SMAMDELAGRES — Meski dikenal unggul di bidang akademik—seperti 36 siswa yang diterima di PTN favorite tahun ini, seperti ITS dan Unair—SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) tak berhenti mendorong siswanya bersinar pula di luar kelas. Salah satunya melalui olahraga.
Upaya itu membuahkan hasil gemilang. Tahun ini, delapan siswa Smamdela dipercaya mewakili Kabupaten Gresik dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Event olahraga paling bergengsi tingkat provinsi ini berlangsung mulai 28 Juni hingga 5 Juli 2025 di Malang Raya.
Ajang yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur itu mempertemukan lebih dari 22.000 atlet dari 38 kabupaten/kota. Mereka berlaga di 62 cabang olahraga.
Dari ribuan peserta tersebut, delapan atlet muda Smamdela berdiri sejajar, siap bertanding dan mengharumkan nama daerah—dan tentu saja, sekolah. Mereka adalah:
Berikut nama-nama siswa yang berlaga:
- Edgard Bagus Tatasurya Perdana (XI-1) – Juara 1 Cabor Dayung
- Herlina Mutia Safitri (XI-3) – Juara 3 Ekshibisi Floorball
- A Rama Dani Agustin (XI-2) – Panjat Tebing
- Ayu Rebcli Damar Jamil (XI-2) – Lari 100 m dan 4×100
- Nurus Syifa Dwi Nazarina (XI-3) – Lempar Martil dan Lempar Cakram
- Talitha Labibah Al Mumtazah (XI-3) – Arung Jeram
- Muhammad Satria Ramadhan (XI-4) – Pencak Silat
- Arina Fadhila Rahmawati (X-3) – Panahan Tradisional
Di balik pencapaian ini, ada proses panjang yang dilalui. Guru olahraga Smamdela, Ricky MF, S.Or., tak hanya melatih mereka secara fisik, tetapi juga membekali strategi, nutrisi, hingga kesiapan mental.
“Mereka dilatih bukan hanya untuk kuat, tapi juga cerdas saat tanding,” jelas Ricky. “Setiap cabang olahraga punya karakter sendiri. Jadi kami siapkan dari berbagai sisi—fisik, teknik, pemulihan, sampai konseling mental.”
Tantangan terbesar justru datang dari keseharian: membagi waktu antara jadwal latihan yang padat dan tuntutan akademik yang tak bisa ditinggalkan. Namun, semangat untuk membawa nama baik sekolah dan daerah membuat semua pengorbanan terasa layak.
Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si., menyebut pencapaian ini sebagai cermin dari nilai-nilai pendidikan yang dianut sekolah.
“Pendidikan bukan hanya soal angka di rapor,” tegas Bu Emi, Rabu 2 Juli 2025. “Tapi soal keberanian mencoba, disiplin bertumbuh, dan mentalitas juara. Delapan siswa ini menunjukkan bahwa Smamdela mendidik jiwa dan raga.”
Bagi Smamdela, Porprov bukan sekadar kompetisi. Ia adalah panggung pembuktian bahwa karakter juara bisa lahir dari ruang kelas yang sederhana, selama semangat, dukungan, dan tekad terus menyala.
Sumber : Tagar.co
