Tanpa AI: Kader IPM Smamdela Belajar Problem Solving dengan AI dan Ansos

SMAMDELAGRES — Riuh diskusi terdengar dari sebuah villa di Pacet. Siswa-siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela)duduk berkelompok, serius mengerjakan case study tanpa bantuan gawai, tanpa mesin pencari, apalagi AI. Semua ide mereka lahir dari hasil berpikir bersama, diiringi semangat khas pelajar Muhammadiyah yang sedang ditempa. Kegiatan ini merupakan bagian dari Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) PR IPM Smamdela yang rutin digelar setiap tahun. Dari 47 siswa yang lolos seleksi dua tahap sejak Agustus, sebanyak 37 akhirnya mengikuti rangkaian LDKS (25–27/9/2025). Jika sebelumnya LDKS lebih sering mengandalkan analisis SWOT untuk melatih kepemimpinan, tahun ini ada terobosan baru yakni peserta diperkenalkan pada teknik berpikir Appreciative Inquiry (AI) dan Analisis Sosial (Ansos). Materi problem solving ini dibawakan oleh guru BK sekaligus guru Sosiologi Smamdela, Liset Ayuni, S.Psi. Baginya, kesempatan ini bukan hanya menyampaikan teori, melainkan juga mendampingi murid-muridnya mengasah logika berpikir kritis. “Dengan AI, siswa belajar menggali kekuatan untuk mencari solusi. Sedangkan Ansos membantu mereka memahami akar masalah sebelum mengambil keputusan,” jelasnya. Diskusi berjalan dinamis. Setiap kelompok diminta menuntaskan case study tanpa HP. Hasilnya, mereka lebih banyak bertukar pikiran, menyusun argumen, dan berlatih mendengarkan. Beberapa kelompok memilih menelusuri masalah dengan Ansos, sementara lainnya lebih tertarik menggunakan AI karena menawarkan cara pandang yang optimis. Bunga Revelian Nurjannah, salah satu peserta, menceritakan pengalamannya. “Kelompok kami cenderung menganalisis case dengan AI karena lebih mudah menemukan kekuatan yang bisa dijadikan pijakan untuk solusi. Rasanya lebih semangat dan positif,” ungkapnya. Hal senada disampaikan panitia LDKS, Diesta Niken. Ia menilai tahun ini peserta lebih beruntung karena mendapat bekal problem solving secara formal. “Di LDKS sebelumnya, teknik logika berpikir belum pernah diajarkan. Mereka hanya tahu SWOT secara otodidak. Baru tahun ini langsung belajar AI dan Ansos, dan itu jadi nilai tambah besar,” ujarnya. Dari villa di lereng Pacet, pengalaman sederhana ini meninggalkan kesan mendalam. Tanpa bergantung pada teknologi, para kader IPM Smamdela berlatih memimpin dengan cara baru, yakni berpikir kritis, solutif, sekaligus visioner, sebuah bekal penting untuk mengemban amanah organisasi di masa depan. Penulis : Naflah Shoofiyah Sumber : pwmu.co

Filosofi “5ER” Jadi Bekal Etika Kader IPM di LDKS Smamdela

SMAMDELAGRES — Kamis (25/9/2025) siang, aula Villa Asia Jaya, Pacet, Mojokerto, kembali ramai. Setelah rangkaian aktivitas fisik pagi hari, 37 peserta Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) duduk berderet rapi, siap mengikuti salah satu sesi paling dinanti: Etika IPM. Sesi yang dimulai pukul 13.00 WIB ini diampu Wakil Kepala Sekolah Urusan ISMUBA, Lukman Arif SPdI. Tanpa PowerPoint, tanpa slide berwarna-warni, Lukman memilih pendekatan interaktif. Ia berbicara lepas, mengajak peserta terlibat dalam percakapan yang mengalir. “Etika itu bukan sekadar teori untuk dihafal, tetapi kebiasaan yang terus kita latih,” ucapnya membuka sesi. Lima Kata, Satu Karakter Lukman memperkenalkan filosofi “5ER,” yaitu lima kata sederhana yang menjadi panduan etika kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah: pinter, kober, bener, banter, dan seger. Pinter berarti cerdas dalam mengelola gagasan serta strategi gerakan. “Kecerdasan tidak hanya diukur dari nilai rapor. Kader IPM harus peka membaca situasi dan mampu mencari solusi,” tegasnya. Kober dimaknai sebagai kesiapan kapan pun organisasi membutuhkan, baik secara fisik maupun mental. Bener menekankan pentingnya integritas dan kejujuran. “Percuma kita pintar kalau tidak bener. Kejujuran adalah fondasi kepercayaan,” sambungnya. Banter diartikan sebagai keberanian menyuarakan kebenaran di ruang publik dengan cara yang santun. Sementara itu, seger merujuk pada semangat muda yang selalu segar menghadapi tantangan zaman. “Seger bukan hanya badan yang bugar, tapi pikiran yang jernih dan hati yang bersih,” tutur Lukman. Kelima kata ini, menurutnya, bukan sekadar jargon. “5ER adalah karakter. Jika kalian mengamalkan ini, insyaallah akan menjadi kader yang beretika dan berkarakter,” pesannya. Antusias Gen Z Selama satu jam, suasana tetap cair. Pertanyaan mengalir, tawa kerap pecah saat Lukman mencontohkan perilaku sehari-hari yang akrab di telinga pelajar. Tanpa visual pendukung, peserta justru lebih fokus pada dialog yang hidup. Fachri Ilham, salah satu peserta, mengaku mendapat pemahaman baru tentang makna etika berorganisasi. “5ER ini gampang diingat dan bisa dipakai sehari-hari, bukan cuma di IPM. Misalnya, pinter itu bukan hanya nilai bagus, tapi pintar membawa diri,” ujarnya usai sesi. Bagi Aril (sapaan akrab Fachri Ilham), metode penyampaian Lukman menjadikan topik serius terasa menyenangkan. “Karena tidak pakai slide, kita jadi lebih fokus ke pembicaraan dan diskusi,” tambahnya. Ice Breaking yang Menyegarkan Di tengah pemaparan, Lukman menyelipkan ice breaking berupa tepuk tangan berirama. Suara tepukan peserta menggema, membuat aula kembali hidup setelah aktivitas padat sejak pagi. “Kadang kita perlu jeda supaya pikiran tetap segar. Itu juga bagian dari menjaga ‘seger’ dalam 5ER,” canda Lukman, disambut tawa peserta. Interaksi yang hangat ini menambah kesan mendalam. “Seru, kita jadi ikut aktif,” komentar beberapa peserta lain sambil tersenyum puas. Sejalan dengan Tema LDKS 2025 LDKS Smamdela tahun ini mengusung tema Grow Together, Lead with Character. Materi Etika IPM menjadi bagian penting untuk mewujudkan cita-cita tema itu: tumbuh bersama dalam kebersamaan, sekaligus memupuk kepemimpinan yang berkarakter. “Kalau pinter, kober, bener, banter, dan seger sudah tertanam, kalian akan tumbuh menjadi pemimpin muda yang berkarakter. Bukan hanya di sekolah, tapi juga di masyarakat,” tegas Lukman menutup sesi. Peserta tampak masih mendiskusikan makna 5ER dengan teman-temannya selepas materi. Beberapa bahkan mengulang kelima kata itu sambil bercanda. Antusiasme ini menandakan bahwa pesan etika yang disampaikan tidak berhenti di ruang aula. Di tengah derasnya budaya instan dan tantangan generasi Z, 5ER hadir sebagai pengingat bahwa nilai dasar organisasi adalah fondasi kepemimpinan sejati. Bagi 37 peserta LDKS Smamdela, siang itu bukan sekadar belajar teori, melainkan menanamkan sikap yang akan mewarnai perjalanan sebagai kader dan pemimpin muda Muhammadiyah sejalan dengan semangat Grow Together, Lead with Character yang menjadi ruh LDKS 2025. (*) Penulis : Jovan Sumber : pwmu.co

LDKS IPM Smamdela: Jangan Benarkan yang Biasa, Biasakan yang Benar!

SMAMDELAGRES — Pesan tegas menggaung di tengah semarak Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela), Kamis (25/9/2025) sore. Wakil Kepala Urusan Kesiswaan sekaligus Pembina PR IPM Smamdela, Ahmad Rizal Azdka, S.Pd., yang akrab disapa Pak Ri, memantik semangat peserta dengan materi bertema “Disiplin dalam IPM”. Materi ini disampaikan pukul 15.00–16.00 WIB di Villa Asia Jaya, Pacet, Mojokerto. Dengan gaya lugas dan penuh energi, Pak Ri menekankan bahwa disiplin bukan sekadar rutinitas, tetapi nafas utama yang meneguhkan karakter kepemimpinan ; sejalan dengan tema besar LDKS tahun ini, “Grow Together, Lead with Character”. “Jangan benarkan yang biasa, tapi biasakan yang benar,” tegasnya di hadapan 37 peserta terpilih. Kalimat singkat itu menjadi kunci pemahaman disiplin yang relevan bukan hanya di IPM, tapi juga di kehidupan sekolah dan masyarakat luas. Disiplin: Pilar Kader IPM Dalam pemaparannya, Pak Ri menguraikan pengertian disiplin ber-IPM sebagai sikap konsisten, tepat waktu, dan taat aturan. Ia merinci tiga ruang lingkup disiplin: 1. Disiplin Ibadah: menjaga ketepatan waktu salat, tilawah, dan berbagai kegiatan keagamaan. 2. Disiplin Belajar: konsisten mengerjakan tugas, menjaga prestasi, dan menyeimbangkan akademik dengan organisasi. 3. Disiplin Organisasi: hadir tepat waktu, memegang komitmen program kerja, serta menghormati hasil musyawarah. Menurutnya, kedisiplinan yang kokoh akan berdampak pada produktivitas, kepercayaan, dan keberkahan organisasi. “Kalau kader IPM mampu menegakkan disiplin, otomatis menjadi teladan di sekolah. Itu baru pemimpin karakter,” ungkapnya. PPT Padat, Pesan Mengena Pak Ri memanfaatkan slide presentasi singkat berisi poin-poin inti. Bukan untuk menjejali peserta dengan teks, melainkan menegaskan struktur pemahaman. Tiap slide hanya menampilkan kata kunci seperti konsisten, taat aturan, dan komitmen yang kemudian ia jabarkan secara interaktif. Pendekatan ini membuat peserta fokus. Fahri Zaidan, salah satu panitia LDKS, mengakui bahwa cara Pak Ri menyampaikan materi memudahkan peserta menyerap pesan. “Materinya padat, tapi cara beliau memaparkan itu santai dan langsung ke inti. Jadi nggak terasa seperti ceramah panjang,” ujarnya. Disiplin yang Dihidupkan Panitia Bukan sekadar teori, panitia LDKS sendiri menjadi contoh nyata penerapan disiplin. D, salah satu panitia, mengisahkan pengalaman saat keberangkatan menuju Pacet. Sesuai jadwal, seluruh tim harus berangkat pukul 06.00 pagi. Namun D baru tiba sekitar pukul 06.30. Sebagaimana kesepakatan yang telah dibuat bersama Pak Ri, keterlambatan dikenai denda khusus sebagai konsekuensi. “Itu bukan soal nominalnya, tapi soal komitmen. Saya jadi paham bahwa disiplin bukan untuk mengekang, tapi untuk melatih tanggung jawab,” ungkap D. Cerita itu menjadi pengingat bahwa disiplin bukan sekadar materi di slide, melainkan sikap yang harus dihidupkan dalam setiap aktivitas organisasi. Menguatkan Tema LDKS 2025 Semua pesan yang disampaikan Pak Ri sejalan dengan tema besar LDKS 2025, “Grow Together, Lead with Character”. Disiplin diposisikan sebagai fondasi kepemimpinan: menumbuhkan kebiasaan baik secara kolektif, dan memupuk karakter pemimpin yang tegas namun penuh empati. Pak Ri menutup sesi dengan menantang para peserta untuk terus menanamkan disiplin dalam setiap aspek kehidupan sekolah dan IPM. “Pemimpin itu dilihat bukan dari seberapa sering dia berbicara, tapi dari ketepatan dan konsistensinya menepati janji dan waktu,” tandasnya. Materi sore itu bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga menggugah kesadaran. Disiplin yang diajarkan Pak Ri menegaskan bahwa membiasakan yang benar jauh lebih penting daripada membenarkan kebiasaan. Sebuah pesan yang terus terngiang bahkan setelah kegiatan LDKS usai. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co

24 Siswa Smamdela Berlaga di SMA Awards 2025, Optimistis Angkat Isu Digitalisasi

SMAMDELAGRES — SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik meneguhkan langkahnya di kancah nasional dengan mengirimkan 24 siswa terbaik dalam SMA Awards 2025. Ajang prestisius tingkat pelajar SMA ini diselenggarakan secara nasional dan melibatkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Kompetisi tersebut menjadi ruang unjuk bakat lintas bidang, mulai seni, olahraga, literasi, hingga keterampilan digital. Tahun ini, SMA Awards mengangkat isu besar digitalisasi sebagai benang merah perlombaan. Hal tersebut membuat Smamdela optimistis, sebab sekolah ini telah lama menerapkan digitalisasi dalam keseharian, baik pada proses pembelajaran berbasis platform digital, sistem administrasi sekolah, maupun inovasi kegiatan siswa. Kepala SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah MSi menyatakan partisipasi siswanya dalam ajang ini merupakan wujud nyata dukungan sekolah terhadap pengembangan potensi dan daya saing generasi muda. Pembina lomba siswa, Dwi Kristanto SPd MM dalam wawancara pada Selasa (16/9/2025) menjelaskan bahwa seluruh karya telah berhasil diunggah sesuai tenggat, dengan pendampingan intensif dari guru maupun pelatih khusus untuk cabang tertentu seperti pencak silat. 24 Siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik Berlaga di SMA Awards 2025 (Liset Ayuni/PWMU.CO) Ia menegaskan, kesiapan teknis maupun mental para peserta menjadi modal penting untuk berkompetisi. Adapun siswa Smamdela Gresik yang siap berlaga dalam SMA Awards 2025 adalah: Fauziah Syifa Azzahra (XII 2) – Fotografi Ahmad Wildan Pradana (X C) – Jurnalistik Maulana Rozaq Herdyansyah (X B) – Pencak Silat Putra Siti Rasyada Syamsiatika (X B) – Pencak Silat Putri Muhammad Kinza Mika Rahil (XI IPA 1) – Kriya (Kerajinan Tangan) Ikbar Raditya (X C) – Desain Poster Naflah Shoofiyah Aatikah (XII 3) – Menyanyi Solo Putri Daffa Fawwaz Robbani Dot Com (X C) – Cipta dan Baca Puisi Falrino Alfarezi (XI IPA 2) – Sinematografi Jovan Rafael Susanto (XII 2) – Sinematografi Elvareta Raelana (XII 2) – Sinematografi Suci Aura Eka Pratiwi (XII 1) – Sinematografi Elvia Rafa Fradella (XII 1) – Sinematografi Icha Margareta Salsabila Rahayu (XII 3) – Sinematografi Fahri Zaidan Maulana (XII 2) – Sinematografi Diesta Niken Aurelia (XII 1) – Sinematografi Awalul Nanda Rizqia (XII 4) – Sinematografi Zulfikar Amirulloh (XII 1) – Sinematografi Revan Tri Aditya Putra (XI IPA 1) – Sinematografi Yudha Wahyu Sinagar (XI IPS) – Sinematografi Yuliati Nur Fikriani (XI IPS) – Sinematografi Muhammad Humam Fadlurahman (XI IPS) – Sinematografi Mudyazthity Oktarizki Ramadhani (XII 4) – Sinematografi Jasmine Azzura Revoliotta (X A) – Cipta Cerpen Dengan mengirimkan delegasi besar, Smamdela menempatkan diri sebagai sekolah yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mendukung pengembangan talenta siswa di bidang kreatif, olahraga, dan seni. Partisipasi di SMA Awards 2025 sekaligus menunjukkan posisi Smamdela sebagai sekolah yang adaptif, berdaya saing, dan siap mencetak pelajar berprestasi di era digital. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co

Siswi Smamdela Sabet Dua Medali di LPS Kejurnas Atletik dan Indonesia U-18 Open Championships 2025

SMAMDELAGRES — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh salah satu siswi SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela). Salah satu siswi kelas XII-3, Nurus Syifa D. Nazarina, berhasil meraih dua medali pada ajang bergengsi LPS Kejuaraan Nasional Atletik dan Indonesia U-18 Open Championships 2025 pada Jumat (5/9/2025). Kejuaraan atletik tingkat nasional tersebut berlangsung di Stadion Sriwedari, Solo, dan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kejuaraan yang diikuti ratusan atlet muda tersebut, Naza, sapaan akrabnya, berhasil mengharumkan nama sekolah dan daerah melalui prestasinya di nomor lempar. Ia sukses meraih Juara II Lontar Martil dan Juara III Lempar Cakram. Capaian ini terasa istimewa karena Naza tidak hanya bersaing dengan atlet sebaya, tetapi juga menghadapi peserta kategori U20 bahkan senior. Meski demikian, ia mampu menunjukkan performa terbaik dan berhasil naik ke podium juara. Di balik prestasi tersebut, tersimpan perjuangan panjang. Naza dikenal sebagai siswi yang disiplin dalam membagi waktu antara sekolah dan latihan. Hampir setiap sore ia menjalani latihan fisik dan teknik, meski harus rela mengorbankan waktu luang bersama teman-temannya. “Latihan memang melelahkan, apalagi menjelang pertandingan intensitasnya semakin ditambah. Tapi saya percaya, hasil tidak akan mengkhianati usaha,” ungkap Naza saat ditemui usai pertandingan. Bagi Naza, dukungan keluarga, guru, dan teman-teman di Smamdela menjadi energi tambahan untuk terus berjuang. “Kalau lagi capek, biasanya saya ingat pesan orang tua, yaitu jangan pernah berhenti sebelum mencoba sekuat tenaga,” ujarnya. Apresiasi Pihak Sekolah Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah MSi, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian siswinya. “Alhamdulillah, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah. Naza tidak hanya menunjukkan bakat olahraga, tetapi juga membuktikan bahwa siswa Smamdela bisa bersinar di tingkat nasional. Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi siswa lainnya untuk berani mengembangkan minat dan bakatnya,” tutur Emi. Menurutnya, sekolah selalu berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang, baik di bidang akademik maupun nonakademik. “Kami percaya setiap anak memiliki keunggulan masing-masing. Tugas sekolah adalah mendampingi sekaligus memberi wadah agar potensi itu dapat berkembang secara maksimal,” imbuhnya. Bagi teman-teman di Smamdela, keberhasilan Naza menjadi motivasi tersendiri. Banyak yang merasa terinspirasi bahwa prestasi dapat diraih tidak hanya melalui nilai akademik, tetapi juga lewat bakat di bidang olahraga maupun seni. Salah satu rekannya, Safa, mengaku bangga memiliki teman seperti Naza karena rajin berlatih namun tetap tidak pernah tertinggal pelajaran di kelas. “Bangga sekali punya teman seperti Naza. Dia rajin latihan, tapi tetap tidak pernah tertinggal pelajaran di kelas,” ungkapnya. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi akan selalu membuahkan hasil, meski perjalanan yang ditempuh tidaklah mudah. Naza sendiri tidak ingin cepat puas. Ia bertekad terus mengasah kemampuan, bahkan menargetkan bisa mewakili Indonesia di ajang internasional. “Semoga prestasi ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. Saya ingin membuktikan bahwa anak daerah juga bisa berkompetisi di level dunia,” tegasnya. Dengan capaian tersebut, Smamdela kembali menegaskan jati dirinya sebagai sekolah yang mampu melahirkan generasi berprestasi sekaligus berkarakter. (*) Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co

Paskibra Istimewa: Camat Cerme Percayakan Sepenuhnya kepada SMAMDELA

SMAMDELAGRES — Momen pengibaran bendera dalam rangka HUT ke-80 RI di Kecamatan Cerme, Ahad (17/8/2025), menjadi panggung istimewa bagi 27 siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA). Seluruh pasukan paskibraka pada upacara itu diminta langsung oleh Camat Cerme agar dibentuk dari siswa-siswi SMAMDELA. Permintaan khusus tersebut disampaikan sejak pertengahan Juli 2025. Saat itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Lukman Arif SPdI (sebelum digantikan A. Rizal Azdka SPd pada awal Agustus 2025), memberikan amanah besar kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa kesempatan ini bukan sekadar prestise sekolah, tetapi juga ruang tumbuh bagi semua anak didik. Sebanyak 27 siswa terpilih berasal dari beragam ekstrakurikuler, mulai Pasus, Tapak Suci, Panahan, Tahfidz, Generasi Muda Pecinta Alam (GEMPA), hingga Futsal dan Basket. Selama hampir dua pekan, sejak 4–16 Agustus, mereka berlatih di lapangan Kecamatan Cerme setiap pukul 07.00–12.00 WIB. Latihan dipandu Samsul (Koramil Cerme) dan Wawang (Polsek Cerme). Dari dasar baris-berbaris hingga formasi pengibaran, seluruh proses dijalani dengan disiplin tinggi. Fahri Zaidan Maulana (XII-2), yang dipercaya sebagai Komandan Pasukan, menuturkan betapa berat sekaligus berharganya pengalaman ini. Sementara itu, Rafi Rasyidin Nugraha (XII-4), anggota Tapak Suci yang bergabung di pasukan 17, mengaku awalnya kaget dengan intensitas latihan. “Dari yang awalnya tidak tahu apa-apa tentang baris-berbaris, sampai akhirnya bisa mengibarkan bendera dengan formasi lengkap, itu rasanya luar biasa. Capeknya terbayar dengan kebersamaan. Kami pulang bukan hanya membawa pengalaman, tapi juga rasa percaya diri baru,” kata Rafi.   Nama yang Akan Dikenang Inilah 27 siswa SMAMDELA yang mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada HUT RI ke-80 di Kecamatan Cerme: Fahri Zaidan Maulana (XII-2) – Danpas Shirli Jannatusy Syahida (XII-3) – Pasukan 17 Novianti Laura Angelis (XII-1) – Pasukan 17 Suciana Ilmi (XII-4) – Pasukan 17 Awalul Nanda Rizqia (XII-4) – Pengibar Bendera Nabila Nirmala Chandra Rini (XII-1) – Pasukan 17 Davina Aulia Rahmah (XII-1) – Pasukan 17 Ni’mah Anggun Aulia (XI IPA 1) – Pasukan 17 Rachma Syahwa Ayu Rossila Mariana Herdiono (XI IPA 1) – Pasukan 17 Naurah Athirah Fahrudin (XI IPS) – Pasukan 17 Cherly Artalitha Aurelia (XI IPA 2) – Pembawa Baki Rafi Hari Setyawan (X-A) – Pasukan 8 Muhammad Bintang Nagara (X-B) – Pasukan 17 Erdiansyah Rachman (XI IPA 2) – Pasukan 8 Wisnu Gonggo Husodo (XI IPA 2) – Pasukan 17 Kevinndra Ridho Wibowo (XII-2) – Pasukan 8 Robbi Jonathan (XII-2) – Pasukan 17 Jhoanda Rohme Putra Bastia (XII-3) – Pengibar Bendera Akhtar Satria Widodo (X-A) – Pasukan 17 Rafi Rasyidin Nugraha (XII-4) – Pasukan 17 Muhammad Abi Abdillah Rusdianto (XII-4) – Pasukan 8 Ahmad Husen Ainur Rofiq (X-3) – Pasukan 17 Siti Nur Aisyah (X-3) – Pasukan 17 Vindry Dwi Salsabila (X-3) – Pasukan 17 Maulana Rozaq Hendryansyah (X-B) – Pengibar Bendera Johan Armando Letlora (X-3) – Pasukan 17 Jasmine Azzura Reviolitta (X-1) – Pasukan 17 Lebih dari Sekadar Upacara Meski hanya bertugas untuk pengibaran, momen itu meninggalkan kesan mendalam. Mereka membuktikan bahwa dengan kepercayaan dan dukungan, setiap siswa mampu menunaikan tugas kehormatan sekelas pengibaran Sang Merah Putih. (*) Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co

Bersiap Laksanakan Studi Tiru, Guru SMAMDELA Gelar Apel Pagi

SMAMDELAGRES — Mentari pagi yang baru terbit menjadi latar dimulainya perjalanan penting SMA Muhammadiyah 8 (SMAMDELA) Gresik. Jumat (8/8/2025) pukul 06.45 WIB, lapangan Perguruan Muhammadiyah Cerme bergema oleh derap langkah penuh semangat para guru yang bersiap mengikuti studi tiru. Mereka berbaris rapi mengikuti apel pemberangkatan sebelum bertolak menggunakan bus. Apel dipandu Ahmad Rizal Azdka SPd, dan diisi arahan oleh Kepala SMAMDELA, Emi Faizatul Afifah MSi. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya memanfaatkan setiap momen perjalanan. “Serap ilmu sebanyak-banyaknya, ambil pengalaman terbaik, dan sesuaikan untuk peningkatan mutu sekolah kita tercinta dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak didik,” ujar Emi. Apel ditutup doa yang dipimpin Ust. Abdul Arkham MPdI. Lantunan doa menjadi pengikat tekad bersama agar perjalanan ini aman, lancar, dan penuh keberkahan. Bagi SMAMDELA, apel pemberangkatan bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol awal perjalanan menjemput inspirasi. Seperti kapal yang mengangkat jangkar, rombongan ini berangkat dengan keyakinan membawa pulang ilmu, jejaring, dan pengalaman untuk memperkaya langkah sekolah di masa depan. Dengan wajah penuh optimisme, para guru menaiki bus. Suara mesin yang menyala menjadi tanda dimulainya perjalanan dari semangat menuju pencapaian. In syaa Allah. Sumber : PWMU.co

Fortasi Smamdela: Rizal Azdka Pandu Petualang Taklukkan Rimba Sekolah

SMAMDELAGRES — Sebanyak 93 Petualang SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) menjelajahi ruang-ruang sekolah dalam Main Quest 2 Fortasi 2025, Senin (14/7/25). Kegiatan ini dipandu oleh Pembina Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ahmad Rizal Azdka SPd, sekaligus guru yang dikenal sebagai Legenda Smamdela karena kedekatannya dengan siswa dan ketajamannya dalam memberi makna. Main Quest 2 diawali dengan sesi “Wawasan Wiyata Mandala” di aula lantai dua. Di hadapan para Petualang (sebutan untuk siswa baru), Rizal Azdka menyampaikan refleksi mendalam tentang makna sekolah. “Sekolah bukan sekadar bangunan. Ia adalah rimba peradaban, tempat setiap jejak langkah kalian akan meninggalkan arti,” ujarnya. Suasana aula yang awalnya riuh berubah hening. Siswa terlihat serius menyimak, beberapa mencatat, lainnya mengangguk perlahan. Di setiap pos, mereka harus menyelesaikan Tantangan Rimba, seperti: • Menuliskan harapan dan ketakutan sebagai siswa baru di Pohon Refleksi (BK) • Menjawab kuis pertolongan pertama (UKS) • Merangkai puisi dari judul buku (Perpustakaan) • Menyebutkan nama guru dan mata pelajaran dari foto siluet (Studio Motreight) Setiap tantangan yang dituntaskan akan diberi stiker Guardian (guru Smamdela yang menjadi penjaga pos) yang kemudian ditempel di peta sebagai bukti keberhasilan. Bukan hanya petanya yang menarik, tetapi interaksi yang tumbuh antaranggota squad juga menjadi hal istimewa. “Awalnya takut salah jawab dan malu nanya. Tapi ternyata seru banget! Jadi tahu ruangan mana yang bisa jadi tempat aman kalau lagi bingung,” ujar Balqis, Petualang. Kegiatan ini dirancang untuk mendorong keberanian, komunikasi, dan rasa memiliki. Guru yang sebelumnya tampak formal kini tampil sebagai Guardian yang hangat dan menyemangati. Petualang sedang berpetualang ke pos-pos rimba. (Syifa/PWMU.CO) Beberapa Petualang bahkan tampak bangga menempelkan stiker Guardian layaknya koleksi harta karun di papan misi mereka. Menjelang penutupan, Rizal Azdka kembali menyapa peserta. “Rimba ini luas. Tapi selama kalian tidak lupa tujuan, kalian akan selalu menemukan jalan pulang,” pesannya. Kehadiran Rizal, yang sejak lama terkenal dekat dengan siswa-siswinya, memberi kesan kuat dalam perjalanan hari itu. Ia menjadi penghubung antara ruang sekolah dan nilai yang tersembunyi di dalamnya. Para Petualang telah menuntaskan satu misi penting yaitu mengenal rimba tempat mereka akan bertumbuh. Dengan tema Jumanji: Jelajah Unggul Madani Jiwa dan Aksi, Fortasi Smamdela tak sekadar forum pengenalan, tapi proses menanamkan rasa. Bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat belajar merasa. Besok, petualangan berlanjut. Tapi hari ini, mereka telah melangkah bukan sebagai siswa baru, tapi sebagai penjelajah yang siap menghadapi dunia baru. Sumber : pwmu.co

Fortasi Smamdela Ajak Siswa Baru Jadi Influencer Keren dan Berdampak

SMAMDELAGRES — Sebanyak 93 siswa baru SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) mengikuti Main Quest bertema “Jadi Influencer Keren dan Berdampak” pada Senin (14/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) 2025 bertema JUMANJI: Jelajah Unggul Madani Jiwa dan Aksi. Dalam sesi tersebut, para siswa yang disebut “Petualang” tidak hanya diperkenalkan pada dunia digital, tetapi juga diajak memahami peran pelajar dalam berkontribusi secara positif di media sosial. Sesi ini menghadirkan narasumber seorang Creative Content Creator dari Production House ternama di Jawa Timur, Tri Lutfi Kustiani. Dalam pemaparannya, Lutfi mengajak para siswa untuk tidak hanya berpikir soal viralitas, tetapi lebih pada kebermaknaan. “Kalau kalian bisa bikin satu konten yang bikin temanmu semangat sekolah atau berhenti insecure, itu sudah berdampak. Influencer itu bukan soal jumlah followers, tapi soal pengaruh dan niat baik yang menyertai,” tuturnya. Dengan gaya penyampaian yang santai, visual yang dinamis, serta pendekatan yang personal, sesi ini berhasil membangkitkan rasa ingin tahu para Petualang. Tidak hanya mendengar, para Petualang langsung menerima Tantangan Rimba dengan membuat konten video berdurasi 30-60 detik bertema “Aku Siap Jadi Pelajar Keren dan Berdampak”. Mereka bebas mengeksplorasi lokasi sekolah yang telah disulap menjadi Rimba Smamdela dan Taman Firdaus sebagai latar visual. Konten yang dihasilkan pun beragam mulai dari video motivasi, kampanye anti-bullying, hingga ajakan menjaga etika di media sosial. Kegiatan ini melatih keterampilan public speaking, kerja tim, scripting, hingga literasi digital. Semua video akan dikurasi untuk ditayangkan saat acara Puncak Everest Fortasi Smamdela di Trawas. Sesi ini tidak dikemas seperti kuliah atau ceramah, melainkan disampaikan melalui dialog, storytelling, dan simulasi singkat. Pendekatan ini membuat para siswa merasa lebih terlibat secara emosional. “Biasanya aku takut kalau disuruh bikin video. Tapi setelah dijelaskan Kak Lutfi, aku jadi semangat banget. Ternyata bikin konten bisa jadi salah satu cara berdakwah juga,” ungkap salah satu siswa, Niken. Kegiatan di hari pertama ini menjadi fondasi penting bagi misi-misi Fortasi selanjutnya. Para Petualang belajar bahwa menjadi pelajar bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi juga tentang kemampuan untuk bersuara dan memberi pengaruh positif. Fortasi Smamdela 2025 masih akan berlanjut hingga Sabtu mendatang. Beragam Main Quest menanti, dari mulai aksi teatrikal, kampanye hijau, hingga ekspedisi ke rimba Trawas karena di Fortasi bertema JUMANJI ini, setiap langkah adalah pelajaran, dan setiap pelajaran adalah petualangan. Sumber : pwmu.co

Awal yang Berbeda, Hari Pertama Fortasi Smamdela Ajarkan Pentingnya Adab

SMAMDELAGRES — Hari pertama Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) 2025 dimulai dengan langkah yang tak biasa. Bukan diawali dengan lomba yel-yel, bukan pula konser megah di lingkungan sekolah. Sebaliknya, kegiatan pembuka yang dipilih justru sederhana namun menyentuh: membuat ucapan terima kasih untuk orang tua. Sebanyak 93 siswa baru, yang disebut Petualang dalam tema Fortasi JUMANJI: Jelajah Unggul Madani Jiwa dan Aksi, berkumpul di Forum Rimba pada Sabtu (14/7/2025). Mereka mengikuti sesi reflektif bertema akhlak, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Fortasi di Smamdela. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Smamdela, Lukman Arif SPdI, membuka kegiatan dengan pengantar yang menggugah. “Ilmu tanpa akhlak adalah kehampaan. Adab lebih dulu sebelum pintar,” ujarnya tegas di hadapan para siswa baru yang duduk per-squad dalam suasana hangat dan tenang. Ia menjelaskan bahwa tantangan pelajar masa kini bukan hanya soal pencapaian akademik, tetapi juga soal pembentukan karakter. “Banyak yang cerdas, tapi kehilangan rasa hormat. Banyak yang rajin, tapi kurang empati,” tambahnya. Karena itu, menurutnya, Smamdela memilih memulai Fortasi dengan penanaman nilai dasar, bukan sekadar pengenalan teknis. Usai sesi reflektif, para Petualang menerima misi pertama mereka: membuat ucapan pendek berisi ungkapan terima kasih untuk orang tua. Tak ada skrip. Tak ada template. Hanya mereka, kamera, dan kata hati. Ada yang merekam di taman belakang sekolah, ada yang duduk di tangga masjid. Beberapa menyampaikan pesan sambil tertawa, sementara yang lain tak kuasa menahan air mata saat berkata: “Maaf sering bikin repot. Makasih udah sabar, udah sayang aku.” Ucapan itu langsung dikirimkan kepada orang tua masing-masing. Tak semua video terlihat sempurna, ada yang goyah, ada yang terbata-bata. Tapi semuanya jujur dan itu sudah lebih dari cukup untuk menyentuh hati. “Satu ucapan tulus seringkali lebih menyembuhkan daripada seribu nasihat,” kata fasilitator, Naflah Shoofiyah, dalam refleksi akhir sesi. Sementara itu, Ketua Panitia Fortasi 2025, Ahmad Rizal Azdka SPd, mengatakan bahwa misi ini bukan sekadar aktivitas pembuka, tetapi bagian dari visi karakter Smamdela. “Kami ingin anak-anak belajar dari dalam. Sebelum mengenal kelas, OSIS, atau lomba, mereka diajak lebih dulu menyapa batin dan menumbuhkan adab,” jelasnya. Menurut Rizal, pendekatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang sangat dibutuhkan di era digital dan disrupsi seperti sekarang. Fortasi Smamdela tahun ini tidak diawali dengan euforia, melainkan dengan suasana yang tenang dan mendalam. Tanpa disadari, para Petualang belajar bahwa menjadi pelajar Muhammadiyah sejati tidak cukup hanya dengan datang ke sekolah, tetapi juga dengan hadirnya hati yang tahu bersyukur. Besok, petualangan akan berlanjut. Tapi hari ini, pelajaran tentang akhlak telah menjadi langkah pertama, yang mungkin akan mereka ingat untuk waktu yang sangat lama Sumber : PWMU.CO Jurnalis : Liset Ayuni

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK