Home / Berita / Smamdela Belajar Filosofi Pemimpin Rakyat di SMK Mutu Gondanglegi

Smamdela Belajar Filosofi Pemimpin Rakyat di SMK Mutu Gondanglegi

SMAMDELAGRES — Di ruang pertemuan bercat putih dan biru, cahaya terang dari jendela besar membingkai sosok Munali, S.Pd., M.Pd., yang berdiri di tengah ruangan.

Mengenakan batik biru bermotif, ia memegang mikrofon di tangan kanan, sementara tangan kirinya terangkat dengan dua jari memberi penegasan.

Di hadapannya, deretan guru Smamdela berseragam orange dengan jilbab putih duduk rapi, menyimak setiap kata. Di sisi kiri ruangan, layar menampilkan gambar bidak catur merah di papan hitam putih, seolah menegaskan tema pembicaraan tentang strategi dan kepemimpinan.

Suasana itu mewarnai Sabtu (9/8/2025) ketika rombongan SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) melakukan studi tiru ke SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kunjungan ini bukan sekadar pertukaran informasi, tetapi juga upaya menumbuhkan growth mindset dalam pengelolaan pendidikan yang lebih baik.

Munali, Kepala SMK Mutu, membagikan filosofi kepemimpinan yang menjadi napas pengelolaan sekolah. Ia menekankan bahwa sekolah harus dikelola dengan jiwa seorang pemimpin rakyat, bukan penguasa.

“Pemimpin rakyat itu mendengar, memahami, lalu bergerak bersama. Kalau kepala sekolah hanya memerintah, visi akan terhenti di dirinya saja. Tetapi jika kita memimpin dengan hati, semua akan bergerak menuju tujuan bersama,” ungkapnya penuh semangat.

SMK Mutu, yang dikenal sebagai salah satu sekolah berprestasi di Jawa Timur, berhasil menunjukkan pengelolaan manajemen yang solid dan berorientasi pada pemberdayaan siswa.

Dengan empat belas kompetensi keahlian, mulai dari teknik hingga pelayanan, sekolah ini menampung lebih dari 2.000 siswa. Struktur organisasi yang rapi dan pembagian tugas yang jelas menjadi salah satu kunci keberhasilannya.

Kepala Smamdela Emi Faizatul Afifah menerima cenderamata dari Kepala SMK Mutu Gondanlegi Munali (Tagar.co/Jovan)

Bagi Smamdela, kunjungan ini menjadi cermin untuk belajar menata organisasi sekolah secara profesional. “Kami melihat langsung bagaimana tata kelola SMK Mutu tidak hanya efektif, tetapi juga membangun rasa memiliki bagi seluruh guru dan siswa,” ujar Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si

Selain mempelajari manajemen sekolah, rombongan Smamdela juga diajak untuk menelusuri perjalanan sejarah SMK Mutu, melihat inovasi pembelajaran berbasis proyek, dan berdiskusi mengenai strategi penguatan karakter siswa.

Semua itu mempertegas satu hal: kualitas pendidikan lahir dari kolaborasi, konsistensi, dan keberanian untuk terus belajar.

Studi tiru ini diakhiri dengan kesepahaman bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga proses membentuk manusia yang merdeka berpikir dan berdaya untuk lingkungannya.

Seperti yang disampaikan Munali, “Sekolah adalah rumah bersama, dan kepala sekolah adalah pelayan yang memastikan setiap penghuninya tumbuh dan berdaya.”

Dengan semangat itu, Smamdela pulang membawa lebih dari sekadar catatan; mereka membawa inspirasi, strategi, dan keyakinan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama

Sumber : Tagar.co

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK