SMAMDELAGRES — Suasana pagi di Lapangan SKB Cerme, Gresik, masih dipenuhi keceriaan warga yang berdatangan untuk mengikuti peringatan HUT ke-80 RI, Ahad (17/8/2025).
Riuh rendah obrolan dan semangat merah putih sudah terasa. Dari kejauhan, derap tepukan tangan dan syair khas Tari Saman perlahan menghangatkan suasana, menarik perhatian setiap mata yang hadir.
Tari Saman dari SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik tampil sebagai pengisi acara sebelum upacara dimulai.
Permintaan tarian ini datang dari Camat Cerme Umar Hasyim dua hari sebelum acara. Koordinasi awal dilakukan dengan Waka Kesiswaan, Lukman Arif, S.Pd.I.
Sejak saat itu, siswa-siswi yang tergabung dalam tim tari Saman langsung menyiapkan diri. Ketika latihan dimulai di awal Agustus, posisi Waka Kesiswaan Smamdela berganti dijabat oleh A. Rizal Azdka, S.Pd. yang mendampingi hingga penampilan di hari H.
Latihan intensif berlangsung selama dua pekan. Nama-nama penampil dipilih melalui koordinasi di grup tari. Siapa saja yang bersedia meluangkan waktu di tengah kesibukan sekolah.
“Paling sulit mengumpulkan 30 anak dengan jadwal berbeda-beda. Belum lagi tari Saman itu harus kompak. Kadang suara sound kurang terdengar keras, jadi aba-aba Ra pun tebak-tebakan,” cerita Safaatul, siswi kelas XII yang menjadi salah satu penampil sambil tersenyum mengenang masa latihan.
Semua kesulitan terbayar ketika tibanya 17 Agustus. Pagi itu, 30 siswa penari Saman duduk rapi dalam satu barisan panjang di atas karpet yang mereka bawa sendiri.
Biasanya tari Saman dimainkan dengan dua hingga tiga barisan, tapi kali ini tim harus menyesuaikan kondisi lapangan yang gersang dan berlubang untuk mengurangi risiko cedera.
Dengan kostum cerah berwarna-warni, wajah para penari tampak berseri-seri, menebarkan senyum manis rupawan yang memikat penonton.
Dentuman tepukan dan syair khas Aceh menggema, berpadu dalam gerakan yang kompak. Grogi yang sempat menyelimuti berubah jadi keberanian.
“Awalnya deg-degan, tapi begitu musik dimulai, rasa itu hilang. Saya bangga sekaligus terharu bisa membawakan tari Saman di momen penting ini,” ujar Safaatul.
Penonton memberi tepukan gemuruh atas penampilan itu yang rancak ini.
Waka Kesiswaan, A. Rizal Azdka, S.Pd., merasa bangga dengan penampilan siswanya. “Ini bukti bahwa anak-anak Smamdela mampu berkontribusi nyata, bukan hanya di sekolah tapi juga di masyarakat. Tari ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk cinta pelajar pada budaya Indonesia,” ujarnya.
Tari Saman Smamdela mempercantik panggung kemerdekaan di Cerme. ”Semoga penampilan kami memberi kesan baik, menghibur, sekaligus mengingatkan semua orang bahwa budaya Indonesia itu luar biasa kaya dan harus kita jaga bersama,” ujar Safaatul.
Jurnalis Liset Ayuni
Sumber : Tagar.co
