Smamdela Harus Jadi Wajah Indah Muhammadiyah

SMAMDELAGRES — Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Ainul Muttaqin, membuka kegiatan Edu-Culture Fest dan D-Gugu di SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik, Rabu (13/8/2025), dengan pesan penuh semangat. Ia mendorong seluruh warga sekolah agar menjadikan kegiatan ini sebagai budaya sehari-hari yang menguatkan prestasi dan mempercantik lingkungan sekolah. Dalam sambutannya, Ainul yang juga berperan sebagai sekaligus Pengawas Pendamping SMA/MA/SMK Muhammadiyah Kabupaten Gresik, mengawali dengan pantun yang disambut tepuk tangan meriah siswa: Pergi ke pasar membeli rempah,Rempah dibeli untuk masakan.Semamdela maju dan indah,Lingkungan sehat jadi kebanggaan. Pantun kedua ia tujukan untuk kegiatan D-Gugu: Pagi cerah udara segar,burung berkicau sambut mentari.Media pembelajaran penuh ide segar,lingkungan sehat cermin prestasi. Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah (kanan) bersama undangan lain dan para guru (Motreight for Tagar.co) Ainul mengapresiasi prestasi dan suasana nyaman di Smamdela yang menurutnya telah menjadi “rumah kedua bahkan rumah pertama” bagi warganya. Ia menegaskan, tugas pengawas adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk memberi intervensi positif, sehingga sekolah terus berkembang. Ia berharap D-Gugu —akronim Unjuk Diri Guruku, Guru Hebatku, dan Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi daily activity yang terpelihara. “Ini harus menjadi rutinitas yang dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya. Ainul juga menyampaikan pesan Ketua PDM Gresik Muhammad Thoha Mahsun membuka dengan bahwa guru dan tenaga kependidikan di amal usaha Muhammadiyah wajib menyampaikan keindahan dan kenyamanan Muhammadiyah kepada siapa pun. “Jangan sampai orang enggan mengenal Muhammadiyah karena kita tidak pernah menunjukkan keindahannya,” pesannya. Melalui kegiatan ini, lanjutnya, Smamdela dapat menyumbangkan keindahan dan kenyamanan Muhammadiyah kepada masyarakat, sehingga organisasi ini semakin besar dan dihormati. Ia mengingatkan pesan dari Syamsul Sodiq, Wakil Ketua PDM Gresik, bahwa jangan sampai warga Muhammadiyah hanya dibesarkan oleh perserikatan, tetapi tidak ikut membesarkannya. “Saya optimis, melalui produk-produk D-Gugu, guru-guru Smamdela akan menjadi penguat untuk membesarkan Muhammadiyah liilalikalimatillah,” katanya. Ainul menutup sambutan dengan doa agar seluruh guru dan tenaga kependidikan Smamdela diberikan kesehatan, rezeki yang berkah, serta mampu meningkatkan jumlah siswa di tahun-tahun mendatang. Pada hari ini Smamdela menggelar tiga acara sekaligus: Edu-Culture Fest, D-Gugu, dan LLSMS Jurnalis Mohammad Nurfatoni Sumber : Tagar.co

Guru Smamdela Jadi Bintang di Pembukaan Edu-Culture Fest dan D-Gugu

SMAMDELAGRES — Rabu pagi (13/8/2025), lapangan SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik terasa berbeda. Panggung dengan latar bertuliskan Edu-Culture Fest dan D-Gugu berdiri di sisi lapangan, dihiasi ornamen yang memberi kesan hangat dan bersahabat. Deretan guru berdiri di depannya, mengenakan rompi krem dengan bawahan rok atau celana panjang warna senada. Beberapa guru tampak lebih mencuri perhatian dengan hiasan kepala bergaya Papua—lengkap dengan bulu-bulu dan ornamen lucu—yang membuat suasana jadi semakin meriah. Sorot mata undangan dan siswa-siswi yang duduk rapi di pinggir lapangan tertuju pada para guru. Ada dua lagu yang ditampilkan, salah satunya Yamko Rambe Yamko. Begitu musik mengalun, suasana pun langsung hidup. Para guru bergerak kompak, menyanyi sambil menepuk tangan mengikuti irama. Ekspresi para guru perempuan Smadela (Motreight for Tagar.co) Lagu daerah Papua yang riang itu memecah pagi, membuat hadirin ikut bernyanyi lirih atau sekadar menggoyangkan kepala. Ada yang sesekali tertawa melihat ekspresi para guru yang lepas dari kesan formal, tampil layaknya sahabat yang mengajak bermain. Sorakan penonton dan tepuk tangan bergemuruh setiap lagu selesai. Beberapa siswa tampak mengangkat ponsel untuk merekam momen, sementara yang lain saling berkomentar. Di sela penampilan, terdengar tawa kecil yang menandakan betapa acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang membangun keakraban antara guru dan siswa. Ekspresi para guru laki-laki Smadela (Motreight for Tagar.co) Penampilan ini menjadi pembuka yang manis bagi Edu-Culture Fest dan D-Gugu tahun ini. Menariknya, acara ini sepenuhnya menjadi panggung bagi para guru untuk tampil, sementara siswa berperan sebagai penonton yang menikmati setiap momen. Sorot mata, tepuk tangan, dan senyum mereka menjadi energi tambahan bagi para guru di atas panggung. Dalam balutan busana yang santai namun tetap sopan, ditambah atribut budaya yang unik, para guru Smamdela membuktikan bahwa mereka bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga bagian dari denyut kebudayaan sekolah. Keakraban yang terjalin pagi itu menciptakan suasana yang jarang ditemui di rutinitas belajar-mengajar. Melalui lagu daerah, mereka menyampaikan pesan tentang pentingnya melestarikan warisan musik nusantara, sekaligus menumbuhkan rasa bangga akan keberagaman Indonesia. Semangat itu sejalan dengan ruh Edu-Culture Fest dan D-Gugu: merayakan kebersamaan dalam bingkai pendidikan dan budaya, dengan guru sebagai pelaku utama dan siswa sebagai penikmat setia di barisan penonton. Jurnalis Mohammad Nurfatoni Sumber : Tagar.co

Dari Smamita, Smamdela Gresik Pelajari Strategi Membangun Citra Positif dan Dakwah lewat Sekolah

SMAMDELAGRES — Suasana ramah dan hangat menyambut rombongan studi tiru SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik saat tiba di Aula SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo, Jumat (8/8/2025). Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi dan berbagi inspirasi antar sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur. Acara dibuka Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom, Direktur Smamita, dan dipandu oleh Mokhamad Ikhuwan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas. Dalam sambutannya, Pak Edwin menceritakan bahwa ia baru saja kembali dari Singapura, namun tetap berkomitmen menerima kunjungan Smamdela. Ia menuturkan, meski Smamita sudah berdiri cukup lama, semangat untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat tetap terjaga. “Kami selalu berusaha menjadikan sekolah ini sebagai bentuk dakwah, termasuk menjalin kedekatan dengan berbagai ormas. Contohnya, masjid di depan sekolah milik saudara Nahdliyin, namun kami sering saling mendukung dalam pemanfaatan tempat dan kegiatan. Hubungan kami sangat erat,” ujarnya. Citra Positif di Masyarakat Sementara itu, Emi Faizatul Afifah, M.Si, Kepala Smamdela, menyampaikan harapannya agar Smamdela bisa menjadi salah satu sekolah Muhammadiyah favorit di Jawa Timur, mengikuti jejak kesuksesan Smamita. “Kami ingin belajar banyak dari Smamita, mulai dari pengelolaan sekolah hingga strategi membangun citra positif di masyarakat,” ungkapnya. SMA Muhammadiyah 1 Taman dikenal sebagai sekolah berbasis Islam yang unggul dalam prestasi. Berlokasi di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Smamita mengusung motto “The Excellent School” sebagai bagian dari visinya. Dengan misi Saleh dalam Perilaku, Unggul dalam Mutu, dan Berdaya Saing Global, Smamita terus berupaya mencetak generasi yang berkarakter Islami, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan zaman. Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Smamdela untuk memperkuat jejaring, meningkatkan mutu pendidikan, dan memperluas wawasan demi memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik. Sumber : Tagar.co

Bersiap Laksanakan Studi Tiru, Guru SMAMDELA Gelar Apel Pagi

SMAMDELAGRES — Mentari pagi yang baru terbit menjadi latar dimulainya perjalanan penting SMA Muhammadiyah 8 (SMAMDELA) Gresik. Jumat (8/8/2025) pukul 06.45 WIB, lapangan Perguruan Muhammadiyah Cerme bergema oleh derap langkah penuh semangat para guru yang bersiap mengikuti studi tiru. Mereka berbaris rapi mengikuti apel pemberangkatan sebelum bertolak menggunakan bus. Apel dipandu Ahmad Rizal Azdka SPd, dan diisi arahan oleh Kepala SMAMDELA, Emi Faizatul Afifah MSi. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya memanfaatkan setiap momen perjalanan. “Serap ilmu sebanyak-banyaknya, ambil pengalaman terbaik, dan sesuaikan untuk peningkatan mutu sekolah kita tercinta dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak didik,” ujar Emi. Apel ditutup doa yang dipimpin Ust. Abdul Arkham MPdI. Lantunan doa menjadi pengikat tekad bersama agar perjalanan ini aman, lancar, dan penuh keberkahan. Bagi SMAMDELA, apel pemberangkatan bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol awal perjalanan menjemput inspirasi. Seperti kapal yang mengangkat jangkar, rombongan ini berangkat dengan keyakinan membawa pulang ilmu, jejaring, dan pengalaman untuk memperkaya langkah sekolah di masa depan. Dengan wajah penuh optimisme, para guru menaiki bus. Suara mesin yang menyala menjadi tanda dimulainya perjalanan dari semangat menuju pencapaian. In syaa Allah. Sumber : PWMU.co

Smamdela Belajar Filosofi Pemimpin Rakyat di SMK Mutu Gondanglegi

SMAMDELAGRES — Di ruang pertemuan bercat putih dan biru, cahaya terang dari jendela besar membingkai sosok Munali, S.Pd., M.Pd., yang berdiri di tengah ruangan. Mengenakan batik biru bermotif, ia memegang mikrofon di tangan kanan, sementara tangan kirinya terangkat dengan dua jari memberi penegasan. Di hadapannya, deretan guru Smamdela berseragam orange dengan jilbab putih duduk rapi, menyimak setiap kata. Di sisi kiri ruangan, layar menampilkan gambar bidak catur merah di papan hitam putih, seolah menegaskan tema pembicaraan tentang strategi dan kepemimpinan. Suasana itu mewarnai Sabtu (9/8/2025) ketika rombongan SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) melakukan studi tiru ke SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kunjungan ini bukan sekadar pertukaran informasi, tetapi juga upaya menumbuhkan growth mindset dalam pengelolaan pendidikan yang lebih baik. Munali, Kepala SMK Mutu, membagikan filosofi kepemimpinan yang menjadi napas pengelolaan sekolah. Ia menekankan bahwa sekolah harus dikelola dengan jiwa seorang pemimpin rakyat, bukan penguasa. “Pemimpin rakyat itu mendengar, memahami, lalu bergerak bersama. Kalau kepala sekolah hanya memerintah, visi akan terhenti di dirinya saja. Tetapi jika kita memimpin dengan hati, semua akan bergerak menuju tujuan bersama,” ungkapnya penuh semangat. SMK Mutu, yang dikenal sebagai salah satu sekolah berprestasi di Jawa Timur, berhasil menunjukkan pengelolaan manajemen yang solid dan berorientasi pada pemberdayaan siswa. Dengan empat belas kompetensi keahlian, mulai dari teknik hingga pelayanan, sekolah ini menampung lebih dari 2.000 siswa. Struktur organisasi yang rapi dan pembagian tugas yang jelas menjadi salah satu kunci keberhasilannya. Kepala Smamdela Emi Faizatul Afifah menerima cenderamata dari Kepala SMK Mutu Gondanlegi Munali (Tagar.co/Jovan) Bagi Smamdela, kunjungan ini menjadi cermin untuk belajar menata organisasi sekolah secara profesional. “Kami melihat langsung bagaimana tata kelola SMK Mutu tidak hanya efektif, tetapi juga membangun rasa memiliki bagi seluruh guru dan siswa,” ujar Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si Selain mempelajari manajemen sekolah, rombongan Smamdela juga diajak untuk menelusuri perjalanan sejarah SMK Mutu, melihat inovasi pembelajaran berbasis proyek, dan berdiskusi mengenai strategi penguatan karakter siswa. Semua itu mempertegas satu hal: kualitas pendidikan lahir dari kolaborasi, konsistensi, dan keberanian untuk terus belajar. Studi tiru ini diakhiri dengan kesepahaman bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga proses membentuk manusia yang merdeka berpikir dan berdaya untuk lingkungannya. Seperti yang disampaikan Munali, “Sekolah adalah rumah bersama, dan kepala sekolah adalah pelayan yang memastikan setiap penghuninya tumbuh dan berdaya.” Dengan semangat itu, Smamdela pulang membawa lebih dari sekadar catatan; mereka membawa inspirasi, strategi, dan keyakinan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama Sumber : Tagar.co

Beasiswa Rp200 Juta dari Smamdela: Apresiasi untuk Pejuang Prestasi

SMAMDELAGRES — Jumat pagi, 25 Juli 2025, halaman SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) tampak semarak. Suara lantang pemimpin apel, derap langkah siswa, dan semangat baru tahun ajaran 2025/2026 membaur dalam satu harmoni. Tapi pagi itu bukan apel biasa. Ada yang istimewa: ratusan pasang mata menyaksikan langsung momen penghargaan untuk para pejuang mimpi. Dalam balutan seragam rapi dan wajah-wajah cerah, para siswa menyambut pengumuman beasiswa pendidikan. Sebuah penghargaan nyata atas kerja keras mereka, baik dalam bidang akademik, non-akademik, maupun kedisiplinan dan kepemimpinan. Tak tanggung-tanggung, tahun ini Smamdela menggelontorkan dana sebesar Rp200 juta untuk mendukung prestasi siswa dari kelas X hingga XII. “Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk kepercayaan kami kepada siswa-siswi Smamdela. Kami ingin memberikan semangat bahwa setiap usaha dan kerja keras layak diapresiasi,” ujar Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si., dalam sambutannya. E-Kantin Beasiswa ini bukan satu-satunya kejutan. Apel pagi juga dirangkai dengan pelantikan pengurus kelas, sebagai wujud pembinaan karakter dan kepemimpinan siswa. Tak berhenti di sana, peluncuran program e-Kantin menambah nuansa segar—sebuah inovasi digital yang memungkinkan transaksi non-tunai di kantin sekolah. “Program e-Kantin ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penerapan teknologi digital secara menyeluruh di lingkungan sekolah,” jelas Emi. Di hadapan seluruh guru dan siswa, Emi menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi keberhasilan. “Disiplin hadir tepat waktu, disiplin berpakaian, belajar, dan bersikap adalah dasar keberhasilan kalian. Hormati guru, jaga nama baik sekolah, dan jangan takut bermimpi besar,” ujarnya penuh motivasi. Khusus untuk siswa baru kelas X, Emi menyampaikan pesan yang menyentuh. “Lingkungan baru, teman baru, guru baru—semuanya mungkin masih terasa asing. Tapi yakinlah, semua ini akan menjadi bagian dari perjalanan indah kalian di Smamdela. Jadikan sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga cinta terakhir kalian,” tuturnya disambut tepuk tangan. Melalui program beasiswa, penguatan karakter, dan transformasi digital, Smamdela terus meneguhkan diri sebagai rumah belajar yang menginspirasi. Di sinilah siswa tidak hanya didorong untuk pintar, tapi juga berintegritas, visioner, dan berani mengejar cita-cita besar. “Mari kita jadikan sekolah ini sebagai rumah kedua yang nyaman, tempat kita bertumbuh, berkarya, dan berprestasi bersama,” pungkas Emi, mengakhiri apel yang pagi itu tidak hanya membangkitkan semangat, tapi juga harapan. Sumber : Tagar.co

Panggung Ekstrakurikuler Smamdela Pikat Hati Siswa Baru

SMAMDELAGRES — Lapangan perguruan SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela), Cerme, Gresik tampak lebih hidup dari biasanya. Ratusan siswa baru larut dalam semangat dan antusiasme saat satu per satu kegiatan ekstrakurikuler ditampilkan secara atraktif dalam rangkaian hari ketiga Forum Ta’aruf dan Orientasi (Fortasi), Rabu pagi 16 Juli 2025. Sejak dua hari sebelumnya, siswa baru telah disuguhi materi-materi pengenalan di dalam kelas. Kali ini, suasana berganti. “Kalian pastinya jenuh karena berada di dalam ruangan terus dari kemarin mendengarkan materi. Sekarang kita outdoor untuk menyaksikan demo kegiatan ekstra di sekolah tercinta,” sapa Bunga Ravelia Nurjanah dari kelas XI IPA 2 yang memandu acara bersama Ulil Albab dari XI IPS. Kegiatan dimulai dengan penyerahan apresiasi kepada 15 siswa yang lolos Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten (OSN-K). Setelah itu, pertunjukan demi pertunjukan pun mengalir, memikat perhatian para peserta didik baru. Penampilan pertama adalah lantunan Surah An-Naba yang dibawakan secara merdu oleh Muhammad Raihan Elshirazy (XII-4) dan Maulana Fajar Romadhon (XI IPA 2). Menyusul kemudian tampilan English Conversation Club (ECC) dengan lagu “The Lion Sleeps Tonight” yang dibawakan Bagas Anargya Putera Nuswanto (XII-4) dan Kayla Aira Yasmin (XI IPS), diiringi rekan-rekan ECC lainnya serta didampingi pembina mereka, Miss Ichda Solikhatul Nisa’. Qirania Indira dari kelas tata rias tampil memukau dalam balutan busana adat Bali, dirias oleh Kayla dan Almira. Dari kelas riset, Dhita mempresentasikan eksperimen asap antara bubuk peka dan H₂O₂, diperagakan oleh Sinta dan Fitri. Eksperimen busa oleh Andini dan Hanaya turut mencuri perhatian, dengan bahan sederhana: soklin, pewarna, dan penghilang noda. Tataboga turut ambil bagian. Vina, Lailil, Vega, dan Putri menjelaskan pentingnya estetika dalam penyajian masakan. “Tataboga bukan hanya tentang memasak, tetapi juga belajar membuat tampilan makanan menjadi cantik dan sedap dipandang,” terang Putri. Ekstrakurikuler Tapak Suci menjadi salah satu pertunjukan paling menegangkan. Dua pendekar, Rafi Rasyidin Nugraha dan Erdiansyah Rachman, meminum bensin, lalu menyulut obor dan menyentuhkan api ke lengan mereka tanpa luka. Mereka bahkan memadamkan api dengan tangan kosong. Tak kalah mendebarkan, Satria mendemonstrasikan jurus Tapak Suci dengan golok dan tongkat. Humam dan Erdiansyah memecahkan bata ringan hanya dengan tangan kosong. Tiga pendekar lainnya—Inayah, Almyra, dan Syahrul—memperlihatkan ketahanan tubuh menghadapi pukulan tongkat berapi di atas paha mereka. Penampilan Pasus (Pasukan Khusus) tak kalah memesona. Baris-berbaris mereka tampak sempurna. “Pasus sangat kompak dan rapi. Menarik sekali melihat Fahri memimpin Suci, Davina, dan Salsabila,” komentar Almer Haidar, siswa baru yang tampak kagum. “Dari tadi yang pegang kamera itu tim dari ekstra DKV—Desain Komunikasi Visual,” ungkap Bunga, memberi pengakuan kepada tim di balik layar. Demonstrasi kolosal dari program unggulan kelas olahraga menambah semarak. Ada Altaf, Arshavin, dan Barok (basket), Rifal dan Raka (bulu tangkis), Rendi Ibrahim dan Asy’ari (voli), serta tim hoki dan futsal: Dimas, Farel, Amar, Revan, dan Habib. Klimaks kegiatan terjadi saat Gempa (Generasi Muda Pecinta Alam) dan panahan berkolaborasi. Melalui flying fox, tim Gempa menyerahkan busur kepada atlet panahan yang lalu membidik balon berisi kertas warna-warni—meletus dengan indah di udara. Setelah itu, tiga siswi Gempa membuat atraksi menegangkan dengan meluncur turun dari lantai dua dalam posisi kepala di bawah. Setelah semua unjuk aksi, perwakilan tiap ekstrakurikuler maju ke hadapan ratusan siswa baru. Lalu seluruh siswa—kelas X, XI, dan XII—berkumpul melingkar, menyanyikan lagu Smamdela dengan iringan drum dan kibaran bendera sekolah. “Kolaborasi dari tim Gempa dan panahan keren banget,” ujar Rasya, siswa baru yang mengaku sudah lama tertarik dengan kegiatan Gempa sejak masih SMP. Fortasi hari ketiga ditutup dengan pemilihan ekstrakurikuler oleh para siswa baru. Smamdela tak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga rumah tumbuhnya potensi dan bakat para siswa. Di sini, setiap siswa diberi kesempatan untuk berkembang sepenuh hati. Sumber : Tagar.co 

15 Siswa Smamdela Tembus OSN-P 2025, Buah Sinergi Guru dan Semangat Berprestasi

SMAMDELAGRES — Senyum penuh bangga terpancar dari wajah para siswa dan guru SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik. Setelah melewati proses panjang dan seleksi ketat tingkat kabupaten/kota (OSN-K), sebanyak 15 dari 29 siswa kelas Olimpiade sekolah ini resmi dinyatakan lolos ke ajang Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) Tahun 2025. Kabar menggembirakan ini diumumkan Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pada Sabtu, 13 Juli 2025. Dari total 248.792 peserta OSN-K se-Indonesia, hanya 19.217 siswa yang berhasil melaju ke tahap provinsi—dan Smamdela menjadi salah satu sekolah yang menyumbang wakil terbanyak dari Gresik. Capaian ini tak datang tiba-tiba. Sejak awal tahun pelajaran, Smamdela telah membentuk kelas khusus olimpiade yang rutin mengadakan pelatihan dan pembinaan intensif. Para guru pembina terlibat penuh, memberi bimbingan akademik sekaligus motivasi mental. Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. “Selamat kepada para siswa, dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu guru pembimbing. Semoga terus ikhlas dan semangat dalam mendampingi anak-anak berproses dan berprestasi,” ujarnya, Rabu 16 Juli 2025. Ia menambahkan, prestasi ini bukan hanya kemenangan individual, tetapi buah dari budaya akademik yang telah ditanam dan dirawat bersama. “Prestasi ini bukan hanya milik mereka yang berkompetisi, tetapi juga milik setiap guru, orang tua, dan seluruh ekosistem sekolah yang percaya bahwa pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang gemilang,” ujarnya. Kini, kelima belas siswa tersebut bersiap menghadapi tantangan lanjutan di OSN-P. Harapan pun mengalir agar mereka bisa melangkah lebih jauh—hingga mewakili Gresik dan Jawa Timur di panggung nasional. 15 Siswa Smamdela yang Lolos OSN-P 2025 Matematika: Dhita Illary, Naflah Shoofiya, Tiara Karunia Fisika: Diesta Niken, Dini Trisna, Suci Aura Astronomi: Evan Quinn Kebumian: Audreye Syafa, Kayla Aira Ekonomi: Meifa Firdausi, Dhea Anandita, Elvareta Rea Elana Kimia: Rada Dewi Sinta, Andini Rahma, Fitri Hafza Yasmin Sumber : Tagar.co

Fortasi Smamdela: Rizal Azdka Pandu Petualang Taklukkan Rimba Sekolah

SMAMDELAGRES — Sebanyak 93 Petualang SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) menjelajahi ruang-ruang sekolah dalam Main Quest 2 Fortasi 2025, Senin (14/7/25). Kegiatan ini dipandu oleh Pembina Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ahmad Rizal Azdka SPd, sekaligus guru yang dikenal sebagai Legenda Smamdela karena kedekatannya dengan siswa dan ketajamannya dalam memberi makna. Main Quest 2 diawali dengan sesi “Wawasan Wiyata Mandala” di aula lantai dua. Di hadapan para Petualang (sebutan untuk siswa baru), Rizal Azdka menyampaikan refleksi mendalam tentang makna sekolah. “Sekolah bukan sekadar bangunan. Ia adalah rimba peradaban, tempat setiap jejak langkah kalian akan meninggalkan arti,” ujarnya. Suasana aula yang awalnya riuh berubah hening. Siswa terlihat serius menyimak, beberapa mencatat, lainnya mengangguk perlahan. Di setiap pos, mereka harus menyelesaikan Tantangan Rimba, seperti: • Menuliskan harapan dan ketakutan sebagai siswa baru di Pohon Refleksi (BK) • Menjawab kuis pertolongan pertama (UKS) • Merangkai puisi dari judul buku (Perpustakaan) • Menyebutkan nama guru dan mata pelajaran dari foto siluet (Studio Motreight) Setiap tantangan yang dituntaskan akan diberi stiker Guardian (guru Smamdela yang menjadi penjaga pos) yang kemudian ditempel di peta sebagai bukti keberhasilan. Bukan hanya petanya yang menarik, tetapi interaksi yang tumbuh antaranggota squad juga menjadi hal istimewa. “Awalnya takut salah jawab dan malu nanya. Tapi ternyata seru banget! Jadi tahu ruangan mana yang bisa jadi tempat aman kalau lagi bingung,” ujar Balqis, Petualang. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong keberanian, komunikasi, dan rasa memiliki. Guru yang sebelumnya tampak formal kini tampil sebagai Guardian yang hangat dan menyemangati. Petualang sedang berpetualang ke pos-pos rimba. (Syifa/PWMU.CO) Beberapa Petualang bahkan tampak bangga menempelkan stiker Guardian layaknya koleksi harta karun di papan misi mereka. Menjelang penutupan, Rizal Azdka kembali menyapa peserta. “Rimba ini luas. Tapi selama kalian tidak lupa tujuan, kalian akan selalu menemukan jalan pulang,” pesannya. Kehadiran Rizal, yang sejak lama terkenal dekat dengan siswa-siswinya, memberi kesan kuat dalam perjalanan hari itu. Ia menjadi penghubung antara ruang sekolah dan nilai yang tersembunyi di dalamnya. Para Petualang telah menuntaskan satu misi penting yaitu mengenal rimba tempat mereka akan bertumbuh. Dengan tema Jumanji: Jelajah Unggul Madani Jiwa dan Aksi, Fortasi Smamdela tak sekadar forum pengenalan, tapi proses menanamkan rasa. Bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat belajar merasa. Besok, petualangan berlanjut. Tapi hari ini, mereka telah melangkah bukan sebagai siswa baru, tapi sebagai penjelajah yang siap menghadapi dunia baru. Sumber : pwmu.co

Fortasi Smamdela Ajak Siswa Baru Jadi Influencer Keren dan Berdampak

SMAMDELAGRES — Sebanyak 93 siswa baru SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) mengikuti Main Quest bertema “Jadi Influencer Keren dan Berdampak” pada Senin (14/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) 2025 bertema JUMANJI: Jelajah Unggul Madani Jiwa dan Aksi. Dalam sesi tersebut, para siswa yang disebut “Petualang” tidak hanya diperkenalkan pada dunia digital, tetapi juga diajak memahami peran pelajar dalam berkontribusi secara positif di media sosial. Sesi ini menghadirkan narasumber seorang Creative Content Creator dari Production House ternama di Jawa Timur, Tri Lutfi Kustiani. Dalam pemaparannya, Lutfi mengajak para siswa untuk tidak hanya berpikir soal viralitas, tetapi lebih pada kebermaknaan. “Kalau kalian bisa bikin satu konten yang bikin temanmu semangat sekolah atau berhenti insecure, itu sudah berdampak. Influencer itu bukan soal jumlah followers, tapi soal pengaruh dan niat baik yang menyertai,” tuturnya. Dengan gaya penyampaian yang santai, visual yang dinamis, serta pendekatan yang personal, sesi ini berhasil membangkitkan rasa ingin tahu para Petualang. Tidak hanya mendengar, para Petualang langsung menerima Tantangan Rimba dengan membuat konten video berdurasi 30-60 detik bertema “Aku Siap Jadi Pelajar Keren dan Berdampak”. Mereka bebas mengeksplorasi lokasi sekolah yang telah disulap menjadi Rimba Smamdela dan Taman Firdaus sebagai latar visual. Konten yang dihasilkan pun beragam mulai dari video motivasi, kampanye anti-bullying, hingga ajakan menjaga etika di media sosial. Kegiatan ini melatih keterampilan public speaking, kerja tim, scripting, hingga literasi digital. Semua video akan dikurasi untuk ditayangkan saat acara Puncak Everest Fortasi Smamdela di Trawas. Sesi ini tidak dikemas seperti kuliah atau ceramah, melainkan disampaikan melalui dialog, storytelling, dan simulasi singkat. Pendekatan ini membuat para siswa merasa lebih terlibat secara emosional. “Biasanya aku takut kalau disuruh bikin video. Tapi setelah dijelaskan Kak Lutfi, aku jadi semangat banget. Ternyata bikin konten bisa jadi salah satu cara berdakwah juga,” ungkap salah satu siswa, Niken. Kegiatan di hari pertama ini menjadi fondasi penting bagi misi-misi Fortasi selanjutnya. Para Petualang belajar bahwa menjadi pelajar bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi juga tentang kemampuan untuk bersuara dan memberi pengaruh positif. Fortasi Smamdela 2025 masih akan berlanjut hingga Sabtu mendatang. Beragam Main Quest menanti, dari mulai aksi teatrikal, kampanye hijau, hingga ekspedisi ke rimba Trawas karena di Fortasi bertema JUMANJI ini, setiap langkah adalah pelajaran, dan setiap pelajaran adalah petualangan. Sumber : pwmu.co

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK