Smamdela Harus Jadi Wajah Indah Muhammadiyah

SMAMDELAGRES — Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Ainul Muttaqin, membuka kegiatan Edu-Culture Fest dan D-Gugu di SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik, Rabu (13/8/2025), dengan pesan penuh semangat. Ia mendorong seluruh warga sekolah agar menjadikan kegiatan ini sebagai budaya sehari-hari yang menguatkan prestasi dan mempercantik lingkungan sekolah. Dalam sambutannya, Ainul yang juga berperan sebagai sekaligus Pengawas Pendamping SMA/MA/SMK Muhammadiyah Kabupaten Gresik, mengawali dengan pantun yang disambut tepuk tangan meriah siswa: Pergi ke pasar membeli rempah,Rempah dibeli untuk masakan.Semamdela maju dan indah,Lingkungan sehat jadi kebanggaan. Pantun kedua ia tujukan untuk kegiatan D-Gugu: Pagi cerah udara segar,burung berkicau sambut mentari.Media pembelajaran penuh ide segar,lingkungan sehat cermin prestasi. Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah (kanan) bersama undangan lain dan para guru (Motreight for Tagar.co) Ainul mengapresiasi prestasi dan suasana nyaman di Smamdela yang menurutnya telah menjadi “rumah kedua bahkan rumah pertama” bagi warganya. Ia menegaskan, tugas pengawas adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk memberi intervensi positif, sehingga sekolah terus berkembang. Ia berharap D-Gugu —akronim Unjuk Diri Guruku, Guru Hebatku, dan Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi daily activity yang terpelihara. “Ini harus menjadi rutinitas yang dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya. Ainul juga menyampaikan pesan Ketua PDM Gresik Muhammad Thoha Mahsun membuka dengan bahwa guru dan tenaga kependidikan di amal usaha Muhammadiyah wajib menyampaikan keindahan dan kenyamanan Muhammadiyah kepada siapa pun. “Jangan sampai orang enggan mengenal Muhammadiyah karena kita tidak pernah menunjukkan keindahannya,” pesannya. Melalui kegiatan ini, lanjutnya, Smamdela dapat menyumbangkan keindahan dan kenyamanan Muhammadiyah kepada masyarakat, sehingga organisasi ini semakin besar dan dihormati. Ia mengingatkan pesan dari Syamsul Sodiq, Wakil Ketua PDM Gresik, bahwa jangan sampai warga Muhammadiyah hanya dibesarkan oleh perserikatan, tetapi tidak ikut membesarkannya. “Saya optimis, melalui produk-produk D-Gugu, guru-guru Smamdela akan menjadi penguat untuk membesarkan Muhammadiyah liilalikalimatillah,” katanya. Ainul menutup sambutan dengan doa agar seluruh guru dan tenaga kependidikan Smamdela diberikan kesehatan, rezeki yang berkah, serta mampu meningkatkan jumlah siswa di tahun-tahun mendatang. Pada hari ini Smamdela menggelar tiga acara sekaligus: Edu-Culture Fest, D-Gugu, dan LLSMS Jurnalis Mohammad Nurfatoni Sumber : Tagar.co

Guru Smamdela Jadi Bintang di Pembukaan Edu-Culture Fest dan D-Gugu

SMAMDELAGRES — Rabu pagi (13/8/2025), lapangan SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik terasa berbeda. Panggung dengan latar bertuliskan Edu-Culture Fest dan D-Gugu berdiri di sisi lapangan, dihiasi ornamen yang memberi kesan hangat dan bersahabat. Deretan guru berdiri di depannya, mengenakan rompi krem dengan bawahan rok atau celana panjang warna senada. Beberapa guru tampak lebih mencuri perhatian dengan hiasan kepala bergaya Papua—lengkap dengan bulu-bulu dan ornamen lucu—yang membuat suasana jadi semakin meriah. Sorot mata undangan dan siswa-siswi yang duduk rapi di pinggir lapangan tertuju pada para guru. Ada dua lagu yang ditampilkan, salah satunya Yamko Rambe Yamko. Begitu musik mengalun, suasana pun langsung hidup. Para guru bergerak kompak, menyanyi sambil menepuk tangan mengikuti irama. Ekspresi para guru perempuan Smadela (Motreight for Tagar.co) Lagu daerah Papua yang riang itu memecah pagi, membuat hadirin ikut bernyanyi lirih atau sekadar menggoyangkan kepala. Ada yang sesekali tertawa melihat ekspresi para guru yang lepas dari kesan formal, tampil layaknya sahabat yang mengajak bermain. Sorakan penonton dan tepuk tangan bergemuruh setiap lagu selesai. Beberapa siswa tampak mengangkat ponsel untuk merekam momen, sementara yang lain saling berkomentar. Di sela penampilan, terdengar tawa kecil yang menandakan betapa acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang membangun keakraban antara guru dan siswa. Ekspresi para guru laki-laki Smadela (Motreight for Tagar.co) Penampilan ini menjadi pembuka yang manis bagi Edu-Culture Fest dan D-Gugu tahun ini. Menariknya, acara ini sepenuhnya menjadi panggung bagi para guru untuk tampil, sementara siswa berperan sebagai penonton yang menikmati setiap momen. Sorot mata, tepuk tangan, dan senyum mereka menjadi energi tambahan bagi para guru di atas panggung. Dalam balutan busana yang santai namun tetap sopan, ditambah atribut budaya yang unik, para guru Smamdela membuktikan bahwa mereka bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga bagian dari denyut kebudayaan sekolah. Keakraban yang terjalin pagi itu menciptakan suasana yang jarang ditemui di rutinitas belajar-mengajar. Melalui lagu daerah, mereka menyampaikan pesan tentang pentingnya melestarikan warisan musik nusantara, sekaligus menumbuhkan rasa bangga akan keberagaman Indonesia. Semangat itu sejalan dengan ruh Edu-Culture Fest dan D-Gugu: merayakan kebersamaan dalam bingkai pendidikan dan budaya, dengan guru sebagai pelaku utama dan siswa sebagai penikmat setia di barisan penonton. Jurnalis Mohammad Nurfatoni Sumber : Tagar.co

Dari Smamita, Smamdela Gresik Pelajari Strategi Membangun Citra Positif dan Dakwah lewat Sekolah

SMAMDELAGRES — Suasana ramah dan hangat menyambut rombongan studi tiru SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik saat tiba di Aula SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo, Jumat (8/8/2025). Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi dan berbagi inspirasi antar sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur. Acara dibuka Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom, Direktur Smamita, dan dipandu oleh Mokhamad Ikhuwan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas. Dalam sambutannya, Pak Edwin menceritakan bahwa ia baru saja kembali dari Singapura, namun tetap berkomitmen menerima kunjungan Smamdela. Ia menuturkan, meski Smamita sudah berdiri cukup lama, semangat untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat tetap terjaga. “Kami selalu berusaha menjadikan sekolah ini sebagai bentuk dakwah, termasuk menjalin kedekatan dengan berbagai ormas. Contohnya, masjid di depan sekolah milik saudara Nahdliyin, namun kami sering saling mendukung dalam pemanfaatan tempat dan kegiatan. Hubungan kami sangat erat,” ujarnya. Citra Positif di Masyarakat Sementara itu, Emi Faizatul Afifah, M.Si, Kepala Smamdela, menyampaikan harapannya agar Smamdela bisa menjadi salah satu sekolah Muhammadiyah favorit di Jawa Timur, mengikuti jejak kesuksesan Smamita. “Kami ingin belajar banyak dari Smamita, mulai dari pengelolaan sekolah hingga strategi membangun citra positif di masyarakat,” ungkapnya. SMA Muhammadiyah 1 Taman dikenal sebagai sekolah berbasis Islam yang unggul dalam prestasi. Berlokasi di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Smamita mengusung motto “The Excellent School” sebagai bagian dari visinya. Dengan misi Saleh dalam Perilaku, Unggul dalam Mutu, dan Berdaya Saing Global, Smamita terus berupaya mencetak generasi yang berkarakter Islami, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan zaman. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Smamdela untuk memperkuat jejaring, meningkatkan mutu pendidikan, dan memperluas wawasan demi memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik. Sumber : Tagar.co

Smamdela Belajar Filosofi Pemimpin Rakyat di SMK Mutu Gondanglegi

SMAMDELAGRES — Di ruang pertemuan bercat putih dan biru, cahaya terang dari jendela besar membingkai sosok Munali, S.Pd., M.Pd., yang berdiri di tengah ruangan. Mengenakan batik biru bermotif, ia memegang mikrofon di tangan kanan, sementara tangan kirinya terangkat dengan dua jari memberi penegasan. Di hadapannya, deretan guru Smamdela berseragam orange dengan jilbab putih duduk rapi, menyimak setiap kata. Di sisi kiri ruangan, layar menampilkan gambar bidak catur merah di papan hitam putih, seolah menegaskan tema pembicaraan tentang strategi dan kepemimpinan. Suasana itu mewarnai Sabtu (9/8/2025) ketika rombongan SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) melakukan studi tiru ke SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kunjungan ini bukan sekadar pertukaran informasi, tetapi juga upaya menumbuhkan growth mindset dalam pengelolaan pendidikan yang lebih baik. Munali, Kepala SMK Mutu, membagikan filosofi kepemimpinan yang menjadi napas pengelolaan sekolah. Ia menekankan bahwa sekolah harus dikelola dengan jiwa seorang pemimpin rakyat, bukan penguasa. “Pemimpin rakyat itu mendengar, memahami, lalu bergerak bersama. Kalau kepala sekolah hanya memerintah, visi akan terhenti di dirinya saja. Tetapi jika kita memimpin dengan hati, semua akan bergerak menuju tujuan bersama,” ungkapnya penuh semangat. SMK Mutu, yang dikenal sebagai salah satu sekolah berprestasi di Jawa Timur, berhasil menunjukkan pengelolaan manajemen yang solid dan berorientasi pada pemberdayaan siswa. Dengan empat belas kompetensi keahlian, mulai dari teknik hingga pelayanan, sekolah ini menampung lebih dari 2.000 siswa. Struktur organisasi yang rapi dan pembagian tugas yang jelas menjadi salah satu kunci keberhasilannya. Kepala Smamdela Emi Faizatul Afifah menerima cenderamata dari Kepala SMK Mutu Gondanlegi Munali (Tagar.co/Jovan) Bagi Smamdela, kunjungan ini menjadi cermin untuk belajar menata organisasi sekolah secara profesional. “Kami melihat langsung bagaimana tata kelola SMK Mutu tidak hanya efektif, tetapi juga membangun rasa memiliki bagi seluruh guru dan siswa,” ujar Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si Selain mempelajari manajemen sekolah, rombongan Smamdela juga diajak untuk menelusuri perjalanan sejarah SMK Mutu, melihat inovasi pembelajaran berbasis proyek, dan berdiskusi mengenai strategi penguatan karakter siswa. Semua itu mempertegas satu hal: kualitas pendidikan lahir dari kolaborasi, konsistensi, dan keberanian untuk terus belajar. Studi tiru ini diakhiri dengan kesepahaman bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga proses membentuk manusia yang merdeka berpikir dan berdaya untuk lingkungannya. Seperti yang disampaikan Munali, “Sekolah adalah rumah bersama, dan kepala sekolah adalah pelayan yang memastikan setiap penghuninya tumbuh dan berdaya.” Dengan semangat itu, Smamdela pulang membawa lebih dari sekadar catatan; mereka membawa inspirasi, strategi, dan keyakinan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama Sumber : Tagar.co

Beasiswa Rp200 Juta dari Smamdela: Apresiasi untuk Pejuang Prestasi

SMAMDELAGRES — Jumat pagi, 25 Juli 2025, halaman SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) tampak semarak. Suara lantang pemimpin apel, derap langkah siswa, dan semangat baru tahun ajaran 2025/2026 membaur dalam satu harmoni. Tapi pagi itu bukan apel biasa. Ada yang istimewa: ratusan pasang mata menyaksikan langsung momen penghargaan untuk para pejuang mimpi. Dalam balutan seragam rapi dan wajah-wajah cerah, para siswa menyambut pengumuman beasiswa pendidikan. Sebuah penghargaan nyata atas kerja keras mereka, baik dalam bidang akademik, non-akademik, maupun kedisiplinan dan kepemimpinan. Tak tanggung-tanggung, tahun ini Smamdela menggelontorkan dana sebesar Rp200 juta untuk mendukung prestasi siswa dari kelas X hingga XII. “Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk kepercayaan kami kepada siswa-siswi Smamdela. Kami ingin memberikan semangat bahwa setiap usaha dan kerja keras layak diapresiasi,” ujar Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si., dalam sambutannya. E-Kantin Beasiswa ini bukan satu-satunya kejutan. Apel pagi juga dirangkai dengan pelantikan pengurus kelas, sebagai wujud pembinaan karakter dan kepemimpinan siswa. Tak berhenti di sana, peluncuran program e-Kantin menambah nuansa segar—sebuah inovasi digital yang memungkinkan transaksi non-tunai di kantin sekolah. “Program e-Kantin ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penerapan teknologi digital secara menyeluruh di lingkungan sekolah,” jelas Emi. Di hadapan seluruh guru dan siswa, Emi menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi keberhasilan. “Disiplin hadir tepat waktu, disiplin berpakaian, belajar, dan bersikap adalah dasar keberhasilan kalian. Hormati guru, jaga nama baik sekolah, dan jangan takut bermimpi besar,” ujarnya penuh motivasi. Khusus untuk siswa baru kelas X, Emi menyampaikan pesan yang menyentuh. “Lingkungan baru, teman baru, guru baru—semuanya mungkin masih terasa asing. Tapi yakinlah, semua ini akan menjadi bagian dari perjalanan indah kalian di Smamdela. Jadikan sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga cinta terakhir kalian,” tuturnya disambut tepuk tangan. Melalui program beasiswa, penguatan karakter, dan transformasi digital, Smamdela terus meneguhkan diri sebagai rumah belajar yang menginspirasi. Di sinilah siswa tidak hanya didorong untuk pintar, tapi juga berintegritas, visioner, dan berani mengejar cita-cita besar. “Mari kita jadikan sekolah ini sebagai rumah kedua yang nyaman, tempat kita bertumbuh, berkarya, dan berprestasi bersama,” pungkas Emi, mengakhiri apel yang pagi itu tidak hanya membangkitkan semangat, tapi juga harapan. Sumber : Tagar.co

Panggung Ekstrakurikuler Smamdela Pikat Hati Siswa Baru

SMAMDELAGRES — Lapangan perguruan SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela), Cerme, Gresik tampak lebih hidup dari biasanya. Ratusan siswa baru larut dalam semangat dan antusiasme saat satu per satu kegiatan ekstrakurikuler ditampilkan secara atraktif dalam rangkaian hari ketiga Forum Ta’aruf dan Orientasi (Fortasi), Rabu pagi 16 Juli 2025. Sejak dua hari sebelumnya, siswa baru telah disuguhi materi-materi pengenalan di dalam kelas. Kali ini, suasana berganti. “Kalian pastinya jenuh karena berada di dalam ruangan terus dari kemarin mendengarkan materi. Sekarang kita outdoor untuk menyaksikan demo kegiatan ekstra di sekolah tercinta,” sapa Bunga Ravelia Nurjanah dari kelas XI IPA 2 yang memandu acara bersama Ulil Albab dari XI IPS. Kegiatan dimulai dengan penyerahan apresiasi kepada 15 siswa yang lolos Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten (OSN-K). Setelah itu, pertunjukan demi pertunjukan pun mengalir, memikat perhatian para peserta didik baru. Penampilan pertama adalah lantunan Surah An-Naba yang dibawakan secara merdu oleh Muhammad Raihan Elshirazy (XII-4) dan Maulana Fajar Romadhon (XI IPA 2). Menyusul kemudian tampilan English Conversation Club (ECC) dengan lagu “The Lion Sleeps Tonight” yang dibawakan Bagas Anargya Putera Nuswanto (XII-4) dan Kayla Aira Yasmin (XI IPS), diiringi rekan-rekan ECC lainnya serta didampingi pembina mereka, Miss Ichda Solikhatul Nisa’. Qirania Indira dari kelas tata rias tampil memukau dalam balutan busana adat Bali, dirias oleh Kayla dan Almira. Dari kelas riset, Dhita mempresentasikan eksperimen asap antara bubuk peka dan H₂O₂, diperagakan oleh Sinta dan Fitri. Eksperimen busa oleh Andini dan Hanaya turut mencuri perhatian, dengan bahan sederhana: soklin, pewarna, dan penghilang noda. Tataboga turut ambil bagian. Vina, Lailil, Vega, dan Putri menjelaskan pentingnya estetika dalam penyajian masakan. “Tataboga bukan hanya tentang memasak, tetapi juga belajar membuat tampilan makanan menjadi cantik dan sedap dipandang,” terang Putri. Ekstrakurikuler Tapak Suci menjadi salah satu pertunjukan paling menegangkan. Dua pendekar, Rafi Rasyidin Nugraha dan Erdiansyah Rachman, meminum bensin, lalu menyulut obor dan menyentuhkan api ke lengan mereka tanpa luka. Mereka bahkan memadamkan api dengan tangan kosong. Tak kalah mendebarkan, Satria mendemonstrasikan jurus Tapak Suci dengan golok dan tongkat. Humam dan Erdiansyah memecahkan bata ringan hanya dengan tangan kosong. Tiga pendekar lainnya—Inayah, Almyra, dan Syahrul—memperlihatkan ketahanan tubuh menghadapi pukulan tongkat berapi di atas paha mereka. Penampilan Pasus (Pasukan Khusus) tak kalah memesona. Baris-berbaris mereka tampak sempurna. “Pasus sangat kompak dan rapi. Menarik sekali melihat Fahri memimpin Suci, Davina, dan Salsabila,” komentar Almer Haidar, siswa baru yang tampak kagum. “Dari tadi yang pegang kamera itu tim dari ekstra DKV—Desain Komunikasi Visual,” ungkap Bunga, memberi pengakuan kepada tim di balik layar. Demonstrasi kolosal dari program unggulan kelas olahraga menambah semarak. Ada Altaf, Arshavin, dan Barok (basket), Rifal dan Raka (bulu tangkis), Rendi Ibrahim dan Asy’ari (voli), serta tim hoki dan futsal: Dimas, Farel, Amar, Revan, dan Habib. Klimaks kegiatan terjadi saat Gempa (Generasi Muda Pecinta Alam) dan panahan berkolaborasi. Melalui flying fox, tim Gempa menyerahkan busur kepada atlet panahan yang lalu membidik balon berisi kertas warna-warni—meletus dengan indah di udara. Setelah itu, tiga siswi Gempa membuat atraksi menegangkan dengan meluncur turun dari lantai dua dalam posisi kepala di bawah. Setelah semua unjuk aksi, perwakilan tiap ekstrakurikuler maju ke hadapan ratusan siswa baru. Lalu seluruh siswa—kelas X, XI, dan XII—berkumpul melingkar, menyanyikan lagu Smamdela dengan iringan drum dan kibaran bendera sekolah. “Kolaborasi dari tim Gempa dan panahan keren banget,” ujar Rasya, siswa baru yang mengaku sudah lama tertarik dengan kegiatan Gempa sejak masih SMP. Fortasi hari ketiga ditutup dengan pemilihan ekstrakurikuler oleh para siswa baru. Smamdela tak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga rumah tumbuhnya potensi dan bakat para siswa. Di sini, setiap siswa diberi kesempatan untuk berkembang sepenuh hati. Sumber : Tagar.co 

15 Siswa Smamdela Tembus OSN-P 2025, Buah Sinergi Guru dan Semangat Berprestasi

SMAMDELAGRES — Senyum penuh bangga terpancar dari wajah para siswa dan guru SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik. Setelah melewati proses panjang dan seleksi ketat tingkat kabupaten/kota (OSN-K), sebanyak 15 dari 29 siswa kelas Olimpiade sekolah ini resmi dinyatakan lolos ke ajang Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) Tahun 2025. Kabar menggembirakan ini diumumkan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pada Sabtu, 13 Juli 2025. Dari total 248.792 peserta OSN-K se-Indonesia, hanya 19.217 siswa yang berhasil melaju ke tahap provinsi—dan Smamdela menjadi salah satu sekolah yang menyumbang wakil terbanyak dari Gresik. Capaian ini tak datang tiba-tiba. Sejak awal tahun pelajaran, Smamdela telah membentuk kelas khusus olimpiade yang rutin mengadakan pelatihan dan pembinaan intensif. Para guru pembina terlibat penuh, memberi bimbingan akademik sekaligus motivasi mental. Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. “Selamat kepada para siswa, dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu guru pembimbing. Semoga terus ikhlas dan semangat dalam mendampingi anak-anak berproses dan berprestasi,” ujarnya, Rabu 16 Juli 2025. Ia menambahkan, prestasi ini bukan hanya kemenangan individual, tetapi buah dari budaya akademik yang telah ditanam dan dirawat bersama. “Prestasi ini bukan hanya milik mereka yang berkompetisi, tetapi juga milik setiap guru, orang tua, dan seluruh ekosistem sekolah yang percaya bahwa pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang gemilang,” ujarnya. Kini, kelima belas siswa tersebut bersiap menghadapi tantangan lanjutan di OSN-P. Harapan pun mengalir agar mereka bisa melangkah lebih jauh—hingga mewakili Gresik dan Jawa Timur di panggung nasional. 15 Siswa Smamdela yang Lolos OSN-P 2025 Matematika: Dhita Illary, Naflah Shoofiya, Tiara Karunia Fisika: Diesta Niken, Dini Trisna, Suci Aura Astronomi: Evan Quinn Kebumian: Audreye Syafa, Kayla Aira Ekonomi: Meifa Firdausi, Dhea Anandita, Elvareta Rea Elana Kimia: Rada Dewi Sinta, Andini Rahma, Fitri Hafza Yasmin Sumber : Tagar.co

Fortasi Smamdela Sajikan Petualangan Dunia Jumanji

SMAMDELAGRES — Sabtu pagi, 12 Juli 2025, halaman SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik berubah menjadi rimba tropis yang hidup. Bukan karena cuaca atau pepohonan, melainkan karena 93 Petualang (julukan istimewa bagi peserta Fortasi tahun ini) resmi memulai langkah pertama mereka dalam game of life bertajuk Jumanji: Jelajah Unggul Madani Jiwa dan Aksi. Sejak pagi, rimba ini bukan sekadar tempat orientasi. Ia menjadi panggung awal bagi transformasi pelajar Muhammadiyah. Para Petualang dibagi ke dalam 9 squad (5 putri dan 4 putra). Masing-masing didampingi oleh Ranger (kakak pendamping) dan dipayungi oleh Navigator (fasilitator), menciptakan formasi ideal untuk menjelajah, bertumbuh, dan menyatu dengan lingkungan sekolah yang baru. Acara dibuka secara semiformal dan dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Lukman Arif, S.Pd.I. Tak lama kemudian, panitia guru, OSIS, dan IPM diperkenalkan sebagai kru rimba yang siap mendampingi seluruh perjalanan. Suasana mulai mencair, dan rasa penasaran perlahan berubah jadi semangat. Sesi utama hari itu adalah Sesi Identitas. Studio Motreight disulap menjadi portal dunia Jumanji. Petualang-petualang muda difoto secara profesional per squad, dengan latar penuh elemen rimba. Ini bukan sekadar dokumentasi. Ini adalah momen simbolik bahwa mereka kini sah menjadi bagian dari keluarga besar Smamdela. Sambil menanti giliran foto, para Petualang diajak bermain game kolaboratif bersama para Navigator. Permainan ini bukan hanya menyegarkan tubuh, tapi juga mencairkan kecanggungan. Dalam hitungan menit, interaksi yang awalnya kaku berubah menjadi tawa riuh dan semangat bekerja sama. Chemistry antaranggota squad mulai terbentuk sebagai modal penting untuk misi-misi mendatang. Seluruh kegiatan dibungkus dengan istilah khas dunia Jumanji. Tak ada “sanksi”, yang ada hanya Tantangan Rimba. Tak sekadar “hadiah”, melainkan Power-Up. Bahkan sekolah pun disebut sebagai Rimba, ruang eksplorasi utama. Pendekatan ini membuat suasana terasa lebih segar, menyatu dengan imajinasi khas remaja, dan membangun ikatan emosional yang kuat. Tak hanya Petualang yang merasakan keseruan, para panitia pun ikut terbawa atmosfernya. “Seru sih, beda dari tahun-tahun sebelumnya. Kita yang panitia jadi pengin ikut berpetualang bareng Petualang-Petualang muda ini. Terus sebutannya ‘Ranger’ ini unik, berasa vibes-nya beda banget amaaaanahnya. Xixixi… biasanya kan cuma ‘kakak pembimbing’ atau ‘kambing’, hehe,” ujar salah satu Ranger Fortasi 2025, Awalul Nanda. Ketua Panitia Fortasi 2025 Ahmad Rizal Azdka, S.Pd., menegaskan Fortasi ini dirancang bukan hanya untuk pengenalan lingkungan sekolah. “Kami ingin anak-anak merasa masuk ke dunia baru yang akan mereka jelajahi dengan cara yang menyenangkan, namun tetap sarat nilai dan makna. Mereka bukan sekadar siswa baru, mereka adalah Petualang yang akan menemukan versi terbaik dari dirinya,” ungkapnya. Hari itu ditutup dengan pesan simbolik dari para Navigator, berdiri di tengah lingkaran Petualang yang mulai terasa seperti keluarga: “Jelajah kalian baru saja dimulai. Rimba Smamdela luas dan penuh rahasia. Tapi selama kalian tetap bersama, tak ada tantangan yang tak bisa dilalui. Selamat berpetualang! Satu hari. Satu langkah. Satu petualangan yang akan mereka kenang lama,” tandas Navigator Nafkah Shoofiyah. Sumber : Tagar.co  Jurnalis : Liset Ayuni

Unggul di Akademik, Tangguh di Arena: 8 Siswa Smamdela Bersinar di Porprov Jatim 2025

SMAMDELAGRES — Meski dikenal unggul di bidang akademik—seperti 36 siswa yang diterima di PTN favorite tahun ini, seperti ITS dan Unair—SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) tak berhenti mendorong siswanya bersinar pula di luar kelas. Salah satunya melalui olahraga. Upaya itu membuahkan hasil gemilang. Tahun ini, delapan siswa Smamdela dipercaya mewakili Kabupaten Gresik dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Event olahraga paling bergengsi tingkat provinsi ini berlangsung mulai 28 Juni hingga 5 Juli 2025 di Malang Raya. Ajang yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur itu mempertemukan lebih dari 22.000 atlet dari 38 kabupaten/kota. Mereka berlaga di 62 cabang olahraga. Dari ribuan peserta tersebut, delapan atlet muda Smamdela berdiri sejajar, siap bertanding dan mengharumkan nama daerah—dan tentu saja, sekolah. Mereka adalah: Berikut nama-nama siswa yang berlaga: Edgard Bagus Tatasurya Perdana (XI-1) – Juara 1 Cabor Dayung Herlina Mutia Safitri (XI-3) – Juara 3 Ekshibisi Floorball A Rama Dani Agustin (XI-2) – Panjat Tebing Ayu Rebcli Damar Jamil (XI-2) – Lari 100 m dan 4×100 Nurus Syifa Dwi Nazarina (XI-3) – Lempar Martil dan Lempar Cakram Talitha Labibah Al Mumtazah (XI-3) – Arung Jeram Muhammad Satria Ramadhan (XI-4) – Pencak Silat Arina Fadhila Rahmawati (X-3) – Panahan Tradisional Di balik pencapaian ini, ada proses panjang yang dilalui. Guru olahraga Smamdela, Ricky MF, S.Or., tak hanya melatih mereka secara fisik, tetapi juga membekali strategi, nutrisi, hingga kesiapan mental. “Mereka dilatih bukan hanya untuk kuat, tapi juga cerdas saat tanding,” jelas Ricky. “Setiap cabang olahraga punya karakter sendiri. Jadi kami siapkan dari berbagai sisi—fisik, teknik, pemulihan, sampai konseling mental.” Tantangan terbesar justru datang dari keseharian: membagi waktu antara jadwal latihan yang padat dan tuntutan akademik yang tak bisa ditinggalkan. Namun, semangat untuk membawa nama baik sekolah dan daerah membuat semua pengorbanan terasa layak. Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si., menyebut pencapaian ini sebagai cermin dari nilai-nilai pendidikan yang dianut sekolah. “Pendidikan bukan hanya soal angka di rapor,” tegas Bu Emi, Rabu 2 Juli 2025. “Tapi soal keberanian mencoba, disiplin bertumbuh, dan mentalitas juara. Delapan siswa ini menunjukkan bahwa Smamdela mendidik jiwa dan raga.” Bagi Smamdela, Porprov bukan sekadar kompetisi. Ia adalah panggung pembuktian bahwa karakter juara bisa lahir dari ruang kelas yang sederhana, selama semangat, dukungan, dan tekad terus menyala. Sumber : Tagar.co

Esalion 2025 Laboratorium Nyata Pelajar Smamdela

SMAMDELAGRES — SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) kembali menarik perhatian publik lewat kesuksesan gelaran Esalion 2025. Ialah ajang kompetisi tahunan yang dirancang dan dihelat oleh pelajar, untuk pelajar. Lebih dari sekadar lomba, Esalion yang telah hadir lebih dari satu dekade, kini selama dua tahun terakhir menjelma menjadi laboratorium belajar nyata bagi para siswa dalam mengasah kemampuan event organizing (EO), kepemimpinan, dan keterampilan sosial. Berlangsung selama beberapa pekan, ajang ini menjadi bukti konkret keberhasilan sekolah membekali peserta didiknya dengan keterampilan abad ke-21. Di antaranya kemampuan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah. Di balik riuhnya perlombaan futsal, tahfiz, dan singing (menyanyi), berdiri kokoh para pelajar Smamdela yang tampil sebagai tim penyelenggara profesional. Mereka bertugas layaknya EO berpengalaman. Dari Ide ke Aksi Dengan bimbingan A. Rizal Azka, S.Pd., pembina PR IPM Smamdela, sebanyak 42 kader IPM bersama para volunteer sekolah menyusun konsep kegiatan dari nol. Tak ada event organizer profesional yang terlibat. Semua siswa tangani secara mandiri. Mulai dari pembuatan proposal, promosi, teknis lomba, hingga mencari sponsor. “Esalion ini seperti ruang praktik langsung. Kami belajar banyak tentang manajemen waktu, komunikasi lintas divisi, dan problem solving,” tutur Naflah Sofiyah Atikah, Ketua Pelaksana, yang harus menyeimbangkan perannya sebagai panitia dengan jadwal akademiknya. Kendala datang silih berganti, namun tak menyurutkan semangat mereka. Mulai dari perubahan jadwal sekolah, hingga keterbatasan dana. Justru di situlah pelajaran bermakna muncul. “Kami cari cara. Kirim proposal, presentasi ke jenama lokal, bahkan ke lembaga BUMN. Alhamdulillah, kami berhasil dipercaya,” tambah Rafi Rasyidin Nugraha, Ketua Umum IPM Smamdela. Tempa Mental dan Komunikasi Tak hanya teknis, para siswa juga terasah sisi emosional dan sosialnya. Mereka belajar mengelola emosi saat terjadi miskomunikasi antar divisi. Juga belajar negosiasi ketika harus berurusan dengan vendor, hingga membangun relasi dengan peserta dari luar sekolah. Revand Mahendra P., penanggung jawab Futsal Competition, mengaku awalnya gugup berkoordinasi dengan wasit dan pelatih lawan. “Tapi saya jadi belajar bahwa komunikasi yang baik bisa menghindari konflik. Ini pengalaman yang mungkin tidak bisa saya dapat dari pelajaran di kelas,” ucapnya. Begitu juga volunteer dari ekstrakurikuler Tata Boga yang turut menyiapkan konsumsi juri dan tamu. Bagi mereka, Esalion adalah kesempatan untuk mengenal dunia kerja dari balik dapur. Ajang Kompetisi dan Transformasi Tahun ini, Esalion kembali membuka panggung kompetisi untuk pelajar SMP/MTs se-Gresik dan sekitarnya. Tak kurang dari puluhan tim bersaing dalam tiga cabang lomba utama. Namun bagi Smamdela, prestasi tak hanya terlihat dari jumlah piala, melainkan dari transformasi yang terjadi pada siswa. “Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar menjadi manusia utuh. Mereka bukan hanya menguasai pelajaran, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur kerja tim,” terang Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si. “Saya bangga. Ini bukti bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi tempat tumbuh,” imbuhnya. Awarding Night terjadwal pada 18 Juni 2025, bertepatan dengan libur akhir semester. Acara penutup ini mereka rancang untuk memberi apresiasi sekaligus menjadi ruang refleksi atas seluruh proses yang telah mereka lalui. Meskipun hanya berlangsung beberapa pekan, Esalion 2025 meninggalkan kesan yang membekas. Di balik setiap rundown, ada kisah kerja keras. Di balik setiap panggung, ada proses belajar yang mengubah cara pandang siswa terhadap kerja tim, komunikasi, dan kepemimpinan. Esalion 2025 bukan sekadar lomba. Ialah ruang belajar yang hidup. Di situlah para pelajar Smamdela menyusun masa depannya bukan hanya di bangku pasif, tetapi di medan aksi yang nyata. Sekolah ini tidak hanya mengajar, tetapi menumbuhkan. Sumber : Tagar.co

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK