62 Persen Siswa Smamdela Lolos PTN lewat SNBP 2025: Hasil Inovasi Pendidikan

SMAMDELAGRES — Di pagi yang penuh harapan, Senin (18/3/2025), wajah-wajah cerah tampak menghiasi aula SMA Muhammadiyah 8 Cerme, Gresik, Jawa Timur (Smamdela). Hari itu, kabar menggembirakan datang: sebanyak 62 persen siswa kelas XII dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Dari total 50 siswa yang mengikuti seleksi (eligible), 31 siswa (62 persen) berhasil mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri ternama seperti Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), UPN Jatim, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA), dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa inovasi pendidikan mampu mengantarkan siswa ke jenjang yang lebih tinggi. Di antara para siswa yang bersorak gembira, Fajar Izzul Muslimin tampak mengusap wajahnya yang dipenuhi keharuan. Dengan penuh semangat, ia berbagi kisah perjuangannya selama masa persiapan. “Belajar di Kelas Quipper benar-benar membantu saya menghadapi SNBP. Dengan akses materi dan tryout online, saya merasa lebih siap dan percaya diri. Ini bukan sekadar keberuntungan, tapi hasil dari kerja keras dan dukungan sekolah,” ungkapnya. Inovasi Pembelajaran melalui Kelas Quipper Keberhasilan ini tentu tidak datang begitu saja. Smamdela telah lama menerapkan strategi khusus untuk membantu siswa menghadapi SNBP. Salah satu inovasi unggulannya adalah Kelas Quipper, yang dirancang khusus untuk siswa yang bercita-cita melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Dengan pembelajaran berbasis digital, siswa mendapatkan akses ke ribuan soal latihan, video pembelajaran, dan materi interaktif yang terus diperbarui. Sementara itu, bagi siswa yang ingin langsung memasuki dunia kerja, Kelas Vokasi menjadi pilihan tepat. Kelas ini membekali mereka dengan keterampilan praktis sesuai dengan kebutuhan industri. “Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk belajar sesuai dengan ritme mereka sendiri. Mereka tidak hanya didorong untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga dibekali dengan keterampilan yang sesuai dengan masa depan mereka,” jelas Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si. Dukungan Sekolah: Lebih dari Sekadar Akademik Tidak hanya fokus pada akademik, Smamdela juga menekankan pengembangan karakter dan kesejahteraan mental siswa. Noviya Wahyu, S.Pd., Guru Bimbingan Konseling, menuturkan bahwa kesiapan mental adalah kunci dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. “Kami memberikan bimbingan psikologis agar siswa tidak hanya siap dalam hal akademik, tetapi juga mampu mengelola stres dan menjaga motivasi mereka,” ujarnya. Dukungan ini juga datang dari para orang tua yang secara aktif berpartisipasi dalam mendampingi putra-putri mereka. Smamdela pun rutin mengadakan pertemuan dengan wali murid untuk memastikan sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga. Kebanggaan dan Harapan ke Depan Emi Faizatul Afifah menegaskan bahwa pencapaian 62 persen siswa yang lolos SNBP adalah hasil dari kerja keras bersama. Ia berharap, di masa mendatang, jumlah ini akan terus meningkat. “Kami ingin terus berkembang. Inovasi dalam pembelajaran akan terus kami lakukan, termasuk memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan global,” katanya dengan penuh keyakinan. Bagi siswa yang belum berhasil lolos SNBP, Smamdela juga telah menyiapkan program bimbingan intensif UTBK (Ujian Tertulis Berbasis Komputer). Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Yuyun Minarti, S.E., menegaskan bahwa setiap siswa masih memiliki kesempatan besar untuk mencapai impian mereka. “Kegagalan bukanlah akhir. Kami akan terus mendampingi mereka agar tetap semangat dan siap menghadapi seleksi berikutnya,” ujarnya. Langkah Menuju Masa Depan Kesuksesan siswa Smamdela di SNBP 2025 adalah bukti bahwa dengan strategi yang tepat, semangat belajar yang tinggi, dan dukungan dari semua pihak, masa depan cerah dapat diraih. Dari ruang kelas hingga pintu gerbang perguruan tinggi, perjalanan mereka baru saja dimulai. Kini, dengan penuh percaya diri, mereka melangkah menuju dunia baru—siap menghadapi tantangan, meraih ilmu, dan mengejar impian yang lebih besar. Daftar Siswa, Program Studi, dan Kampus yang Diterima Sebagai bagian dari prestasi yang membanggakan ini, berikut adalah data daftar 31 siswa Smamdela yang berhasil lolos SNBP 2025 beserta program studi dan kampus tujuan mereka: Sebagai bagian dari prestasi yang membanggakan ini, berikut adalah data daftar 31 siswa Smamdela yang berhasil lolos SNBP 2025 beserta program studi dan kampus tujuan mereka: Jurnalis Liset Ayuni Sumber : Tagar.co
24 Siswa Smamdela Berlaga di SMA Awards 2025, Optimistis Angkat Isu Digitalisasi

SMAMDELAGRES — SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik meneguhkan langkahnya di kancah nasional dengan mengirimkan 24 siswa terbaik dalam SMA Awards 2025. Ajang prestisius tingkat pelajar SMA ini diselenggarakan secara nasional dan melibatkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Kompetisi tersebut menjadi ruang unjuk bakat lintas bidang, mulai seni, olahraga, literasi, hingga keterampilan digital. Tahun ini, SMA Awards mengangkat isu besar digitalisasi sebagai benang merah perlombaan. Hal tersebut membuat Smamdela optimistis, sebab sekolah ini telah lama menerapkan digitalisasi dalam keseharian, baik pada proses pembelajaran berbasis platform digital, sistem administrasi sekolah, maupun inovasi kegiatan siswa. Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah MSi menyatakan partisipasi siswanya dalam ajang ini merupakan wujud nyata dukungan sekolah terhadap pengembangan potensi dan daya saing generasi muda. Pembina lomba siswa, Dwi Kristanto SPd MM dalam wawancara pada Selasa (16/9/2025) menjelaskan bahwa seluruh karya telah berhasil diunggah sesuai tenggat, dengan pendampingan intensif dari guru maupun pelatih khusus untuk cabang tertentu seperti pencak silat. 24 Siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik Berlaga di SMA Awards 2025 (Liset Ayuni/PWMU.CO) Ia menegaskan, kesiapan teknis maupun mental para peserta menjadi modal penting untuk berkompetisi. Adapun siswa Smamdela Gresik yang siap berlaga dalam SMA Awards 2025 adalah: Fauziah Syifa Azzahra (XII 2) – Fotografi Ahmad Wildan Pradana (X C) – Jurnalistik Maulana Rozaq Herdyansyah (X B) – Pencak Silat Putra Siti Rasyada Syamsiatika (X B) – Pencak Silat Putri Muhammad Kinza Mika Rahil (XI IPA 1) – Kriya (Kerajinan Tangan) Ikbar Raditya (X C) – Desain Poster Naflah Shoofiyah Aatikah (XII 3) – Menyanyi Solo Putri Daffa Fawwaz Robbani Dot Com (X C) – Cipta dan Baca Puisi Falrino Alfarezi (XI IPA 2) – Sinematografi Jovan Rafael Susanto (XII 2) – Sinematografi Elvareta Raelana (XII 2) – Sinematografi Suci Aura Eka Pratiwi (XII 1) – Sinematografi Elvia Rafa Fradella (XII 1) – Sinematografi Icha Margareta Salsabila Rahayu (XII 3) – Sinematografi Fahri Zaidan Maulana (XII 2) – Sinematografi Diesta Niken Aurelia (XII 1) – Sinematografi Awalul Nanda Rizqia (XII 4) – Sinematografi Zulfikar Amirulloh (XII 1) – Sinematografi Revan Tri Aditya Putra (XI IPA 1) – Sinematografi Yudha Wahyu Sinagar (XI IPS) – Sinematografi Yuliati Nur Fikriani (XI IPS) – Sinematografi Muhammad Humam Fadlurahman (XI IPS) – Sinematografi Mudyazthity Oktarizki Ramadhani (XII 4) – Sinematografi Jasmine Azzura Revoliotta (X A) – Cipta Cerpen Dengan mengirimkan delegasi besar, Smamdela menempatkan diri sebagai sekolah yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mendukung pengembangan talenta siswa di bidang kreatif, olahraga, dan seni. Partisipasi di SMA Awards 2025 sekaligus menunjukkan posisi Smamdela sebagai sekolah yang adaptif, berdaya saing, dan siap mencetak pelajar berprestasi di era digital. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co
Futsal Smamdela Raih Juara 3

SMAMDELAGRES — Sorakan, pelukan, hingga air mata mewarnai perjalanan tim SMA Muhammadiyah 8 Cerme, Gresik, di ajang Raya Sport Futsal 2025 di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) Gresik, Sabtu (13/9/2025). Meski mimpi ke final harus runtuh karena undian koin, skuad muda ini pulang dengan kepala tegak, membawa trofi juara 3 kategori SMA/SMK. Menjadi cerita berharga tentang arti perjuangan tim futsal Smamdelagres, sebutan populer SMA Muhammadiyah 8 Gresik. Sejak awal, pelatih Arief Junaidi, S.Pd dan Ricky Maulana Ferdiansyah, S.Or menekankan lima fondasi tim: fisik, teknik, taktik, leadership, dan mental. Anak-anak disiplin latihan, menjaga pola makan, hingga istirahat tepat waktu. Hasilnya terlihat di lapangan. Setelah seri 3-3 melawan SMKM 1, mereka bangkit dengan kemenangan telak atas SMK YPI Darussalam 1 (3-0), dan SMAN 1 Kebomas B (4-0). Perjalanan makin panas di babak 8 besar ketika mereka menumbangkan SMKN 1 Duduksampeyan dengan skor tipis 1-0. Lalu tibalah semifinal. Skor 1-1 melawan SMAN 1 Kebomas A berlanjut ke adu penalti. Berakhir imbang 3-3. Lapangan hening. Semua mata tertuju pada undian nasib pada koin kecil yang dilempar. Koin jatuh menghentikan jalan menuju final . Pahit, tapi nyata. Namun dukungan dari tribun tak pernah padam. Casual M8, suporter setia Smamdela dengan atribut biru navy yang serasi dengan kostum tim berwarna biru, memenuhi tribun. Nyanyian bangga mereka menggema setiap kali Smamdelagres berlaga, jadi energi tambahan yang membuat tim tak kehilangan semangat. Di perebutan juara 3, mental baja itu terbukti. Smamdelagres menumbangkan SMK YPI Darussalam 1 dengan skor 3-1. Kapten tim, M. Revan Ramadhani (XI IPA 1), mengaku bangga dengan kerja keras rekan-rekannya. “Kami sudah berjuang sampai akhir. Walaupun gagal ke final, tapi semangat tim nggak pernah turun. Juara 3 ini buat sekolah dan semua yang dukung kami,” ujarnya dengan wajah lega. “Anak-anak sudah fight habis-habisan. Kalah di semifinal lewat toast koin memang pahit, tapi justru itu jadi pelajaran berharga. Yang penting mereka sudah menunjukkan karakter juara,” tambah coach Ricky. Apresiasi untuk Pemain Tim futsal Smamdelagres sebanyak 12 personel terdiri pemain inti dan cadangan. Revan Ramadhani (XI IPA 1) – Kapten Tim Fahcri Ilham Akmal Wahab (XI IPA 1) Zulfikar Amirullah (XII-3) Johan Armando Letlora (X-3) Habibur Rohman (XI IPS) Farell Firmansyah Salim (XII-2) – Cadangan Revand Mahendra (XII-3) – Cadangan Rasya Dafa Alfianto (XII-3) – Cadangan Rifal (XII-4) – Cadangan Fajar Arshavin (XI IPA 2) – Cadangan Moh. Rizky Ardiansyah (X-3) – Cadangan Aqilah Maheswara Putranto (X-3) – Cadangan Pemain dengan posisi masing-masing telah memberi warna permainan di lapangan. Setiap blok, tekel, gol, hingga dukungan dari bangku cadangan adalah bagian dari cerita kemenangan. Mereka pulang bukan hanya dengan piala, tapi juga pengalaman berharga bahwa kerja keras dan kebersamaan selalu jadi kunci kemenangan sejati. (#) Penulis Liset Ayuni Sumber : Tagar.co
Siswi Smamdela Sabet Dua Medali di LPS Kejurnas Atletik dan Indonesia U-18 Open Championships 2025

SMAMDELAGRES — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh salah satu siswi SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela). Salah satu siswi kelas XII-3, Nurus Syifa D. Nazarina, berhasil meraih dua medali pada ajang bergengsi LPS Kejuaraan Nasional Atletik dan Indonesia U-18 Open Championships 2025 pada Jumat (5/9/2025). Kejuaraan atletik tingkat nasional tersebut berlangsung di Stadion Sriwedari, Solo, dan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kejuaraan yang diikuti ratusan atlet muda tersebut, Naza, sapaan akrabnya, berhasil mengharumkan nama sekolah dan daerah melalui prestasinya di nomor lempar. Ia sukses meraih Juara II Lontar Martil dan Juara III Lempar Cakram. Capaian ini terasa istimewa karena Naza tidak hanya bersaing dengan atlet sebaya, tetapi juga menghadapi peserta kategori U20 bahkan senior. Meski demikian, ia mampu menunjukkan performa terbaik dan berhasil naik ke podium juara. Di balik prestasi tersebut, tersimpan perjuangan panjang. Naza dikenal sebagai siswi yang disiplin dalam membagi waktu antara sekolah dan latihan. Hampir setiap sore ia menjalani latihan fisik dan teknik, meski harus rela mengorbankan waktu luang bersama teman-temannya. “Latihan memang melelahkan, apalagi menjelang pertandingan intensitasnya semakin ditambah. Tapi saya percaya, hasil tidak akan mengkhianati usaha,” ungkap Naza saat ditemui usai pertandingan. Bagi Naza, dukungan keluarga, guru, dan teman-teman di Smamdela menjadi energi tambahan untuk terus berjuang. “Kalau lagi capek, biasanya saya ingat pesan orang tua, yaitu jangan pernah berhenti sebelum mencoba sekuat tenaga,” ujarnya. Apresiasi Pihak Sekolah Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah MSi, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian siswinya. “Alhamdulillah, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah. Naza tidak hanya menunjukkan bakat olahraga, tetapi juga membuktikan bahwa siswa Smamdela bisa bersinar di tingkat nasional. Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi siswa lainnya untuk berani mengembangkan minat dan bakatnya,” tutur Emi. Menurutnya, sekolah selalu berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang, baik di bidang akademik maupun nonakademik. “Kami percaya setiap anak memiliki keunggulan masing-masing. Tugas sekolah adalah mendampingi sekaligus memberi wadah agar potensi itu dapat berkembang secara maksimal,” imbuhnya. Bagi teman-teman di Smamdela, keberhasilan Naza menjadi motivasi tersendiri. Banyak yang merasa terinspirasi bahwa prestasi dapat diraih tidak hanya melalui nilai akademik, tetapi juga lewat bakat di bidang olahraga maupun seni. Salah satu rekannya, Safa, mengaku bangga memiliki teman seperti Naza karena rajin berlatih namun tetap tidak pernah tertinggal pelajaran di kelas. “Bangga sekali punya teman seperti Naza. Dia rajin latihan, tapi tetap tidak pernah tertinggal pelajaran di kelas,” ungkapnya. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi akan selalu membuahkan hasil, meski perjalanan yang ditempuh tidaklah mudah. Naza sendiri tidak ingin cepat puas. Ia bertekad terus mengasah kemampuan, bahkan menargetkan bisa mewakili Indonesia di ajang internasional. “Semoga prestasi ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. Saya ingin membuktikan bahwa anak daerah juga bisa berkompetisi di level dunia,” tegasnya. Dengan capaian tersebut, Smamdela kembali menegaskan jati dirinya sebagai sekolah yang mampu melahirkan generasi berprestasi sekaligus berkarakter. (*) Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co
Tari Saman Smamdela Membuat Penonton Tersihir

SMAMDELAGRES — Suasana pagi di Lapangan SKB Cerme, Gresik, masih dipenuhi keceriaan warga yang berdatangan untuk mengikuti peringatan HUT ke-80 RI, Ahad (17/8/2025). Riuh rendah obrolan dan semangat merah putih sudah terasa. Dari kejauhan, derap tepukan tangan dan syair khas Tari Saman perlahan menghangatkan suasana, menarik perhatian setiap mata yang hadir. Tari Saman dari SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik tampil sebagai pengisi acara sebelum upacara dimulai. Permintaan tarian ini datang dari Camat Cerme Umar Hasyim dua hari sebelum acara. Koordinasi awal dilakukan dengan Waka Kesiswaan, Lukman Arif, S.Pd.I. Sejak saat itu, siswa-siswi yang tergabung dalam tim tari Saman langsung menyiapkan diri. Ketika latihan dimulai di awal Agustus, posisi Waka Kesiswaan Smamdela berganti dijabat oleh A. Rizal Azdka, S.Pd. yang mendampingi hingga penampilan di hari H. Latihan intensif berlangsung selama dua pekan. Nama-nama penampil dipilih melalui koordinasi di grup tari. Siapa saja yang bersedia meluangkan waktu di tengah kesibukan sekolah. “Paling sulit mengumpulkan 30 anak dengan jadwal berbeda-beda. Belum lagi tari Saman itu harus kompak. Kadang suara sound kurang terdengar keras, jadi aba-aba Ra pun tebak-tebakan,” cerita Safaatul, siswi kelas XII yang menjadi salah satu penampil sambil tersenyum mengenang masa latihan. Semua kesulitan terbayar ketika tibanya 17 Agustus. Pagi itu, 30 siswa penari Saman duduk rapi dalam satu barisan panjang di atas karpet yang mereka bawa sendiri. Biasanya tari Saman dimainkan dengan dua hingga tiga barisan, tapi kali ini tim harus menyesuaikan kondisi lapangan yang gersang dan berlubang untuk mengurangi risiko cedera. Dengan kostum cerah berwarna-warni, wajah para penari tampak berseri-seri, menebarkan senyum manis rupawan yang memikat penonton. Dentuman tepukan dan syair khas Aceh menggema, berpadu dalam gerakan yang kompak. Grogi yang sempat menyelimuti berubah jadi keberanian. “Awalnya deg-degan, tapi begitu musik dimulai, rasa itu hilang. Saya bangga sekaligus terharu bisa membawakan tari Saman di momen penting ini,” ujar Safaatul. Penonton memberi tepukan gemuruh atas penampilan itu yang rancak ini. Waka Kesiswaan, A. Rizal Azdka, S.Pd., merasa bangga dengan penampilan siswanya. “Ini bukti bahwa anak-anak Smamdela mampu berkontribusi nyata, bukan hanya di sekolah tapi juga di masyarakat. Tari ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk cinta pelajar pada budaya Indonesia,” ujarnya. Tari Saman Smamdela mempercantik panggung kemerdekaan di Cerme. ”Semoga penampilan kami memberi kesan baik, menghibur, sekaligus mengingatkan semua orang bahwa budaya Indonesia itu luar biasa kaya dan harus kita jaga bersama,” ujar Safaatul. Jurnalis Liset Ayuni Sumber : Tagar.co
Paskibra Istimewa: Camat Cerme Percayakan Sepenuhnya kepada SMAMDELA

SMAMDELAGRES — Momen pengibaran bendera dalam rangka HUT ke-80 RI di Kecamatan Cerme, Ahad (17/8/2025), menjadi panggung istimewa bagi 27 siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA). Seluruh pasukan paskibraka pada upacara itu diminta langsung oleh Camat Cerme agar dibentuk dari siswa-siswi SMAMDELA. Permintaan khusus tersebut disampaikan sejak pertengahan Juli 2025. Saat itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Lukman Arif SPdI (sebelum digantikan A. Rizal Azdka SPd pada awal Agustus 2025), memberikan amanah besar kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa kesempatan ini bukan sekadar prestise sekolah, tetapi juga ruang tumbuh bagi semua anak didik. Sebanyak 27 siswa terpilih berasal dari beragam ekstrakurikuler, mulai Pasus, Tapak Suci, Panahan, Tahfidz, Generasi Muda Pecinta Alam (GEMPA), hingga Futsal dan Basket. Selama hampir dua pekan, sejak 4–16 Agustus, mereka berlatih di lapangan Kecamatan Cerme setiap pukul 07.00–12.00 WIB. Latihan dipandu Samsul (Koramil Cerme) dan Wawang (Polsek Cerme). Dari dasar baris-berbaris hingga formasi pengibaran, seluruh proses dijalani dengan disiplin tinggi. Fahri Zaidan Maulana (XII-2), yang dipercaya sebagai Komandan Pasukan, menuturkan betapa berat sekaligus berharganya pengalaman ini. Sementara itu, Rafi Rasyidin Nugraha (XII-4), anggota Tapak Suci yang bergabung di pasukan 17, mengaku awalnya kaget dengan intensitas latihan. “Dari yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang baris-berbaris, sampai akhirnya bisa mengibarkan bendera dengan formasi lengkap, itu rasanya luar biasa. Capeknya terbayar dengan kebersamaan. Kami pulang bukan hanya membawa pengalaman, tapi juga rasa percaya diri baru,” kata Rafi. Nama yang Akan Dikenang Inilah 27 siswa SMAMDELA yang mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada HUT RI ke-80 di Kecamatan Cerme: Fahri Zaidan Maulana (XII-2) – Danpas Shirli Jannatusy Syahida (XII-3) – Pasukan 17 Novianti Laura Angelis (XII-1) – Pasukan 17 Suciana Ilmi (XII-4) – Pasukan 17 Awalul Nanda Rizqia (XII-4) – Pengibar Bendera Nabila Nirmala Chandra Rini (XII-1) – Pasukan 17 Davina Aulia Rahmah (XII-1) – Pasukan 17 Ni’mah Anggun Aulia (XI IPA 1) – Pasukan 17 Rachma Syahwa Ayu Rossila Mariana Herdiono (XI IPA 1) – Pasukan 17 Naurah Athirah Fahrudin (XI IPS) – Pasukan 17 Cherly Artalitha Aurelia (XI IPA 2) – Pembawa Baki Rafi Hari Setyawan (X-A) – Pasukan 8 Muhammad Bintang Nagara (X-B) – Pasukan 17 Erdiansyah Rachman (XI IPA 2) – Pasukan 8 Wisnu Gonggo Husodo (XI IPA 2) – Pasukan 17 Kevinndra Ridho Wibowo (XII-2) – Pasukan 8 Robbi Jonathan (XII-2) – Pasukan 17 Jhoanda Rohme Putra Bastia (XII-3) – Pengibar Bendera Akhtar Satria Widodo (X-A) – Pasukan 17 Rafi Rasyidin Nugraha (XII-4) – Pasukan 17 Muhammad Abi Abdillah Rusdianto (XII-4) – Pasukan 8 Ahmad Husen Ainur Rofiq (X-3) – Pasukan 17 Siti Nur Aisyah (X-3) – Pasukan 17 Vindry Dwi Salsabila (X-3) – Pasukan 17 Maulana Rozaq Hendryansyah (X-B) – Pengibar Bendera Johan Armando Letlora (X-3) – Pasukan 17 Jasmine Azzura Reviolitta (X-1) – Pasukan 17 Lebih dari Sekadar Upacara Meski hanya bertugas untuk pengibaran, momen itu meninggalkan kesan mendalam. Mereka membuktikan bahwa dengan kepercayaan dan dukungan, setiap siswa mampu menunaikan tugas kehormatan sekelas pengibaran Sang Merah Putih. (*) Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co
Jalan Santai Menyusuri Tanggul Kali Lamong

SMAMDELAGRES — Lapangan Perguruan Muhammadiyah Cerme Gresik tak seperti biasanya, Selasa pagi (18/8/2025). Sejak pukul 07.00, ratusan siswa, guru, dan karyawan dari SD Al-Islam, SMP Muhammadiyah 7, SMA Muhammadiyah 8, hingga SMK Muhammadiyah 3 Gresik sudah berkumpul dengan wajah berbinar. Mereka bersiap mengikuti jalan santai yang menjadi bagian dari agenda puncak peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 di Perguruan Muhammadiyah Cerme. Rombongan siswa dan guru SMA Muhammadiyah 8 mengenakan seragam Hizbul Wathan (HW). Ini berbeda dengan peserta lain yang mengenakan kaus olahraga. Pilihan seragam HW ini dengan pemikiran, kepanduan Muhammadiyah ini telah melahirkan banyak tokoh pejuang bangsa, seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman. Dengan balutan seragam HW, para siswa ingin merepresentasikan semangat sang jenderal: meski tubuh bisa lelah, semangat perjuangan tak boleh padam. Seperti pesan Jenderal Sudirman, “Menjadi kader Muhammadiyah itu berat. Ragu dan bimbang, lebih baik pulang.” Dentuman musik dan sapaan hangat mengantar langkah rombongan meninggalkan lapangan. Jalur yang ditempuh berbeda dari biasanya. Siswa diajak menelusuri tanggul Kali Lamong di belakang sekolah. Suasana rindang dan lapang menghadirkan keteduhan membuat siswa merasakan angin segar di alam terbuka. Namun jalan setapak di atas tanggul cukup licin. Peserta hanya bisa berjalan satu per satu, membuat barisan panjang mengular ke belakang. Di situlah suasana berubah menjadi lebih semarak. Kayyisil Fikri dan Dandy Firmansyah, dua siswa SMA Muhammadiyah 8, tiba-tiba melepas teriakan lepas ke udara. Suara mereka bergema, bersahut-sahutan dengan alam, seperti tengah bercakap dengan semesta. Gelak tawa segera menyusul, gurauan mereka disambut kawan-kawan lain. Alam yang semula hening mendadak riuh oleh energi remaja. “Jalan sehat ini menjadi sarana bagi siswa untuk melepaskan emosi mereka. Tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga menyehatkan jiwa,” tutur Bu Mely Tri,S.Pd, guru Ekonomi SMA Muhammadiyah 8 yang turut mendampingi. Menurutnya, rutinitas kelas sering membuat siswa terkungkung dalam ritme yang sama, sementara jalan sehat semacam ini memberi ruang untuk menyegarkan pikiran. Jalan sehat hari itu akhirnya berujung di garis akhir. Bagi keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Cerme, kegiatan ini menjadi medium kebersamaan lintas jenjang yang mempererat ikatan persaudaraan. (#) Jurnalis Liset Ayuni Sumber : Tagar.co
Rute Petualangan Self Discovery di Stand D-Gugu BK Smamdela

SMAMDELAGRES — Langkah kaki terasa ringan pagi itu, Rabu (13/8/2025). Lapangan SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik Jatim sudah disulap menjadi rimba mini. Suara tawa bercampur obrolan riuh terdengar di setiap sudut. Dari kejauhan, warna-warni kostum guru dan siswa bergerak lincah, serasa masuk ke dunia The Jungle of Jumanji. Hari itu kami menggelar D-Gugu (Unjuk Diri Guruku Guru Hebatku), tradisi tahunan di awal tahun pelajaran. Biasanya ini adalah ajang guru memamerkan media pembelajaran kreatif. Tahun ini kami mengemasnya seperti petualangan. Mengajak siswa berkeliling rimba D-Gugu untuk menemukan pengalaman belajar yang unik di setiap stan. Saya berada di rumpun umum yang menyebutnya sebagai Multivers. Singkatan dari Multivariable Universe. Rumpun ini memuat mata pelajaran DKV, PKN, BK, Seni Budaya, dan PJOK. Untuk tampil kompak, kami mengenakan atasan army, bawahan cream, rompi cream, dan jilbab cream. Di kepala, topi berhias burung mainan yang bisa mengepakkan sayap menjadi ciri khas kami. Burung ini melambangkan kebebasan untuk belajar, tumbuh, dan berkembang. Kenalan Sama Diri Sebagai guru BK bersama Noviya Wahyu Nuriya, S.Pd., kami sepakat membuat stan bertema Pameran Seru, Kenalan Sama Diri Sendiri. Kami ingin mengajak siswa bukan hanya bermain, tetapi juga mengenal dirinya sendiri melalui self-discovery. Kami mendesain aktivitas di stan BK seperti sebuah rute petualangan, di mana setiap tahap saling terhubung. Rute pertama, memancing ikan – menangkap kesadaran. Memulai perjalanan dari memancing ikan yang berisi pertanyaan reflektif. Ini adalah langkah awal untuk menangkap kesadaran siswa, tentang apa yang mereka pikirkan, rasakan, dan alami. Ibarat memancing, kadang cepat mendapatkan jawaban, kadang butuh waktu dan kesabaran. Salah satu siswa, Qirania Indira dari kelas XI IPA 2, menjawab lantang saat ditanya cara membagi waktu. “Harus bagi prioritas, Bu. Kalau tidak, semua terasa numpuk,” ujar Qirania. Dari kesadaran inilah, petualangan berlanjut ke tahap berikutnya. Rute kedua, membuka kotak harta karun – menumbuhkan keyakinan diri. Setelah membawa hasil pancingan berupa kesadaran, selanjutnya mengajak siswa menuju kotak harta karun. Namun kuncinya bukan logam, melainkan mantra diri yang harus mereka ucapkan. Menariknya, mantra ini menggunakan bahasa Latin, seperti Ego in me credo yang berarti Aku percaya pada diriku. Filosofinya sederhana tapi kuat, yakni kepercayaan diri adalah kunci membuka peluang dan potensi diri. Kayyisil fikri, siswa XII-1, sempat bertanya sambil tersenyum terbata-bata membaca. “Apa arti maknanya, Bu?” tanyanya polos yang membuat suasana semakin hangat. Rute ketiga adalah tulis harapan di Papan I Wish – Tentukan Arah dan Tujuan. Setelah kesadaran muncul dan keyakinan diri tumbuh, saatnya menentukan arah. Di papan I Wish, siswa menuliskan harapan dan tujuan pribadi. Aktivitas ini melatih keterampilan goal setting, seperti dalam sesi konseling, agar dalam membuat target benar-benar spesifik, terukur, dan bermakna. Bonus Lollypop Rute keempat adalah Wordsearch Mengenal Diri – Asah Fokus dan Kesabaran. Selanjutnya, siswa menghadapi tantangan wordsearch berisi kata-kata positif tentangkepribadian dan potensi diri. Proses mencari kata ini mengasah fokus, sekaligus menjadi simbol bahwa menemukan jati diri adalah perjalanan yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Dan terakhir, Lollypop – Penghargaan Proses Belajar. Menutup perjalanan dengan hadiah lollypop. Bukan sekadar permen, tapi simbol dopamine booster guna memancing rasa bahagia yang menjadi penutup manis dari proses belajar yang menyenangkan. Selaras Deep Learning Bagi saya, konsep ini sejalan dengan deep learning yang digaungkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Deep learning mendorong siswa memahami materi secara mendalam. Mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman hidup, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta kesadaran diri. Kalau hanya paham teori tanpa pernah merasakannya, siswa akan cepat lupa. Tapi kalau mereka mengalami sendiri prosesnya, merasakan, merenungkan, lalu menarik kesimpulan, maka ilmu itu akan menetap. Itu inti deep learning. Lewat permainan ini, siswa bukan hanya menghafal teori self-awareness atau self-esteem, tetapi mempraktikkannya secara langsung, merasakannya, lalu membawa pulang pemahaman yang membekas. Menjelang akhir kegiatan, kami melihat siswa-siswa kembali ke kelas sambil tersenyum, tangan mereka memegang seonggok lollypop. Saat itu saya sadar, D-Gugu bukan sekadar pameran guru, melainkan perjalanan belajar yang hidup, menyenangkan, dan membekas. Karena pada akhirnya, mengenal diri adalah petualangan yang tak pernah benar-benar selesai. (#) Jurnalis Liset Ayuni. Sumber : Tagar.co
Membatik dari Sobekan Kertas

SMAMDELAGRES — Suasana berbeda tampak di meja Seni Budaya dalam pameran D-Gugu (Unjuk Diri Guruku Guru Hebatku) SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Rabu (13/8/2025). Tidak hanya siswa yang antusias, juga juri Lomba Lingkungan Sekolah Madrasah Sehat (LLSMS) dari PDM Gresik ikut larut dalam aktivitas membatik dari potongan-potongan kertas. Alih-alih menggambar pola dari awal, para siswa diajak menempel potongan batik menjadi karya baru yang unik. Aktivitas sederhana namun kreatif. Hasilnya menggambarkan bahwa keindahan bisa lahir dari perbedaan. Sama seperti budaya Indonesia yang beragam tetapi tetap berpadu dalam harmoni. “Tujuan kami menghadirkan batik potongan ini, agar anak-anak belajar bahwa seni tidak harus rumit. Dari sesuatu yang sudah ada, kita bisa menciptakan makna baru. Sama halnya dengan budaya, berbeda tapi tetap satu,” ujar Ahmad Rizal Azdka, guru Seni Budaya Smamdela, sebutan populer SMA Muhammadiyah 8 Gresik. Kehadiran juri LLSMS membuat suasana semakin hidup. Mereka juga bergembira ikut menempel potongan kertas batik dengan hati-hati. Bahkan memberi komentar kagum pada hasil karya buatannya. Sorak kecil pun terdengar ketika motif yang ditempel perlahan membentuk pola batik yang indah. Aktivitas membatik ini merupakan bagian dari rumpun Multivers, yang menaungi mata pelajaran Seni Budaya, PJOK, BK, PKN, dan DKV. Multivers singkatan dari Multivariable Universe. Tahun ini, D-Gugu mengusung tema The Jungle of Jumanji, di mana setiap rumpun menjadi jalur petualangan yang mengajak siswa belajar lewat pengalaman nyata. Wakil Ketua PDM Gresik Ainul Muttaqin syuting bola basket ke keranjang saat berkunjung ke Smamdela. Shooting Basket Setelah itu riuh tepuk tangan terdengar di stan basket mini Smamdela. Di situ, siswa-siswi menjajal ketangkasan shooting bola basket yang menjadi bagian dari pameran D-Gugu (Demonstrasi Gugus Guru) bertema The Jungle of Jumanji. Siswa berbaris menunggu giliran. Lalu dengan penuh semangat melempar bola ke ring. Suasana terasa tegang sekaligus menyenangkan setiap kali bola hampir masuk. Ricky Maulana, S.Pd, guru PJOK, mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar permainan. “Shooting basket melatih fokus, koordinasi, dan konsistensi gerakan. Anak-anak belajar bahwa ketepatan tidak datang tiba-tiba, tapi dari latihan terus-menerus,” jelasnya. Di tengah rimba D-Gugu, stan PJOK menjadi tempat favorit. Keringat, tawa, dan semangat yang terpancar dari wajah siswa menunjukkan bahwa belajar bisa seseru ini ; seperti permainan, tapi penuh makna. (#) Jurnalis Liset Ayuni Sumber : Tagar.co
SMAMDELA Luncurkan SIGAPS, Sinergi Guru untuk Tingkatkan Mutu Pembelajaran

SMAMDELAGRES — SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA) meluncurkan program SIGAPS (Sinergi Guru Serumpun) sebagai langkah nyata meneguhkan keseriusannya dalam mencetak generasi pelajar unggul. Program ini diinisiasi oleh Bidang Kurikulum sebagai wadah kolaborasi guru lintas rumpun mata pelajaran, sekaligus forum evaluasi dan pembaruan metode pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. SIGAPS diwujudkan dalam bentuk Kelas Berbagi, forum rutin yang mempertemukan guru dari tiap rumpun untuk mempresentasikan inovasi pembelajaran. Kegiatan ini tidak hanya sebatas berbagi, tetapi juga membuka ruang refleksi, diskusi, dan simulasi agar praktik baik dapat diadaptasi lintas mata pelajaran. Dengan cara ini, guru SMAMDELA terus didorong menjadi pengajar sekaligus pembelajar yang terbuka pada inspirasi baru. Pelaksanaan perdana Kelas Berbagi SIGAPS digelar Selasa (16/9/2025) dengan menghadirkan rumpun SOLVE (Synergy of Social Learning, Values, and Education) sebagai pembuka. Bertempat di Ruang Pertemuan SMAMDELA pukul 14.30–15.50 WIB, para guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan dengan suasana riang gembira melalui gamifikasi dan ice breaking kreatif. Inovasi ini mematahkan stigma bahwa rumpun IPS identik dengan metode ceramah monoton. “Tujuan inovasi ini agar pembelajaran IPS dapat diterima secara lebih holistik, tidak hanya ceramah semata, tetapi juga menyentuh aspek keterlibatan aktif siswa,” ujar Dwi Kristanto SPd MM, guru Sejarah dan Sosiologi yang bertindak sebagai moderator. Praktik nyata juga ditunjukkan oleh Altaf Gaufar S.Pd, melalui penayangan video inovasi pembelajaran berdurasi satu jam penayangan yang menggambarkan metode interaktif ala SOLVE di kelas. Yuyun Minarti, S.E, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus guru Ekonomi, menegaskan bahwa kelas berbagai akan menjadi tradisi baru SMAMDELA dalam membangun budaya berbagi praktik baik antarguru. Sementara itu, Mely Tri Octavina S.Pd, selaku PIC SOLVE, berperan memastikan jalannya kegiatan berlangsung lancar dan terstruktur. Lebih dari sekadar forum guru, SIGAPS membawa visi besar menciptakan pembelajaran yang menyentuh ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. SMAMDELA ingin menghadirkan pengalaman belajar yang bukan hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, dan kolaborasi siswa. Peluncuran SIGAPS menjadi bukti keseriusan SMAMDELA bahwa mutu pendidikan dapat diwujudkan jika guru terus bergerak, belajar, dan berinovasi. Ke depan, kegiatan ini akan digelar rutin setiap pekan dengan melibatkan rumpun lain seperti VERSA, STEMATH, MULTIVERS, dan Ashdiqā’ul Jannah. Dengan sinergi lintas rumpun ini, SMAMDELA optimistis dapat melahirkan generasi pelajar yang unggul, berkarakter Islami, dan siap menghadapi tantangan global. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co