SMAMDELAGRES — Lapangan perguruan SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela), Cerme, Gresik tampak lebih hidup dari biasanya. Ratusan siswa baru larut dalam semangat dan antusiasme saat satu per satu kegiatan ekstrakurikuler ditampilkan secara atraktif dalam rangkaian hari ketiga Forum Ta’aruf dan Orientasi (Fortasi), Rabu pagi 16 Juli 2025.
Sejak dua hari sebelumnya, siswa baru telah disuguhi materi-materi pengenalan di dalam kelas. Kali ini, suasana berganti. “Kalian pastinya jenuh karena berada di dalam ruangan terus dari kemarin mendengarkan materi. Sekarang kita outdoor untuk menyaksikan demo kegiatan ekstra di sekolah tercinta,” sapa Bunga Ravelia Nurjanah dari kelas XI IPA 2 yang memandu acara bersama Ulil Albab dari XI IPS.
Kegiatan dimulai dengan penyerahan apresiasi kepada 15 siswa yang lolos Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten (OSN-K). Setelah itu, pertunjukan demi pertunjukan pun mengalir, memikat perhatian para peserta didik baru.
Penampilan pertama adalah lantunan Surah An-Naba yang dibawakan secara merdu oleh Muhammad Raihan Elshirazy (XII-4) dan Maulana Fajar Romadhon (XI IPA 2).
Menyusul kemudian tampilan English Conversation Club (ECC) dengan lagu “The Lion Sleeps Tonight” yang dibawakan Bagas Anargya Putera Nuswanto (XII-4) dan Kayla Aira Yasmin (XI IPS), diiringi rekan-rekan ECC lainnya serta didampingi pembina mereka, Miss Ichda Solikhatul Nisa’.
Qirania Indira dari kelas tata rias tampil memukau dalam balutan busana adat Bali, dirias oleh Kayla dan Almira. Dari kelas riset, Dhita mempresentasikan eksperimen asap antara bubuk peka dan H₂O₂, diperagakan oleh Sinta dan Fitri.
Eksperimen busa oleh Andini dan Hanaya turut mencuri perhatian, dengan bahan sederhana: soklin, pewarna, dan penghilang noda.
Tataboga turut ambil bagian. Vina, Lailil, Vega, dan Putri menjelaskan pentingnya estetika dalam penyajian masakan. “Tataboga bukan hanya tentang memasak, tetapi juga belajar membuat tampilan makanan menjadi cantik dan sedap dipandang,” terang Putri. 
Ekstrakurikuler Tapak Suci menjadi salah satu pertunjukan paling menegangkan. Dua pendekar, Rafi Rasyidin Nugraha dan Erdiansyah Rachman, meminum bensin, lalu menyulut obor dan menyentuhkan api ke lengan mereka tanpa luka. Mereka bahkan memadamkan api dengan tangan kosong.
Tak kalah mendebarkan, Satria mendemonstrasikan jurus Tapak Suci dengan golok dan tongkat. Humam dan Erdiansyah memecahkan bata ringan hanya dengan tangan kosong. Tiga pendekar lainnya—Inayah, Almyra, dan Syahrul—memperlihatkan ketahanan tubuh menghadapi pukulan tongkat berapi di atas paha mereka.
Penampilan Pasus (Pasukan Khusus) tak kalah memesona. Baris-berbaris mereka tampak sempurna. “Pasus sangat kompak dan rapi. Menarik sekali melihat Fahri memimpin Suci, Davina, dan Salsabila,” komentar Almer Haidar, siswa baru yang tampak kagum.
“Dari tadi yang pegang kamera itu tim dari ekstra DKV—Desain Komunikasi Visual,” ungkap Bunga, memberi pengakuan kepada tim di balik layar.
Demonstrasi kolosal dari program unggulan kelas olahraga menambah semarak. Ada Altaf, Arshavin, dan Barok (basket), Rifal dan Raka (bulu tangkis), Rendi Ibrahim dan Asy’ari (voli), serta tim hoki dan futsal: Dimas, Farel, Amar, Revan, dan Habib.
Klimaks kegiatan terjadi saat Gempa (Generasi Muda Pecinta Alam) dan panahan berkolaborasi. Melalui flying fox, tim Gempa menyerahkan busur kepada atlet panahan yang lalu membidik balon berisi kertas warna-warni—meletus dengan indah di udara. Setelah itu, tiga siswi Gempa membuat atraksi menegangkan dengan meluncur turun dari lantai dua dalam posisi kepala di bawah.
Setelah semua unjuk aksi, perwakilan tiap ekstrakurikuler maju ke hadapan ratusan siswa baru. Lalu seluruh siswa—kelas X, XI, dan XII—berkumpul melingkar, menyanyikan lagu Smamdela dengan iringan drum dan kibaran bendera sekolah.
“Kolaborasi dari tim Gempa dan panahan keren banget,” ujar Rasya, siswa baru yang mengaku sudah lama tertarik dengan kegiatan Gempa sejak masih SMP.
Fortasi hari ketiga ditutup dengan pemilihan ekstrakurikuler oleh para siswa baru. Smamdela tak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga rumah tumbuhnya potensi dan bakat para siswa. Di sini, setiap siswa diberi kesempatan untuk berkembang sepenuh hati.
Sumber : Tagar.co
