Home / Berita / Tangis, Tawa, dan Haru Warnai Ujian Tasmik Smamdela Gresik

Tangis, Tawa, dan Haru Warnai Ujian Tasmik Smamdela Gresik

SMAMDELAGRES — Aula SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik Jawa Timur disulap menjadi tampak hening namun penuh makna, saat siswa-siswi kelas X dan XI dengan lirih menghafal ayat-ayat suci-Nya.

Mereka mengikuti Ujian Tasmik secara terjadwal yang dilaksanakan sejak Senin (2/6/2025) hingga Kamis, (12/6/2025).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini menghadirkan langsung orang tua atau wali siswa untuk menyaksikan proses penyetoran hafalan Al-Qur’an yang telah dipelajari anak-anak mereka.

Pelaksanaan ujian berlangsung di aula dan ruang-ruang kelas yang ditata sederhana. Rasa haru menyelimuti ketika lantunan ayat suci menggema dari suara siswa. Tangis haru para orang tua, hingga bisikan murojaah di sela gugupnya ujian.

Menyentuh Hati Orang Tua

Dalam momen ini, siswa kelas X diwajibkan menyetorkan hafalan 20 surat dari Juz 30. Sementara itu, siswa kelas XI mendapat target 25 surat. Bagi siswa dari Kelas Tahfiz, target hafalan ditambah sesuai dengan capaian masing-masing. Misalnya, salah satu siswa tahfiz bernama Abi Abdillah berhasil menyetorkan hafalan hingga Juz 29 yang membuat guru penguji dan orang tua terdiam penuh takjub.

Para penguji adalah beberapa guru yang concern di bidang tahfiz, antara lain: Abdillah Rosyid, S.Pd.I., Lukman Arif, S.Pd.I., Yuyun Minarti, S.E, Mely Tri, S.Pd., Ana Abidin, S.Pd, dan Abdul Arkham, M.Pd.I. Mereka tidak hanya menguji kelancaran, tetapi juga menyemangati siswa yang gugup di hadapan orang tua.

Lebih dari sekadar hafalan, momen ini menjadi ruang refleksi mendalam. Beberapa orang tua tak kuasa membendung air mata saat mendengar anak mereka melantunkan ayat demi ayat.

“Saya selama ini hanya bisa kerja, kerja, dan kerja. Hari ini saya dengar sendiri hafalan anak saya. Rasanya haru, bangga, tapi sedih juga karena saya jarang mendampingi,” ujar seorang ayah sambil menundukkan kepala dan mengusap air matanya.

Namun bukan hanya tangis yang terdengar. Tawa hangat juga mewarnai ruangan, ketika beberapa siswa salah menyebut ayat atau gugup hingga mengulang surat yang sama.

“Lucu sih, anak saya malah nyebut surat Al-Kautsar dua kali. Padahal udah latihan seminggu,” ucap seorang ibu sambil terkekeh dan memeluk anaknya.

Wajib Hadir, Tak Bisa Diwakilkan

Kehadiran orang tua ini bukan sekadar formalitas. Panitia menegaskan bahwa momen ini tidak bisa diwakilkan oleh guru atau wali lain. Ini sempat memunculkan dinamika tersendiri.

“Ada siswa yang sampai menangis dan memohon agar guru mewakili orang tuanya karena ayah-ibunya tak bisa datang. Tapi kami tegaskan, inti kegiatan ini adalah mempertemukan anak dan orang tua dalam momen spiritual bersama. Ini bukan sekadar ujian hafalan, melainkan ruang untuk membangun kembali keterhubungan emosional,” jelas Diana Ekowati, S.Pd, Ketua Panitia.

Dia menambahkan, situasi ini menyadarkan banyak pihak akan pentingnya peran keluarga dalam pembentukan karakter spiritual anak.

“Kegiatan ini adalah pelaksanaan perdana. Tentu masih ada evaluasi. Dari sisi teknis, panitia mencatat perlunya penjadwalan yang lebih efisien, serta ruang tunggu yang lebih nyaman untuk orang tua,” imbuh Diana.

Sementara dari sisi psikologis, menurutnya, sekolah juga mulai menyadari bahwa kegiatan ini menyentuh area psikososial siswa terutama mereka yang memiliki hubungan renggang dengan orang tua.

“Kami ingin ke depan ada pendampingan lebih intens. Tidak hanya soal hafalan tapi juga kesiapan emosional siswa. Beberapa dari mereka bahkan menangis bukan karena gugup, tapi karena merasa rindu perhatian dari orang tua,” ungkap salah satu penguji, Lukman Arif.

Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si., memberi apresiasi tinggi pada para guru dan siswa yang terlibat.

“Kami tidak hanya mencetak siswa akademis, tapi juga insan Qur’ani yang dekat dengan keluarganya. Ini bukan soal nilai hafalan semata, melainkan proses membangun kehangatan dan kebanggaan di dalam rumah. Saya harap kegiatan ini menjadi budaya baru yang terus tumbuh di Smamdela,” tuturnya.

Sumber : Tagar.co

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK