Career Class, 114 Siswa Masuki Dunia Kerja

SMAMDELAGRES — Pagi itu, Masjid Sabilul Muttaqin suasana tenang. Di tengah ketenangan ada raut wajah serius dan sedikit tegang dari 114 siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela). Siswa sebanyak ini bersiap memasuki magang kerja dalam perjalanan belajar. Pada Senin (13/4/2026), mereka dilantik mengikuti program Career Class sebagai jembatan menuju pengalaman di berbagai ruang kehidupan setelah bangku sekolah. Pelantikan digelar pukul 08.00 WIB, setelah salat Duha. Momen ini menjadi penanda belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, juga bergerak ke ruang-ruang yang menuntut kedewasaan sikap, ketahanan diri, dan kemampuan membaca situasi yang lebih luas. Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, mengatakan, program ini dirancang untuk memperluas cara belajar siswa agar lebih dekat dengan kehidupan nyata. “Anak-anak perlu belajar langsung dari kehidupan. Dunia kerja tidak hanya menuntut pengetahuan, tetapi juga sikap, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi. Career Class ini menjadi ruang untuk melatih itu semua,” ujarnya. Program Career Class berlangsung selama 14-30 April 2026. Selama periode tersebut, 114 siswa ditempatkan di berbagai instansi mitra. Mulai lembaga pendidikan hingga sektor dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Di dunia usaha ikut terlibat dalam aktivitas harian sesuai penempatan bidang kerja. Siswa Dimas Afriza (kelas XII 3) yang ditempatkan di sekolah dasar menjadi pembantu guru mengaku menemukan dinamika yang jauh lebih hidup dari yang ia bayangkan sebelumnya. “Karena penempatanku di SD, jadi setiap hari selalu ada saja kejadian dengan anak-anak. Kadang barang pribadiku diumpetin, kadang diajak bermain terus. Tapi justru di situ terasa menyenangkan. Ternyata jadi guru itu butuh stok kesabaran yang ekstra,” tuturnya sambil tertawa kecil. Sementara pengalaman berbeda dirasakan Dandi Firmansyah (XII 4). Dia mendapat tempat di sektor dunia usaha dan industri. Ia mulai beradaptasi dengan ritme kerja yang lebih terstruktur dan disiplin waktu. “Enak, Bu, menyenangkan saja. Tapi sistemnya shift, jadi kalau dapat shift malam, tidak bisa main sama teman-teman,” ujarnya. Dua pengalaman dari dua ruang berbeda itu memperlihatkan wajah dunia kerja yang beragam: ada yang dipenuhi interaksi dan dinamika emosional, ada pula yang menuntut konsistensi, kedisiplinan waktu, dan kesiapan fisik dalam sistem kerja bergilir. Melalui program ini, kata Kepala Sekolah Emi Faizatul, Smamdela berkomitmen membentuk lulusan yang unggul akademik dan matang mental serta sosial. Sebanyak 114 siswa tengah menjalani fase penting: belajar dari pengalaman langsung, bukan sekadar dari teori di kelas Jurnalis Liset Ayuni | Sumber Tagar.co

Aktif di DKV, Siswa Smamdela Lolos SNBP ke Teknik Informatika UNESA

SMAMDELAGRES — Kabar membanggakan datang dari Smamdela. Salah satu siswanya, Jovan Rafael Susanto, berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan diterima di program studi S1 Teknik Informatika Universitas Negeri Surabaya. Keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Melainkan hasil dari kerja keras, konsistensi, serta pengalaman berharga yang didapatkan selama aktif di kelas vokasi Desain Komunikasi Visual (DKV). Sejak bergabung di kelas vokasi DKV, Jovan dikenal sebagai siswa yang aktif dan kreatif. Ia tidak hanya mengikuti pembelajaran di kelas, tetapi juga terlibat dalam berbagai proyek dan kegiatan yang memberikan pengalaman nyata di bidang desain dan videografi. Lingkungan belajar yang suportif menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan prestasinya. “Kesan saya selama mengikuti DKV sangat positif. Lingkungannya mendukung, teman-temannya saling memotivasi, dan pembimbingnya membantu saya untuk terus berkembang” ungkap Jovan. Ragam Kesempatan dari DKV Lebih lanjut, Jovan juga menambahkan bahwa melalui DKV, dirinya memiliki banyak kesempatan untuk mengikuti berbagai lomba yang memperkaya pengalaman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. “Alhamdulillah, di DKV saya diberi banyak kesempatan mengikuti lomba. Ada yang berhasil meraih juara. Tetapi ada juga yang gagal” ungkap siswa kelas XII IPA 2 itu. Berikut merupakan berbagai prestasi yang berhasil diraih: Juara 1 Video Dokumenter Competition tingkat SMA/sederajat se-Provinsi yang diselenggarakan oleh Panitia Bulan Bahasa SMANIC Juara 2 Lomba Videografi se-Gerbangkertosusila dalam rangka HIMAGROFEST #5 oleh Himpunan Mahasiswa Agroteknologi UMG Juara 3 Lomba Video Edukasi tingkat nasional dalam rangka Dies Natalis ke-2 Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jawa Timur Deretan prestasi tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis Jovan, tetapi juga dedikasi dan semangatnya dalam berkarya. Pengalaman mengikuti lomba-lomba itu turut membentuk mental kompetitif serta kesiapan dirinya untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Jovan pun berharap agar ekstrakurikuler DKV di sekolahnya terus berkembang dan menjadi wadah bagi siswa lain untuk menyalurkan bakat mereka. “Semoga ekstrakurikuler DKV ini terus berkembang dan menjadi tempat bagi siswa-siswa untuk menyalurkan minat di bidang desain dan fotografi. Jangan ragu untuk mencoba dan terus berkarya, karena dari situlah kita bisa menemukan potensi terbaik dalam diri kita” pesannya. Keberhasilan Jovan menjadi inspirasi bahwa kombinasi antara lingkungan belajar yang tepat, bimbingan yang konsisten, dan kemauan untuk terus berkembang dapat membuka jalan menuju masa depan yang gemilang. Motreight, Brand DKV Smamdela Program vokasi Desain Komunikasi Visual (DKV) Smamdela melalui Motreight menghadirkan pendekatan pembelajaran yang berbeda dengan mendorong siswa untuk terjun langsung ke dunia kerja sejak dini. Melalui berbagai proyek nyata, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengasah keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini. Beragam proyek telah ditangani langsung oleh siswa, mulai dari pengelolaan konten media sosial sekolah. Seperti pembuatan posting Instagram, hingga produksi visual untuk kebutuhan dokumentasi. Selain itu, siswa juga terlibat dalam sesi foto buku kenangan, serta pengerjaan foto dan video kelulusan atau haflah akhirissanah yang membutuhkan perencanaan matang dan eksekusi profesional. Tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah, siswa DKV Mothreigt nljuga diberi kesempatan untuk mengerjakan proyek di luar sekolah. Hal ini bertujuan untuk memperluas pengalaman, membangun portofolio, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi klien nyata. Ahmad Rizal Azdka SPd selaku waka kesiswaan mengungkapkan harapannya dengan metode pembelajaran berbasis praktik ini. Ia berharapm lulusan Smamdela khususnya yang mengikuti program vokasi DKV mampu bersaing di industri kreatif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. “Program ini menjadi bukti komitmen Smandala dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga adaptif dan profesional. Harapannya setelah lulus siswa siap menghadapi dunia kerja dan mampu bersaing di industri kreatif“ ungkapnya. Penulis : Chintia Rizki | Sumber : PWMU.CO

Smamdela Kembali Cetak Prestasi Gemilang, Antarkan Naza Raih ‘Golden Ticket’ Unesa 2026

SMAMDELAGRES — SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik kembali bikin bangga keluarga besarnya. Nurus Syifa Dwi Nazarina atau akrab dipanggil Naza, atlet nasional cabang lempar (lontar martil dan tolak peluru), berhasil meraih Golden Ticket Unesa (Universitas Negeri Surabaya) 2026 lewat jalur prestasi. Dari 52 ribu peminat, hanya 25 siswa yang berhasil lolos dan Naza termasuk salah satunya. Perjalanan Naza sebagai atlet dimulai sejak jenjang SD. Awalnya, ia seorang pelari, namun pelatih melihat potensi lebih besar di nomor lempar. “Dulu, saat Kejurnas pertama saya kalah. Itu jadi titik balik. Saya mulai berlatih serius agar tidak gagal lagi,” ungkapnya, Minggu (5/4/2026). Sejak saat itu, Naza berlatih 2–3 jam setiap sesi, total 14–18 jam per minggu. Pengorbanannya tak sedikit dan waktu bermain bersama teman dan keluarga sering dikorbankan. Bahkan Naza pernah mengalami cedera engkel. Meski begitu, ia selalu menjaga mood dan fokus mental, terutama saat menghadapi tekanan menjelang lomba. Ada momen ketika rasa lelah fisik dan mental sempat membuatnya ingin berhenti. Tetapi, dukungan orang tua, pelatih, dan teman-temannya, selalu mengingatkan pada niat dan tujuan awalnya. Tidak hanya soal fisik, Naza juga mengatur strategi akademik. Untuk meraih Golden Ticket Unesa, ia memaksimalkan prestasi atletik sebagai poin utama, sembari memastikan nilai rapor tetap memadai sebagai “point plus”. Sertifikat lomba provinsi hingga nasional menjadi bukti konsistensi dan kualitasnya. “Jalur olah raga saya pilih karena sesuai passion dan sejalan dengan nilai rapor. Bimbingan guru BK, arahan pelatih, dan doa orang tua sangat membantu,” tandasnya. Pengumuman resmi datang Selasa malam, 31 Maret 2026, setelah membuka pengumuman SNBP sore harinya. Saat nama Naza disebut, perasaan kaget bercampur bahagia. “Saya sangat bersyukur karena tahu proses yang saya lewati tidak mudah. Hasil ini bukan cuma usaha saya, tapi doa dan dukungan orang tua, pelatih, guru, dan teman-teman juga,” kata Naza. Dukungan berbagai pihak memang menjadi faktor penting. Smamdela selalu memberikan izin berlatih dan pelajaran tambahan saat Naza tertinggal pelajaran. Pelatih tidak hanya mengajarkan teknik, tetapi juga membentuk mental tangguh, disiplin, dan konsistensi. Orang tua pun selalu memberikan dukungan moral maupun finansial, memastikan kebutuhan Naza sebagai atlet terpenuhi. Semua itu menjadikan perjalanan Naza lebih terarah dan fokus. Di balik prestasi, Naza ingin berbagi pesan bagi adik-adik yang ingin mengikuti jejaknya. Ia menekankan pentingnya mengenali potensi diri, fokus pada proses, maksimalkan prestasi akademik dan non-akademik, minta doa dan dukungan orang tua, guru, serta pelatih, dan jangan lupa bersyukur. “Jangan membandingkan prosesmu dengan orang lain. Setiap orang punya jalannya sendiri. Karena itu, fokus jalani prosesmu,” pesannya. Prestasi Naza juga menegaskan konsistensi Smamdela dalam mencetak siswa berprestasi. Tahun 2025, Fajar Izzul meraih Golden Ticket Unair di program studi Sosiologi, sementara tahun 2026 ini, Naza berhasil meraih Golden Ticket Unesa di S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Smamdela membuktikan diri sebagai sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi olah raga dan kepemimpinan siswanya secara konsisten. Dengan kombinasi kerja keras, strategi cerdas, dan dukungan dari orang-orang terdekat, Naza membuktikan, bahwa menjadi atlet nasional tidak menghalangi prestasi akademik, bahkan membuka jalan langka menuju Golden Ticket. Smamdela, sekali lagi menunjukkan, bahwa ‘Sekolah Sang Juara’ bukan sekadar slogan, tapi bukti nyata. Siapkah menjadi sang juara berikutnya? (sha) Kontributor: Liset Ayuni | Sumber: radarjatim.id

Semangat Mendunia dari Smamdela: Inspirasi Kuliah Luar Negeri hingga 48 Persen Siswa Lolos SNBP 2026

SMAMDELAGRES — Semangat menembus batas global kian terasa di SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela). Melalui Kelas Inspirasi bertema Beasiswa Kuliah Luar Negeri yang diadakan pada hari Kamis, (2/4/2026), hingga capaian gemilang dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Sekolah ini menunjukkan komitmen kuat dalam membekali siswa meraih masa depan yang luas, baik di dalam maupun luar negeri. Kegiatan Kelas Inspirasi menghadirkan narasumber inspiratif, Meily Cahya Setyawati, B.Sc., M.Sc., yang membagikan pengalaman serta strategi menembus bangku kuliah luar negeri melalui jalur beasiswa. Dalam pemaparannya, Meily menekankan bahwa studi di luar negeri bukan sekadar prestise, tetapi sarana pengembangan diri secara menyeluruh. “Mahasiswa bisa merasakan academic growth melalui akses ke universitas kelas dunia dan fasilitas riset internasional,” ujarnya. Ia juga menyoroti terbukanya peluang karier global, di mana lulusan luar negeri dinilai memiliki jaringan luas serta daya saing tinggi di dunia kerja. Tak kalah penting, pengalaman personal growth dan cultural enrichment menjadi nilai tambah. Mahasiswa dilatih mandiri, adaptif, serta memiliki wawasan lintas budaya dan kemampuan bahasa internasional. Menurut Meily, beasiswa menjadi kunci penting dalam mewujudkan mimpi tersebut. Ia menyebut sejumlah program bergengsi seperti LPDP, Orange Tulip Scholarship (OTS) Belanda, AAS Australia, MEXT Jepang, hingga Fulbright Amerika Serikat sebagai peluang yang bisa diraih siswa Indonesia. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya persiapan sejak dini, terutama dalam penguasaan bahasa asing dan pemilihan negara tujuan yang sesuai dengan rencana masa depan. Persiapan Sejak Dini Antusiasme siswa terlihat dalam sesi diskusi interaktif. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir, mencerminkan semangat besar generasi muda untuk meraih pendidikan. Salah satu siswa kelas XII IPA, Fahri Zidan Maulana menanyakan syarat untuk bisa kuliah di luar negeri. “Saya ingin tahu bagaimana cara bisa kuliah di luar negeri dan apa saja yang perlu disiapkan,” tanya Fahri Zaidan Maulana. Menanggapi hal tersebut, Meily menjelaskan, untuk bisa kuliah di luar negeri, siswa perlu mempersiapkan sejak dini, seperti mencari informasi kampus tujuan, memenuhi persyaratan akademik, serta mengikuti program beasiswa atau jalur pendaftaran yang tersedia. Kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama ketika belajar di lingkungan baru, selain itu penguasaan bahasa asing juga sangat diperlukan. Tak hanya berorientasi global, prestasi Smamdela di tingkat nasional juga patut diapresiasi. Dalam SNBP 2026, sebanyak 22 siswa berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN), serta enam siswa lainnya lolos ke Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes). Dengan total 28 siswa diterima dari 46 siswa eligible, capaian ini setara dengan tingkat kelulusan 48 persen. Hasil ini menunjukkan konsistensi kualitas dan daya saing siswa. Kolaborasi Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua. “Pendampingan intensif juga menjadi faktor penting. Siswa tidak hanya dipersiapkan secara akademik, tetapi juga secara mental dan emosional dalam menentukan pilihan studi. Selain itu juga menekankan pentingnya membuka wawasan siswa terhadap peluang pendidikan, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri yang menawarkan berbagai program beasiswa,” tuturnya. Capaian ini menegaskan bahwa Smamdela tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga proses pembinaan yang berkelanjutan. Sekolah berkomitmen untuk terus mendampingi siswa, termasuk mereka yang belum lolos SNBP, agar tetap optimis menghadapi jalur seleksi berikutnya. Melalui perpaduan inspirasi global dan prestasi nasional, SMA Muhammadiyah 8 Gresik membuktikan diri sebagai sekolah yang mampu membuka jalan bagi siswanya untuk bermimpi besar—hingga ke panggung dunia. Penulis : Chintia Rizki | Sumber : pwmu.co

48 Persen Siswa Smamdela Tembus SNBP 2026, Tren Baru Menguat

SMAMDELAGRES — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela). Dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, sebanyak 22 siswa berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN). Selain itu, enam siswa lainnya diterima di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes). Capaian ini setara dengan 48 persen tingkat kelulusan dari 46 siswa yang eligible. Meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 62 persen, hasil ini tetap menunjukkan konsistensi kualitas dan daya saing siswa Smamdela di tingkat nasional. Pengumuman SNBP pada Selasa (31/3/2026) disambut penuh rasa syukur oleh seluruh Sivitas akademika. Kepala SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik, Emi Faizatul Afifah, M.Si, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak. “Alhamdulillah, ini menunjukkan kualitas siswa tetap terjaga. Ini adalah hasil kerja keras siswa, dukungan guru, serta peran orang tua,” ujarnya, Kamis (2/4/26). Keberhasilan ini tidak lepas dari pendekatan pembelajaran berbasis peminatan dan pendampingan intensif. Guru Bimbingan Konseling, Noviya Wahyu, S.Pd, menegaskan bahwa siswa tidak hanya dipersiapkan secara akademik, tetapi juga secara mental. “Kami mendampingi siswa untuk mengenali potensi diri, mengelola tekanan, dan menentukan pilihan yang tepat,” jelasnya. Di balik capaian tersebut, tersimpan kisah perjuangan siswa. Salah satunya Herlina Mutia Safitri, siswi kelas XII-3, yang berhasil lolos ke Universitas Negeri Surabaya pada program studi Massage. “Awalnya saya bingung, tapi setelah mendapat arahan jadi lebih yakin. Alhamdulillah bisa lolos di jurusan yang saya minati,” ungkapnya. Berdasarkan data sekolah, 22 siswa yang lolos SNBP tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri, dengan dominasi penerimaan di Universitas Negeri Surabaya, disusul Universitas Airlangga, UPN “Veteran” Jawa Timur, UIN Sunan Ampel Surabaya, serta Universitas Trunojoyo Madura. Adapun daftar siswa yang lolos SNBP 2026 adalah sebagai berikut: Allycia Dwi Febrianti (XII-1, S1 Psikologi, UIN Sunan Ampel Surabaya) Awalul Nanda Rizqia (XII-4, S1 Administrasi Publik, UPN “Veteran” Jawa Timur) Ayu Rebcli Damar Jamil (XII-2, S1 Hukum, Universitas Negeri Surabaya) Civiandy Delly Herlino (XII-1, S1 Teknik Elektro, Universitas Negeri Surabaya) Dhea Anandita (XII-2, D4 Manajemen Perkantoran Digital, Universitas Airlangga) Diesta Niken Aurelia (XII-1, S1 Sains Data, UPN “Veteran” Jawa Timur) Dini Trisna Sukmawati (XII-1, S1 Sistem Informasi, UPN “Veteran” Jawa Timur) Fariz Ali Wijaya (XII-3, S1 Manajemen, UPN “Veteran” Jawa Timur) Fatimah Azzahra Handrianto (XII-4, S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Surabaya) Fauziah Syifa Azzahra (XII-2, S1 Sosiologi, Universitas Negeri Surabaya) Fitri Rahmawati (XII-4, S1 Manajemen Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya) Herlina Mutia Safitri (XII-3, S1 Massage, Universitas Negeri Surabaya) Jovan Rafael Susanto (XII-2, S1 Teknik Informatika, Universitas Negeri Surabaya) Maha Putri Kinanthi Sekar Mayang (XII-1, S1 Teknik Industri, UPN “Veteran” Jawa Timur) Mudyazthity Oktarizki Ramadhani (XII-4, S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Surabaya) Muhammad Dimas Afriza (XII-3, S1 Pendidikan Jasmani, Rekreasi, dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya) Nanda Yuniar Zakirah Putri (XII-4, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Surabaya) Novelanti Adnisya (XII-1, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Trunojoyo Madura) Nurus Syifa Dwi Nazarina (XII-3, S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Universitas Negeri Surabaya, jalur Goldet Ticket) Safa’atul Hidayah Febriyanti (XII-3, S1 Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Surabaya) Sulthan Ahmad Aradhana (XII-2, S1 Hukum, UIN Sunan Ampel Surabaya) Zahra Hafeeza Hibatullah (XII-1, S1 Pendidikan Tata Rias, Universitas Negeri Surabaya) Selain itu, enam siswa diterima di Poltekkes Kemenkes, yaitu: Rada Dewi Sinta (XII-1, D3 Radiologi, Poltekkes Kemenkes Semarang) Andini Rahma Dzulhijjah (XII-1, D3 Gizi, Poltekkes Kemenkes Surabaya) Nadine Adina Pratiwi (XII-1, D4 Terapi Gigi, Poltekkes Kemenkes Surabaya) Elfia Rafa Fradela (XII-1, D3 Gizi, Poltekkes Kemenkes Surabaya) Nabila Nirmala (XII-1, D4 Teknik Elektromedis, Poltekkes Kemenkes Surabaya) Suci Aura Eka Pratiwi (XII-1, D3 Analisis Farmasi dan Makanan, Poltekkes Kemenkes Malang). Meningkatnya jumlah siswa yang diterima di bidang kesehatan menjadi tren baru tahun ini, sekaligus menandai semakin luasnya pilihan karier siswa Smamdela. Noviya Wahyu menambahkan, capaian ini menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari konsistensi proses pembinaan dan kemampuan sekolah dalam membuka peluang masa depan bagi siswa. “Kami akan terus mendampingi siswa yang belum lolos SNBP untuk menghadapi jalur seleksi berikutnya dengan optimisme,” ujarnya, Jurnalis Liset Ayuni | Sumber Tagar.co

Pesantren Kilat Ramadan Jadi Pembinaan Siswa SMAM 8 Gresik

SMAMDELAGRES — SMA Muhammadiyah 8 Gresik menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadan 1447 H bagi siswa kelas X pada Senin (9/3/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yaitu 9–11 Maret 2026 atau bertepatan dengan 20–22 Ramadan 1447 H, dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan bagi para siswa di lingkungan sekolah. Sebanyak 97 siswa kelas X mengikuti kegiatan tersebut. Untuk mendukung proses pembinaan yang lebih terarah, para peserta dibagi ke dalam 10 kelompok. Pembagian kelompok ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih aktif sekaligus mendorong interaksi antarsiswa selama kegiatan berlangsung. Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan tahun ini mengusung tema “Perkuat Iman, Bangun Karakter Pelajar yang Beradab.” Tema tersebut dipilih sebagai landasan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan keislaman, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa melalui penanaman nilai akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat ukhuwah Islamiyah. Dalam sambutannya, Ketua Pesantren Kilat 1447 H, Mely Tri Octavina, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan bagi siswa untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadan. “Pesantren kilat ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi kalian untuk memperdalam pemahaman keislaman, meningkatkan kualitas ibadah, serta melatih diri menjadi pribadi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab,” ujarnya di hadapan para peserta. Ia juga mengajak para siswa untuk memanfaatkan bulan Ramadan sebagai momentum untuk melakukan perbaikan diri melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat. “Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Ikuti setiap kegiatan dengan semangat dan niat untuk memperbaiki diri. Karena Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, saat yang tepat untuk memperkuat iman dan memperindah akhlak kita,” tambahnya. Kegiatan pembukaan pesantren kilat tersebut turut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA, Lukman Arif, serta para guru yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain itu, panitia dari siswa kelas XII juga turut terlibat dalam membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan. Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, para peserta dijadwalkan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, antara lain kajian keislaman, pembinaan ibadah, diskusi kelompok, refleksi Ramadan, serta kegiatan kebersamaan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membangun kebersamaan di antara para siswa. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan dapat memperoleh tambahan pemahaman mengenai nilai-nilai keislaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan ini menjadi salah satu program pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh SMA Muhammadiyah 8 Gresik setiap bulan Ramadan sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Penulis : Chintia Rizki  | Sumber : pwmu.co

Pesantren Kilat dan Darul Arqam Memberi Pengalaman Istimewa di Malam Ramadan

SMAMDELAGRES — Pagi itu, Senin (9/3/2026), dua aula di SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) dipenuhi suasana yang khidmat. Di aula lantai 3, puluhan siswa kelas X duduk rapi mengikuti rangkaian kegiatan Pesantren Kilat. Sementara di aula lantai 2, ratusan siswa kelas XI memulai Darul Arqam. Sebuah rangkaian pembinaan keislaman yang menghadirkan pengalaman semalam mondok di sekolah. Ramadan di Smamdela menghadirkan ruang belajar memperdalam ilmu agama, dan menata iman, adab, dan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya Pesantren Kilat dilaksanakan lebih dahulu, kemudian disusul dengan Darul Arqam. Pada Ramadan 1447 Hijriah kali ini, keduanya diselenggarakan hampir bersamaan sebagai upaya menghadirkan pembinaan spiritual yang lebih intens bagi para siswa. Pesantren Kilat diikuti oleh 97 siswa kelas X yang terbagi dalam 10 kelompok. Selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Maret 2026, para peserta mengikuti berbagai rangkaian pembelajaran keislaman dengan mengusung tema Perkuat Iman, Bangun Karakter Pelajar yang Beradab. Kegiatan dirancang sebagai ruang pembelajaran spiritual yang mendorong para siswa untuk memperdalam pemahaman religiusitas sekaligus menumbuhkan tanggung jawab dan kebersamaan. Ketua Panitia Pesantren Kilat, Mely Tri Octavina, S.Pd, menyampaikan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat nilai religius dalam kehidupan para siswa. “Melalui kegiatan ini kami berharap pemahaman religiusitas siswa semakin mendalam, rasa tanggung jawab tumbuh, dan ukhuah di antara mereka semakin kuat sehingga tercermin dalam perilaku yang baik di mana pun berada,” ujarnya. Sementara pembinaan siswa kelas XI dilakukan melalui kegiatan Darul Arqam yang diikuti oleh 105 peserta. Fajar siswa kelas X-A Smamdela praktik cara rukuk dalam salat sesuai syariat dipandu guru Lukman Arif, SpdI. (Tagar.co/Jovan) Kehidupan Pesantren Darul Arqam menghadirkan pengalaman pembinaan yang lebih intens dengan menghadirkan pengalaman menginap di sekolah pada 11 hingga 12 Maret 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penutup. Siswa diajak merasakan suasana pembinaan layaknya kehidupan di pesantren seperti belajar bersama, memperbanyak ibadah, membangun kedisiplinan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, mengajak para peserta memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. “Melalui Darul Arqam ini kita belajar mengenal Islam lebih dalam, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah. Karena sejatinya manusia akan kembali kepada Allah Swt, maka sebelum itu kita perlu memperbanyak amal ibadah,” ujarnya. Ia juga berharap setelah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut para siswa dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari. “Semoga setelah mengikuti kegiatan ini para peserta dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan mendapatkan keberkahan,” tambahnya. Jurnalis Liset Ayuni | Sumber : Tagar.co

Dari Sekolah Ke Mihrab Umat, Smamdela Delegasikan Puluhan Siswa sebagai Imam Tarawih

SMAMDELAGRES — Suasana Ramadan tahun ini terasa semakin istimewa bagi keluarga besar SMA Muhammadiyah 8 Gresik atau yang akrab disapa Smamdela. Sejak 24 Februari, sejumlah siswa kelas XI dan XII mendapatkan amanah mulia. Menjadi imam salat Tarawih di berbagai masjid. Baik di sekitar sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka. “Program delegasi imam Tarawih ini merupakan agenda rutin sekolah setiap bulan Ramadan. Ini sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan kompetensi keislaman siswa,” jelas Wakil Kepala ISMUBA Smamdela, Lukman Arif,SPdI, (5/3/2026) Ia menyampaikan rasa bangga terhadap 11 siswa yang menjalankan amanah dengan baik. “Kami sangat bangga kepada para siswa yang telah bertugas menjadi imam Tarawih di tengah masyarakat. Semoga di tahun berikutnya semakin banyak siswa yang bisa kami delegasikan. Sehingga semakin luas manfaat yang bisa mereka tebarkan.” Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya ajang praktik ibadah. Tetapi juga latihan kepemimpinan, keberanian, serta tanggung jawab sosial bagi para siswa. Delegasi Imam Tarawih adalah bentuk nyata pembinaan karakter dan peningkatan kompetensi siswa. Khususnya mereka yang menekuni kelas tahfidz Al-Qur’an. Tahun ini, sebanyak 11 siswa mendapat delegasi untuk bertugas sebagai imam Tarawih di berbagai wilayah. Siswa kelas XI yang mendapat kepercayaan tersebut adalah Althaf Arva Syahreza, Maulana Fajar Romadhon, dan Ulil Albab. Sementara dari kelas XII adalah Muhammad Raihan Eishirazy, Muhammad Abi Abdillah Rusdianto, Ripal, Al Emier Asy Syaibani Z., Zulfikar Amirulloh, Revand Mahendra Putra, Rama Putra Devansyah, dan Jovan Rafael Susanto. Dengan penuh tanggung jawab, mereka memimpin salat Tarawih, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tartil dan penuh penghayatan. Kehadiran para siswa ini menjadi kebanggaan tersendiri. Di usia muda, mereka telah tampil percaya diri di mihrab. Memimpin jamaah dari berbagai kalangan usia. “Alhamdulillah saya dipercaya menjadi imam di tiga kecamatan yakni Kecamatan Cerme, Balongpanggang, dan Benjeng. Melalui safari Ramadan ini bakat saya di dunia tahfidz lebih terasah,” kata syukur salah satu siswa yang bertugas, Muhammad Abi Abdillah Rusdianto. Dengan kegiatan ini, ia merasa bisa mengamalkan ilmu yang telah dipelajarinya. “Semoga dapat istiqomah dalam menjalankan kebaikan dan kebermanfaatan untuk sesama di bulan Ramadan.” Hal senada juga disampaikan oleh Rama Putra Devansyah (Devan). “Saya merasa sangat bangga bisa mendapat amanah menjadi imam. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Harapannya semoga program ini terus dilaksanakan dan semakin banyak siswa yang didelegasikan untuk menjadi imam masjid. Untuk teman-teman seusia saya, mari kita ramaikan masjid bersama.” Delegasi imam Tarawih adalah langkah awal para siswa untuk menapak jalan panjang pengabdian kepada umat. Dari mihrab masjid, mereka belajar memimpin. Dari lantunan ayat suci, mereka menebar cahaya. Dan dari Ramadan ini, lahirlah generasi penerus yang siap menjadi kebanggaan bangsa dan agama. Penulis : Chintia Rizki | Sumber : pwmu.co

Teguhkan Amanah Ramadan, 106 Siswa SMAMDELA Resmi Dikukuhkan dalam Program Pengabdian Masyarakat 1447 H

SMAMDELAGRES — Suasana Ramadan 1447 H terasa khidmat di Masjid Sabilul Muttaqin, Senin pagi (23/2/2026). Usai rangkaian pembiasaan salat duha berjamaah, kultum, dan tadarus Al-Qur’an, SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA) secara resmi mengukuhkan 106 siswa dalam Program Pengabdian Masyarakat Ramadan 1447 H. Prosesi yang berlangsung pukul 07.00–09.00 WIB tersebut menjadi momentum sakral sebelum para siswa terjun langsung ke tengah masyarakat. Program ini sekaligus menegaskan posisi SMAMDELA sebagai satu-satunya sekolah di wilayah Gresik Selatan yang memiliki program pengabdian Ramadan secara terstruktur. Pengukuhan dipimpin Wakil Kepala Sekolah Bidang ISMUBA, Lukman Arif, S.Pd.I. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga ruang pembelajaran sosial yang nyata dan kontekstual. “Ilmu yang dipelajari di sekolah harus hidup di tengah masyarakat. Melalui program ini, siswa belajar memimpin, melayani, serta menjaga amanah,” ujarnya. Prosesi dilanjutkan dengan penyematan simbolis tanda peserta oleh Ketua Panitia Program Pengabdian, Abdul Arkham, M.Pd. Penyematan tersebut diwakilkan kepada siswa kelas XII 4, Abi Abdillah, sebagai simbol kesiapan seluruh peserta dalam menjalankan tugas pengabdian selama tiga pekan ke depan. Dari total 106 siswa, sebanyak 83 siswa bertugas mengajar mengaji di TPA/TPQ pada masjid atau musala yang berada di sekitar tempat tinggal masing-masing. Sementara itu, 23 siswa lainnya mendapat amanah menjadi imam sekaligus menyampaikan kultum dalam pelaksanaan salat tarawih di lingkungan masyarakat. Program Pengabdian Masyarakat ini berlangsung mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026. Selama periode tersebut, para siswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjaga nama baik almamater dan keluarga. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi ruang pembelajaran karakter yang memperkuat tanggung jawab, kedewasaan, serta kemampuan beradaptasi. Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, dalam pesan khususnya menekankan pentingnya adab dan integritas selama bertugas. “Gunakan tutur kata yang sopan dan santun, jaga nama baik almamater SMAMDELA, orang tua, dan diri sendiri. Pastikan mampu menyesuaikan diri dengan baik saat bertugas serta maksimalkan performa dalam setiap amanah yang diemban. Amanah ini harus dijaga sebaik-baiknya,” tegasnya. Melalui program ini, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah personal, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran sosial yang hidup. Di tengah masyarakat, para siswa mempraktikkan nilai keilmuan, adab, dan kepemimpinan secara langsung. Inilah komitmen yang terus dijaga SMAMDELA dalam membentuk generasi berkarakter dan berdaya guna. Penulis : Liset Ayuni | Sumber : pwmu.co 

Tim Futsal Smamdela Gresik Raih Juara 1 MAPS UISI 2026

SMAMDELAGRES — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Tim Futsal SMAMDELA Gresik dalam ajang MAPS UISI 2026. Dengan semangat juang tinggi dan kerja keras yang konsisten, tim berhasil meraih Juara 1 setelah melalui rangkaian pertandingan yang penuh tantangan, Ahad (25/1/2026). Keberhasilan ini tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan para pemain. Dengan latihan rutin hampir setiap hari, menjaga pola makan sehat, serta menjaga kondisi fisik secara disiplin, Alhamdulillah tim mampu menunjukkan performa terbaik hingga akhir turnamen. Tim Futsal SMAMDELA membawa 11 pemain terbaik, yaitu: Revan R (XI IPA 1), Fachri Ilham (XI IPA 1), Achmad Agus Amar (XI IPA 1), Johan Armando Letlora (X-C), Rasya Dafa Alfianto (XII-3), M. Dimas Afriza (XII-3), Zulfikar A. (XII-3), M. Revand Mahendra Putra (XII-3), Farell Firmansyah Salim (XII-2), Moh Rizky Ardiansyah (X-C), dan Fajar Arsavin (XII IPA 2). Perjalanan menuju juara dimulai dari fase grup. SMAMDELA tampil dominan dengan mengalahkan SMKM 3 dengan skor 8-2, SMK Islamic Icon dengan skor 11-2 dan SMKNU Gresik dengan skor 7-0. Hasil tersebut memastikan SMAMDELA keluar sebagai juara grup. Memasuki babak 16 besar, SMAMDELA menghadapi SMANIM dan berhasil menang dengan skor 4-1. Di babak 8 besar, pertandingan berlangsung sengit melawan SMK PGRI Gresik dengan skor imbang 4-4. Laga kemudian dilanjutkan ke adu penalti dan dimenangkan SMAMDELA dengan skor 2-1. Pada babak semifinal (4 besar), SMAMDELA bertemu juara bertahan tahun lalu, SMK Semen Gresik. Dengan permainan solid dan penuh determinasi, SMAMDELA berhasil menang 2-1. Laga final menjadi penentuan segalanya. Berhadapan dengan SMK Nurul Islam, pertandingan berlangsung menegangkan. Namun dengan kerja sama tim yang kuat dan mental juara, SMAMDELA kembali meraih kemenangan dengan skor 4-3. Dengan hasil tersebut, Tim Futsal SMAMDELA Gresik resmi dinobatkan sebagai Juara 1 MAPS UISI 2026. Dalam ajang tersebut, SMAMDELA Tidak hanya menjadi Juara 1 tetapi juga menorehkan prestasi individu dengan meraih Top Score, menunjukkan ketajaman lini serang yang semakin matang. Ricky Maulana Pratama, pelatih futsal sekaligus koordinator kelas olahraga SMAMDELA mengungkapkan rasa bangga atas  prestasi yang diraih tim futsal. “Saya bangga dengan perjuangan anak-anak yang sudah berlatih dengan konsisten, serta kekompakan tim yang solid hingga akhirnya bisa meraih Juara 1 MAPS UISI 2026,” ujarnya. Konsistensi yang Berbuah Manis Smamdela membuktikan bahwa kesuksesan diraih melalui konsistensi, kerja keras, dan pengalaman dari berbagai kompetisi yang diikuti sejak tahun 2025 hingga 2026. Berikut deretan prestasi yang berhasil diraih, pertama UQ Cup – 18 Mei 2025. Dalam ajang UQ Cup yang diselenggarakan oleh Universitas Qomarudin, SMAMDELA sukses meraih Juara 1 serta kembali membawa pulang gelar Top Score. Prestasi ini menjadi titik balik yang membuktikan kesiapan tim bersaing di level lebih tinggi. Kedua FFC UINSA – 3 November 2025, Di ajang FFC UINSA (FISIP Fantastic Competition) yang digelar oleh UIN Sunan Ampel Surabaya, SMAMDELA berhasil meraih Juara 3 Ketiga RAYA BERKARYA – 13 September 2025, Pada kompetisi RAYA BERKARYA, tim kembali menunjukkan konsistensinya dengan meraih Juara 3. Keempat FFC UINSA – 3 November 2025, Di ajang FFC UINSA (FISIP Fantastic Competition) yang digelar oleh UIN Sunan Ampel Surabaya, SMAMDELA berhasil meraih Juara 3, memperkuat posisi mereka sebagai salah satu tim pelajar yang diperhitungkan. Kelima ME CONFEST – 30 November 2025, Dalam ajang ME CONFEST (Muhammadiyah National Conference and Festival on Education, Sport and Arts), Tim Futsal SMAMDELA berhasil meraih Juara 2. Hasil ini semakin mendekatkan tim pada target juara utama. Rangkaian prestasi tersebut membuktikan bahwa perjalanan panjang, pengalaman bertanding, serta evaluasi dari setiap kompetisi menjadi kunci keberhasilan. Dari Juara 3, Juara 2, hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi, Tim Futsal SMAMDELA Gresik menunjukkan bahwa konsistensi dan kerja keras akan selalu menemukan jalannya menuju kesuksesan. Penulis : Chintia Rizki | Sumber : Tagar.co

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK