Program Tahfidz SMAMDELA Dievaluasi melalui Munaqosah

SMAMDELAGRES — Komitmen SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA) dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an terus diwujudkan melalui pelaksanaan program tahfidz. Salah satu bentuk implementasi program tersebut adalah kegiatan Munaqosah Tahfidzul Qur’an yang diikuti oleh 30 siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (16/12/2025) bertempat di Masjid Sabilul Muttaqin, Desa Morowudi, Gresik. Munaqosah Tahfidzul Qur’an ini menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran tahfidz sekaligus sarana penguatan spiritual bagi para siswa. Melalui kegiatan tersebut, sekolah melakukan pengukuran capaian hafalan yang telah ditempuh peserta didik selama mengikuti program tahfidz. Selain itu, munaqosah juga dimaksudkan untuk melatih kedisiplinan, ketekunan, serta keistiqamahan siswa dalam menjaga dan mengamalkan hafalan Al-Qur’an. Pelaksanaan munaqosah ini terselenggara atas kerja sama antara SMAMDELA dengan Majelis Tabligh Divisi Tazdid Center Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pembinaan keislaman siswa melalui keterlibatan persyarikatan dalam kegiatan pendidikan di sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba SMAMDELA, Lukman Arif, S.Pd.I., menyampaikan bahwa munaqosah memiliki peran penting dalam pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an. “Munaqosah ini bukan sekadar ujian hafalan, tetapi ikhtiar menanamkan kecintaan dan tanggung jawab siswa terhadap Al-Qur’an. Harapannya, apa yang mereka hafalkan dapat tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” ujarnya. Selama pelaksanaan kegiatan, para siswa mengikuti tahapan ujian dengan tertib dan penuh kesungguhan. Tim penguji melakukan penilaian terhadap beberapa aspek, antara lain kelancaran hafalan, ketepatan tajwid, serta adab dalam membaca Al-Qur’an. Proses munaqosah berlangsung dengan suasana khidmat dan tertib sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan panitia. Lukman Arif menambahkan bahwa program tahfidz di SMAMDELA dirancang sebagai proses pembinaan yang berkelanjutan. “Kami ingin tahfidz tidak berhenti pada target hafalan, tetapi menjadi kebiasaan dan kebutuhan spiritual siswa. Karena itu, pembinaan terus kami lakukan secara bertahap dan terukur,” tambahnya. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, mulai dari guru, orang tua siswa, hingga mitra persyarikatan. Dukungan tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga konsistensi pelaksanaan program tahfidz di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan Munaqosah Tahfidzul Qur’an ini, SMAMDELA meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang seimbang antara penguatan akademik dan pembinaan nilai keislaman. Program tahfidz diharapkan mampu membentuk karakter religius siswa serta menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan di sekolah. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co

Smamdela Warnai Akhir Semester dengan Ujian Tujuh Warna, Hadirkan Angin Segar dan Semangat Baru Bagi Siswa

SMAMDELAGRES — Suasana berbeda terasa di SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) pada Kamis pagi (11/12/2025). Jika biasanya akhir semester identik dengan ujian yang menegangkan, tahun ini Smamdela tampil lebih dinamis dengan penerapan konsep ujian “tujuh warna” dalam Penilaian Sumatif Akhir Semester. Konsep tersebut menghadirkan tujuh model ujian berbeda, yaitu ujian berbasis smartphone (CBT), ujian paper, ujian kokurikuler, belajar dari tokoh, ujian kolaboratif, Project Based Learning (PJBL), dan ujian Tasmi. Setiap “warna” menjadi simbol keberagaman pengalaman belajar, menjadikan evaluasi tidak sekadar menilai kemampuan akademik, tetapi juga memberi ruang eksplorasi. Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Yuyun Minarti, S.E., menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keresahan siswa terkait kejenuhan dan tekanan ujian konvensional. “Aspirasi siswa melahirkan ujian kolaboratif. Kami juga ingin memberikan pengalaman dan skill abad 21 melalui ujian belajar dari tokoh, presentasi, dan PJBL,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa ujian kini bukan hanya soal angka, tetapi pembentukan karakter. “Harapannya, siswa mampu mengasah komunikasi, kolaborasi, dan tanggung jawab sesuai tuntutan zaman,” harapnya. Ragam Ujian Meskipun mengusung banyak inovasi, Smamdela tetap mempertahankan beberapa ujian konvensional. Putri Dwi Astuti, penanggung jawab PSTS, menyebutkan bahwa matematika, fisika, dan kimia tetap menggunakan CBT dan paper. “Dengan paper, siswa lebih fokus dan potensi kecurangan bisa diminimalisir,” jelasnya. Ragam bentuk ujian juga diarahkan untuk menggali potensi terbaik siswa. Melalui belajar dari tokoh, mereka dapat berdialog dengan sosok inspiratif. PJBL mengajak siswa menyelesaikan masalah nyata, ujian kokurikuler mengembangkan bakat non-akademik, ujian kolaboratif membangun kerja tim, sementara Tasmi memberi penguatan spiritual. Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, menegaskan bahwa sekolah berkomitmen menciptakan evaluasi yang lebih manusiawi. “Smamdela ingin memfasilitasi siswa berkembang sesuai bakat minatnya. Kami ingin membantu mereka menjadi versi terbaik dari dirinya,” ujarnya. Emi berharap penerapan ujian “tujuh warna” menjadikan akhir semester sebagai momentum pembentukan karakter, bukan sekadar pengukuran pengetahuan. “Semoga melalui pengalaman ini, siswa lebih siap menghadapi tantangan, lebih kritis, dan tumbuh karakter yang baik,” tutupnya. (*) Penulis : Chintia Rizki Sumber : pwmu.co

Lima Pesilat Smamdela Gresik Rajai Kejuaraan Silat

SMAMDELAGRES — Pagi di GOR Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik mengalirkan ritmenya sendiri. Suara langkah peserta yang terburu-buru, denting senjata latihan, dan seruan pelatih dari sudut ruangan seakan menjadi musik latar kejuaraan besar tahunan itu. Namun, momen pada akhir November hingga pertengahan Desember 2025 terasa berbeda. Lima atlet Smamdela, SMA Muhammadiyah 8 Gresik, mencatatkan prestasi yang menorehkan kebanggaan baru bagi sekolah dan Gresik bagian selatan. Ajang ini bukan sembarang turnamen. Grissee Pencak Silat Championship II 2025, kompetisi resmi yang IPSI Kabupaten Gresik selenggarakan bekerja sama dengan Kodim 0817/Gresik. Menarik 1.775 pelajar dari TK, SD, SMP hingga SMA/SMK. Bertempat di Gedung WEP Gresik, kejuaraan ini berlangsung dalam dua gelombang. Yakni 25–28 November dan 9–11 Desember 2025. Ratusan laga penuh ketegangan dan energi muda pun hadir di sana. Dari ratusan pesilat, lima nama dari Smamdela bersinar sebagai bintang baru. Mereka tidak hanya mencatatkan prestasi, tetapi memamerkan ketenangan yang jarang dimiliki remaja seusia mereka. Emas Beruntun dari Lima Pesilat Muda Falrino Alfarezi dari kelas XI IPA 2 memulai rentetan kebanggaan itu. Berlaga di Kelas F Remaja Putra, Falrino melangkah mantap sejak babak penyisihan. Postur tubuhnya yang tinggi dan pukulan terukur meningkatkan kepercayaan dirinya. “Aku cuma fokus pada satu hal, nerapin arahan pelatih,” ungkapnya singkat. Tak kalah memukau, M. Satria Ramadhan dari kelas XII 4 yang turun di Kelas E Remaja Putra juga merebut Juara I. Satria tampil dengan agresivitas yang konsisten dan stamina menakjubkan. Setiap kali kakinya menjejak matras, penonton mengiringi dengan tepuk tangan. Ia menjadi salah satu pesilat yang wasit nilai paling stabil sepanjang hari itu. Di sisi arena lain, dua pesilat putri kelas X B, Putri Aulia dan Siti Rasyada Syamsiatika, membuktikan usia muda bukan penghalang untuk tampil matang. Putri Aulia meraih Juara I Kelas E Remaja Putri. Sementara itu, Rasyada yang turun di nomor Seni Tunggal Tangan Kosong memikat juri dengan ketelitian, keindahan gerak, dan ketenangan yang membuatnya tampak lebih dewasa. Keduanya membawa pulang medali emas yang sangat berarti. Satu lagi prestasi penting disumbangkan oleh Hilman Johary kelas X A. Bertanding di Kelas B Remaja Putra, Hilman berhasil merebut Juara II setelah melewati laga-laga berat sejak pagi. Meskipun tidak naik podium tertinggi, kerja keras dan pertarungan tanpa menyerahnya justru menjadi cerita favorit banyak teman di sekolah. Ofisial di Balik Kemenangan Di balik layar kemenangan ini, ada nama seorang siswa yang bekerja keras memastikan kelancaran tim. Maulana Rozaq, siswa kelas X B sekaligus atlet silat, berperan sebagai ofisial yang mewakili pelatihnya. Ia mengurus administrasi, memastikan jadwal bertanding, hingga menjaga mental rekan-rekannya. “Mereka berjuang, saya pastikan mereka siap,” tuturnya merendah. Kejuaraan ini bukan hanya tentang medali. IPSI Gresik merancang ajang ini sebagai wadah agar pesilat muda tidak “berlatih liar,” tetapi berkembang melalui jalur resmi yang sportif dan terukur. Lima juara dari Smamdela membuktikan anak-anak muda dapat tumbuh dengan karakter kuat saat diberi ruang yang tepat. Sore itu, saat lampu GOR WEP mulai meredup, lima nama dari Smamdela kembali dengan kebanggaan yang tidak hanya tertulis pada piagam, tetapi juga terpancar pada cara mereka melangkah lebih tegak. Mereka pulang sebagai juara, dan mungkin, menjadi calon atlet masa depan Gresik bahkan Nasional. (#) Jurnalis Liset Ayuni Sumber : Tagar.co

Guru dan Siswa Smamdela Juara Panahan

SMAMDELAGRES — Suara tepuk tangan menggema di Lapangan SOR Petrokimia Gresik selama dua hari, 6–7 Desember 2025. Di tengah teriknya cuaca dan hiruk-pikuk kompetisi panahan, nama Smamdela (SMA Muhammadiyah 8 Gresik) berkali-kali dipanggil ke podium kemenangan. Sekolah ini menyabet serangkaian medali, mulai dari kategori pelajar hingga umum. Pada gelaran Archery Competition Bupati Gresik Invitational 2025 yang Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Gresik selenggarakan, Smamdela tampil sebagai sekolah dengan perolehan prestasi terbanyak. Ajang panahan tingkat kabupaten yang diikuti 101 peserta dari berbagai sekolah dan klub ini berlangsung meriah. Ketua KONI Gresik, dr. Anis Ambiyo Putri, bersama Ketua Perpani Gresik, Dr. Ir. Ari Primantara, serta Kabidpora Disbudparpora Gresik, Kumala Wardani, S.A.P., resmi membuka kompetisi ini. Meskipun Wakil Bupati Gresik berhalangan hadir dan mewakilkan, suasana pembukaan tetap penuh antusiasme. Tim-tim panahan tampil percaya diri di tengah ratusan peserta. Namun, perhatian penonton tertuju pada rombongan Cerme Archery Club, yang di dalamnya tergabung para atlet dari Smamdela. Sejak awal pertandingan, kelompok pemanah muda berseragam putih-abu itu mencuri perhatian. “Anak-anak sudah mempersiapkan diri secara serius. Mereka rutin latihan bersama klub, dan hari ini kami hanya ingin menampilkan skill terbaik kami,” ujar Ahmad Rizal Azdka, S.Pd, Waka Kesiswaan Smamdela, yang setia mendampingi para atlet sejak pagi. Bertabur Juara Perlombaan berlangsung ketat, tetapi nama Smamdela mulai muncul satu per satu di papan unggulan. Arina F.R, siswi kelas XI, menunjukkan ketenangan luar biasa saat berhadapan dengan puluhan peserta putri lainnya. Konsistensi tembakannya mengantar Arina meraih Juara 1 Paralon SMA Putri. Tidak berselang lama, rekan setimnya, Nayla Aghniya, menjejak podium sebagai Juara 2. Dua puncak podium di kategori yang sama membuktikan dominasi pemanah putri Smamdela. Dari kategori putra, torehan prestasi mereka tidak kalah cemerlang. M. Rafa tampil impresif sejak babak penyisihan hingga final, membawa pulang Juara 1 Paralon SMA Putra. Zulfikar Amirulloh menyusul sebagai Juara 2. Adapun Daffa Fawwas Rabbani melengkapi podium dengan Juara 3. Tiga atlet menempati tiga posisi terbaik dalam satu kategori, membuat sorak penonton tak putus-putus. Keberhasilan ini bukanlah kebetulan. Para siswa Smamdela tergabung dalam Cerme Archery Club, sebuah wadah pembinaan panahan yang berfokus pada teknik dasar, mental kompetisi, hingga disiplin latihan. “Mereka tumbuh bersama, berlatih bersama, dan hari ini menuai hasil yang pantas mereka dapatkan,” tambah Rizal. Guru Smamdela Juara Kategori Umum Yang menjadikan gelaran ini semakin berkesan bagi Smamdela adalah dukungan penuh para guru. Guru tidak hanya mendampingi, salah satu guru bahkan ikut turun sebagai peserta. Lukman Arif, S.Pd.I, Wakil Kepala Sekolah Bidang Ismuba Smamdela, tampil di kategori umum. Dengan teknik barebow yang stabil, ia berhasil meraih Juara 1 Barebow 20 Meter Umum Putra, mengalahkan puluhan peserta dewasa lainnya. Aksi Lukman menjadi inspirasi tersendiri bagi siswa-siswi Smamdela. Banyak siswa bersorak ketika namanya disebut sebagai juara pertama. Beberapa siswa bahkan mendekat memberikan ucapan selamat, bangga melihat guru mereka naik ke podium bersama mereka. Prestasi yang Smamdela raih di Archery Competition Bupati Gresik Invitational 2025 ini membuktikan, sekolah tak hanya unggul dalam akademik. Tetapi juga dalam olahraga prestasi yang membutuhkan fokus, ketenangan, dan kedisiplinan tinggi. Semangat kompetitif yang sehat, dukungan sekolah yang kuat, serta kolaborasi bersama Cerme Archery Club membuktikan potensi siswa dapat berkembang optimal ketika sekolah memberi ruang berkarya. Pada akhirnya, gelaran panahan ini bukan hanya soal medali. Ini tentang keberanian mengasah bakat, konsistensi latihan, dan semangat untuk menjadi lebih baik. Smamdela pulang bukan hanya membawa deretan piala, tetapi juga rasa bangga karena guru dan siswanya telah mengharumkan nama sekolah di tingkat kabupaten. Jurnalis Liset Ayuni Sumber : Tagar.co

Guru Smamdela Raih Medali Emas di Bupati Gresik Invitational Archery Competition 2025

SMAMDELAGRES — Guru SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik, Lukman Arif S.Pd.I, meraih medali emas pada ajang Bupati Gresik Invitational Archery Competition 2025 yang berlangsung di Lapangan SOR Petrokimia Gresik, Sabtu-Ahad (6-7/12/25). Kompetisi panahan tingkat kabupaten yang diikuti 101 peserta tersebut diselenggarakan oleh Perkumpulan Panahan Indonesia (PerPaNi) Gresik. Acara dibuka oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gresik, dr. Anis Ambiyo Putri, didampingi Ketua PerPaNi Gresik, Dr. Ir. Ari Primantara, serta Kabidpora Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudparpora), Kumala Wardani S.A.P. Di tengah suasana kompetisi yang penuh ketegangan, Lukman tampil tenang sejak awal. Wakil Kepala Sekolah bidang Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) itu berdiri di garis tembak dengan sikap rileks, menyesuaikan posisi jemarinya pada tali busur sebelum melepas panah pertama. Sorot matanya fokus, gerakannya stabil. Panah-panah yang dilepaskannya melesat mantap menuju papan sasaran. Lukman mengatakan bahwa panahan mengajarkan seseorang untuk tetap fokus, sebab jika pikiran sedang kacau, panah yang dilepaskan tidak akan mengenai sasaran dengan tepat. “Panahan mengajarkan kita untuk fokus. Kalau pikiran kacau, panah tidak akan pernah tepat sasaran,” tuturnya seusai pertandingan. Kategori yang ia ikuti adalah Barebow 20 Meter Umum Putra, salah satu kelas yang menuntut ketelitian tinggi karena tidak menggunakan alat bantu bidik. Peserta sepenuhnya mengandalkan presisi alami, kekuatan otot, dan kestabilan napas. Perlahan namun konsisten, skor demi skor mengantarkan namanya naik ke papan unggulan. Hingga akhirnya, Lukman menempati posisi puncak dan dinyatakan sebagai Juara 1 Barebow 20 Meter Umum Putra, mengungguli puluhan pemanah dewasa dari berbagai komunitas. Hasil Latihan Bersama Cerme Archery Club Prestasi Lukman tidak lepas dari latihan yang ia jalani bersama Cerme Archery Club, komunitas panahan yang juga menaungi para pemanah muda Smamdela. Ia mengaku rutin berlatih selama beberapa bulan terakhir. “Latihan bersama anak-anak membuat saya ikut terpacu. Di klub ini, kami belajar bersama, saling menguatkan, dan menikmati prosesnya,” ujarnya. Ketika namanya diumumkan sebagai juara pertama, sorak kegembiraan langsung pecah dari area tribun. Sejumlah siswa Smamdela yang mendampingi tim tampak melompat sambil bertepuk tangan, bangga melihat guru mereka naik ke podium sambil menggenggam medali emas. Bagi siswa Smamdela, kemenangan ini menjadi motivasi tersendiri. Mereka menyaksikan langsung guru yang biasanya mengajar Ismuba di kelas, kini berdiri sebagai atlet terbaik pada kompetisi tingkat kabupaten. Menurut Wakil Kepala Kesiswaan Smamdela, Ahmad Rizal Azdka, S.Pd., prestasi Lukman menjadi teladan nyata bahwa guru mampu menunjukkan semangat belajar sepanjang hayat. “Ini inspirasi yang kuat untuk anak-anak. Guru bukan hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberi contoh kerja keras dan konsistensi,” katanya. Selain bertanding, Lukman juga turut mendampingi para atlet pelajar Smamdela yang berlaga pada kategori SMA. Kehadirannya membuat suasana tim semakin solid. Usai menerima medali emas, Lukman menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hanya miliknya. “Hari ini bukan tentang saya saja. Ini kemenangan kita semua, Smamdela, Cerme Archery Club, dan seluruh anak-anak yang berani mencoba,” ungkapnya. Gelaran Bupati Gresik Invitational Archery Competition 2025 ini ditutup dengan suasana penuh syukur dan kebanggaan. Bagi Smamdela, prestasi ini menjadi energi baru untuk terus mengembangkan bakat siswa maupun guru di berbagai bidang. Dari sebuah lapangan panahan di Gresik, seorang guru membuktikan bahwa keteladanan dapat lahir dari keberanian menarik busur dan melepaskan panah dengan penuh keyakinan. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co

Kalahkan SMK Outstanding, Prof Khozin Apresiasi SMAMDELA Jadi Juara 3 Tapak Suci Putera di ME Confest 2025

SMAMDELAGRES — Sorak penonton di gelanggang Tapak Suci Putera Muhammadiyah Sidoarjo Square pagi itu (30/11/2025) belum juga mereda ketika nama Maulana Rozaq dipanggil. Siswa kelas X-B SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA) itu maju dengan langkah mantap, menuntaskan rangkaian jurus yang selama berminggu-minggu ia latih sepulang sekolah. Tak disangka, penampilannya membawa kabar menggembirakan. Rozaq berhasil meraih Juara 3 Tapak Suci Putra SMA/MA/SMK pada ajang Muhammadiyah National Conference and Festival on Education, Sport, and Arts (ME Confest) 2025. Prestasi itu sekaligus mengungguli salah satu lawan kuatnya, SMK Outstanding. “Wah ini baru luar biasa, SMKM Outstanding tumbang oleh SMAM 8 Gresik. Excellent! Selamat nggih Bu Emi,” tulis Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, Prof Khozin, melalui pesan WhatsApp kepada Kepala SMAMDELA. ME Confest 2025 berlangsung pada 28–30 November 2025 di tiga lokasi: Muhammadiyah Sidoarjo Square, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), dan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA). Kegiatan ini diikuti 4.655 peserta dari sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Jawa Timur serta beberapa provinsi lain. Ajang ini memadukan kompetisi seni, olahraga, budaya, serta pertemuan para kepala sekolah dan guru dalam rangka Muhammadiyah Enlightening Conference. Kategori Tapak Suci Dalam kategori Tapak Suci, Rozaq tampil di tengah kompetisi ketat yang diikuti para pesilat muda berprestasi. Meski demikian, ia mengaku tetap fokus pada pesan pelatihnya. “Saya hanya ingin tampil sebaik mungkin. Jurus-jurus yang saya latih tiap hari akhirnya kepakai semua,” ujarnya. Kepala SMAMDELA, Emi Faizatul Afifah, M.Si, menyampaikan rasa bangganya. Ia menilai prestasi ini menunjukkan bahwa siswa SMAMDELA mampu bersaing di ajang tingkat nasional. “Alhamdulillah, usaha anak-anak akhirnya membuahkan hasil. Semoga menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berkembang,” ujarnya. Waka. Ur. Kesiswaan SMAMDELA, A. Rizal Azdka, S.Pd menambahkan bahwa latihan intensif menjadi kunci keberhasilan Rozaq. “Kami melihat kesungguhannya sejak awal. Dia rajin latihan, bahkan sering minta tambahan jam sparring pada pelatih,” jelasnya. ME Confest sendiri menghadirkan berbagai mata lomba seperti film indie, storytelling, reading English news, English speech, khitabah, membaca al Quran dengan lagu, musikalisasi puisi, drumband, futsal, basket, hingga guru mendongeng. Semua rangkaian kegiatan tersebut membawa semangat keikhlasan, kepeloporan, dan ukhuwah Islamiyah sebagai nilai inti. Bagi SMAMDELA, keberhasilan ini menjadi catatan manis sekaligus energi baru menjelang agenda sekolah berikutnya. Prestasi Rozaq menegaskan bahwa karakter disiplin dan keberanian yang ditanamkan di sekolah mampu mengantarkan siswa menembus ajang kompetitif skala nasional. Rozaq pulang membawa Piala dan pengalaman berharga. “Ini baru awal,” ujarnya singkat sambil tersenyum. Dengan pencapaian ini, SMAMDELA optimistis dapat melahirkan lebih banyak pesilat dan siswa berprestasi di masa mendatang. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co 

Kuliah Tamu Smamdela Cetak Leaderpreneur Muda

SMAMDELAGRES — Pagi itu halaman Masjid Sabilul Muttaqin terasa lebih hidup dari biasanya, Senin (24/11/2025). SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) menggelar kuliah tamu bertema Mencetak Leaderpreneur Muda: Pelatihan Terpadu Kepemimpinan Visioner dan Inovasi Bisnis bagi Siswa. Ratusan siswa mengikuti dengan antusias sejak awal kegiatan. Kuliah tamu yang dimulai pukul 08.30 WIB ini menghadirkan dua dosen Universitas Muhammadiyah Gresik: Abdul Kadir Alamufi, SE., MM. dan Abi Hanif Dzulquarnain, S.KM., M.SM. Dipandu oleh Aluno Kenathra Saragosa, siswa kelas X, suasana acara terasa cair dan interaktif. Abdul Kadir membuka sesi dengan menegaskan pentingnya menjadi leaderpreneur, pemimpin muda yang berani menciptakan nilai baru melalui inovasi bisnis. “Pelajar harus punya growth mindset, pola pikir yang terus berkembang,” ujarnya. Dia mengaitkannya dengan fondasi karakter yang dapat dicontoh dari empat sifat rasulullah: shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Melalui contoh-contoh nyata dari lapangan, Abdul Kadir menjelaskan bahwa visi adalah kompas seorang pemimpin. Visi bukan sekadar tulisan di atas kertas, tetapi arah jangka panjang yang harus dicapai melalui target yang disusun dengan sabar dan bertahap. Self Efficacy Setelah itu, acara mengalir ke materi berikutnya yang disampaikan oleh Abi Hanif Dzulquarnain. Dengan bahasa sederhana, dia mengenalkan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat penting dalam merancang bisnis modern. Mulai dari identifikasi pelanggan, nilai produk, hingga mitra strategis. “Setiap pengusaha harus punya self-efficacy. Tanpa keyakinan pada kemampuan diri, bisnis hanya akan berjalan di tempat,” tegasnya. Sesi tanya jawab menjadi momen paling dinamis. Dengan suara mantap, Muhammad Raihan Al-Muzakki, siswa kelas XC, mengangkat tangan dan bertanya, “Menurut Bapak, lebih penting mana antara strategi dengan modal?” Abdul Kadir menjawab lugas, “Keduanya penting. Tapi jika harus memilih, strategi tetap nomor satu. Modal tanpa strategi hanya membuat kita membakar uang tanpa hasil.” Jawaban itu mengundang anggukan puas dari para siswa, disusul pertanyaan lain seputar kepemimpinan, kewirausahaan, dan bisnis era digital. Kegiatan ditutup dengan harapan besar. Smamdela ingin melahirkan generasi leaderpreneur yang berani melihat peluang, menciptakan inovasi, dan membawa perubahan positif. Pagi yang semula dibuka dengan riuh antusias, kini ditutup dengan semangat baru. Seolah setiap siswa pulang membawa nyala kecil untuk masa depan mereka. (#) Jurnalis Aisyah Cindy. Sumber : Tagar.co 

Perguruan Muhammadiyah Cerme Buka Milad ke-113 dan Hari Guru Nasional dengan Aksi Panahan Serentak

SMAMDELAGRES — Tidak ada gunting pita atau aksi melepas balon udara pagi itu. Dalam hitungan tiga, lima busur terangkat bersamaan, lalu suara twang pecah di udara. Anak-anak panah pun  melesat serentak, menandai pembukaan peringatan ganda di Perguruan Muhammadiyah Cerme: Milad ke-113 Muhammadiyah sekaligus Hari Guru Nasional 2025 yang dihelat pada Senin (24/11/2025). Sejenak, lapangan menjadi hening sebelum tawa kecil dan renyah pecah. Ini momen sederhana yang tiba-tiba terasa lebih hangat daripada seremoni apa pun. Aksi simbolis ini berlangsung di lapangan Perguruan Muhammadiyah Cerme, kompleks pendidikan yang menaungi SD Al-Islam Cerme, SMP Muhammadiyah 7 Cerme, SMA Muhammadiyah 8 Gresik, dan SMK Muhammadiyah 3 Gresik. Pagi itu, matahari masih terlihat rendah ketika seluruh civitas akademika, seperti guru dan siswa dari empat jenjang pendidikan berkumpul dalam satu barisan. Di garis paling kanan, Iqbal Dhohari, MPd, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Cerme, menarik busur panah sambil memastikan semua siap. Di sebelahnya, Hasan Abidin, Kepala SMKM 3 Gresik menyesuaikan pijakan kaki. Sementara Emi Faizatul Afifah, MSi, Kepala SMAM 8 Gresik, menarik tali busur dengan gerakan pelan, namun mantap. Yuli Kusminarsih, SPd Kepala SMPM 7 Cerme dan Cicik Indrawati, SAg, Kepala SD Al-Islam Cerme saling bertukar senyum, seperti dua orang yang tahu mereka sedang mencoba sesuatu untuk pertama kalinya. Pada aba-aba ketiga, lima anak panah terlepas sccara bersamaan. Tidak semuanya menancap tepat di tengah pafa titik sasaran, dan justru itu yang memecah ketegangan. Setelah jeda singkat, terdengar suara spontan dari depan, Hasan lebih dulu meminta ulang, disambut cepat oleh Emi yang berkata, “Sekali lagi ya, biar mantap.” Permintaan itu bersautan, hampir berurutan: Yuli pun mengangkat tangan sambil tertawa, disusul anggukan pelan dari Cicik yang tak mau ketinggalan. Dalam waktu kurang dari satu menit, mereka kembali bersiap menarik busur, hingga dua sampai tiga kali tembakan tambahan dilakukan, bukan karena kewajiban seremoni, melainkan karena rasa penasaran yang muncul begitu alami. Panahan dipilih bukan sekadar sebagai variasi acara, tetapi sebagai simbol yang menyatukan dua makna, yakni perjalanan panjang 113 tahun Muhammadiyah, dan dedikasi para guru yang setiap hari melepas “anak panah” bernama ilmu menuju arah yang benar. Bagi para pimpinan yang mayoritas baru kali pertama memanah, momen itu menjadi refleksi sederhana tentang keberanian mencoba hal baru bersama-sama. Panah-panah terakhir dibiarkan tetap menancap di papan sasaran menjadi penanda, bahwa pembukaan tidak hanya selesai, tetapi dihidupkan. Seperti pendidikan itu sendiri, selalu ada kesempatan kedua, bahkan ketiga, selama belum berhenti belajar saat menghitung sampai tiga. (*) Kontributor: Liset Ayuni Sumber : Giri.mu

Teliti Temulawak Jadi Produk Bergizi, Inovasi Siswa Smamdela ini Juara 1 Lomba KTI Se-Kabupaten Gresik

SMAMDELAGRES — Tak ada yang menyangka, temulawak yang selama ini tumbuh dan besar di Taman Firdaus bisa menjadi awal lahirnya inovasi pangan yang mengantarkan SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik meraih Juara 1 lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) tingkat Kabupaten 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Semuanya bermula dari satu percobaan sederhana yang dilakukan Fahri Zaidan, salah satu siswa Smamdela di Laboratorium IPA, ruang yang hari itu lebih mirip dapur eksperimen ketimbang laboratorium. Fahri masih ingat betul rasa paniknya ketika melihat warna adonan kreasinya. Bukannya cokelat gurih seperti camilan pada umumnya, warna awal Kurkubar (nama produk yang diciptakan Fahri) justru hijau pucat dan terasa jauh dari kata meyakinkan. “Saya sempat bingung, Bu. Ini kok warnanya begini? Saya sampai mikir apa ini bakal layak untuk dilombakan?” kata Fahri, Sabtu (15/11/2025), mengenang proses percobaan yang dilakukan. Percobaan demi percobaan terus berjalan. Beberapa guru yang kebetulan melintas ikut mencicipi, memberikan komentar spontan yang justru membuat suasana jadi cair. Dari kelakar soal tekstur, sampai saran soal warna yang lebih menarik, semuanya menjadi bagian dari perjalanan kreatif Fahri. Salah satu titik balik terjadi ketika Yuyun Minarti, SE, guru Ekonomi sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Smamdela, memberikan masukan kecil, namun penuh pertimbangan. Masukan itu terkait warna hijau pucat itu perlu diubah agar tampil lebih “ramah mata”. “Produk bagus itu bukan cuma soal gizi, tapi juga penampilan. Warna yang tepat bisa mengangkat keseluruhan ide,” ujarnya. Saran sederhana itu menjadi kunci bagi proses penelitian Fahri. Dari situlah ia mulai menyesuaikan komposisi dan akhirnya menghasilkan warna cokelat yang jauh lebih menggugah dan menggoda selera. Di balik proses itu, juga ada dukungan kuat dari Uswatun Chasanah, SSi, guru Kimia sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Smamdela, yang pertama kali mendorong pemanfaatan temulawak menjadi produk yang memiliki nilai lebih. Hal itu disampaikan di tengah meningkatnya kasus penyakit hepatitis B di Jawa Timur. “Kami ingin siswa belajar, bahwa sains itu dekat, solutif, dan bisa dimulai dari bahan lokal yang sering dianggap remeh,” kata Uswatun. Perlahan namun pasti, rasa percaya diri Fahri pun mulai tumbuh. Meski sempat menadi beban psikologis, karena Smamdela sudah dua tahun berturut-turut menjuarai lomba KTI, ia akhirnya menemukan ritmenya sendiri. “Saya awalnya pesimis, karena bahan saya cuma temulawak. Tapi lama-lama terasa, bahwa yang penting itu bukan mewah atau tidak, tapi seberapa matang idenya,” kata Fahri. Momentum itu berpuncak pada sesi presentasi tanggal 14 November 2025 di Gedung PKK Kabupaten Gresik. Kurkubar, snackbar berbasis temulawak yang kaya kurkumin dan flavonoid itu resmi mengantarkan Fahri sebagai juara I. Senyum lega nampak jelas, seakan seluruh kegagalan kecil di ruang Kimia terbayar lunas. Aura kebahagiaan terpancar jelas, meski penyematan piala masih diagendakan pada 2 Desember 2025 mendatang, yang secara serentak akan diberikan oleh Bupati Gresik di Gresmall sebagai penutup rangkaian Gebyar Jambore UKS/M Kabupaten Gresik. Tahun ini menjadi penegas tradisi prestasi Smamdela, tiga tahun berturut-turut meraih kejayaan lomba KTI. Namun, yang membuat perjalanan ini terasa berbeda adalah proses hangat di baliknya, seperti percobaan yang berubah warna, komentar ringan para guru, saran yang tepat waktu, dan keberanian satu siswa untuk terus mencoba dan memanfaatkan Laboratorium Alam di Smamdela, yakni Taman Firdaus. (lis/sha) Sumber : radarjatim.id

Temulawak Naik Kelas, Inovasi Siswa Smamdela ini Raih Juara 1 KTI Se-Kabupaten Gresik

SMAMDELAGRES — Tak ada yang menyangka, temulawak yang selama ini tumbuh dan besar di Taman Firdaus sekolah bisa menjadi awal lahirnya inovasi pangan yang mengantarkan SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik meraih Juara 1 lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) tingkat Kabupaten tahun ini yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Semuanya bermula dari satu percobaan sederhana yang dilakukan Fahri Zaidan, salah satu siswa Smamdela di Laboratorium IPA, ruang yang hari itu lebih mirip dapur eksperimen daripada laboratorium. Fahri masih ingat betul rasa paniknya saat melihat warna adonan kreasinya. Bukannya cokelat gurih seperti camilan pada umumnya, warna awal Kurkubar (nama produk yang diciptakan Fahri) justru hijau pucat dan terasa jauh dari kata meyakinkan. “Saya sempat bingung, Bu. Ini kok warnanya begini? Saya sampai mikir apa ini bakal layak dilombakan?” katanya mengenang proses percobaan yang dilakukan. Percobaan demi percobaan terus berjalan. Beberapa guru yang kebetulan melintas ikut mencicipi, memberikan komentar spontan yang justru membuat suasana jadi cair. Dari kelakar soal tekstur, sampai saran soal warna yang lebih menarik, semuanya menjadi bagian dari perjalanan kreatif itu. Salah satu titik balik terjadi ketika Yuyun Minarti, SE, guru Ekonomi sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Smamdela, memberikan masukan kecil namun penuh pertimbangan, yakni warna hijau pucat itu perlu diubah agar tampil lebih “ramah mata”. “Produk bagus itu bukan cuma soal gizi, tapi juga penampilan. Warna yang tepat bisa mengangkat keseluruhan ide,” ujarnya. Saran sederhana itu menjadi kunci. Dari situlah Fahri mulai menyesuaikan komposisi dan akhirnya menghasilkan warna cokelat yang jauh lebih menggugah selera. Di balik proses itu, juga ada dukungan kuat dari Uswatun Chasanah, SSi, guru Kimia sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Smamdela, yang pertama kali mendorong pemanfaatan temulawak, karena meningkatnya kasus Hepatitis B di Jawa Timur. “Kami ingin siswa belajar, bahwa sains itu dekat, solutif, dan bisa dimulai dari bahan lokal yang sering dianggap remeh,” kata Uswatun. Perlahan, rasa percaya diri Fahri mulai tumbuh. Meski secara psikologis sempat tertekan, karena Smamdela sudah dua tahun berturut-turut menjuarai lomba KTI, ia akhirnya menemukan ritmenya sendiri. “Saya awalnya pesimis, karena bahan saya cuma temulawak. Tapi lama-lama terasa, yang penting itu bukan mewah atau tidak, tapi seberapa matang idenya,” kata Fahri. Momentum itu berpuncak pada sesi presentasi tanggal 14 November 2025 di Gedung PKK Kabupaten Gresik. Kurkubar, snackbar berbasis temulawak yang kaya kurkumin dan flavonoid itu resmi mengantarkan Fahri sebagai juara I. Senyum lega nampak jelas, seakan seluruh kegagalan kecil di ruang Kimia terbayar lunas. Aura kebahagiaan terpancar jelas, meski penyematan piala masih diagendakan pada 2 Desember 2025 mendatang, yang secara serentak akan diberikan oleh Bupati Gresik di Gresmall sebagai penutup rangkaian Gebyar Jambore UKS/M Kabupaten Gresik. Tahun ini menjadi penegas tradisi prestasi Smamdela, tiga tahun berturut-turut meraih kejayaan KTI. Namun, yang membuat perjalanan ini terasa berbeda adalah proses hangat di baliknya, seperti percobaan yang berubah warna, komentar ringan para guru, saran yang tepat waktu, dan keberanian satu siswa untuk terus mencoba dan memanfaatkan Laboratorium Alam di Smamdela, yakni Taman Firdaus. Kontributor: Liset Ayuni Sumber : Giri.mu

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK