Fortasi Smamdela Ajak Siswa Baru Jadi Influencer Keren dan Berdampak

SMAMDELAGRES — Sebanyak 93 siswa baru SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) mengikuti Main Quest bertema “Jadi Influencer Keren dan Berdampak” pada Senin (14/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) 2025 bertema JUMANJI: Jelajah Unggul Madani Jiwa dan Aksi. Dalam sesi tersebut, para siswa yang disebut “Petualang” tidak hanya diperkenalkan pada dunia digital, tetapi juga diajak memahami peran pelajar dalam berkontribusi secara positif di media sosial. Sesi ini menghadirkan narasumber seorang Creative Content Creator dari Production House ternama di Jawa Timur, Tri Lutfi Kustiani. Dalam pemaparannya, Lutfi mengajak para siswa untuk tidak hanya berpikir soal viralitas, tetapi lebih pada kebermaknaan. “Kalau kalian bisa bikin satu konten yang bikin temanmu semangat sekolah atau berhenti insecure, itu sudah berdampak. Influencer itu bukan soal jumlah followers, tapi soal pengaruh dan niat baik yang menyertai,” tuturnya. Dengan gaya penyampaian yang santai, visual yang dinamis, serta pendekatan yang personal, sesi ini berhasil membangkitkan rasa ingin tahu para Petualang. Tidak hanya mendengar, para Petualang langsung menerima Tantangan Rimba dengan membuat konten video berdurasi 30-60 detik bertema “Aku Siap Jadi Pelajar Keren dan Berdampak”. Mereka bebas mengeksplorasi lokasi sekolah yang telah disulap menjadi Rimba Smamdela dan Taman Firdaus sebagai latar visual. Konten yang dihasilkan pun beragam mulai dari video motivasi, kampanye anti-bullying, hingga ajakan menjaga etika di media sosial. Kegiatan ini melatih keterampilan public speaking, kerja tim, scripting, hingga literasi digital. Semua video akan dikurasi untuk ditayangkan saat acara Puncak Everest Fortasi Smamdela di Trawas. Sesi ini tidak dikemas seperti kuliah atau ceramah, melainkan disampaikan melalui dialog, storytelling, dan simulasi singkat. Pendekatan ini membuat para siswa merasa lebih terlibat secara emosional. “Biasanya aku takut kalau disuruh bikin video. Tapi setelah dijelaskan Kak Lutfi, aku jadi semangat banget. Ternyata bikin konten bisa jadi salah satu cara berdakwah juga,” ungkap salah satu siswa, Niken. Kegiatan di hari pertama ini menjadi fondasi penting bagi misi-misi Fortasi selanjutnya. Para Petualang belajar bahwa menjadi pelajar bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi juga tentang kemampuan untuk bersuara dan memberi pengaruh positif. Fortasi Smamdela 2025 masih akan berlanjut hingga Sabtu mendatang. Beragam Main Quest menanti, dari mulai aksi teatrikal, kampanye hijau, hingga ekspedisi ke rimba Trawas karena di Fortasi bertema JUMANJI ini, setiap langkah adalah pelajaran, dan setiap pelajaran adalah petualangan. Sumber : pwmu.co

Awal yang Berbeda, Hari Pertama Fortasi Smamdela Ajarkan Pentingnya Adab

SMAMDELAGRES — Hari pertama Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) 2025 dimulai dengan langkah yang tak biasa. Bukan diawali dengan lomba yel-yel, bukan pula konser megah di lingkungan sekolah. Sebaliknya, kegiatan pembuka yang dipilih justru sederhana namun menyentuh: membuat ucapan terima kasih untuk orang tua. Sebanyak 93 siswa baru, yang disebut Petualang dalam tema Fortasi JUMANJI: Jelajah Unggul Madani Jiwa dan Aksi, berkumpul di Forum Rimba pada Sabtu (14/7/2025). Mereka mengikuti sesi reflektif bertema akhlak, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Fortasi di Smamdela. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Smamdela, Lukman Arif SPdI, membuka kegiatan dengan pengantar yang menggugah. “Ilmu tanpa akhlak adalah kehampaan. Adab lebih dulu sebelum pintar,” ujarnya tegas di hadapan para siswa baru yang duduk per-squad dalam suasana hangat dan tenang. Ia menjelaskan bahwa tantangan pelajar masa kini bukan hanya soal pencapaian akademik, tetapi juga soal pembentukan karakter. “Banyak yang cerdas, tapi kehilangan rasa hormat. Banyak yang rajin, tapi kurang empati,” tambahnya. Karena itu, menurutnya, Smamdela memilih memulai Fortasi dengan penanaman nilai dasar, bukan sekadar pengenalan teknis. Usai sesi reflektif, para Petualang menerima misi pertama mereka: membuat ucapan pendek berisi ungkapan terima kasih untuk orang tua. Tak ada skrip. Tak ada template. Hanya mereka, kamera, dan kata hati. Ada yang merekam di taman belakang sekolah, ada yang duduk di tangga masjid. Beberapa menyampaikan pesan sambil tertawa, sementara yang lain tak kuasa menahan air mata saat berkata: “Maaf sering bikin repot. Makasih udah sabar, udah sayang aku.” Ucapan itu langsung dikirimkan kepada orang tua masing-masing. Tak semua video terlihat sempurna, ada yang goyah, ada yang terbata-bata. Tapi semuanya jujur dan itu sudah lebih dari cukup untuk menyentuh hati. “Satu ucapan tulus seringkali lebih menyembuhkan daripada seribu nasihat,” kata fasilitator, Naflah Shoofiyah, dalam refleksi akhir sesi. Sementara itu, Ketua Panitia Fortasi 2025, Ahmad Rizal Azdka SPd, mengatakan bahwa misi ini bukan sekadar aktivitas pembuka, tetapi bagian dari visi karakter Smamdela. “Kami ingin anak-anak belajar dari dalam. Sebelum mengenal kelas, OSIS, atau lomba, mereka diajak lebih dulu menyapa batin dan menumbuhkan adab,” jelasnya. Menurut Rizal, pendekatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang sangat dibutuhkan di era digital dan disrupsi seperti sekarang. Fortasi Smamdela tahun ini tidak diawali dengan euforia, melainkan dengan suasana yang tenang dan mendalam. Tanpa disadari, para Petualang belajar bahwa menjadi pelajar Muhammadiyah sejati tidak cukup hanya dengan datang ke sekolah, tetapi juga dengan hadirnya hati yang tahu bersyukur. Besok, petualangan akan berlanjut. Tapi hari ini, pelajaran tentang akhlak telah menjadi langkah pertama, yang mungkin akan mereka ingat untuk waktu yang sangat lama Sumber : PWMU.CO Jurnalis : Liset Ayuni

Fortasi Smamdela Sajikan Petualangan Dunia Jumanji

SMAMDELAGRES — Sabtu pagi, 12 Juli 2025, halaman SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik berubah menjadi rimba tropis yang hidup. Bukan karena cuaca atau pepohonan, melainkan karena 93 Petualang (julukan istimewa bagi peserta Fortasi tahun ini) resmi memulai langkah pertama mereka dalam game of life bertajuk Jumanji: Jelajah Unggul Madani Jiwa dan Aksi. Sejak pagi, rimba ini bukan sekadar tempat orientasi. Ia menjadi panggung awal bagi transformasi pelajar Muhammadiyah. Para Petualang dibagi ke dalam 9 squad (5 putri dan 4 putra). Masing-masing didampingi oleh Ranger (kakak pendamping) dan dipayungi oleh Navigator (fasilitator), menciptakan formasi ideal untuk menjelajah, bertumbuh, dan menyatu dengan lingkungan sekolah yang baru. Acara dibuka secara semiformal dan dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Lukman Arif, S.Pd.I. Tak lama kemudian, panitia guru, OSIS, dan IPM diperkenalkan sebagai kru rimba yang siap mendampingi seluruh perjalanan. Suasana mulai mencair, dan rasa penasaran perlahan berubah jadi semangat. Sesi utama hari itu adalah Sesi Identitas. Studio Motreight disulap menjadi portal dunia Jumanji. Petualang-petualang muda difoto secara profesional per squad, dengan latar penuh elemen rimba. Ini bukan sekadar dokumentasi. Ini adalah momen simbolik bahwa mereka kini sah menjadi bagian dari keluarga besar Smamdela. Sambil menanti giliran foto, para Petualang diajak bermain game kolaboratif bersama para Navigator. Permainan ini bukan hanya menyegarkan tubuh, tapi juga mencairkan kecanggungan. Dalam hitungan menit, interaksi yang awalnya kaku berubah menjadi tawa riuh dan semangat bekerja sama. Chemistry antaranggota squad mulai terbentuk sebagai modal penting untuk misi-misi mendatang. Seluruh kegiatan dibungkus dengan istilah khas dunia Jumanji. Tak ada “sanksi”, yang ada hanya Tantangan Rimba. Tak sekadar “hadiah”, melainkan Power-Up. Bahkan sekolah pun disebut sebagai Rimba, ruang eksplorasi utama. Pendekatan ini membuat suasana terasa lebih segar, menyatu dengan imajinasi khas remaja, dan membangun ikatan emosional yang kuat. Tak hanya Petualang yang merasakan keseruan, para panitia pun ikut terbawa atmosfernya. “Seru sih, beda dari tahun-tahun sebelumnya. Kita yang panitia jadi pengin ikut berpetualang bareng Petualang-Petualang muda ini. Terus sebutannya ‘Ranger’ ini unik, berasa vibes-nya beda banget amaaaanahnya. Xixixi… biasanya kan cuma ‘kakak pembimbing’ atau ‘kambing’, hehe,” ujar salah satu Ranger Fortasi 2025, Awalul Nanda. Ketua Panitia Fortasi 2025 Ahmad Rizal Azdka, S.Pd., menegaskan Fortasi ini dirancang bukan hanya untuk pengenalan lingkungan sekolah. “Kami ingin anak-anak merasa masuk ke dunia baru yang akan mereka jelajahi dengan cara yang menyenangkan, namun tetap sarat nilai dan makna. Mereka bukan sekadar siswa baru, mereka adalah Petualang yang akan menemukan versi terbaik dari dirinya,” ungkapnya. Hari itu ditutup dengan pesan simbolik dari para Navigator, berdiri di tengah lingkaran Petualang yang mulai terasa seperti keluarga: “Jelajah kalian baru saja dimulai. Rimba Smamdela luas dan penuh rahasia. Tapi selama kalian tetap bersama, tak ada tantangan yang tak bisa dilalui. Selamat berpetualang! Satu hari. Satu langkah. Satu petualangan yang akan mereka kenang lama,” tandas Navigator Nafkah Shoofiyah. Sumber : Tagar.co  Jurnalis : Liset Ayuni

Unggul di Akademik, Tangguh di Arena: 8 Siswa Smamdela Bersinar di Porprov Jatim 2025

SMAMDELAGRES — Meski dikenal unggul di bidang akademik—seperti 36 siswa yang diterima di PTN favorite tahun ini, seperti ITS dan Unair—SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) tak berhenti mendorong siswanya bersinar pula di luar kelas. Salah satunya melalui olahraga. Upaya itu membuahkan hasil gemilang. Tahun ini, delapan siswa Smamdela dipercaya mewakili Kabupaten Gresik dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Event olahraga paling bergengsi tingkat provinsi ini berlangsung mulai 28 Juni hingga 5 Juli 2025 di Malang Raya. Ajang yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur itu mempertemukan lebih dari 22.000 atlet dari 38 kabupaten/kota. Mereka berlaga di 62 cabang olahraga. Dari ribuan peserta tersebut, delapan atlet muda Smamdela berdiri sejajar, siap bertanding dan mengharumkan nama daerah—dan tentu saja, sekolah. Mereka adalah: Berikut nama-nama siswa yang berlaga: Edgard Bagus Tatasurya Perdana (XI-1) – Juara 1 Cabor Dayung Herlina Mutia Safitri (XI-3) – Juara 3 Ekshibisi Floorball A Rama Dani Agustin (XI-2) – Panjat Tebing Ayu Rebcli Damar Jamil (XI-2) – Lari 100 m dan 4×100 Nurus Syifa Dwi Nazarina (XI-3) – Lempar Martil dan Lempar Cakram Talitha Labibah Al Mumtazah (XI-3) – Arung Jeram Muhammad Satria Ramadhan (XI-4) – Pencak Silat Arina Fadhila Rahmawati (X-3) – Panahan Tradisional Di balik pencapaian ini, ada proses panjang yang dilalui. Guru olahraga Smamdela, Ricky MF, S.Or., tak hanya melatih mereka secara fisik, tetapi juga membekali strategi, nutrisi, hingga kesiapan mental. “Mereka dilatih bukan hanya untuk kuat, tapi juga cerdas saat tanding,” jelas Ricky. “Setiap cabang olahraga punya karakter sendiri. Jadi kami siapkan dari berbagai sisi—fisik, teknik, pemulihan, sampai konseling mental.” Tantangan terbesar justru datang dari keseharian: membagi waktu antara jadwal latihan yang padat dan tuntutan akademik yang tak bisa ditinggalkan. Namun, semangat untuk membawa nama baik sekolah dan daerah membuat semua pengorbanan terasa layak. Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si., menyebut pencapaian ini sebagai cermin dari nilai-nilai pendidikan yang dianut sekolah. “Pendidikan bukan hanya soal angka di rapor,” tegas Bu Emi, Rabu 2 Juli 2025. “Tapi soal keberanian mencoba, disiplin bertumbuh, dan mentalitas juara. Delapan siswa ini menunjukkan bahwa Smamdela mendidik jiwa dan raga.” Bagi Smamdela, Porprov bukan sekadar kompetisi. Ia adalah panggung pembuktian bahwa karakter juara bisa lahir dari ruang kelas yang sederhana, selama semangat, dukungan, dan tekad terus menyala. Sumber : Tagar.co

Siswi SMAMDELA Raih Best Team di M-Bion Champion Quest UISI 2025

SMAMDELAGRES — Prestasi kembali ditorehkan oleh siswa SMA Muhammadiyah 8 Cerme (SMAMDELA). Kali ini datang dari Awalul Nanda dan Suciana Ilmi, dua siswi kelas XI-4 yang tergabung dalam Tim Blackrose. Mereka sukses menyabet penghargaan Best Team dalam ajang bergengsi M-Bion Champion Quest 2025 oleh Program Studi Manajemen Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI). Lebih lanjut, kompetisi ini teramaikan oleh lebih dari 100 tim pelajar se-Indonesia. Hanya 20 tim terbaik yang berhasil lolos ke babak final dan mengikuti pitching ide, fun game, dan brainventure di kampus UISI pada Sabtu-Minggu (28–29/06/2025). Tim Blackrose dari SMAMDELA menjadi salah satunya. Soroti Pentingnya Penanaman Growth Mindset Dengan pendampingan guru pembina, Liset Ayuni SPsi, Tim Blackrose membawakan ide yang menyoroti pentingnya penanaman growth mindset (pola pikir berkembang) pada Gen Z sebagai fondasi ketangguhan mental di era digital. Adapun, ide ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya tekanan psikologis yang dialami pelajar dan remaja. Serta menawarkan pendekatan strategis untuk memperkuat daya juang, resiliensi, dan semangat belajar generasi muda dalam menghadapi perubahan zaman. Menariknya, pemilihan nama “Blackrose” bukan tanpa makna. Mawar hitam bagi mereka melambangkan keindahan yang tumbuh dalam gelap. Simbol bahwa dari tekanan dan tantangan mental sekalipun, seorang remaja tetap bisa tumbuh, kuat, dan berkembang. Nama ini sekaligus merepresentasikan esensi dari judul KTI mereka: “Pentingnya Mindset Tangguh : Pilar Ketahanan Mental gen Z di era Ketidakpastian”. Bahwa keberhasilan tidak selalu datang dari kondisi yang mudah, melainkan dari keberanian bertahan dan bertumbuh di tengah tekanan. Meskipun baru pertama kali mengikuti lomba karya tulis ilmiah, Nanda dan Suci tetap tampil percaya diri di hadapan dewan juri. Namun, mereka tak menampik rasa gugup yang muncul saat sesi pitching. “Greget banget. Deg-degan dan sempat kaku banget ngomongnya. Tapi kita tetap berusaha kasih yang terbaik” cerita Suci sambil tersenyum. Sabet Penghargaan Best Team Selama dua hari, para finalis juga mengikuti kegiatan seru lainnya, seperti permainan tim dan tantangan strategi dalam sesi brainventure. Peserta dan pembina menginap di Hotel terdekat dari kampus, untuk mendukung kenyamanan selama kompetisi. Pada hari pengumuman pemenang Minggu (29/06/2025), Tim Blackrose diumumkan sebagai peraih penghargaan Best Team. Yakni, tim dengan performa keseluruhan terbaik dari semua rangkaian acara utama. “Lega sih, tapi juga nggak lega. Rasanya campur aduk. Tapi buat lomba KTI pertama, ini pengalaman yang bener-bener berharga banget” ungkap Nanda dengan penuh syukur. Prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa SMAMDELA lainnya untuk tak ragu berkarya dan tampil di ruang publik. Semangat untuk terus belajar, mencoba, dan tumbuh menjadi kunci utama keberhasilan mereka. SMA Muhammadiyah 8 Cerme terus mendorong partisipasi aktif siswanya dalam berbagai kompetisi sebagai bagian dari penguatan karakter, keberanian intelektual, dan literasi psikologis di kalangan pelajar. Sumber : Pwmu.co

Dari Cerme untuk Jawa Timur: Siswa Smamdela Harumkan Nama Sekolah di Porprov Jatim IX 2025

SMAMDELAGRES — Dua siswa SMA Muhammadiyah 8 Cerme (Smamdela) Gresik kembali ukir prestasi dalam dunia olahraga pelajar Jawa Timur. Mereka adalah Edgard Bagus Tatasurya (XI-1) dan Herlina Mutia Safitri (XI-3), dua siswa yang tak hanya cemerlang di ruang kelas, tetapi juga tangguh dan berprestasi di arena olahraga. Dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 yang digelar pada Sabtu (28/6/2025), Edgard tampil luar biasa di cabang olahraga dayung. Ia mendayung hingga garis akhir dan berhasil menyabet medali emas, mengalahkan puluhan atlet dari berbagai daerah. Lomba yang berlangsung di Bendungan Lahor, Kabupaten Malang, menjadi saksi ketangguhan Edgard. Ketekunannya berlatih sejak sebelum fajar pun terbukti tidak sia-sia. “Latihan sudah jadi bagian dari gaya hidup. Bahkan kalau sehari saja nggak latihan, rasanya seperti ada yang hilang,” tutur Edgard singkat usai lomba, masih dengan peluh yang membasahi wajahnya, simbol kerja keras yang membanggakan. Sementara itu, dari cabang olahraga floorball, Herlina Mutia Safitri bersama timnya turut mencuri perhatian. Meski hanya digelar sebagai cabang ekshibisi, pertandingan berlangsung sengit dan penuh semangat. Tim putri Smamdela tampil solid dan kompak, berhasil merebut posisi ketiga setelah mengalahkan sejumlah tim dari sekolah-sekolah besar lainnya. Sumber : Pwmu.co

Dimeriahkan Hollycustic Band, Smamdela Gresik Sukses Gelar Awarding ESALION 2025

SMAMDELAGRES — Suasana meriah dan penuh semangat memenuhi lapangan SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik. Sebuah panggung yang didominasi warna merah berdiri menjulang megah bak tempat konser musik. Tak lupa, deretan berbagai macam sponsor yang turut mendukung kegiatan tersebut menandai suksesnya kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu, 18 Juni 2025 tersebut. Ya, Awarding ESALION 2025 tersebut cukup mencuri perhatian para pihak karena kemeriahannya. Hal itu ditandai mulai dari penampilan tari Saman, penampilan seni bela diri Tapak Suci, penampilan peserta lomba Tahfidz hingga peserta lomba menyanyi, turut memeriahkan acara yang dihadiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cerme, Kepala SD Al Islam, hingga kepala SMP Muhammadiyah 7 Gresik. ESALION 2025 merupakan kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pimpinan Rating (PR) SMA Muhammadiyah 8 Gresik yang memperlombakan English Competition, Sport Competition, Art Competition, and Islamic Competition tingkat se-Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan) ini mencapai puncaknya dengan awarding para pemenang. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini berhasil menyedot perhatian banyak pihak. Sebanyak 30 peserta terbaik dari berbagai sekolah di Gresik yang telah melalui serangkaian babak penyisihan hingga final turut hadir untuk menanti pengumuman juara. Tak hanya itu, sekitar 300 siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik juga memadati lapangan sekolah di Jalan Raya Morowudi, Cerme, Gresik, Jawa Timur, menunjukkan dukungan penuh terhadap acara tahunan ini. Kemeriahan Awarding ESALION 2025 terbaru semakin terasa dengan penampilan istimewa dari Hollycustic Band. Grup band musik yang viral di kalangan remaja Gresik ini berhasil membakar semangat pengunjung dengan lagu-lagu populer yang dibawakan secara apik, membuat suasana menjadi lebih hidup dan energik. Tepuk tangan riuh dan sorakan semangat terus menggema di sepanjang penampilan mereka. Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 8 Gresik, Emi Faizatul Afifah, SPd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan ESALION 2025. “ESALION bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi, mengasah bakat, dan menumbuhkan sportivitas. Kami sangat bangga melihat antusiasme dan bakat luar biasa dari para peserta,” ujarnya. Awarding ESALION 2025 ini menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu, yaitu pengumuman para juaranya. Dengan tegang namun penuh harap, para peserta menunggu nama mereka disebut. Sorak sorai kebahagiaan pun pecah saat nama-nama pemenang diumumkan, disambut dengan pemberian trofi dan piagam penghargaan. Prestasi yang telah diraih ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berinovasi dan berkarya di masa depan. Muhammad Hilmi, peraih juara 2 Lomba Tahfidzpun turut memberikan komentarnya. Kepada kontributor girimu.com, ia mengaku sangat senang dan bahagia mampu menyabet juara 2 di perlombaan yang rutin diadakan setahun sekali tersebut. Ia berharap, tahun depan kegiatan ini berlangsung kembali agar menjadi ruang dan tempat bagi para siswa, khususnya Muhammadiyah untuk berkarya dan berkembang. ESALION 2025 merupakan bukti nyata komitmen SMA Muhammadiyah 8 Gresik dalam mendukung pengembangan bakat dan minat siswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga non-akademik. Keberhasilan acara ini menjadi tolok ukur kesuksesan IPM PR SMA Muhammadiyah 8 Gresik dalam menyelenggarakan kegiatan berskala besar. Diharapkan, ESALION akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan konsep yang semakin inovatif dan menarik, serta mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang siap bersaing di kancah yang lebih tinggi. sumber : GiriMU.com

Esalion 2025, Ajang Belajar Nyata Cetak Pelajar Profesional di SMA Muhammadiyah 8 Gresik

SMAMDELAGRES — SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) kembali menunjukkan inovasi dalam pendidikan melalui kesuksesan gelaran Esalion 2025. Ajang kompetisi tahunan ini, yang dirancang dan dihelat sepenuhnya oleh pelajar, tidak hanya menjadi wadah adu bakat, tetapi juga laboratorium belajar nyata yang mencetak para event organizer (EO) profesional dari kalangan siswa. Esalion, yang telah berjalan lebih dari satu dekade, dalam dua tahun terakhir telah bertransformasi menjadi sarana penting bagi siswa untuk mengasah kemampuan EO, kepemimpinan, dan keterampilan sosial. Acara puncak penghargaan (awarding) yang digelar pada Rabu (18/6), turut dihadiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cerme, Kepala Dikdasmen Muhammadiyah Cabang Cerme, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Cabang Cerme, serta Pengawas SMA. Para juara dari berbagai kategori kompetisi berhak membawa pulang trofi dan beasiswa. Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si., menegaskan bahwa Esalion 2025 adalah aksi konkret sekolah dalam membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21, meliputi kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah.  “Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar menjadi manusia utuh. Mereka bukan hanya menguasai pelajaran, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur kerja tim,” terang Emi. Ia menambahkan, Esalion 2025 bukan sekadar lomba, melainkan ruang belajar yang hidup di mana para pelajar Smamdela menyusun masa depan mereka di medan aksi nyata. “Saya bangga. Ini bukti bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi tempat tumbuh,” imbuhnya. Rafi Rasyidin, Ketua Panitia Esalion 2025 sekaligus Ketua OSIS Smamdela, menjelaskan bahwa persiapan Esalion 2025 telah dimulai sejak April untuk pendaftaran lomba tahfidz dan menyanyi, serta bulan Mei untuk pendaftaran futsal. “Ada tiga cabang lomba utama, yakni futsal diikuti 19 tim, tahfidz diikuti 24 peserta, dan singing diikuti 8 peserta. Penentuan juara 1, 2, dan 3 dilakukan untuk semua cabang, sementara futsal juga memiliki penghargaan best player, top score, dan best supporter,” ujarnya. Rafi juga mengungkapkan bahwa Esalion 2025 melibatkan peserta dari tingkat SMP dan MTs se-Gerbangkertasusila, bahkan ada peserta dari Mojokerto. Penyisihan lomba tahfidz dan singing dilaksanakan secara daring, sementara final dan awarding dilangsungkan bersamaan. Pertandingan futsal sendiri digelar di lapangan SMA Muhammadiyah 8. Yang membedakan awarding tahun ini adalah kemeriahannya. Selain berbagai kreasi siswa mulai dari pencak silat dan tarian, panitia sengaja menghadirkan Hollycoustic dan Pangeran Opan untuk menghibur seluruh siswa. Awarding Night Esalion 2025 yang bertepatan dengan libur akhir semester ini dirancang untuk memberikan apresiasi sekaligus menjadi ruang refleksi atas seluruh proses yang telah dilalui para siswa. Meskipun hanya berlangsung beberapa pekan, Esalion 2025 meninggalkan kesan mendalam. Di balik setiap rundown, ada kisah kerja keras, dan di balik setiap panggung, ada proses belajar yang mengubah cara pandang siswa terhadap kerja tim, komunikasi, dan kepemimpinan. Kegiatan rutin ini diharapkan akan selalu diadakan dan menjadi wadah berkembang bagi siswa Smamdela, serta memberikan manfaat bagi siswa-siswi SMP untuk lebih mengenal SMA Muhammadiyah 8. sumber : radargresik.id

Esalion 2025 Laboratorium Nyata Pelajar Smamdela

SMAMDELAGRES — SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) kembali menarik perhatian publik lewat kesuksesan gelaran Esalion 2025. Ialah ajang kompetisi tahunan yang dirancang dan dihelat oleh pelajar, untuk pelajar. Lebih dari sekadar lomba, Esalion yang telah hadir lebih dari satu dekade, kini selama dua tahun terakhir menjelma menjadi laboratorium belajar nyata bagi para siswa dalam mengasah kemampuan event organizing (EO), kepemimpinan, dan keterampilan sosial. Berlangsung selama beberapa pekan, ajang ini menjadi bukti konkret keberhasilan sekolah membekali peserta didiknya dengan keterampilan abad ke-21. Di antaranya kemampuan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah. Di balik riuhnya perlombaan futsal, tahfiz, dan singing (menyanyi), berdiri kokoh para pelajar Smamdela yang tampil sebagai tim penyelenggara profesional. Mereka bertugas layaknya EO berpengalaman. Dari Ide ke Aksi Dengan bimbingan A. Rizal Azka, S.Pd., pembina PR IPM Smamdela, sebanyak 42 kader IPM bersama para volunteer sekolah menyusun konsep kegiatan dari nol. Tak ada event organizer profesional yang terlibat. Semua siswa tangani secara mandiri. Mulai dari pembuatan proposal, promosi, teknis lomba, hingga mencari sponsor. “Esalion ini seperti ruang praktik langsung. Kami belajar banyak tentang manajemen waktu, komunikasi lintas divisi, dan problem solving,” tutur Naflah Sofiyah Atikah, Ketua Pelaksana, yang harus menyeimbangkan perannya sebagai panitia dengan jadwal akademiknya. Kendala datang silih berganti, namun tak menyurutkan semangat mereka. Mulai dari perubahan jadwal sekolah, hingga keterbatasan dana. Justru di situlah pelajaran bermakna muncul. “Kami cari cara. Kirim proposal, presentasi ke jenama lokal, bahkan ke lembaga BUMN. Alhamdulillah, kami berhasil dipercaya,” tambah Rafi Rasyidin Nugraha, Ketua Umum IPM Smamdela. Tempa Mental dan Komunikasi Tak hanya teknis, para siswa juga terasah sisi emosional dan sosialnya. Mereka belajar mengelola emosi saat terjadi miskomunikasi antar divisi. Juga belajar negosiasi ketika harus berurusan dengan vendor, hingga membangun relasi dengan peserta dari luar sekolah. Revand Mahendra P., penanggung jawab Futsal Competition, mengaku awalnya gugup berkoordinasi dengan wasit dan pelatih lawan. “Tapi saya jadi belajar bahwa komunikasi yang baik bisa menghindari konflik. Ini pengalaman yang mungkin tidak bisa saya dapat dari pelajaran di kelas,” ucapnya. Begitu juga volunteer dari ekstrakurikuler Tata Boga yang turut menyiapkan konsumsi juri dan tamu. Bagi mereka, Esalion adalah kesempatan untuk mengenal dunia kerja dari balik dapur. Ajang Kompetisi dan Transformasi Tahun ini, Esalion kembali membuka panggung kompetisi untuk pelajar SMP/MTs se-Gresik dan sekitarnya. Tak kurang dari puluhan tim bersaing dalam tiga cabang lomba utama. Namun bagi Smamdela, prestasi tak hanya terlihat dari jumlah piala, melainkan dari transformasi yang terjadi pada siswa. “Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar menjadi manusia utuh. Mereka bukan hanya menguasai pelajaran, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur kerja tim,” terang Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si. “Saya bangga. Ini bukti bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi tempat tumbuh,” imbuhnya. Awarding Night terjadwal pada 18 Juni 2025, bertepatan dengan libur akhir semester. Acara penutup ini mereka rancang untuk memberi apresiasi sekaligus menjadi ruang refleksi atas seluruh proses yang telah mereka lalui. Meskipun hanya berlangsung beberapa pekan, Esalion 2025 meninggalkan kesan yang membekas. Di balik setiap rundown, ada kisah kerja keras. Di balik setiap panggung, ada proses belajar yang mengubah cara pandang siswa terhadap kerja tim, komunikasi, dan kepemimpinan. Esalion 2025 bukan sekadar lomba. Ialah ruang belajar yang hidup. Di situlah para pelajar Smamdela menyusun masa depannya bukan hanya di bangku pasif, tetapi di medan aksi yang nyata. Sekolah ini tidak hanya mengajar, tetapi menumbuhkan. Sumber : Tagar.co

Belajar Jadi EO Sejak Sekolah: SMAMDELA Bekali Siswa Lewat Suksesnya Esalion 2025

SMAMDELAGRES — Di balik sorotan panggung, dentuman musik, dan sorak penonton di ajang Esalion 2025, tersimpan sebuah proses panjang yang tak kalah hebat dari kemeriahan acaranya. Bagi SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA), event tahunan ini bukan sekadar perlombaan seni, olahraga, dan religi. Namun, juga merupakan ruang belajar nyata bagi para siswanya dalam dunia Event Organizer (EO). Tahun ini, Esalion yang merupakan akronim dari Event and Sport Art Competition for Junior, kembali menyasar siswa-siswa SMP dan MTs se-Gresik dan kawasan Gerbangkertasusila Tiga cabang lomba utama: Futsal Competition, Tahfidz Competition, dan Singing Competition menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi peserta maupun penonton. Namun yang paling istimewa, semua ini terancang dari nol oleh siswa-siswi SMAMDELA sendiri. “Tujuan utama kami bukan hanya mencari juara, tapi menyiapkan kader pelajar yang punya kapasitas manajerial. Agar kelak mereka bisa memimpin dan menyelenggarakan kegiatan besar, bahkan di luar sekolah” ujar Rafi Rasyidin Nugraha (siswa kelas XI-4), Ketua Umum PR IPM SMAMDELA yang turut mengawal jalannya acara. Dirancang dari Nol oleh Pelajar Aktif Proses di balik layar bermula sejak tiga bulan sebelumnya. Naflah Sofiyah Atikah (siswi kelas XI-3), terpilih sebagai Ketua Pelaksana. Bersama 41 anggota IPM lainnya, ia menyusun konsep kegiatan, menyelaraskan jadwal dengan kalender akademik, menyeleksi tempat pelaksanaan, hingga berburu sponsor dan media partner. Semuanya terlaksana dengan semangat dan kesungguhan “Awalnya kami bingung karena belum pernah cari sponsor skala besar, tapi setelah mencoba presentasi ke perusahaan. Ternyata mereka menyambut baik. Bahkan beberapa Perusahan yang menjadi iconis kota Gresik, langsung menyatakan dukungan” tutur Naflah. Pembagian peran dilakukan secara profesional dari divisi perlombaan, konsumsi, dokumentasi, keamanan, hingga publikasi. Di sisi lain, panitia juga membuka ruang partisipasi melalui rekrutmen volunteer dari ekstrakurikuler seperti Futsal, Supporter, dan Tata Boga. Hal ini bukan hanya memperluas kolaborasi, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan bersama atas acara ini. Dinamis tapi Terorganisir Rentetan lomba berlangsung dengan Tahfidz dan Singing pada Senin (28/04/2025), disusul Futsal Competition mulai 8 Mei 2025. Semua terancang agar tidak bertabrakan dengan ujian maupun kegiatan sekolah lainnya. Kemudian penutupan alias Awarding Ceremony terjadwal pada Rabu (18/06/2025). Bertepatan dengan libur semester, agar peserta dan panitia bisa fokus menikmati hasil kerja keras mereka. Seiring persiapan, panitia menghadapi kendala khas dunia EO yang minim sponsor, peserta yang belum banyak mendaftar, dan waktu rapat yang berbenturan dengan tugas sekolah. Namun hal itu justru melatih mental mereka. “Kami akhirnya turun langsung ke sekolah-sekolah di Gresik, Lamongan, dan Surabaya. Presentasi ke guru BK, bagi flyer, sampai tanya langsung minat siswa untuk langsung jemput bola” jelas Rafi. Tumbuh Lewat Proses Abi Abdillah R., koordinator Tahfidz Competition, mengaku pengalaman ini telah mengubah cara pandangnya. “Dulu saya pikir jadi panitia itu cuma duduk jaga lomba. Ternyata harus bisa ngatur waktu, belajar sabar, dan jaga komunikasi antar-tim” ujarnya. Hal serupa dirasakan Bunga Revilian Jenna dari divisi Singing Competition. “Aku awalnya pemalu, sekarang jadi bisa ngomong di depan banyak orang. Belajar banget public speaking dan percaya diri” katanya antusias. Perubahan ini pun tak luput dari pengamatan para guru. Kepala SMAMDELA, Emi Faizatul Afifah MSi memberikan apresiasi khusus. “Esalion 2025 bukan hanya sukses secara teknis, tapi juga menunjukkan keberhasilan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kolaborasi, dan tanggung jawab kepada siswa. Ini pendidikan karakter yang hidup” ujarnya bangga. Pembina IPM dan OSIS, A. Rizal Azka SPd menyebut perjalanannya bersama panitia sebagai sesuatu yang penuh energi positif. “Mereka komunikatif, kreatif, dan bisa diandalkan. Saya pribadi justru ikut belajar dari mereka. Makin sering mendampingi, makin semangat” katanya sambil tersenyum. Dari Sekolah, Menuju Dunia Nyata Esalion 2025 menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak selalu harus terjadi di dalam kelas. Lewat kegiatan ini, SMAMDELA telah menciptakan laboratorium kepemimpinan yang nyata. Di mana siswa bisa belajar langsung tentang manajemen acara, etika kerja tim, komunikasi profesional, hingga seni menyelesaikan masalah. Satu hal yang pasti, pengalaman sebagai EO muda ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka baik untuk melanjutkan studi, terjun ke dunia organisasi, maupun memasuki dunia kerja di masa mendatang. Sumber : PWMU

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK