SMAMDELAGRES — Halaman SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik tampak ramai, Senin pagi (20/10/2025). Udara masih sejuk, barisan siswa berdiri rapi, dan semangat Pemilihan Raya (Pemira) Ketua Umum Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sudah terasa sejak bel masuk berbunyi. Di tengah hiruk pikuk itu, Ulil Albab duduk dengan tenang dalam arak-arakan mengitari lapangan, bersiap menyampaikan orasi visi misi.
Tak banyak yang tahu, pagi itu Ulil sedang menahan sakit hebat. Namun, ia tetap melangkah pasti. Tepat setelah apel, ia mulai berbicara di hadapan guru dan teman-temannya. Suaranya lembut namun mantap, mengalirkan gagasan tentang kepemimpinan yang lahir dari keikhlasan dan pelayanan.
Sekitar pukul 07.30 WIB, orasi selesai. Tepuk tangan menggema di seluruh lapangan. Namun beberapa menit kemudian, tubuh Ulil goyah. Wajahnya pucat. Ia pun segera dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Sejak malam memang agak lemas, tapi saya ingin tetap hadir. Ini bentuk tanggung jawab saya,” ujarnya pelan mengenang kejadian itu.
Meski dokter menyarankan istirahat, siang harinya Ulil kembali ke sekolah. Ia datang tepat waktu untuk mengikuti Debat Publik pukul 12.30–14.00 WIB di aula. Langkahnya pelan, tapi sorot matanya penuh tekad. Ia berdiri di depan, memegang mikrofon, dan mulai bicara. Suaranya terdengar serak, namun setiap kalimat mengalir jujur. Ia berbicara tentang amanah, keikhlasan, dan pentingnya hadir untuk sesama.
Teman-temannya yang duduk di bangku peserta memperhatikannya dalam diam, sebagian kagum, sebagian terharu. Dalam tubuh yang masih lemah, Ulil membuktikan satu hal, semangat melayani tak boleh terkalahkan oleh rasa sakit.
Perjuangan Berlanjut
Keesokan harinya, Selasa, 21 Oktober 2025, pagi-pagi sekali Ulil kembali ke puskesmas untuk mengambil hasil laboratorium. Namun bukannya beristirahat di rumah, ia justru melangkah lagi ke sekolah untuk mengikuti Pemira. yang dimulai pukul 10.15 di aula.
Pemira mulai pukul 10.15 di aula. Ulil duduk di atas panggung bersama Bunga Revelian Nurjannah, kandidat lain Ketua Umum PR IPM Smamdela Gresik, Ulil menyaksikan satu per satu kader menyalurkan hak suaranya. Meski wajahnya masih tampak lelah, senyum kecil tak pernah lepas dari bibirnya.
Suasana aula menegang saat panitia mulai membacakan hasil Pemira. Ketika nama Ulil Albab terkukuhkan sebagai Ketua Umum PR IPM Smamdela Gresik, ruangan seketika pecah oleh tepuk tangan. Beberapa teman yang tahu perjuangannya meneteskan air mata.
Ulil menunduk, mengusap wajahnya pelan. “Kalau kemarin saya diuji dengan sakit, mungkin itu cara Allah mengajarkan arti ikhlas dalam pelayanan,” ucapnya lirih.
Di tengah pelukan dan ucapan selamat, Ulil hanya tersenyum. Baginya, kemenangan ini bukan soal nama yang menang, melainkan tentang perjalanan belajar menyulam keikhlasan di tengah ujian. Kini, ia melangkah sebagai Ketua Umum PR IPM Smamdela Gresik yang baru dengan keyakinan sederhana, bahwa memimpin bukan berarti berdiri di depan, tetapi berjalan bersama dengan hati yang tulus dan niat yang ikhlas. (#)
Jurnalis Liset Ayuni
Sumber : Tagar.co
