Home / Artikel / Career Class, 114 Siswa Masuki Dunia Kerja

Career Class, 114 Siswa Masuki Dunia Kerja

SMAMDELAGRES — Pagi itu, Masjid Sabilul Muttaqin suasana tenang. Di tengah ketenangan ada raut wajah serius dan sedikit tegang dari 114 siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela).

Siswa sebanyak ini bersiap memasuki magang kerja dalam perjalanan belajar. Pada Senin (13/4/2026), mereka dilantik mengikuti program Career Class sebagai jembatan menuju pengalaman di berbagai ruang kehidupan setelah bangku sekolah.

Pelantikan digelar pukul 08.00 WIB, setelah salat Duha. Momen ini menjadi penanda belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, juga bergerak ke ruang-ruang yang menuntut kedewasaan sikap, ketahanan diri, dan kemampuan membaca situasi yang lebih luas.

Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, mengatakan, program ini dirancang untuk memperluas cara belajar siswa agar lebih dekat dengan kehidupan nyata.

“Anak-anak perlu belajar langsung dari kehidupan. Dunia kerja tidak hanya menuntut pengetahuan, tetapi juga sikap, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi. Career Class ini menjadi ruang untuk melatih itu semua,” ujarnya.

Program Career Class berlangsung selama 14-30 April 2026. Selama periode tersebut, 114 siswa ditempatkan di berbagai instansi mitra. Mulai lembaga pendidikan hingga sektor dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Di dunia usaha ikut terlibat dalam aktivitas harian sesuai penempatan bidang kerja.

Siswa Dimas Afriza (kelas XII 3) yang ditempatkan di sekolah dasar menjadi pembantu guru mengaku menemukan dinamika yang jauh lebih hidup dari yang ia bayangkan sebelumnya.

“Karena penempatanku di SD, jadi setiap hari selalu ada saja kejadian dengan anak-anak. Kadang barang pribadiku diumpetin, kadang diajak bermain terus. Tapi justru di situ terasa menyenangkan. Ternyata jadi guru itu butuh stok kesabaran yang ekstra,” tuturnya sambil tertawa kecil.

Sementara pengalaman berbeda dirasakan Dandi Firmansyah (XII 4). Dia mendapat tempat di sektor dunia usaha dan industri. Ia mulai beradaptasi dengan ritme kerja yang lebih terstruktur dan disiplin waktu.

“Enak, Bu, menyenangkan saja. Tapi sistemnya shift, jadi kalau dapat shift malam, tidak bisa main sama teman-teman,” ujarnya.

Dua pengalaman dari dua ruang berbeda itu memperlihatkan wajah dunia kerja yang beragam: ada yang dipenuhi interaksi dan dinamika emosional, ada pula yang menuntut konsistensi, kedisiplinan waktu, dan kesiapan fisik dalam sistem kerja bergilir.

Melalui program ini, kata Kepala Sekolah Emi Faizatul, Smamdela berkomitmen membentuk lulusan yang unggul akademik dan matang mental serta sosial.

Sebanyak 114 siswa tengah menjalani fase penting: belajar dari pengalaman langsung, bukan sekadar dari teori di kelas

Jurnalis Liset Ayuni | Sumber Tagar.co

Pos Sebelumnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK