Home / Artikel / Tangis Orang Tua dan Siswa Iringi Persembahan Spesial di Haflah Smamdela

Tangis Orang Tua dan Siswa Iringi Persembahan Spesial di Haflah Smamdela

SMAMDELAGRES — Tangis haru pecah di penghujung Haflah Akhirissanah XXXVI dan Wisudah Tahfizul Quiran V SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik di Hall Sang Pencerah, Universitas Muhammadiyah Gresik, Jawa Timur, Ahad (10/5/2026).

Sebuah persembahan tak terduga dari tiga guru dan dua perwakilan siswa sukses mengubah penutupan acara wisuda menjadi momen emosional yang membekas bagi seluruh hadirin.

Prosesi demi prosesi berjalan lancar dan penuh makna. Para siswa mengikuti rangkaian acara wisuda dengan wajah bahagia sekaligus menyimpan rasa haru karena harus berpisah dengan sekolah yang selama ini menjadi rumah kedua mereka. Tak banyak yang menyangka, panitia telah menyiapkan kejutan emosional sebagai penutup acara.

Tiga guru Smamdela, yakni Ichda Solikhatun Nisa, S.Pd., Dewi Ramadani, S.Pd., dan Fusulul Muhimmah, S.Kom., tampil di atas panggung membawakan medley lagu “Sesi Potret”, “Pedih”, dan “Jiwa yang Bersedih”. Penampilan itu langsung menyita perhatian seluruh tamu undangan.

“Manusia itu punya cerita yang berbeda-beda. Ada yang suka mengabadikan setiap momen bersama keluarganya, karena mereka tahu tidak semua kenangan bisa terulang kembali,” tutur Ichda Solikhatun Nisa atau yang akrab disapa Miss Icha sebelum penampilan dimulai.

Para siswa bersimpuh di depan orang tua masing-masing di momen spesial pada Haflah Akhirissanah XXXVI dan Wisuda Tahfizul Quran V Smamdela di Hall Sang Pencerah, Universitas Muhammadiyah Gresik, Jawa Timur, Ahad, 10 Mei 2026 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Alunan lagu yang dibawakan penuh penghayatan itu kemudian dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh dua perwakilan siswa kelas XII, Safa’atul Hidayah Febriyanti dan Rafi Rasyidin Nugraha. Kata demi kata yang mereka ucapkan menggambarkan rasa terima kasih, perjuangan, dan kenangan selama menempuh pendidikan di Smamdela.

Puncak haru terjadi sesaat setelah puisi selesai dibacakan. Seluruh siswa tiba-tiba berhamburan menghampiri orang tua mereka masing-masing. Dengan mata berkaca-kaca, mereka bersimpuh dan memeluk ayah serta ibu yang hadir mendampingi. Tangis pun pecah di berbagai sudut ruangan. Tidak hanya para siswa, banyak orang tua yang turut larut dalam suasana emosional tersebut.

Momen itu menjadi salah satu bagian paling membekas dalam Haflah Akhirissanah tahun ini. Persembahan kolaborasi antara guru dan siswa bukan sekadar hiburan penutup, melainkan simbol eratnya hubungan emosional yang terjalin selama proses pendidikan.

Kepala Smamdela Emi Faizatul Afifah, M.Si. mengakatakn, di balik capaian akademik, ada cinta, doa, perjuangan, dan kebersamaan yang tumbuh di lingkungan sekolah.

“Smamdela tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bertumbuh yang menyimpan banyak cerita bagi para siswanya,” ujarnya, Senian (11/5/26).

Hari itu, tambhanya, Hall Sang Pencerah bukan hanya menjadi lokasi wisuda. Tempat tersebut menjelma menjadi ruang penuh kenangan, tempat tawa, air mata, dan rasa syukur bertemu dalam satu persembahan yang akan terus dikenang oleh para siswa, guru, maupun orang tua. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah  | Sumber Tagar.co

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK