Pesantren Kilat Ramadan Jadi Pembinaan Siswa SMAM 8 Gresik

SMAMDELAGRES — SMA Muhammadiyah 8 Gresik menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadan 1447 H bagi siswa kelas X pada Senin (9/3/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yaitu 9–11 Maret 2026 atau bertepatan dengan 20–22 Ramadan 1447 H, dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan bagi para siswa di lingkungan sekolah. Sebanyak 97 siswa kelas X mengikuti kegiatan tersebut. Untuk mendukung proses pembinaan yang lebih terarah, para peserta dibagi ke dalam 10 kelompok. Pembagian kelompok ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih aktif sekaligus mendorong interaksi antarsiswa selama kegiatan berlangsung. Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan tahun ini mengusung tema “Perkuat Iman, Bangun Karakter Pelajar yang Beradab.” Tema tersebut dipilih sebagai landasan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan keislaman, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa melalui penanaman nilai akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat ukhuwah Islamiyah. Dalam sambutannya, Ketua Pesantren Kilat 1447 H, Mely Tri Octavina, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan bagi siswa untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadan. “Pesantren kilat ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi kalian untuk memperdalam pemahaman keislaman, meningkatkan kualitas ibadah, serta melatih diri menjadi pribadi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab,” ujarnya di hadapan para peserta. Ia juga mengajak para siswa untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk melakukan perbaikan diri melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat. “Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Ikuti setiap kegiatan dengan semangat dan niat untuk memperbaiki diri. Karena Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, saat yang tepat untuk memperkuat iman dan memperindah akhlak kita,” tambahnya. Kegiatan pembukaan pesantren kilat tersebut turut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA, Lukman Arif, serta para guru yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain itu, panitia dari siswa kelas XII juga turut terlibat dalam membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan. Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, para peserta dijadwalkan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, antara lain kajian keislaman, pembinaan ibadah, diskusi kelompok, refleksi Ramadan, serta kegiatan kebersamaan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun kebersamaan di antara para siswa. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan dapat memperoleh tambahan pemahaman mengenai nilai-nilai keislaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan ini menjadi salah satu program pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh SMA Muhammadiyah 8 Gresik setiap bulan Ramadan sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Penulis : Chintia Rizki | Sumber : pwmu.co
Teguhkan Amanah Ramadan, 106 Siswa SMAMDELA Resmi Dikukuhkan dalam Program Pengabdian Masyarakat 1447 H

SMAMDELAGRES — Suasana Ramadan 1447 H terasa khidmat di Masjid Sabilul Muttaqin, Senin pagi (23/2/2026). Usai rangkaian pembiasaan salat duha berjamaah, kultum, dan tadarus Al-Qur’an, SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA) secara resmi mengukuhkan 106 siswa dalam Program Pengabdian Masyarakat Ramadan 1447 H. Prosesi yang berlangsung pukul 07.00–09.00 WIB tersebut menjadi momentum sakral sebelum para siswa terjun langsung ke tengah masyarakat. Program ini sekaligus menegaskan posisi SMAMDELA sebagai satu-satunya sekolah di wilayah Gresik Selatan yang memiliki program pengabdian Ramadan secara terstruktur. Pengukuhan dipimpin Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA, Lukman Arif, S.Pd.I. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga ruang pembelajaran sosial yang nyata dan kontekstual. “Ilmu yang dipelajari di sekolah harus hidup di tengah masyarakat. Melalui program ini, siswa belajar memimpin, melayani, serta menjaga amanah,” ujarnya. Prosesi dilanjutkan dengan penyematan simbolis tanda peserta oleh Ketua Panitia Program Pengabdian, Abdul Arkham, M.Pd. Penyematan tersebut diwakilkan kepada siswa kelas XII 4, Abi Abdillah, sebagai simbol kesiapan seluruh peserta dalam menjalankan tugas pengabdian selama tiga pekan ke depan. Dari total 106 siswa, sebanyak 83 siswa bertugas mengajar mengaji di TPA/TPQ pada masjid atau musala yang berada di sekitar tempat tinggal masing-masing. Sementara itu, 23 siswa lainnya mendapat amanah menjadi imam sekaligus menyampaikan kultum dalam pelaksanaan salat tarawih di lingkungan masyarakat. Program Pengabdian Masyarakat ini berlangsung mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026. Selama periode tersebut, para siswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjaga nama baik almamater dan keluarga. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi ruang pembelajaran karakter yang memperkuat tanggung jawab, kedewasaan, serta kemampuan beradaptasi. Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, dalam pesan khususnya menekankan pentingnya adab dan integritas selama bertugas. “Gunakan tutur kata yang sopan dan santun, jaga nama baik almamater SMAMDELA, orang tua, dan diri sendiri. Pastikan mampu menyesuaikan diri dengan baik saat bertugas serta maksimalkan performa dalam setiap amanah yang diemban. Amanah ini harus dijaga sebaik-baiknya,” tegasnya. Melalui program ini, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah personal, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran sosial yang hidup. Di tengah masyarakat, para siswa mempraktikkan nilai keilmuan, adab, dan kepemimpinan secara langsung. Inilah komitmen yang terus dijaga SMAMDELA dalam membentuk generasi berkarakter dan berdaya guna. Penulis : Liset Ayuni | Sumber : pwmu.co
Awali Semester Genap, Smamdela Beri Apresiasi Prestasi Siswa dan Guru

SMAMDELAGRES — Suasana Masjid Sabilul Muttaqin SMAM 8 Gresik (Smamdela) Senin pagi (5/1/2025) terasa berbeda. Tepuk tangan bergema, senyum bangga merekah, dan satu per satu nama siswa dipanggil ke depan. Awal semester baru dibuka bukan sekadar dengan rutinitas, melainkan dengan apresiasi, sebuah pengakuan atas kerja keras yang telah mereka ukir. “Selamat, kalian telah mengukir prestasi gemilang!” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAM 8 Gresik, Rizal Azdka, S.Pd., membuka kegiatan apresiasi yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Sambutan itu langsung disambut riuh tepuk tangan para siswa yang memenuhi masjid. Dalam empat pekan terakhir, bertepatan dengan akhir semester dan masa liburan, sejumlah siswa Smamdela berhasil menorehkan prestasi di berbagai ajang, mulai tingkat kabupaten hingga nasional. Mereka adalah Dwi Nazarina, Fahri Zaidan, Falrino Alfarezi, Abi Abdillah, Revan Mahendra, Habibur Rohman, Talita Ladiba, Yusuf Nurohim, Arina Fadila, Naila Aghnia, Alif Aminullah, dan Sabella Wardani. Salah satu siswa, Dwi Nazarina, mengaku terharu saat namanya dipanggil. “Penghargaan ini bikin semangat kami makin tinggi. Rasanya usaha selama liburan semester benar-benar dihargai,” ungkapnya. Tak hanya siswa, apresiasi juga diberikan kepada guru berprestasi. Lukman Arif, S.Pd.I., menerima penghargaan atas capaian Juara 1 Lomba Panahan Barebow Tingkat Kabupaten Gresik. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Smamdela, sekaligus menunjukkan bahwa semangat berprestasi tumbuh bersama antara guru dan siswa. “Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan memberi contoh positif kepada siswa. Saya bersyukur sekolah memberikan apresiasi atas usaha ini,” ujar Lukman Arif. Seluruh penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala SMAM 8 Gresik (Smamdela), Emi Faizatul Afifah, M.Si. Ia menegaskan bahwa apresiasi bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari ikhtiar sekolah dalam membangun budaya prestasi, kepercayaan diri, dan mental bertumbuh di lingkungan pendidikan. “Prestasi harus dirayakan agar menjadi energi positif bagi seluruh warga sekolah,” tegasnya. Usai sesi apresiasi, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang disampaikan oleh Guru BK SMAM 8 Gresik, Noviya Wahyu Nuriya, S.Pd. Dalam paparannya, Noviya menjelaskan kuota SNBP, peluang seleksi, serta strategi yang perlu disiapkan siswa sejak dini agar lebih siap bersaing masuk perguruan tinggi negeri. “Sosialisasi ini penting agar siswa memahami peluang dan menyiapkan diri secara matang. Dengan informasi yang jelas, mereka bisa merencanakan langkah akademik dengan lebih percaya diri,” jelasnya. Menurut Noviya, apresiasi atas prestasi yang diraih siswa memiliki dampak psikologis yang signifikan. Siswa cenderung memiliki motivasi belajar lebih tinggi dan kesiapan mental yang lebih baik dalam menghadapi seleksi akademik seperti SNBP yang menitikberatkan pada rekam jejak prestasi dan konsistensi belajar. Kegiatan apresiasi prestasi siswa dan guru yang dirangkai dengan sosialisasi SNBP ini menjadi bukti komitmen SMAM 8 Gresik (Smamdela) dalam membangun ekosistem pendidikan yang saling menguatkan. Sekolah tidak hanya mendorong capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai kerja keras, disiplin, dan kesiapan menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya. Menjelang akhir kegiatan, para siswa meninggalkan Masjid Sabilul Muttaqin dengan wajah penuh motivasi. Tepuk tangan yang menggema pagi itu bukan sekadar perayaan prestasi, melainkan penegasan bahwa setiap usaha layak dihargai dan setiap persiapan adalah langkah penting menuju masa depan. Penulis : Liset Ayuni | Sumber : pwmu.co
Tim Motreight SMAMDELA Tunjukkan Kompetensi Kelas DKV dalam Dokumentasi Rakerwil Lazismu Jatim

SMAMDELAGRES — Tim Motreight SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA) dipercaya oleh Lazismu Jawa Timur untuk menangani dokumentasi kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Jawa Timur yang diselenggarakan pada Jumat (19/12/2025) di Hotel Horison, Gresik. Kepercayaan ini menjadi bukti nyata kompetensi siswa kelas Desain Komunikasi Visual (DKV) SMAMDELA dalam bidang fotografi dan videografi. Motreight merupakan vendor foto dan video yang dikelola oleh kelas DKV SMAMDELA. Seluruh anggota tim merupakan siswa dan siswi SMAMDELA yang dibina secara terstruktur melalui pembelajaran berbasis praktik. Melalui Motreight, siswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga terjun langsung menangani kebutuhan dokumentasi pada kegiatan-kegiatan resmi, baik internal sekolah maupun eksternal. Dalam kegiatan Rakerwil Lazismu Jawa Timur, Tim Motreight bertugas mengabadikan seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan, registrasi peserta, pembukaan, hingga jalannya forum. Dokumentasi dilakukan dalam bentuk foto dan video sebagai arsip resmi serta bahan publikasi Lazismu Jawa Timur. Tim bekerja secara profesional dengan pembagian tugas yang jelas dan penempatan anggota di sejumlah titik strategis. Koordinator Tim Motreight SMAMDELA, Ahmad Prambudi, S.Pd, menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan berskala wilayah ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran vokasi di kelas DKV. Menurutnya, Motreight menjadi media pembelajaran yang efektif untuk membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Melalui Motreight, siswa kelas DKV dilatih tidak hanya menguasai teknik fotografi dan videografi, tetapi juga etika kerja, komunikasi dengan klien, manajemen waktu, serta tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan,” jelas Ahmad Prambudi. Ia menambahkan, kepercayaan Lazismu Jawa Timur kepada Motreight menunjukkan bahwa karya siswa SMAMDELA mampu bersaing dan diterima di lingkungan profesional. Hal ini sekaligus menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kualitas dan kreativitas dalam berkarya. Salah satu anggota Tim Motreight, Fauziah Syifa Azzahra, yang akrab disapa Syifa, mengaku senang dapat bergabung dengan kelas DKV SMAMDELA dan memperoleh kesempatan terjun langsung ke lapangan melalui Motreight. Menurutnya, pengalaman mendokumentasikan kegiatan Rakerwil Lazismu Jawa Timur memberikan banyak pelajaran yang tidak didapatkan hanya melalui pembelajaran teori. “Belajar di kelas DKV tidak hanya soal desain atau kamera, tetapi juga bagaimana bekerja secara profesional. Lewat Motreight, kami belajar menghadapi kegiatan besar dan bertanggung jawab atas hasil dokumentasi,” ujar Syifa. Kegiatan ini sejalan dengan visi SMA Muhammadiyah 8 Gresik sebagai sekolah yang berdaya saing. Melalui kelas DKV, sekolah membekali siswa dengan keterampilan tambahan yang aplikatif, khususnya di bidang kreatif seperti fotografi, videografi, dan media visual, sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Hasil dokumentasi yang dihasilkan Tim Motreight SMAMDELA mendapat apresiasi dari panitia Rakerwil Lazismu Jawa Timur. Dokumentasi dinilai mampu merepresentasikan jalannya kegiatan secara utuh, rapi, dan informatif, serta mendukung kebutuhan laporan dan publikasi Lazismu. Melalui kepercayaan yang diberikan Lazismu Jawa Timur, Motreight SMAMDELA kembali menegaskan peran kelas DKV sebagai wadah pengembangan bakat dan keterampilan siswa berbasis praktik nyata. Diharapkan, keberadaan Motreight dapat terus menjadi sarana pembelajaran sekaligus kontribusi nyata SMAMDELA dalam mendukung kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah di bidang media dan publikasi. Penulis : Elys Kusumawati Sumber : pwmu.co
Program Tahfidz SMAMDELA Dievaluasi melalui Munaqosah

SMAMDELAGRES — Komitmen SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA) dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an terus diwujudkan melalui pelaksanaan program tahfidz. Salah satu bentuk implementasi program tersebut adalah kegiatan Munaqosah Tahfidzul Qur’an yang diikuti oleh 30 siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (16/12/2025) bertempat di Masjid Sabilul Muttaqin, Desa Morowudi, Gresik. Munaqosah Tahfidzul Qur’an ini menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran tahfidz sekaligus sarana penguatan spiritual bagi para siswa. Melalui kegiatan tersebut, sekolah melakukan pengukuran capaian hafalan yang telah ditempuh peserta didik selama mengikuti program tahfidz. Selain itu, munaqosah juga dimaksudkan untuk melatih kedisiplinan, ketekunan, serta keistiqamahan siswa dalam menjaga dan mengamalkan hafalan Al-Qur’an. Pelaksanaan munaqosah ini terselenggara atas kerja sama antara SMAMDELA dengan Majelis Tabligh Divisi Tazdid Center Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pembinaan keislaman siswa melalui keterlibatan persyarikatan dalam kegiatan pendidikan di sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba SMAMDELA, Lukman Arif, S.Pd.I., menyampaikan bahwa munaqosah memiliki peran penting dalam pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an. “Munaqosah ini bukan sekadar ujian hafalan, tetapi ikhtiar menanamkan kecintaan dan tanggung jawab siswa terhadap Al-Qur’an. Harapannya, apa yang mereka hafalkan dapat tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” ujarnya. Selama pelaksanaan kegiatan, para siswa mengikuti tahapan ujian dengan tertib dan penuh kesungguhan. Tim penguji melakukan penilaian terhadap beberapa aspek, antara lain kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, serta adab dalam membaca Al-Qur’an. Proses munaqosah berlangsung dengan suasana khidmat dan tertib sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan panitia. Lukman Arif menambahkan bahwa program tahfidz di SMAMDELA dirancang sebagai proses pembinaan yang berkelanjutan. “Kami ingin tahfidz tidak berhenti pada target hafalan, tetapi menjadi kebiasaan dan kebutuhan spiritual siswa. Karena itu, pembinaan terus kami lakukan secara bertahap dan terukur,” tambahnya. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, mulai dari guru, orang tua siswa, hingga mitra persyarikatan. Dukungan tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga konsistensi pelaksanaan program tahfidz di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan Munaqosah Tahfidzul Qur’an ini, SMAMDELA meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang seimbang antara penguatan akademik dan pembinaan nilai keislaman. Program tahfidz diharapkan mampu membentuk karakter religius siswa serta menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan di sekolah. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co
Smamdela Warnai Akhir Semester dengan Ujian Tujuh Warna, Hadirkan Angin Segar dan Semangat Baru Bagi Siswa

SMAMDELAGRES — Suasana berbeda terasa di SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) pada Kamis pagi (11/12/2025). Jika biasanya akhir semester identik dengan ujian yang menegangkan, tahun ini Smamdela tampil lebih dinamis dengan penerapan konsep ujian “tujuh warna” dalam Penilaian Sumatif Akhir Semester. Konsep tersebut menghadirkan tujuh model ujian berbeda, yaitu ujian berbasis smartphone (CBT), ujian paper, ujian kokurikuler, belajar dari tokoh, ujian kolaboratif, Project Based Learning (PJBL), dan ujian Tasmi. Setiap “warna” menjadi simbol keberagaman pengalaman belajar, menjadikan evaluasi tidak sekadar menilai kemampuan akademik, tetapi juga memberi ruang eksplorasi. Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Yuyun Minarti, S.E., menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keresahan siswa terkait kejenuhan dan tekanan ujian konvensional. “Aspirasi siswa melahirkan ujian kolaboratif. Kami juga ingin memberikan pengalaman dan skill abad 21 melalui ujian belajar dari tokoh, presentasi, dan PJBL,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa ujian kini bukan hanya soal angka, tetapi pembentukan karakter. “Harapannya, siswa mampu mengasah komunikasi, kolaborasi, dan tanggung jawab sesuai tuntutan zaman,” harapnya. Ragam Ujian Meskipun mengusung banyak inovasi, Smamdela tetap mempertahankan beberapa ujian konvensional. Putri Dwi Astuti, penanggung jawab PSTS, menyebutkan bahwa matematika, fisika, dan kimia tetap menggunakan CBT dan paper. “Dengan paper, siswa lebih fokus dan potensi kecurangan bisa diminimalisir,” jelasnya. Ragam bentuk ujian juga diarahkan untuk menggali potensi terbaik siswa. Melalui belajar dari tokoh, mereka dapat berdialog dengan sosok inspiratif. PJBL mengajak siswa menyelesaikan masalah nyata, ujian kokurikuler mengembangkan bakat non-akademik, ujian kolaboratif membangun kerja tim, sementara Tasmi memberi penguatan spiritual. Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, menegaskan bahwa sekolah berkomitmen menciptakan evaluasi yang lebih manusiawi. “Smamdela ingin memfasilitasi siswa berkembang sesuai bakat minatnya. Kami ingin membantu mereka menjadi versi terbaik dari dirinya,” ujarnya. Emi berharap penerapan ujian “tujuh warna” menjadikan akhir semester sebagai momentum pembentukan karakter, bukan sekadar pengukuran pengetahuan. “Semoga melalui pengalaman ini, siswa lebih siap menghadapi tantangan, lebih kritis, dan tumbuh karakter yang baik,” tutupnya. (*) Penulis : Chintia Rizki Sumber : pwmu.co
Guru Smamdela Raih Medali Emas di Bupati Gresik Invitational Archery Competition 2025

SMAMDELAGRES — Guru SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik, Lukman Arif S.Pd.I, meraih medali emas pada ajang Bupati Gresik Invitational Archery Competition 2025 yang berlangsung di Lapangan SOR Petrokimia Gresik, Sabtu-Ahad (6-7/12/25). Kompetisi panahan tingkat kabupaten yang diikuti 101 peserta tersebut diselenggarakan oleh Perkumpulan Panahan Indonesia (PerPaNi) Gresik. Acara dibuka oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gresik, dr. Anis Ambiyo Putri, didampingi Ketua PerPaNi Gresik, Dr. Ir. Ari Primantara, serta Kabidpora Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudparpora), Kumala Wardani S.A.P. Di tengah suasana kompetisi yang penuh ketegangan, Lukman tampil tenang sejak awal. Wakil Kepala Sekolah bidang Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) itu berdiri di garis tembak dengan sikap rileks, menyesuaikan posisi jemarinya pada tali busur sebelum melepas panah pertama. Sorot matanya fokus, gerakannya stabil. Panah-panah yang dilepaskannya melesat mantap menuju papan sasaran. Lukman mengatakan bahwa panahan mengajarkan seseorang untuk tetap fokus, sebab jika pikiran sedang kacau, panah yang dilepaskan tidak akan mengenai sasaran dengan tepat. “Panahan mengajarkan kita untuk fokus. Kalau pikiran kacau, panah tidak akan pernah tepat sasaran,” tuturnya seusai pertandingan. Kategori yang ia ikuti adalah Barebow 20 Meter Umum Putra, salah satu kelas yang menuntut ketelitian tinggi karena tidak menggunakan alat bantu bidik. Peserta sepenuhnya mengandalkan presisi alami, kekuatan otot, dan kestabilan napas. Perlahan namun konsisten, skor demi skor mengantarkan namanya naik ke papan unggulan. Hingga akhirnya, Lukman menempati posisi puncak dan dinyatakan sebagai Juara 1 Barebow 20 Meter Umum Putra, mengungguli puluhan pemanah dewasa dari berbagai komunitas. Hasil Latihan Bersama Cerme Archery Club Prestasi Lukman tidak lepas dari latihan yang ia jalani bersama Cerme Archery Club, komunitas panahan yang juga menaungi para pemanah muda Smamdela. Ia mengaku rutin berlatih selama beberapa bulan terakhir. “Latihan bersama anak-anak membuat saya ikut terpacu. Di klub ini, kami belajar bersama, saling menguatkan, dan menikmati prosesnya,” ujarnya. Ketika namanya diumumkan sebagai juara pertama, sorak kegembiraan langsung pecah dari area tribun. Sejumlah siswa Smamdela yang mendampingi tim tampak melompat sambil bertepuk tangan, bangga melihat guru mereka naik ke podium sambil menggenggam medali emas. Bagi siswa Smamdela, kemenangan ini menjadi motivasi tersendiri. Mereka menyaksikan langsung guru yang biasanya mengajar Ismuba di kelas, kini berdiri sebagai atlet terbaik pada kompetisi tingkat kabupaten. Menurut Wakil Kepala Kesiswaan Smamdela, Ahmad Rizal Azdka, S.Pd., prestasi Lukman menjadi teladan nyata bahwa guru mampu menunjukkan semangat belajar sepanjang hayat. “Ini inspirasi yang kuat untuk anak-anak. Guru bukan hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberi contoh kerja keras dan konsistensi,” katanya. Selain bertanding, Lukman juga turut mendampingi para atlet pelajar Smamdela yang berlaga pada kategori SMA. Kehadirannya membuat suasana tim semakin solid. Usai menerima medali emas, Lukman menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hanya miliknya. “Hari ini bukan tentang saya saja. Ini kemenangan kita semua, Smamdela, Cerme Archery Club, dan seluruh anak-anak yang berani mencoba,” ungkapnya. Gelaran Bupati Gresik Invitational Archery Competition 2025 ini ditutup dengan suasana penuh syukur dan kebanggaan. Bagi Smamdela, prestasi ini menjadi energi baru untuk terus mengembangkan bakat siswa maupun guru di berbagai bidang. Dari sebuah lapangan panahan di Gresik, seorang guru membuktikan bahwa keteladanan dapat lahir dari keberanian menarik busur dan melepaskan panah dengan penuh keyakinan. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co
Kalahkan SMK Outstanding, Prof Khozin Apresiasi SMAMDELA Jadi Juara 3 Tapak Suci Putera di ME Confest 2025

SMAMDELAGRES — Sorak penonton di gelanggang Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sidoarjo Square pagi itu (30/11/2025) belum juga mereda ketika nama Maulana Rozaq dipanggil. Siswa kelas X-B SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA) itu maju dengan langkah mantap, menuntaskan rangkaian jurus yang selama berminggu-minggu ia latih sepulang sekolah. Tak disangka, penampilannya membawa kabar menggembirakan. Rozaq berhasil meraih Juara 3 Tapak Suci Putra SMA/MA/SMK pada ajang Muhammadiyah National Conference and Festival on Education, Sport, and Arts (ME Confest) 2025. Prestasi itu sekaligus mengungguli salah satu lawan kuatnya, SMK Outstanding. “Wah ini baru luar biasa, SMKM Outstanding tumbang oleh SMAM 8 Gresik. Excellent! Selamat nggih Bu Emi,” tulis Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, Prof Khozin, melalui pesan WhatsApp kepada Kepala SMAMDELA. ME Confest 2025 berlangsung pada 28–30 November 2025 di tiga lokasi: Muhammadiyah Sidoarjo Square, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), dan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA). Kegiatan ini diikuti 4.655 peserta dari sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Jawa Timur serta beberapa provinsi lain. Ajang ini memadukan kompetisi seni, olahraga, budaya, serta pertemuan para kepala sekolah dan guru dalam rangka Muhammadiyah Enlightening Conference. Kategori Tapak Suci Dalam kategori Tapak Suci, Rozaq tampil di tengah kompetisi ketat yang diikuti para pesilat muda berprestasi. Meski demikian, ia mengaku tetap fokus pada pesan pelatihnya. “Saya hanya ingin tampil sebaik mungkin. Jurus-jurus yang saya latih tiap hari akhirnya kepakai semua,” ujarnya. Kepala SMAMDELA, Emi Faizatul Afifah, M.Si, menyampaikan rasa bangganya. Ia menilai prestasi ini menunjukkan bahwa siswa SMAMDELA mampu bersaing di ajang tingkat nasional. “Alhamdulillah, usaha anak-anak akhirnya membuahkan hasil. Semoga menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berkembang,” ujarnya. Waka. Ur. Kesiswaan SMAMDELA, A. Rizal Azdka, S.Pd menambahkan bahwa latihan intensif menjadi kunci keberhasilan Rozaq. “Kami melihat kesungguhannya sejak awal. Dia rajin latihan, bahkan sering minta tambahan jam sparring pada pelatih,” jelasnya. ME Confest sendiri menghadirkan berbagai mata lomba seperti film indie, storytelling, reading English news, English speech, khitabah, membaca al Quran dengan lagu, musikalisasi puisi, drumband, futsal, basket, hingga guru mendongeng. Semua rangkaian kegiatan tersebut membawa semangat keikhlasan, kepeloporan, dan ukhuwah Islamiyah sebagai nilai inti. Bagi SMAMDELA, keberhasilan ini menjadi catatan manis sekaligus energi baru menjelang agenda sekolah berikutnya. Prestasi Rozaq menegaskan bahwa karakter disiplin dan keberanian yang ditanamkan di sekolah mampu mengantarkan siswa menembus ajang kompetitif skala nasional. Rozaq pulang membawa Piala dan pengalaman berharga. “Ini baru awal,” ujarnya singkat sambil tersenyum. Dengan pencapaian ini, SMAMDELA optimistis dapat melahirkan lebih banyak pesilat dan siswa berprestasi di masa mendatang. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co
Futsal Smamdela Raih Juara 2 ME-Confest 2025

SMAMDELAGRES — Sorak penonton memenuhi Lapangan Fatkhi Futsal Center, Ahad (30/11/2025), ketika laga final Futsal ME-Confest 2025 mempertemukan SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) dan SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Pertandingan berlangsung ketat dan penuh strategi. Namun, Smamdela harus puas meraih Juara 2 dengan skor 0–2. Sejak pagi, para pemain Smamdela memulai pemanasan dengan penuh semangat. Suara sepatu bergesek di lantai matras, aba-aba pelatih, serta dukungan suporter menggambarkan betapa pentingnya pertandingan ini bagi mereka. Meski lelah terlihat jelas, tekad untuk menampilkan permainan terbaik tetap kuat. Perjalanan menuju podium tidak mudah. Tim Smamdela harus melewati babak penyisihan pada Sabtu (28/11/2025), dilanjutkan babak 8 besar, semifinal, hingga final pada Ahad. Rentetan pertandingan tersebut menjadi pembuktian kualitas talenta futsal pelajar Muhammadiyah. Laga final ini merupakan bagian dari Muhammadiyah National Conference and Festival on Education, Sport, and Arts (ME-Confest) 2025, ajang kompetisi seni, olahraga, dan budaya berskala nasional yang diikuti 4.655 siswa dari sekolah-madrasah Muhammadiyah se-Jawa Timur dan beberapa provinsi lainnya. Kegiatan berlangsung 28–30 November 2025, dipusatkan di Muhammadiyah Sidoarjo Square, UMSIDA, dan SMAMDA Sidoarjo, diselenggarakan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur bekerja sama dengan LSBO PWM Jatim. Pada kategori Futsal SMA/MA/SMK, Smamdela tampil konsisten sejak fase penyisihan hingga akhirnya bertemu SMAM 10 Surabaya di partai final. “Anak-anak sudah menunjukkan performa terbaik. Mereka bermain dengan hati, penuh sportivitas, dan tetap menjaga adab sebagai pelajar Muhammadiyah,” ujar Arif Junaidi, S.Pd., selaku coach. Coach Ricky Maulana Ferdiansyah S.Or. menambahkan bahwa capaian ini lahir dari latihan terencana. “Kami fokus membangun chemistry tim dan kekuatan mental. Alhamdulillah, hasilnya memuaskan meskipun belum meraih juara pertama,” tambahnya. Di balik permainan gesit di lapangan, para pemain Smamdela adalah pelajar kelas X hingga XII yang setiap hari harus membagi waktu antara akademik dan latihan. Meski begitu, mereka tetap mampu membangun kekompakan, terlihat dari permainan cepat dan pola rotasi yang rapi selama kompetisi. Daftar Pemain Tim Futsal Smamdela Skuad lengkap yang berlaga di ME-Confest 2025: Revand Mahendra Putra (XII-3) Farell Firmansyah Salim (XII-2) Rasya Dafa Alfianto (XII-3) Achmad Agus Amar Alamsyah (XI IPA 1) M. Revan Ramadhani (XII IPA 1) Fachri Ilham Akmal Wahab (XII IPA 1) Mochammad Fajar Arshavin (XII IPA 2) Alvero Zendy Elgiyanto (X-C) M. Dimaz Afriza (XII-3) Aqilah Maheswara Putranto (X-C) Johan Armando Letlora (X-C) Moh. Rizky Ardiansyah (X-C) Rifal (XII-4) Habibur Rohman An-Nadjib (XI IPS) Zulfikar Amirullah (XII-3) Daffa Fawwaz Robbani Dot Com (X-C) ME-Confest tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga, tetapi juga ruang pengembangan talenta dalam seni, bahasa, budaya, Tapak Suci, drumband, basket, dan berbagai kategori lainnya. Pada hari terakhir, kegiatan ditutup dengan penganugerahan dan pertunjukan seni sebagai puncak apresiasi peserta. Prestasi Juara 2 ini menjadi modal evaluasi sekaligus penyemangat bagi tim Futsal Smamdela untuk menghadapi kompetisi berikutnya. “Insyaallah anak-anak semakin matang dan akan kembali membawa nama baik sekolah,” ujar Coach Arif. Saat langit Sidoarjo mulai gelap menjelang penganugerahan, para pemain Smamdela meninggalkan lapangan dengan langkah mantap. Mereka mungkin tidak membawa piala emas, tetapi pulang dengan pengalaman berharga dan kebanggaan yang tak kalah berkilau. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co
Dari Guyonan Rindu Panggung Besar, Motreight Smamdela Raih Juara Nasional

SMAMDELAGRES — “Rindu panggung besar,” celetuk Ahmad Prambudi, pembina ekstrakurikuler Motreight SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela), di grup Motreight suatu sore setelah kegiatan belajar. Celetukan ringan itu ternyata menjadi titik awal lahirnya ide besar yang berujung kemenangan di kancah nasional. Beberapa hari setelahnya, Fajar Izzul Muslimin, alumni sekaligus penggerak Motreight, menemukan unggahan lomba film pendek Kompetisi Nasional EBY Fraksi Partai Demokrat DPR RI di Instagram. Mengingat kembali guyonan rindu panggung besar dari pembinanya, Fajar pun spontan mengirimkan informasi ke grup Motreight dan mengajak tim untuk ikut serta. “Awalnya sempat ragu karena waktunya cuma dua hari. Tapi setelah kita saling yakinkan, akhirnya sepakat ikut lomba ini,” ujar Fajar, yang bertindak sebagai script writer dan videografer. Film berjudul TULADHA pun lahir dari kebersamaan dan keberanian mencoba. Dengan waktu syuting yang dimulai Jumat sore (7/11) dan berakhir Sabtu (8/11) pagi, tim tetap bersemangat meski harus bergantian mengerjakan pengambilan gambar, editing, hingga voice over. Bahkan pemeran anak kecil, Ken Surya, merupakan putra Pak Budi sendiri yang direkrut secara spontan karena kesulitan mencari pemeran anak. “Waktu itu benar-benar dikejar deadline. Tapi justru di situ letak keindahannya, semua jadi bagian,” tambah Fajar. Sang pemeran utama, Alif Aminulloh, siswa kelas XII Smamdela, mengaku sempat gugup namun menikmati prosesnya. “Aku baru tahu kalau finalisnya diundang ke Senayan pas dikabarin langsung. Rasanya campur aduk, senang, bangga, dan nggak nyangka bisa berdiri di gedung semegah itu,” ujar Alif. Pada 10 November 2025, di Gedung Nusantara I Senayan, nama SMA Muhammadiyah 8 Gresik disebut sebagai Juara 1 Nasional dan membawa pulang hadiah sebesar Rp15.000.000. Karya mereka dipuji karena pengemasan pesan yang kuat dan visual yang menyentuh, di antara ratusan karya lain dari seluruh Indonesia. “Guyonan tentang rindu panggung besar ternyata benar-benar jadi kenyataan. Dari ruang kecil Motreight, mereka akhirnya berdiri di panggung nasional,” ungkap Ahmad Prambudi, guru pembina DKV. Kemenangan ini bukan sekadar capaian artistik, tetapi juga bukti bahwa kreativitas, komitmen, dan kebersamaan mampu melampaui batas waktu dan ruang. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co