana Abidin, S.Pd., dan Ichda Sholikhatun Nisa’, S.Pd.
Peserta aktif berdiskusi dan melafalkan bahasa Inggris dengan gaya penutur Indonesia dan Belanda sebagaimana dicontohkan Mr. Robby Stabel.
Hawwa Zahra, siswi kelas XII-1, mengataka gembira mengikuti pembelajaran bersama native speaker.
“Sering-sering ya, Miss, mendatangkan native speaker. Kita sangat senang karena bisa belajar bahasa Inggris secara langsung bersama penutur asli,” ujarnya.
Siswa Aktif
Mr. Robby Stabel menyampaikan apresiasi terhadap peserta. “The students of SMA Muhammadiyah 8 Gresik are very active and confident in trying. The class feels lively, especially when they practice English pronunciation in both Indonesian and Dutch styles,” katanya.
Artinya, siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 8Gresik sangat aktif dan berani mencoba. Kelas terasa hidup, terutama saat mereka mempraktikkan pelafalan bahasa Inggris dengan gaya Indonesia dan Belanda.
”The learning atmosphere here is dynamic and different from similar sessions I have conducted elsewhere, where students tend to feel hesitant and unsure of how to respond. Here, the students are able to create a much more engaging and vibrant classroom environment” sambung dia.
Artinya, suasana belajar di sini terasa dinamis dan berbeda dibandingkan dengan kegiatan serupa di tempat lain. Siswa cenderung masih bingung dan ragu untuk merespon. Di sini, para siswa mampu menciptakan suasana kelas yang lebih hidup.
Dalam sesi diskusi, Nanda Yuniar Zakirah Putri, siswi kelas XII, menjawab pertanyaan “How did communication solve the problem?”
Ia menyampaikan, komunikasi yang dilandasi sikap saling menghormati, keterbukaan, dan pemahaman latar belakang budaya dapat menjadi kunci penyelesaian masalah dan mencegah kesalahpahaman.
Jurnalis : Ichda S. Nisa | Sumber : Tagar.co
