Tim Futsal Smamdela Gresik Raih Juara 1 MAPS UISI 2026

SMAMDELAGRES — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Tim Futsal SMAMDELA Gresik dalam ajang MAPS UISI 2026. Dengan semangat juang tinggi dan kerja keras yang konsisten, tim berhasil meraih Juara 1 setelah melalui rangkaian pertandingan yang penuh tantangan, Ahad (25/1/2026). Keberhasilan ini tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan para pemain. Dengan latihan rutin hampir setiap hari, menjaga pola makan sehat, serta menjaga kondisi fisik secara disiplin, Alhamdulillah tim mampu menunjukkan performa terbaik hingga akhir turnamen. Tim Futsal SMAMDELA membawa 11 pemain terbaik, yaitu: Revan R (XI IPA 1), Fachri Ilham (XI IPA 1), Achmad Agus Amar (XI IPA 1), Johan Armando Letlora (X-C), Rasya Dafa Alfianto (XII-3), M. Dimas Afriza (XII-3), Zulfikar A. (XII-3), M. Revand Mahendra Putra (XII-3), Farell Firmansyah Salim (XII-2), Moh Rizky Ardiansyah (X-C), dan Fajar Arsavin (XII IPA 2). Perjalanan menuju juara dimulai dari fase grup. SMAMDELA tampil dominan dengan mengalahkan SMKM 3 dengan skor 8-2, SMK Islamic Icon dengan skor 11-2 dan SMKNU Gresik dengan skor 7-0. Hasil tersebut memastikan SMAMDELA keluar sebagai juara grup. Memasuki babak 16 besar, SMAMDELA menghadapi SMANIM dan berhasil menang dengan skor 4-1. Di babak 8 besar, pertandingan berlangsung sengit melawan SMK PGRI Gresik dengan skor imbang 4-4. Laga kemudian dilanjutkan ke adu penalti dan dimenangkan SMAMDELA dengan skor 2-1. Pada babak semifinal (4 besar), SMAMDELA bertemu juara bertahan tahun lalu, SMK Semen Gresik. Dengan permainan solid dan penuh determinasi, SMAMDELA berhasil menang 2-1. Laga final menjadi penentuan segalanya. Berhadapan dengan SMK Nurul Islam, pertandingan berlangsung menegangkan. Namun dengan kerja sama tim yang kuat dan mental juara, SMAMDELA kembali meraih kemenangan dengan skor 4-3. Dengan hasil tersebut, Tim Futsal SMAMDELA Gresik resmi dinobatkan sebagai Juara 1 MAPS UISI 2026. Dalam ajang tersebut, SMAMDELA Tidak hanya menjadi Juara 1 tetapi juga menorehkan prestasi individu dengan meraih Top Score, menunjukkan ketajaman lini serang yang semakin matang. Ricky Maulana Pratama, pelatih futsal sekaligus koordinator kelas olahraga SMAMDELA mengungkapkan rasa bangga atas  prestasi yang diraih tim futsal. “Saya bangga dengan perjuangan anak-anak yang sudah berlatih dengan konsisten, serta kekompakan tim yang solid hingga akhirnya bisa meraih Juara 1 MAPS UISI 2026,” ujarnya. Konsistensi yang Berbuah Manis Smamdela membuktikan bahwa kesuksesan diraih melalui konsistensi, kerja keras, dan pengalaman dari berbagai kompetisi yang diikuti sejak tahun 2025 hingga 2026. Berikut deretan prestasi yang berhasil diraih, pertama UQ Cup – 18 Mei 2025. Dalam ajang UQ Cup yang diselenggarakan oleh Universitas Qomarudin, SMAMDELA sukses meraih Juara 1 serta kembali membawa pulang gelar Top Score. Prestasi ini menjadi titik balik yang membuktikan kesiapan tim bersaing di level lebih tinggi. Kedua FFC UINSA – 3 November 2025, Di ajang FFC UINSA (FISIP Fantastic Competition) yang digelar oleh UIN Sunan Ampel Surabaya, SMAMDELA berhasil meraih Juara 3 Ketiga RAYA BERKARYA – 13 September 2025, Pada kompetisi RAYA BERKARYA, tim kembali menunjukkan konsistensinya dengan meraih Juara 3. Keempat FFC UINSA – 3 November 2025, Di ajang FFC UINSA (FISIP Fantastic Competition) yang digelar oleh UIN Sunan Ampel Surabaya, SMAMDELA berhasil meraih Juara 3, memperkuat posisi mereka sebagai salah satu tim pelajar yang diperhitungkan. Kelima ME CONFEST – 30 November 2025, Dalam ajang ME CONFEST (Muhammadiyah National Conference and Festival on Education, Sport and Arts), Tim Futsal SMAMDELA berhasil meraih Juara 2. Hasil ini semakin mendekatkan tim pada target juara utama. Rangkaian prestasi tersebut membuktikan bahwa perjalanan panjang, pengalaman bertanding, serta evaluasi dari setiap kompetisi menjadi kunci keberhasilan. Dari Juara 3, Juara 2, hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi, Tim Futsal SMAMDELA Gresik menunjukkan bahwa konsistensi dan kerja keras akan selalu menemukan jalannya menuju kesuksesan. Penulis : Chintia Rizki | Sumber : Tagar.co

Papan Bekas Jadi Energi dengan Cara Ini

SMAMDELAGRES — Di Ruang Ujian Hasil SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Selasa pagi (21/1/2026), sebuah lampu LED kecil menyala pelan. Pukul 08.00–09.00 WIB, di hadapan penguji, cahaya itu menjadi penanda bahwa kincir angin mini yang dirakit Diesta Niken benar-benar bekerja. Bukan dari listrik utama, melainkan dari putaran angin yang menggerakkan dinamo sederhana. Presentasi tersebut merupakan bagian dari ujian hasil Project Based Learning (PjBL) kelas XII, sebuah program pembelajaran yang secara rutin dilaksanakan SMA Muhammadiyah 8 Gresik untuk membekali siswa sebelum terjun ke dunia setelah lulus SMA. Sebelumnya Niken telah melewati ujian proposal pada Desember 2025. Dia merancang papan bekas diubah menjadi kincir angin kecil yang menggerakkan dinamo listrik. Karya itu lantas dipresentasikan di hadapan guru penguji hari itu. Niken menjelaskan, karya ini berangkat dari isu polusi udara dan pemanasan global. Lantas dia merancang kincir angin mini sebagai alternatif energi ramah lingkungan. ”Bahannya sederhanan berupa papan bekas, dinamo, dan komponen yang dirangkai menjadi pembangkit listrik skala kecil,” katanya. Baginya, persoalan lingkungan bukan sekadar materi pelajaran, melainkan realitas yang menuntut sikap dan tindakan nyata. Proyek ini bukan tugas akademik semata, ujarnya. Dalam skema PjBL, siswa dituntut mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sekaligus mengasah hard skill dan soft skill. ”Karya ini dari pembelajaran lintas mata pelajaran Fisika, Matematika, dan Biologi yang dipadukan dalam satu rangkaian,” ujarnya. Dari Fisika, mempelajari prinsip perubahan energi angin menjadi energi listrik melalui putaran dinamo, yang kemudian dimanfaatkan untuk menyalakan lampu LED sebagai bukti fungsi alat. Keterbatasan alat ukur justru menjadi ruang belajar tersendiri. Pengganti alat pengukur, Niken menggunakan stopwatch pada ponselnya untuk menghitung Revolutions Per Minute (RPM) secara manual selama 15 detik. Lalu mengonversinya dengan perhitungan matematis sederhana. Proses ini melatih ketelitian, kejujuran data, sekaligus kemampuan berpikir analitis yakni kompetensi penting yang dibutuhkan setelah lulus sekolah. Di tengah padatnya aktivitas sebagai panitia berbagai kegiatan sekolah, Niken tetap menyempatkan diri menyempurnakan alatnya. Tantangan muncul saat pameran Synfest pada 27 Januari 2026 lalu, ketika kondisi angin tidak menentu membuat kincir sulit berputar stabil. Lantas ia menambahkan baterai dan sakelar agar sistem tetap berfungsi saat dipresentasikan. Pengambilan keputusan ini mencerminkan kemampuan problem solving dan adaptasi, bagian dari soft skill yang menjadi tujuan utama PjBL. Aspek Biologi menjadi landasan nilai dari proyek tersebut. Niken mengaitkan penggunaan energi terbarukan dengan upaya mengurangi emisi gas rumah kaca serta dampak energi fosil terhadap kesehatan lingkungan dan makhluk hidup. ”Dengan demikian, kincir angin mini ini tidak hanya berfungsi sebagai alat peraga sains, tetapi juga sebagai media edukasi kesadaran ekologis,” tuturnya. Karya tersebut mendapat apresiasi dari Emi Faizatul Afifah, M.Si, penguji yang juga Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik. Menurut Emi, rangkaian PjBL yang dijalani siswa kelas XII menjadi bekal penting sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan tinggi maupun dunia kerja. “Yang kami nilai bukan hanya hasil akhirnya, tetapi proses berpikirnya. Di tengah keterbatasan alat dan waktu, siswa tetap mampu melakukan analisis, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah secara mandiri. Inilah esensi pembelajaran abad ke-21,” ujarnya. Ia menambahkan, pembelajaran berbasis proyek memungkinkan siswa mengembangkan karakter, kreativitas, dan kepedulian sosial secara bersamaan. “Inovasi tidak harus mahal atau rumit. Dari kesederhanaan seperti inilah kesiapan mental dan kompetensi siswa untuk menghadapi dunia pasca SMA mulai dibentuk,” tambahnya. Meski menyadari masih terdapat keterbatasan, Niken merasa puas dengan hasil yang dicapai. “Walaupun alatnya sederhana dan penghitungan masih manual, setidaknya kincir ini bisa menyadarkan kita untuk mulai mencegah pemanasan global lewat energi alternatif,” ungkapnya. (#) Jurnalis Fahri Zaidan | Sumber : Tagar.co

Campus Festival Synfest 2026, Alumni Smamdela Buka Jalan ke Dunia Kampus

SMAMDELAGRES — Puluhan alumni kembali ke almamater dengan satu misi: membuka cakrawala masa depan adik-adik kelasnya. Itulah yang terasa dalam Campus Festival (Camfest), salah satu rangkaian utama kegiatan Synfest 2026 yang digelar SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela), Selasa (27/1/2026). Sebanyak 40 alumni angkatan 2024–2025 yang kini menempuh studi di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) favorit hadir langsung menyapa para siswa. Mereka tidak sekadar datang bernostalgia, tetapi berbagi pengalaman nyata tentang dunia perkuliahan sebagai jenjang pendidikan setelah SMA. Baca juga: Synfest 2026, Etalase Pembelajaran Bermakna di SMA Muhammadiyah 8 Gresik Camfest dirancang sebagai ruang pertemuan inspiratif antara siswa dan alumni. Salah satu agenda yang paling menyedot perhatian adalah parade alumni kampus. Para alumni berjalan di hadapan peserta sambil membawa emblem almamater masing-masing—sebuah simbol keberagaman pilihan kampus sekaligus pesan bahwa setiap mimpi memiliki jalannya sendiri. Tak berhenti di situ, suasana semakin hidup saat booth kampus dibuka. Di titik-titik ini, siswa bebas berdialog langsung dengan para alumni: mulai dari cerita proses masuk perguruan tinggi, pemilihan program studi, sistem perkuliahan, hingga gambaran kehidupan mahasiswa sehari-hari. Percakapan berlangsung cair, penuh rasa ingin tahu, dan sarat motivasi. Fazar Izzul Muslimin (kiri) dalam parade Camfest 2026 (Tagar.co/Motreight) Momen reflektif sekaligus emosional datang dari Fazar Izzul Muslimin, Ketua IPM SMA Muhammadiyah 8 Gresik periode 2024–2025. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru yang telah membersamai perjalanan akademik para alumni. “Berkat bimbingan dan doa para guru di Smamdela, kami bisa menempuh jenjang kuliah sesuai dengan cita-cita kami,” ungkapnya. Fazar juga menyampaikan pesan penuh semangat kepada siswa Smamdela angkatan 2026 serta para tamu dari SMP dan MTs yang hadir. Ia mengajak mereka untuk berani bermimpi dan tidak ragu melangkah lebih jauh. “Jangan takut bermimpi tinggi. Dari sekolah sederhana ini, mimpi dibentuk dan cita-cita diperjuangkan. Smamdela mungkin berada di pinggiran dan jauh dari kata sempurna, tetapi justru di sinilah bakat-bakat digali, dibimbing, dan diarahkan hingga mampu meraih masa depan yang diinginkan. Berkat Smamdela, saya bisa meraih perguruan tinggi impian,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah. Rangkaian Campus Festival SYNFEST 2026 ditutup dengan foto bersama seluruh alumni, panitia, dan peserta di atas panggung. Momen ini menjadi penanda kuatnya ikatan almamater sekaligus harapan besar agar semakin banyak siswa Smamdela melangkah mantap menuju bangku perguruan tinggi. (#) Jurnalis Chintia Rizki | sumber : Tagar.co

Synfest 2026, Etalase Pembelajaran Bermakna di SMA Muhammadiyah 8 Gresik

SMAMDELAGRES — SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik menggelar Synfest 2026 bertema “Inovasi Lokal, Inspirasi Global.” pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini menjadi puncak penilaian akhir jenjang siswa kelas XII sekaligus ajang pameran karya dan kreativitas berbasis pembelajaran proyek. Begitu memasuki area sekolah, nuansa budaya Betawi langsung menyergap. Siswa mengenakan busana khas Betawi, dekorasi rumah Betawi lengkap dengan ondel-ondel menghiasi lingkungan sekolah, sementara aroma kuliner Betawi dari area bazar menggoda pengunjung. Di antara itu semua, siswa tampak sibuk berlalu-lalang di stan pameran. Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si. menjelaskan, Synfest merupakan puncak rangkaian penilaian akhir jenjang bagi siswa kelas XII. Ajang ini menjadi ruang untuk menampilkan hasil penelitian, karya, dan kreativitas yang dikembangkan selama proses pembelajaran. Namun lebih dari sekadar pameran, Synfest menunjukkan kemampuan siswa merancang dan menyelenggarakan kegiatan berskala besar secara mandiri, inovatif, dan bertanggung jawab. “Sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan, seluruh rangkaian acara dikelola langsung oleh siswa,” ujar dia.  Menurutnya, siswa mengambil peran penting sebagai pembawa acara, pengisi gema wahyu Ilahi, penampil talent show, operator teknis, hingga penanggung jawab pameran. “Setiap sudut kegiatan memperlihatkan kerja keras dan kolaborasi antarsiswa yang terbangun selama proses pembelajaran,” tambahnya. Nuansa Betawi kian hidup saat tarian lenong dipentaskan. Sorak dan tepuk tangan penonton mengiringi setiap adegan, menciptakan suasana meriah sekaligus edukatif. Di area bazar, siswa memperkenalkan sekaligus menjual aneka makanan khas Betawi. Sementara itu, di stan pameran, siswa dengan percaya diri mempresentasikan produk hasil ujian Project Based Learning (PjBL) kepada pengunjung dari berbagai kalangan. Sejumlah tamu undangan turut hadir, antara lain Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Gresik M. Fadloli Aziz, S.Si., M.Pd.; Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cerme 2015-02022 Suwarno, M.Pd.; serta Ketua PCA ‘Aisyiyah Cerme Siti Fatimah, S.Ag. Hadir pula para kepala sekolah amala Muhammadiyah di Cerme, jajaran struktural, guru, dan tenaga kependidikan Smamdela. Antusiasme juga datang dari luar sekolah. Siswa SMP Muhammadiyah 7 Cerme serta SMP Negeri 5, 9, 14, 18, dan 24 Gresik ikut menyaksikan rangkaian kegiatan, bersama seluruh siswa kelas X, XI, dan XII Smamdela yang memadati area acara. Siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 8 Gresik menampilkan tari budaya Betawi dalam rangkaian Synfest 2026 di SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Selasa (27/1/2026). (Tagar.co/Istimewa) Tetap Meriah Meski Diguyur Gerimis Pelaksanaan Synfest tetap berlangsung lancar meski gerimis turun sejak pagi. Cuaca tak menyurutkan semangat siswa kelas XII. Mereka bergotong royong menata panggung dan menyiapkan stan pameran sesuai konsep yang direncanakan. Tantangan cuaca justru dihadapi dengan sikap positif dan kerja sama yang solid. “Meski gerimis, alhamdulillah Synfest dapat terlaksana dengan baik. Bahkan terasa semakin berkesan karena acara dibuka dengan menyanyikan lagu Benyamin Sueb dan Ida Royani berjudul Hujan Gerimis,” ujar Fahri Zaidan Maulana, siswa kelas XII-4 yang bertugas sebagai pembawa acara bersama Naflah Shoofiyah Aatikah (XII-3). Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Smamdela Yuyun Minarti, menjelaskan, melalui Synfest 2026, Smamdela tak hanya merayakan capaian akademik siswa kelas XII, tetapi juga menegaskan pentingnya pembelajaran bermakna yang menumbuhkan kreativitas, kepemimpinan, kolaborasi, serta kecintaan pada budaya lokal. Dengan semangat inovasi lokal berinspirasikan global, Synfest menjadi penutup perjalanan belajar yang berkesan sekaligus pijakan awal menuju masa depan. “Melalui kegiatan ini, visi dan misi sekolah—menciptakan generasi berakhlak, berprestasi, dan berdaya saing global—dapat tercapai. Harapannya, Synfest terus berlanjut dan semakin baik dari tahun ke tahun,” pungkas. Jurnalis Chintia Rizki F. Penyunting Mohammad Nurfatoni | Sumber : tagar.co

Siswa SMAMDELA Dewi Sinta Berhasil Olah Daun Kelor Jadi ‘Snackbar’ Bernilai Gizi Tinggi

SMAMDELAGRES — Rada Dewi Sinta, siswa SMA Muhammadiyah 8 (SMAMDELA) Gresik berhasil menciptakan produk pangan yang inspiratif dan membanggakan. Siswa kelas XII ini sukses menciptakan produk pangan berupa camilan (snack) bergizi tinggi, berbahan baku tepung daun kelor. Sukses Sinta, sapaan akrabnya, telah dipresentasikan dalam ujian hasil Project Based Learning (PjBL) kelas XII pada 21 Januari 2026 lalu, di ruang ujian SMAMDELA. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari ujian proposal yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Desember 2025, sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang rutin diterapkan sekolah. Sementara hasil produk kreatif Sinta ini, dirilis dalam pameran karya pada 27 Januari 2026. Produk inspiratif yang dihasilkan Sinta, dikemas dengan judul “Pembuatan Snackbar dari Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) dan Labu Kuning (Cucurbita Moschata) sebagai Pangan Fungsional Sumber Protein dan Antioksidan”. Produk yang dihasilkan diberi nama Pumpleaf Bar, camilan berbahan lokal dengan nilai gizi tinggi. Ujian hasil produk karya Sinta ini dibimbing oleh Uswatun Khasanah, SSi, dan mendapat apresiasi dari Emi Faizatul Afifah, MSi, selaku penguji sekaligus Kepala SMAMDELA. Menurutnya, proyek ini mencerminkan esensi PjBL yang tidak hanya mengasah keterampilan akademik, tetapi juga membangun sikap kritis, kreativitas, dan kepedulian terhadap kesehatan. “Pembelajaran seperti ini melatih siswa berpikir aplikatif dan siap menghadapi tantangan setelah SMA. Ini layak dikembangkan,” ujar Emi saat dihubungi, Sabtu (31/1/2026). Sinta menuturkan, PjBL memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran konvensional. Dalam proyek ini, ia mengaku terlibat langsung sejak tahap awal, mulai dari pencarian ide, mempelajari kandungan gizi bahan, menyiapkan alat dan bahan, hingga proses produksi dan uji organoleptik sederhana. “Saya benar-benar merasakan prosesnya dari awal sampai akhir,” ujarnya bangga. Tantangan pun tak terhindarkan. Pengaturan waktu dengan mata pelajaran lain, penentuan takaran bubuk daun kelor agar rasa tidak terlalu kuat (menyengat), serta pengaturan suhu dan waktu pemanggangan menjadi kendala utama. Namun dari proses tersebut, Sinta mengaku belajar untuk lebih sabar, teliti, dan bertanggung jawab. “Saya jadi lebih mandiri dan paham, bahwa bahan sederhana di sekitar kita bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat,” katanya. Secara keseluruhan, Sinta mengaku puas dengan hasil PjBL yang ia capai. Selain produk yang diterima dengan baik, pengalaman selama proses menjadi bekal penting bagi perkembangan sikap dan keterampilannya sebagai pelajar. Sumber : radarjatim.id

Luar Biasa, Siswa SMAMDELA Dewi Sinta Berhasil Olah Daun Kelor Jadi ‘Pumpleaf Bar’ Bernilai Gizi Tinggi

SMAMDELAGRES — Rada Dewi Sinta, salah satu siswa SMA Muhammadiyah 8 (SMAMDELA) Gresik berhasil menciptakan produk pangan yang inspiratif dan membanggakan. Siswa kelas XII ini sukses menciptakan produk pangan berupa camilan (snack) bergizi tinggi, berbahan baku tepung daun kelor. Sukses Sinta, sapaan akrabnya, dipresentasikan dalam ujian hasil Project Based Learning (PjBL) kelas XII pada 21 Januari 2026 lalu, pukul 09.30–10.30 WIB, di ruang ujian SMAMDELA. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari ujian proposal yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Desember 2025, sebagai bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang rutin diterapkan sekolah. Sementara hasil produk kreatif Sinta ini, dirilis dalam pameran karya pada 27 Januari 2026. Produk inspiratif yang dihasilkan Sinta, mengangkat judul “Pembuatan Snackbar dari Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) dan Labu Kuning (Cucurbita Moschata) sebagai Pangan Fungsional Sumber Protein dan Antioksidan”. Produk yang dihasilkan diberi nama Pumpleaf Bar, camilan berbahan lokal dengan nilai gizi tinggi. Ujian hasil produk karya Sinta ini dibimbing oleh Uswatun Khasanah, SSi, dan mendapat apresiasi dari Emi Faizatul Afifah, MSi, selaku penguji sekaligus Kepala SMAMDELA. Menurutnya, proyek ini mencerminkan esensi PjBL yang tidak hanya mengasah keterampilan akademik, tetapi juga membangun sikap kritis, kreativitas, dan kepedulian terhadap kesehatan. “Pembelajaran seperti ini melatih siswa berpikir aplikatif dan siap menghadapi tantangan setelah SMA. Ini layak dikembangkan,” ujar Emi saat dihubungi, Sabtu (31/1/2026). Sinta menuturkan, PjBL memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran konvensional. Dalam proyek ini, ia mengaku terlibat langsung sejak tahap awal, mulai dari pencarian ide, mempelajari kandungan gizi bahan, menyiapkan alat dan bahan, hingga proses produksi dan uji organoleptik sederhana. “Saya benar-benar merasakan prosesnya dari awal sampai akhir,” ujarnya bangga. Tantangan pun tak terhindarkan. Pengaturan waktu dengan mata pelajaran lain, penentuan takaran bubuk daun kelor agar rasa tidak terlalu kuat (menyengat), serta pengaturan suhu dan waktu pemanggangan menjadi kendala utama. Namun dari proses tersebut, Sinta mengaku belajar untuk lebih sabar, teliti, dan bertanggung jawab. “Saya jadi lebih mandiri dan paham, bahwa bahan sederhana di sekitar kita bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat,” katanya. Secara keseluruhan, Sinta mengaku puas dengan hasil PjBL yang ia capai. Selain produk yang diterima dengan baik, pengalaman selama proses menjadi bekal penting bagi perkembangan sikap dan keterampilannya sebagai pelajar. (*) Kontributor: Liset Ayuni Sumber : giri.musma

Bijak Bermedia Sosial Sejak Dini, Rania Rocmatul Jadi Duta Literasi Digital SMAM 8 Gresik

SMAMDELAGRES — Rania Rocmatul, siswi kelas XI IPA 1 SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA), ditetapkan sebagai Duta Literasi Digital SMAMDELA dalam workshop Literasi Digital bertema “Cerdas, Aman, dan Etis di Dunia Digital” yang digelar pada Senin (19/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi SMAMDELA dengan MyRepublic yang berlangsung di Aula SMAMDELA. Penunjukan Rania dilakukan di akhir rangkaian workshop yang diikuti siswa kelas X pada pukul 08.00–10.00 WIB. Rania menerima selempang dan goodiebag khusus, serta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti konferensi literasi digital tingkat nasional di Jakarta. Ia juga mendapat mandat untuk mengedukasi dan menginfluensi literasi digital di kalangan teman sebaya bersama MyRepublic, khususnya di lingkungan SMAMDELA. Rania menyampaikan, selama ini ia telah memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab. “Saya sejauh ini memanfaatkan media sosial dengan menjadi beauty creator secara anonim, tanpa menampilkan wajah. Dari aktivitas tersebut saya bisa menghasilkan penghasilan yang saya gunakan secara bijak sebagai pelajar,” ujarnya. Menurut Rania, pengalaman tersebut membuatnya memahami, bahwa ruang digital tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga risiko. Karena itu, dalam bermedsos, perlu sikap bijak dan hati-hati dalam memproduksi konten. “Media sosial tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga bisa dimanfaatkan secara positif. Yang penting adalah memahami batasan, menjaga jejak digital, dan bertanggung jawab atas konten yang kita buat,” katanya. Workshop literasi digital ini dibuka oleh Branch Manager MyRepublic, Bambang Darmawan. Ia menyampaikan, bahwa penyedia layanan internet memiliki tanggung jawab moral terhadap literasi digital pelajar. “Sebagai branch penyedia layanan internet yang bekerja sama dengan Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi, Red), kami memiliki tanggung jawab moral terhadap literasi digital, terutama di kalangan pelajar agar mereka cerdas, aman, dan etis di dunia digital,” ujarnya. Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, MSi, menyampaikan harapannya agar siswa mampu memanfaatkan media sosial secara lebih produktif. “Kami berharap siswa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen. Ketika bersosial media, hal tersebut dapat dimanifestasikan dengan etika yang baik,” katanya. Materi disampaikan oleh Rafi, Learning Development MyRepublic, yang merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital. Ia menjelaskan klasifikasi risiko penggunaan ruang digital berdasarkan usia, mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi pada rentang usia 16–18 tahun. Dalam sesi tersebut juga diputar video singkat mengenai bahaya jejak digital anak. Melalui penunjukan Rania sebagai Duta Literasi Digital, sekolah berharap praktik bijak bermedia sosial dapat terus disosialisasikan di kalangan pelajar SMAMDELA secara berkelanjutan. Kontributor: Liset Ayuni | Sumber : Giri.mu

Belajar Bahasa Inggris Seru bersama Guru Belanda

SMAMDELAGRES — Suasana aula SMA Muhammadiyah 8 Gresik tampak semarak pada Kamis (8/1/ 2026). Sekolah menggelar kegiatan Cross Culture bersama Mr. Robby Stabel, pengajar asal Belanda. Acara diikuti oleh 50 siswa SMA Muhammadiyah 8 dan 15 siswa SMP Muhammadiyah 7 Cerme. Belajar bahasa Inggris ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi berbahasa asing sekaligus memperluas pemahaman siswa terhadap perbedaan budaya lintas negara.  Siswa berinteraksi langsung dengan guru Robby Stabel. Acara dibuka oleh Nanda Yuniar Zakirah Putri, siswi kelas XII, dan Kayla Aira Yasmine, siswi kelas XI. Teriakan yel SMA Muhammadiyah 8 Gresik menggema di aula menyambut kehadiran Mr. Robby Stabel. Who’s here today? Mr. Robby! From where? Netherlands! Welcome Mr. Robby! We’re so happy you’re here today! We’re students of Muhammadiyah Eight, full of spirit and pride, Let’s learn English together. Nice to meet you. Dalam sesi pengenalan budaya, Wildan dan Damar, siswa kelas X, mempresentasikan kue lapis sebagai makanan tradisional. Gaya Komunikasi Mr. Robby Stabel menyampaikan materi Cross Cultural Understanding dengan power point yang ditayangkan lewat LCD. Materi mencakup pengertian budaya lintas negara, perbedaan nilai dan kebiasaan sosial, gaya komunikasi, serta potensi kesalahpahaman yang kerap muncul akibat perbedaan budaya. Pembahasan difokuskan pada perbedaan budaya Indonesia dan Belanda, seperti gaya komunikasi langsung dan tidak langsung, ketepatan waktu, makna persetujuan, hubungan sosial, serta hierarki dalam dunia pendidikan. Untuk memperdalam pemahaman, siswa diajak mengikuti simulasi role-play, antara lain The Late Meeting, Yes… I Will Try, The Money Message, dan Honest Feedback. Kegiatan didampingi oleh guru Bahasa Inggris SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Ana Abidin, S.Pd., dan Ichda Sholikhatun Nisa’, S.Pd. Peserta aktif berdiskusi dan melafalkan bahasa Inggris dengan gaya penutur Indonesia dan Belanda sebagaimana dicontohkan Mr. Robby Stabel. Hawwa Zahra, siswi kelas XII-1, mengataka gembira mengikuti pembelajaran bersama native speaker. “Sering-sering ya, Miss, mendatangkan native speaker. Kita sangat senang karena bisa belajar bahasa Inggris secara langsung bersama penutur asli,” ujarnya. Siswa Aktif Mr. Robby Stabel menyampaikan apresiasi terhadap peserta. “The students of SMA Muhammadiyah 8 Gresik are very active and confident in trying. The class feels lively, especially when they practice English pronunciation in both Indonesian and Dutch styles,” katanya. Artinya, siswa dan siswi SMA Muhammadiyah 8Gresik sangat aktif dan berani mencoba. Kelas terasa hidup, terutama saat mereka mempraktikkan pelafalan bahasa Inggris dengan gaya Indonesia dan Belanda. ”The learning atmosphere here is dynamic and different from similar sessions I have conducted elsewhere, where students tend to feel hesitant and unsure of how to respond. Here, the students are able to create a much more engaging and vibrant classroom environment” sambung dia. Artinya, suasana belajar di sini terasa dinamis dan berbeda dibandingkan dengan kegiatan serupa di tempat lain. Siswa cenderung masih bingung dan ragu untuk merespon. Di sini, para siswa mampu menciptakan suasana kelas yang lebih hidup. Dalam sesi diskusi, Nanda Yuniar Zakirah Putri, siswi kelas XII, menjawab pertanyaan “How did communication solve the problem?” Ia menyampaikan, komunikasi yang dilandasi sikap saling menghormati, keterbukaan, dan pemahaman latar belakang budaya dapat menjadi kunci penyelesaian masalah dan mencegah kesalahpahaman. Jurnalis : Ichda S. Nisa | Sumber : Tagar.co 

Awali Semester Genap, Smamdela Beri Apresiasi Prestasi Siswa dan Guru

SMAMDELAGRES — Suasana Masjid Sabilul Muttaqin SMAM 8 Gresik (Smamdela) Senin pagi (5/1/2025) terasa berbeda. Tepuk tangan bergema, senyum bangga merekah, dan satu per satu nama siswa dipanggil ke depan. Awal semester baru dibuka bukan sekadar dengan rutinitas, melainkan dengan apresiasi, sebuah pengakuan atas kerja keras yang telah mereka ukir. “Selamat, kalian telah mengukir prestasi gemilang!” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAM 8 Gresik, Rizal Azdka, S.Pd., membuka kegiatan apresiasi yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Sambutan itu langsung disambut riuh tepuk tangan para siswa yang memenuhi masjid. Dalam empat pekan terakhir, bertepatan dengan akhir semester dan masa liburan, sejumlah siswa Smamdela berhasil menorehkan prestasi di berbagai ajang, mulai tingkat kabupaten hingga nasional. Mereka adalah Dwi Nazarina, Fahri Zaidan, Falrino Alfarezi, Abi Abdillah, Revan Mahendra, Habibur Rohman, Talita Ladiba, Yusuf Nurohim, Arina Fadila, Naila Aghnia, Alif Aminullah, dan Sabella Wardani. Salah satu siswa, Dwi Nazarina, mengaku terharu saat namanya dipanggil. “Penghargaan ini bikin semangat kami makin tinggi. Rasanya usaha selama liburan semester benar-benar dihargai,” ungkapnya. Tak hanya siswa, apresiasi juga diberikan kepada guru berprestasi. Lukman Arif, S.Pd.I., menerima penghargaan atas capaian Juara 1 Lomba Panahan Barebow Tingkat Kabupaten Gresik. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Smamdela, sekaligus menunjukkan bahwa semangat berprestasi tumbuh bersama antara guru dan siswa. “Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberi contoh positif kepada siswa. Saya bersyukur sekolah memberikan apresiasi atas usaha ini,” ujar Lukman Arif. Seluruh penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala SMAM 8 Gresik (Smamdela), Emi Faizatul Afifah, M.Si. Ia menegaskan bahwa apresiasi bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari ikhtiar sekolah dalam membangun budaya prestasi, kepercayaan diri, dan mental bertumbuh di lingkungan pendidikan. “Prestasi harus dirayakan agar menjadi energi positif bagi seluruh warga sekolah,” tegasnya. Usai sesi apresiasi, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang disampaikan oleh Guru BK SMAM 8 Gresik, Noviya Wahyu Nuriya, S.Pd. Dalam paparannya, Noviya menjelaskan kuota SNBP, peluang seleksi, serta strategi yang perlu disiapkan siswa sejak dini agar lebih siap bersaing masuk perguruan tinggi negeri. “Sosialisasi ini penting agar siswa memahami peluang dan menyiapkan diri secara matang. Dengan informasi yang jelas, mereka bisa merencanakan langkah akademik dengan lebih percaya diri,” jelasnya. Menurut Noviya, apresiasi atas prestasi yang diraih siswa memiliki dampak psikologis yang signifikan. Siswa cenderung memiliki motivasi belajar lebih tinggi dan kesiapan mental yang lebih baik dalam menghadapi seleksi akademik seperti SNBP yang menitikberatkan pada rekam jejak prestasi dan konsistensi belajar. Kegiatan apresiasi prestasi siswa dan guru yang dirangkai dengan sosialisasi SNBP ini menjadi bukti komitmen SMAM 8 Gresik (Smamdela) dalam membangun ekosistem pendidikan yang saling menguatkan. Sekolah tidak hanya mendorong capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai kerja keras, disiplin, dan kesiapan menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya. Menjelang akhir kegiatan, para siswa meninggalkan Masjid Sabilul Muttaqin dengan wajah penuh motivasi. Tepuk tangan yang menggema pagi itu bukan sekadar perayaan prestasi, melainkan penegasan bahwa setiap usaha layak dihargai dan setiap persiapan adalah langkah penting menuju masa depan. Penulis : Liset Ayuni | Sumber : pwmu.co 

Pengumuman Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA)

📢 Pengumuman Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Yth. Bapak/Ibu Orang Tua/Wali Siswa,Bersama ini kami sampaikan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) telah tersedia dan dapat diakses melalui tautan/berkas di bawah ini. 👉Cek Hasil TKA Siswa :  https://bit.ly/hasiltka25_smamdela Silakan siswa/orang tua melakukan pengecekan hasil masing-masing.Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) dari Kemendikbud akan diterbitkan mulai 5 Januari 2026 setelah proses verifikasi selesai. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK