Bangun Karakter Islami, SMA Muhammadiyah 8 Gresik Gelar Mabit

SMAMDELAGRES | Sebagai langkah untuk membangun karakter islami siswa-siswi, SMA Muhammadiyah 8 Gresik mengadakan kegiatan Mabit (Malam bina iman dan takwa) di sekolah. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik yang terbagi antara putra dan putri. Siswa putra mengikuti acara Mabit di hari pertama, sedangkan kelompok putri mengawali kegiatannya di hari setelahnya. Acara Mabit dimulai dengan kegiatan Sholat Isya berjamaah oleh seluruh siawa beserta guru. Kemudian dilanjutkan pada acara inti yakni pembimbingan dari Guru PAI Abdul Arkham, M.Pd.I. Guru PAI SMAM 8 Gresik, Abdul Arkham, M.Pd.I. menyampaikan kegiatan malam bina iman dan taqwa dapat mencakup sesi pengajaran agama, diskusi kelompok tentang nilai-nilai Islam, serta doa bersama. “Untuk membentuk generasi berkarakter unggul dan Qur’ani, penting untuk memasukkan pendekatan holistik dalam pendidikan. Ini melibatkan kombinasi pembelajaran akademis yang kuat dengan pembentukan nilai dan etika Islam dalam setiap aspek kehidupan,” ungkapnya. Pemahaman dan pengalaman praktis terkait dengan ajaran al Qur’an dapat memperkuat iman dan taqwa peserta didik. “Ini membantu dalam pemantapan pemahaman dan komitmen spiritual mereka. Melalui kegiatan mabit yang terstruktur dan mendalam, diharapkan peserta didik dapat memperkukuh iman dan taqwa serta mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. Dalam kegiatan mabit, siswa akan mengikuti malam renungan, mengaji bersama, qiyamul lail, sholat tahajud hingga melaksanakan sholat shubuh berjamaah.

Bentuk Generasi Berkarakter Unggul dan Qur’ani, SMA Muhammadiyah 8 Gresik Gelar Kegiatan Mabit

SMAMDELAGRES | SMA Muhammadiyah 8 Gresik menggelar kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa atau yang dikenal dengan istilah Mabit. Mabit merupakan salah satu sarana pembelajaran untuk membina ruhaniyah, menyucikan hati, membersihkan jiwa, dan membiasakan diri untuk beribadah. Kegiatan Malam bina iman dan taqwa diadakan sebanyak 2 kali. Satu kali diadakan untuk siswa laki-laki, dan satu lainnya untuk siswa perempuan. Kegiatan bertema Membentuk Generasi Berkarakter Unggul dan Qur’ani itu diselenggarakan pada tanggal 3 November untuk para siswa laki-laki dan 17 November untuk siswa perempuan di Halaman sekolah SMA Muhammadiyah 8 Gresik. Acara Mabit dimulai dengan kegiatan Sholat Isya berjamaah oleh seluruh siawa beserta guru. Kemudian dilanjutkan pada acara inti yakni pemberian materi dari Waka Kurikulum Yuyun Minarti S.E, Waka Kesiswaan Lukman Arif S.Pd.I, Guru PAI Abdul Arkham, M.Pd.I. Siswa diajak mengambil hikmah dari film berjudul Tegar. Di tengah keterbatasan tak menghambat langkahnya meraih kesuksesan. Film itu dapat mmotivasi siswa agar kian semangat dalam menuntut ilmu. Selanjutnya, mereka akan dibangunkan untuk qiyamul lail dan melaksanakan sholat tahajud. Mengikuti malam renungan, mengaji bersama, hingga melaksanakan sholat shubuh berjamaah. Menjelang akhir, diberikan 1 buah pertanyaan untuk 1 kelompok per kelas mengenai asbabun nuzul Surat Al-Maidah, dan Surat Al-Hujurat. Usai acara ditutup, para siswa bisa pulang ke rumahnya masing-masing. Waka Kesiswaan, Lukman Arif S.Pd.I menjelaskan kegiatan tersebut diadakan sebagai sarana pendekatan spiritual kepada siswa. Harapannya peserta didik bisa semakin giat belajar. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa. Serta mampu mengajak siswa pada kebaikan seperti contoh mengajak siswa menjadi murid yang baik, menghormati guru, dan berbakti pada orang tua,” terangnya. (*)

Jalin Kedekatan dengan Wali Murid, Guru SMAMDELAGRES Door To Door Bagikan Rapor Siswa

SMAMDELAGRES | Menjaga kedekatan antara guru dan orangtua murid dilakukan SMA Muhammadiyah 8 Gresik dengan membagikan rapor secara langsung ke rumah-rumah siswa. Dengan begitu orang tua bisa mengetahui hasil belajar siswa melalui akumulasi nilai dan juga perkembagan siswa selama di sekolah. Agenda pengantaran rapor tersebut sudah dilaksanakan selama 3 tahun terakhir oleh Wali Kelas masing-masing. Sebanyak 11 Wali kelas rela berkeliling ke 306 rumah siswa siswinya untuk membagikan rapor PHB semester ganjil. Dalam setahun ada 4 kali penerimaan rapor, 1 diantaranya menjadi kewajiban wali kelas untuk mengantarkan langsung. Salah satu wali kelas di SMAMDELAGRES, Elys Kusumawati menjelaskan proses pengantaran raport tersebut dilakukan selama 2 minggu, mulai tanggal 10 Oktober sampai 31 Oktober 2023. “Tujuannya adalah agar bisa menjalin silaturahmi antara wali kelas dan wali murid. Selain itu, rapor yang diterima sebagai tolak ukur untuk mengetahui perkembangan prestasi siswa setelah mengikuti proses pembelajaran,” terangnya, Jum’at (20/10/2023). Menurutnya, orangtua juga punya andil yang sama dalam membimbing dan memantau kegiatan belajar di rumah. “Guru dan orangtua punya tanggung jawab yang sama dalam mendidik anak,” tuturnya. Pengantaran ini dilakukan menyesuaikan jadwal guru dan wali siswa, biasanya dilakukan usai pulang sekolah agar tidak mengganggu kegiatan mengajar di kelas. “Jadi kita hubungi dulu melalui whatsapp untuk mengkonfirmasi bahwa pihak wali murid ada di rumah dan bisa menerima rapor. Bahkan ada siswa terjauh yang tinggal di daerah Panceng Gresik tetap diantarkan ke rumah,” jelasnya. Selain membagikan rapor akademik, wali murid juga diajak untuk mengikuti perkembagan siswa disekolah, dari kegiatan ekstra, kegiatan ibadah mengaji, sholat, prestasinya, serta kesehariannya. “Kesan dari wali murid tentunya senang dan terharu sebab sekolah begitu perhatian sampai rela datang door to door ke rumah,” pungkasnya. (*)

Abdul Arkham Tekankan Guru Bukan Sekedar Transfer Ilmu

SMAMDELAGRES | Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Bahasa Arab, dan Kemuhammadiyahan SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Abdul Arkham menekankan bahwa peran guru sangat penting dalam mencetak karakter siswa. Profesi tersebut tidak hanya diartikan sebagai transfer ilmu pengetahuan melainkan sosok tauladan yang baik. “Seperti kita mengajarkan Al-Qur’an tanpa diiringi contoh keteladanan, sepinter apapun orang tidak manfaat jika belum mengamalkan,” ungkapnya, Kamis (19/10/2023). Pria kelahiran 2 Juli 1972 menyampaikan hal tersebut seperti ungkapan hadis yang berbunyi Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah. “Keberadaan Al-Qur an menjadi sesuatu yang penting jika bisa diamalkan, karena kalo nggak diamalkan jadi nggak ada pengaruhnya,” terangnya. Arkham menuturkan dalam menghadapi krisis moral siswa di era milenial, guru dituntut bisa mencerminkan akhlak yang baik. Pandangan sekulerisme yang menyerang tenaga pendidik dengan memisahkan agama dari unsur kehidupan yang kompleks secara tidak langsung menciderai dunia pendidikan. “Beragama tidak hanya menyembah Allah dengan rangkaian ibadah mahdhoh (shalat, puasa, zakat), melainkan menjadikannya sebagai gaya hidup (life style). Syariat menjadi sebuah petunjuk atau standar siswa dalam berperilaku sehari-hari,” terangnya. Pria yang telah mengajar di SMAMDELAGRES sejak tahun 2001 ini sangat giat dan telaten mengajari para siswa mengaji, menjadi seorang khatib, hingga aktivitas sema’an penghafal Al-Qur’an (Tahfidz). “Mengajarkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup ini menjadi sebuah kewajiban bagi saya,” pungkasnya. (*)

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK