SMAMDELAGRES — SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) kembali menunjukkan inovasi dalam pendidikan melalui kesuksesan gelaran Esalion 2025. Ajang kompetisi tahunan ini, yang dirancang dan dihelat sepenuhnya oleh pelajar, tidak hanya menjadi wadah adu bakat, tetapi juga laboratorium belajar nyata yang mencetak para event organizer (EO) profesional dari kalangan siswa.
Esalion, yang telah berjalan lebih dari satu dekade, dalam dua tahun terakhir telah bertransformasi menjadi sarana penting bagi siswa untuk mengasah kemampuan EO, kepemimpinan, dan keterampilan sosial. Acara puncak penghargaan (awarding) yang digelar pada Rabu (18/6), turut dihadiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cerme, Kepala Dikdasmen Muhammadiyah Cabang Cerme, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Cabang Cerme, serta Pengawas SMA. Para juara dari berbagai kategori kompetisi berhak membawa pulang trofi dan beasiswa.
Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si., menegaskan bahwa Esalion 2025 adalah aksi konkret sekolah dalam membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21, meliputi kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
“Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar menjadi manusia utuh. Mereka bukan hanya menguasai pelajaran, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur kerja tim,” terang Emi.
Ia menambahkan, Esalion 2025 bukan sekadar lomba, melainkan ruang belajar yang hidup di mana para pelajar Smamdela menyusun masa depan mereka di medan aksi nyata.
“Saya bangga. Ini bukti bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi tempat tumbuh,” imbuhnya.
Rafi Rasyidin, Ketua Panitia Esalion 2025 sekaligus Ketua OSIS Smamdela, menjelaskan bahwa persiapan Esalion 2025 telah dimulai sejak April untuk pendaftaran lomba tahfidz dan menyanyi, serta bulan Mei untuk pendaftaran futsal.
“Ada tiga cabang lomba utama, yakni futsal diikuti 19 tim, tahfidz diikuti 24 peserta, dan singing diikuti 8 peserta. Penentuan juara 1, 2, dan 3 dilakukan untuk semua cabang, sementara futsal juga memiliki penghargaan best player, top score, dan best supporter,” ujarnya.
Rafi juga mengungkapkan bahwa Esalion 2025 melibatkan peserta dari tingkat SMP dan MTs se-Gerbangkertasusila, bahkan ada peserta dari Mojokerto. Penyisihan lomba tahfidz dan singing dilaksanakan secara daring, sementara final dan awarding dilangsungkan bersamaan. Pertandingan futsal sendiri digelar di lapangan SMA Muhammadiyah 8.
Yang membedakan awarding tahun ini adalah kemeriahannya. Selain berbagai kreasi siswa mulai dari pencak silat dan tarian, panitia sengaja menghadirkan Hollycoustic dan Pangeran Opan untuk menghibur seluruh siswa.
Awarding Night Esalion 2025 yang bertepatan dengan libur akhir semester ini dirancang untuk memberikan apresiasi sekaligus menjadi ruang refleksi atas seluruh proses yang telah dilalui para siswa. Meskipun hanya berlangsung beberapa pekan, Esalion 2025 meninggalkan kesan mendalam. Di balik setiap rundown, ada kisah kerja keras, dan di balik setiap panggung, ada proses belajar yang mengubah cara pandang siswa terhadap kerja tim, komunikasi, dan kepemimpinan. Kegiatan rutin ini diharapkan akan selalu diadakan dan menjadi wadah berkembang bagi siswa Smamdela, serta memberikan manfaat bagi siswa-siswi SMP untuk lebih mengenal SMA Muhammadiyah 8.
sumber : radargresik.id
