SMAMDELAGRES — Pagi di GOR Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik mengalirkan ritmenya sendiri. Suara langkah peserta yang terburu-buru, denting senjata latihan, dan seruan pelatih dari sudut ruangan seakan menjadi musik latar kejuaraan besar tahunan itu.
Namun, momen pada akhir November hingga pertengahan Desember 2025 terasa berbeda. Lima atlet Smamdela, SMA Muhammadiyah 8 Gresik, mencatatkan prestasi yang menorehkan kebanggaan baru bagi sekolah dan Gresik bagian selatan.
Ajang ini bukan sembarang turnamen. Grissee Pencak Silat Championship II 2025, kompetisi resmi yang IPSI Kabupaten Gresik selenggarakan bekerja sama dengan Kodim 0817/Gresik. Menarik 1.775 pelajar dari TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.
Bertempat di Gedung WEP Gresik, kejuaraan ini berlangsung dalam dua gelombang. Yakni 25–28 November dan 9–11 Desember 2025. Ratusan laga penuh ketegangan dan energi muda pun hadir di sana.
Dari ratusan pesilat, lima nama dari Smamdela bersinar sebagai bintang baru. Mereka tidak hanya mencatatkan prestasi, tetapi memamerkan ketenangan yang jarang dimiliki remaja seusia mereka.
Emas Beruntun dari Lima Pesilat Muda
Falrino Alfarezi dari kelas XI IPA 2 memulai rentetan kebanggaan itu. Berlaga di Kelas F Remaja Putra, Falrino melangkah mantap sejak babak penyisihan. Postur tubuhnya yang tinggi dan pukulan terukur meningkatkan kepercayaan dirinya.
“Aku cuma fokus pada satu hal, nerapin arahan pelatih,” ungkapnya singkat.
Tak kalah memukau, M. Satria Ramadhan dari kelas XII 4 yang turun di Kelas E Remaja Putra juga merebut Juara I. Satria tampil dengan agresivitas yang konsisten dan stamina menakjubkan. Setiap kali kakinya menjejak matras, penonton mengiringi dengan tepuk tangan. Ia menjadi salah satu pesilat yang wasit nilai paling stabil sepanjang hari itu.
Di sisi arena lain, dua pesilat putri kelas X B, Putri Aulia dan Siti Rasyada Syamsiatika, membuktikan usia muda bukan penghalang untuk tampil matang. Putri Aulia meraih Juara I Kelas E Remaja Putri.
Sementara itu, Rasyada yang turun di nomor Seni Tunggal Tangan Kosong memikat juri dengan ketelitian, keindahan gerak, dan ketenangan yang membuatnya tampak lebih dewasa. Keduanya membawa pulang medali emas yang sangat berarti.
Satu lagi prestasi penting disumbangkan oleh Hilman Johary kelas X A. Bertanding di Kelas B Remaja Putra, Hilman berhasil merebut Juara II setelah melewati laga-laga berat sejak pagi. Meskipun tidak naik podium tertinggi, kerja keras dan pertarungan tanpa menyerahnya justru menjadi cerita favorit banyak teman di sekolah.
Ofisial di Balik Kemenangan
Di balik layar kemenangan ini, ada nama seorang siswa yang bekerja keras memastikan kelancaran tim. Maulana Rozaq, siswa kelas X B sekaligus atlet silat, berperan sebagai ofisial yang mewakili pelatihnya. Ia mengurus administrasi, memastikan jadwal bertanding, hingga menjaga mental rekan-rekannya.
“Mereka berjuang, saya pastikan mereka siap,” tuturnya merendah.
Kejuaraan ini bukan hanya tentang medali. IPSI Gresik merancang ajang ini sebagai wadah agar pesilat muda tidak “berlatih liar,” tetapi berkembang melalui jalur resmi yang sportif dan terukur. Lima juara dari Smamdela membuktikan anak-anak muda dapat tumbuh dengan karakter kuat saat diberi ruang yang tepat.
Sore itu, saat lampu GOR WEP mulai meredup, lima nama dari Smamdela kembali dengan kebanggaan yang tidak hanya tertulis pada piagam, tetapi juga terpancar pada cara mereka melangkah lebih tegak. Mereka pulang sebagai juara, dan mungkin, menjadi calon atlet masa depan Gresik bahkan Nasional. (#)
Jurnalis Liset Ayuni
Sumber : Tagar.co
