Perguruan Muhammadiyah Cerme Buka Milad ke-113 dan Hari Guru Nasional dengan Aksi Panahan Serentak

SMAMDELAGRES — Tidak ada gunting pita atau aksi melepas balon udara pagi itu. Dalam hitungan tiga, lima busur terangkat bersamaan, lalu suara twang pecah di udara. Anak-anak panah pun melesat serentak, menandai pembukaan peringatan ganda di Perguruan Muhammadiyah Cerme: Milad ke-113 Muhammadiyah sekaligus Hari Guru Nasional 2025 yang dihelat pada Senin (24/11/2025). Sejenak, lapangan menjadi hening sebelum tawa kecil dan renyah pecah. Ini momen sederhana yang tiba-tiba terasa lebih hangat daripada seremoni apa pun. Aksi simbolis ini berlangsung di lapangan Perguruan Muhammadiyah Cerme, kompleks pendidikan yang menaungi SD Al-Islam Cerme, SMP Muhammadiyah 7 Cerme, SMA Muhammadiyah 8 Gresik, dan SMK Muhammadiyah 3 Gresik. Pagi itu, matahari masih terlihat rendah ketika seluruh civitas akademika, seperti guru dan siswa dari empat jenjang pendidikan berkumpul dalam satu barisan. Di garis paling kanan, Iqbal Dhohari, MPd, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Cerme, menarik busur panah sambil memastikan semua siap. Di sebelahnya, Hasan Abidin, Kepala SMKM 3 Gresik menyesuaikan pijakan kaki. Sementara Emi Faizatul Afifah, MSi, Kepala SMAM 8 Gresik, menarik tali busur dengan gerakan pelan, namun mantap. Yuli Kusminarsih, SPd Kepala SMPM 7 Cerme dan Cicik Indrawati, SAg, Kepala SD Al-Islam Cerme saling bertukar senyum, seperti dua orang yang tahu mereka sedang mencoba sesuatu untuk pertama kalinya. Pada aba-aba ketiga, lima anak panah terlepas sccara bersamaan. Tidak semuanya menancap tepat di tengah pafa titik sasaran, dan justru itu yang memecah ketegangan. Setelah jeda singkat, terdengar suara spontan dari depan, Hasan lebih dulu meminta ulang, disambut cepat oleh Emi yang berkata, “Sekali lagi ya, biar mantap.” Permintaan itu bersautan, hampir berurutan: Yuli pun mengangkat tangan sambil tertawa, disusul anggukan pelan dari Cicik yang tak mau ketinggalan. Dalam waktu kurang dari satu menit, mereka kembali bersiap menarik busur, hingga dua sampai tiga kali tembakan tambahan dilakukan, bukan karena kewajiban seremoni, melainkan karena rasa penasaran yang muncul begitu alami. Panahan dipilih bukan sekadar sebagai variasi acara, tetapi sebagai simbol yang menyatukan dua makna, yakni perjalanan panjang 113 tahun Muhammadiyah, dan dedikasi para guru yang setiap hari melepas “anak panah” bernama ilmu menuju arah yang benar. Bagi para pimpinan yang mayoritas baru kali pertama memanah, momen itu menjadi refleksi sederhana tentang keberanian mencoba hal baru bersama-sama. Panah-panah terakhir dibiarkan tetap menancap di papan sasaran menjadi penanda, bahwa pembukaan tidak hanya selesai, tetapi dihidupkan. Seperti pendidikan itu sendiri, selalu ada kesempatan kedua, bahkan ketiga, selama belum berhenti belajar saat menghitung sampai tiga. (*) Kontributor: Liset Ayuni Sumber : Giri.mu
Temulawak Naik Kelas, Inovasi Siswa Smamdela ini Raih Juara 1 KTI Se-Kabupaten Gresik

SMAMDELAGRES — Tak ada yang menyangka, temulawak yang selama ini tumbuh dan besar di Taman Firdaus sekolah bisa menjadi awal lahirnya inovasi pangan yang mengantarkan SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik meraih Juara 1 lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) tingkat Kabupaten tahun ini yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Semuanya bermula dari satu percobaan sederhana yang dilakukan Fahri Zaidan, salah satu siswa Smamdela di Laboratorium IPA, ruang yang hari itu lebih mirip dapur eksperimen daripada laboratorium. Fahri masih ingat betul rasa paniknya saat melihat warna adonan kreasinya. Bukannya cokelat gurih seperti camilan pada umumnya, warna awal Kurkubar (nama produk yang diciptakan Fahri) justru hijau pucat dan terasa jauh dari kata meyakinkan. “Saya sempat bingung, Bu. Ini kok warnanya begini? Saya sampai mikir apa ini bakal layak dilombakan?” katanya mengenang proses percobaan yang dilakukan. Percobaan demi percobaan terus berjalan. Beberapa guru yang kebetulan melintas ikut mencicipi, memberikan komentar spontan yang justru membuat suasana jadi cair. Dari kelakar soal tekstur, sampai saran soal warna yang lebih menarik, semuanya menjadi bagian dari perjalanan kreatif itu. Salah satu titik balik terjadi ketika Yuyun Minarti, SE, guru Ekonomi sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Smamdela, memberikan masukan kecil namun penuh pertimbangan, yakni warna hijau pucat itu perlu diubah agar tampil lebih “ramah mata”. “Produk bagus itu bukan cuma soal gizi, tapi juga penampilan. Warna yang tepat bisa mengangkat keseluruhan ide,” ujarnya. Saran sederhana itu menjadi kunci. Dari situlah Fahri mulai menyesuaikan komposisi dan akhirnya menghasilkan warna cokelat yang jauh lebih menggugah selera. Di balik proses itu, juga ada dukungan kuat dari Uswatun Chasanah, SSi, guru Kimia sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Smamdela, yang pertama kali mendorong pemanfaatan temulawak, karena meningkatnya kasus Hepatitis B di Jawa Timur. “Kami ingin siswa belajar, bahwa sains itu dekat, solutif, dan bisa dimulai dari bahan lokal yang sering dianggap remeh,” kata Uswatun. Perlahan, rasa percaya diri Fahri mulai tumbuh. Meski secara psikologis sempat tertekan, karena Smamdela sudah dua tahun berturut-turut menjuarai lomba KTI, ia akhirnya menemukan ritmenya sendiri. “Saya awalnya pesimis, karena bahan saya cuma temulawak. Tapi lama-lama terasa, yang penting itu bukan mewah atau tidak, tapi seberapa matang idenya,” kata Fahri. Momentum itu berpuncak pada sesi presentasi tanggal 14 November 2025 di Gedung PKK Kabupaten Gresik. Kurkubar, snackbar berbasis temulawak yang kaya kurkumin dan flavonoid itu resmi mengantarkan Fahri sebagai juara I. Senyum lega nampak jelas, seakan seluruh kegagalan kecil di ruang Kimia terbayar lunas. Aura kebahagiaan terpancar jelas, meski penyematan piala masih diagendakan pada 2 Desember 2025 mendatang, yang secara serentak akan diberikan oleh Bupati Gresik di Gresmall sebagai penutup rangkaian Gebyar Jambore UKS/M Kabupaten Gresik. Tahun ini menjadi penegas tradisi prestasi Smamdela, tiga tahun berturut-turut meraih kejayaan KTI. Namun, yang membuat perjalanan ini terasa berbeda adalah proses hangat di baliknya, seperti percobaan yang berubah warna, komentar ringan para guru, saran yang tepat waktu, dan keberanian satu siswa untuk terus mencoba dan memanfaatkan Laboratorium Alam di Smamdela, yakni Taman Firdaus. Kontributor: Liset Ayuni Sumber : Giri.mu
Tim Futsal SMA Muhammadiyah 8 Gresik Raih Juara 3 di FISIP Futsal Competition UINSA

SMAMDELAGRES — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) melalui cabang olah raga futsal. Tim futsal Smamdela berhasil meraih Juara 3 dalam ajang FISIP Futsal Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Kompetisi tersebut digelar di GOR Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 1–2 November 2025. Ajang ini diikuti oleh sejumlah sekolah menengah atas dari Surabaya dan Gresik, yang menampilkan pertandingan penuh semangat dan sportivitas. Sejak babak penyisihan, tim futsal Smamdela menunjukkan performa konsisten dengan permainan kompak dan disiplin. Di bawah asuhan dua pelatih berpengalaman, Ricky MF, SOr dan Arif Junaidi, SPd, para pemain terus memperlihatkan kerja sama tim dan determinasi tinggi di setiap laga. “Yang kami tekankan bukan hanya soal kemenangan, tetapi bagaimana mereka belajar menghargai proses, menghargai rekan satu tim, dan berani tampil percaya diri,” ujar Coach Arif Junaidi, Selasa (4/11/2025). Dalam pertandingan perebutan juara tiga, SMA Muhammadiyah 8 Gresik berhadapan dengan SMA Hangtuah 1 Surabaya. Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Berkat pertahanan solid dan serangan cepat yang efektif, tim Smamdela berhasil mengamankan kemenangan dengan skor tipis dan menempati posisi ketiga turnamen. Dukungan penuh dari suporter di tribun turut menjadi semangat tersendiri bagi para pemain. Adapun pemain yang memperkuat tim futsal Smamdela adalah: – Zulfikar Amirullah (Kiper) – M. Revan Ramadani (Anchor) – M. Dimaz Afriza (Flank) – Johan Armando (Flank) – Fachri Ilham Akmal (Pivot) – Revand Mahendra (Kiper) – Farell Firmansyah (Pivot) – Rasyah Dafa Alfianto (Flank) – Habibur Rahman (Flank) – Achmad Agus Amar Alamsyah (Flank) Penampilan impresif para pemain menjadi kunci keberhasilan Smamdela dalam kompetisi ini. “Kuncinya tetap fokus dan saling percaya. Kami bermain bukan hanya untuk menang, tapi juga untuk membawa nama Smamdela dengan bangga,” ujar Zulfikar Amirullah, kiper utama yang tampil gemilang di bawah mistar gawang. Menurut Coach Ricky MF, S.Or, keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang dan latihan rutin yang konsisten. “Anak-anak sudah berproses cukup lama. Kami berlatih bukan hanya teknik, tapi juga membangun chemistry di lapangan. Dan hari ini mereka menunjukkan hasilnya,” ujarnya dengan bangga. Capaian Juara 3 FISIP Futsal Competition 2025 menjadi bukti nyata, bahwa kerja keras, kebersamaan, dan semangat juang tidak akan mengkhianati hasil. Lebih dari sekadar prestasi, keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim futsal Smamdela untuk terus berproses dan berkembang di masa mendatang. Selamat kepada tim futsal SMA Muhammadiyah 8 Gresik atas prestasi membanggakan ini. Semoga semangat juang dan sportivitas yang telah ditunjukkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pelajar Muhammadiyah untuk terus berprestasi di berbagai bidang. (*) Kontributor: Liset Ayuni Sumber : giri.mu
LDKS IPM SMAMDELA Ajak Peserta Nesting dan Galakkan Zero Waste

SMAMDELAGRES — Selama tiga hari dua malam, 25-27 September 2025, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) PR IPM SMA Muhammadiyah 8 (SMAMDELA) Gresik digelar di villa Pacet, Mojokerto. Selama itu pula, peserta mengikuti kegiatan nesting, tradisi makan bersama yang berlangsung sekitar satu jam per sesi. Kegiatan itu menjadi bagian dari LDKS yang menekankan kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian lingkungan. Nesting bukan sekadar makan, tetapi juga filosofi praktis. Peralatan seperti panci, wajan, dan wadah dirancang bisa ditumpuk (nesting set), memudahkan penyimpanan dan transportasi saat berkegiatan di luar ruangan. “Kegiatan ini melatih peserta untuk menghargai makanan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” jelas Diesta Niken, salah satu panitia. Zero Waste dan Kebersamaan Seluruh peserta dan panitia diwajibkan membawa tumblr dan alat makan sendiri, sebagai bagian dari program zero waste. Langkah ini sederhana namun memberikan pembelajaran penting tentang peduli lingkungan. Kamis (25/9), saat tiba di villa, peserta makan siang menggunakan bekal yang dibawa dari rumah. Malam harinya, panitia menyajikan menu sederhana beras, telur, dan mie. Setelah makanan siap, mereka diberi lengser untuk menikmati hidangan secara berkelompok dengan filosofi yang menekankan kerja sama dan kebersamaan. Pada Jumat (26/9) malam, sebelum api unggun, panitia menambahkan hidangan nasi goreng meski peserta telah makan malam dengan nesting. Sesi ini membuat malam lebih hangat, sekaligus memberikan energi tambahan untuk kegiatan api unggun dan refleksi kelompok. Pada Sabtu (27/9), sebelum pulang, peserta kembali menerima hidangan dari panitia sebagai penutup rangkaian nesting. “Seru banget! Meski sederhana, makan bareng bikin suasana hangat,” ujar Niken Almira, salah satu peserta. Jumlah peserta LDKS sebanyak 37 orang dari total 47 siswa yang lolos seleksi dua tahap sejak Agustus 2025. Aktivitas nesting menjadi momen penting dalam rangkaian LDKS, melatih kedisiplinan, kebersamaan, dan kesadaran lingkungan secara langsung. Panitia menegaskan, kegiatan ini juga mengajarkan nilai kepemimpinan sederhana. Dengan bekerja sama dalam satu kelompok, peserta belajar menghargai setiap proses, saling berbagi, dan merasakan hasil kerja bersama. Filosofi lengser dan berbagi hidangan memperkuat nilai kebersamaan tersebut. Selain aspek edukatif, nesting juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk bercengkerama dan melepas penat setelah rangkaian materi LDKS. Aktivitas sederhana ini memberikan pengalaman langsung tentang pentingnya tanggung jawab, kedisiplinan, dan kerjasama dalam kelompok. Dengan durasi sekitar satu jam tiap sesi, nesting menjadi kegiatan yang tak terlupakan bagi seluruh peserta. Tradisi ini bukan hanya soal makan, tapi menjadi bagian dari pengalaman membangun karakter, melatih kepedulian, dan mempererat hubungan antar peserta LDKS. Kontributor: Liset Ayuni Sumber : girimu.com
Menjaga Spirit Islami, IPM SMAMDELA Bergilir Jadi Imam, Kultum, dan Pimpin Tadarus di LDKS 2025

SMAMDELAGRES — Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA) tak hanya melatih militansi dan kepemimpinan. Selama tiga hari dua malam pelaksanaan LDKS 2025, Kamis–Sabtu (25–27/9/2025), panitia juga meneguhkan pembiasaan nilai-nilai Islami: kultum (kuliah tujuh menit), imam sholat berjamaah, dan tadarus Al Quran. Jadwal kegiatan rohani itu tidak dibiarkan berjalan spontan. Panitia menyusun pembagian giliran per kelompok peserta yang dibentuk dengan nuansa khas Gresik: Jubung, Bonggolan, Ayas, Pudak, dan Krawu. Setiap kelompok mendapat jatah bergiliran untuk menjadi imam sholat, menyampaikan kultum, dan memimpin tadarus sesuai jadwal yang telah ditetapkan sejak awal. “Ini bukan sekadar mengisi waktu ibadah, tetapi melatih rasa tanggung jawab dan kepemimpinan berbasis nilai keislaman,” terang Safaatul, Ketua Panitia LDKS 2025. Menurutnya, para peserta tidak hanya dilatih memimpin forum diskusi dan kegiatan outbound, melainkan juga diharapkan siap memimpin dalam konteks ibadah, yang menuntut adab, ketenangan, dan kepekaan spiritual. Krawu Memulai Giliran Momentum pertama terasa pada Kamis siang (25/9/2025). Ketika waktu sholat Dhuhur tiba, seluruh peserta berkumpul di ruang utama Villa Asia Jaya, Pacet. Kelompok Krawu, yang hari itu mendapat jadwal pertama, melaksanakan tugas perdana menjadi imam sholat Dhuhur. Seusai sholat jamaah, mereka juga memimpin tadarus surat-surat pendek hingga waktu Asar menjelang. Adapun kultum perdana disampaikan pada malam harinya, selepas sholat Maghrib, oleh Kelompok Jubung. Materi yang mereka bawakan menyampaikan pesan dengan lugas dan penuh semangat, mengundang antusias seluruh peserta. Seluruh rangkaian tersebut erat dengan tema LDKS 2025: “Grow Together, Lead with Character.” Panitia menilai, kepemimpinan sejati tidak hanya diukur dari kemampuan mengelola program atau memimpin rapat. Lebih dari itu, karakter pemimpin pelajar IPM dibangun dari kepekaan spiritual dan kemampuan menjadi teladan dalam ibadah. “Pembiasaan kultum, imam, dan tadarus adalah sarana nyata untuk menumbuhkan karakter pemimpin yang utuh,” jelas Lukman Arif, SPdI, Waka ISMUBA yang turut mendampingi. Lewat pembiasaan ini, lanjutnya, para kader IPM belajar, bahwa memimpin bukan hanya soal kecakapan organisatoris, tetapi juga tentang kesiapan mengarahkan jamaah dan menjaga kekhusyukan ibadah. Ini sejalan dengan semangat Grow Together, Lead with Character. Ricky Maulana Ferdiansyah, SOr, pendamping LDKS, menambahkan, bahwa pembiasaan ini menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus kepedulian. “Saat mereka bergantian jadi imam, menyampaikan kultum, atau memimpin tadarus, terlihat sekali tumbuhnya keberanian dan empati. Mereka saling menguatkan, membenarkan bacaan, dan memberi dukungan satu sama lain. Itu modal penting bagi kader IPM untuk menjadi pemimpin yang berkarakter Islami,” ujarnya. Ghirah Kebersamaan Setiap kelompok mendapat jadwal bergilir selama tiga hari dua malam. Sistem rotasi ini membuat seluruh peserta merasakan tantangan dan tanggung jawab yang sama. Selain memupuk rasa percaya diri, pola ini menumbuhkan empati dan ghirah kebersamaan. Di akhir kegiatan, para peserta sepakat bahwa giliran kultum, imam, dan tadarus bukan sekadar agenda ibadah, tetapi pengalaman kepemimpinan yang mengesankan. Seperti diungkap Aluno Kenantha, “Rasanya beda ketika harus memimpin sholat atau tadarus. Kita belajar bukan hanya bicara, tapi mencontohkan langsung.” Tradisi bergiliran ini menjadi bukti nyata semangat “Grow Together, Lead with Character”: tumbuh bersama dengan karakter pemimpin yang mengakar kuat pada nilai-nilai Islam. (*) Kontributor: Liset Ayuni Sumber : girimu.com
LDKS IPM SMAMDELA Ditutup dengan Apel, 37 Peserta Resmi Sandang Amanah Candradimuka

SMAMDELAGRES — Suasana pagi di villa kawasan Pacet, Mojokerto, terasa khidmat ketika 37 peserta Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMAM 8 Gresik (SMAMDELA) mengikuti apel penutupan. Kegiatan yang berlangsung sejak 25 September ini menjadi momen puncak setelah para peserta digembleng dengan berbagai materi kepemimpinan dan dinamika organisasi. Apel penutupan dipimpin langsung oleh Ahmad Rizal Azdka, SPd, selaku Pembina Apel. Prosesi berjalan dengan khidmat, dimulai dari penjemputan Pembina Apel oleh Aulia Salsabilla (XI IPA 2), dilanjutkan protokoler oleh Niken Almira (XC), pemimpin apel oleh Bintang Niagara (XB), serta doa penutup oleh Hilman Johary (XB). Momen paling simbolis adalah pelepasan tanda peserta LDKS yang diwakili Evan Quin (XI IPA 1) dan Salsabilla Safa (XC). Tanda peserta tersebut dilepas langsung oleh Ahmad Rizal Azdka, sebelum akhirnya diikuti seluruh peserta sebagai tanda resmi berakhirnya prosesi pembinaan. Dalam amanatnya, Ahmad Rizal menegaskan, bahwa 37 peserta yang dinyatakan lolos merupakan hasil seleksi ketat. “Kalian ini adalah 37 kader yang terpilih dari 47 peserta, dan saya nyatakan semuanya lolos 100%. Jaga amanah itu, jadilah brand ambassador sekolah yang mampu menjadi teladan bagi seluruh siswa lainnya. Peran kalian sebagai bagian dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di sekolah harus terus dihidupkan, agar nilai-nilai kepemimpinan benar-benar terasa di lingkungan Smamdela,” ujarnya. Ahmad Rizal juga menambahkan, seluruh materi yang diberikan selama tiga hari diharapkan tidak berhenti pada pemahaman semata, tetapi mampu diimplementasikan dalam kehidupan organisasi dan aktivitas sekolah selama satu periode ke depan. Salah satu peserta, Aulia Salsabilla, membagikan pengalamannya. “LDKS tahun ini sangat seru. Meski saya sempat jatuh sakit, tapi itu tidak menyulutkan semangat saya untuk tetap berproses bersama teman-teman,” ungkapnya penuh semangat. LDKS sendiri telah menjadi tradisi tahunan di Smamdela. Namun, setiap tahun selalu ada cerita dan warna baru yang mewarnai perjalanan kaderisasi. Tahun ini, penekanan pada kedisiplinan, tanggung jawab, dan pembentukan karakter pelajar Muhammadiyah menjadi titik tekan yang khas. Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, IPM di SMAMDELA memiliki peran penting dalam menumbuhkan iklim kepemimpinan pelajar. Melalui LDKS, para kader tidak hanya dibekali wawasan manajerial organisasi, tetapi juga nilai spiritual, sosial, dan kebersamaan yang diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam mengemban amanah sebagai pelajar berkemajuan. Dengan berakhirnya apel penutupan ini, 37 peserta LDKS resmi menyandang amanah candradimuka. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan yang membawa semangat baru bagi IPM SMAMDELA sekaligus menebarkan teladan kepemimpinan di tengah siswa lain. (*) Kontributor: Liset Ayuni Sumber : girimu.com
Dimeriahkan Hollycustic Band, Smamdela Gresik Sukses Gelar Awarding ESALION 2025

SMAMDELAGRES — Suasana meriah dan penuh semangat memenuhi lapangan SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik. Sebuah panggung yang didominasi warna merah berdiri menjulang megah bak tempat konser musik. Tak lupa, deretan berbagai macam sponsor yang turut mendukung kegiatan tersebut menandai suksesnya kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu, 18 Juni 2025 tersebut. Ya, Awarding ESALION 2025 tersebut cukup mencuri perhatian para pihak karena kemeriahannya. Hal itu ditandai mulai dari penampilan tari Saman, penampilan seni bela diri Tapak Suci, penampilan peserta lomba Tahfidz hingga peserta lomba menyanyi, turut memeriahkan acara yang dihadiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cerme, Kepala SD Al Islam, hingga kepala SMP Muhammadiyah 7 Gresik. ESALION 2025 merupakan kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pimpinan Rating (PR) SMA Muhammadiyah 8 Gresik yang memperlombakan English Competition, Sport Competition, Art Competition, and Islamic Competition tingkat se-Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan) ini mencapai puncaknya dengan awarding para pemenang. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berhasil menyedot perhatian banyak pihak. Sebanyak 30 peserta terbaik dari berbagai sekolah di Gresik yang telah melalui serangkaian babak penyisihan hingga final turut hadir untuk menanti pengumuman juara. Tak hanya itu, sekitar 300 siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik juga memadati lapangan sekolah di Jalan Raya Morowudi, Cerme, Gresik, Jawa Timur, menunjukkan dukungan penuh terhadap acara tahunan ini. Kemeriahan Awarding ESALION 2025 terbaru semakin terasa dengan penampilan istimewa dari Hollycustic Band. Grup band musik yang viral di kalangan remaja Gresik ini berhasil membakar semangat pengunjung dengan lagu-lagu populer yang dibawakan secara apik, membuat suasana menjadi lebih hidup dan energik. Tepuk tangan riuh dan sorakan semangat terus menggema di sepanjang penampilan mereka. Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, SPd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan ESALION 2025. “ESALION bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi, mengasah bakat, dan menumbuhkan sportivitas. Kami sangat bangga melihat antusiasme dan bakat luar biasa dari para peserta,” ujarnya. Awarding ESALION 2025 ini menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu, yaitu pengumuman para juaranya. Dengan tegang namun penuh harap, para peserta menunggu nama mereka disebut. Sorak sorai kebahagiaan pun pecah saat nama-nama pemenang diumumkan, disambut dengan pemberian trofi dan piagam penghargaan. Prestasi yang telah diraih ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berinovasi dan berkarya di masa depan. Muhammad Hilmi, peraih juara 2 Lomba Tahfidzpun turut memberikan komentarnya. Kepada kontributor girimu.com, ia mengaku sangat senang dan bahagia mampu menyabet juara 2 di perlombaan yang rutin diadakan setahun sekali tersebut. Ia berharap, tahun depan kegiatan ini berlangsung kembali agar menjadi ruang dan tempat bagi para siswa, khususnya Muhammadiyah untuk berkarya dan berkembang. ESALION 2025 merupakan bukti nyata komitmen SMA Muhammadiyah 8 Gresik dalam mendukung pengembangan bakat dan minat siswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga non-akademik. Keberhasilan acara ini menjadi tolok ukur kesuksesan IPM PR SMA Muhammadiyah 8 Gresik dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar. Diharapkan, ESALION akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan konsep yang semakin inovatif dan menarik, serta mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang siap bersaing di kancah yang lebih tinggi. sumber : GiriMU.com