Berdedikasi Tinggi, Bambang Sumantri Pelopori Program Gempa di SMAM 8 Gresik

SMAMDELAGRES | Bambang Sumantri, S.Pd, M.Pd merupakan salah satu guru yang berdedikasi tinggi dan sangat berjasa dalam perkembangan SMA Muhammadiyah 8 Gresik hingga menjadi Sekolah sang juara. Sarana prasarana pendidikan di SMAM 8 Gresik saat itu masih berupa bangunan tidak tetap dan kurang layak, namun seiring waktu menjadi semakin bagus dengan bangunan bertingkat serta fasilitas memadai. Pria kelahiran 15 April 1968 ini telah mengabdikan dirinya di SMAM 8 Gresik mulai tahun 1997. Bahkan ia sempat memegang jabatan sebagai Kepala Sekolah selama 2 periode, yakni pada tahun 2006-2014. “Dulu sempat berhenti karena sakit infeksi usus, kemudian setelah operasi dan pemulihan diminta untuk balik mengajar lagi. Tak lama setelah itu dipercaya sebagai Kepala Sekolah di SMAM 8,” ungkapnya, Jum’at (8/12/2023). Menurutnya, melayani, mendidik dan membimbing anak-anak adalah sebuah panggilan jiwa. Karena itu saat mengajar, Bambang secara totalitas memberikan ilmu pengetahuan, tenaga dan hal terbaik yang dia bisa. “Pada saat saya mengajar, saya berusaha keras untuk mendirikan Gempa sebelum terjadi tsunami Aceh tahun 2004. Waktu itu namanya masih HW (Hizbul Wathon), kemudian akhirnya diubah menjadi Generasi Muda Pecinta Alam (Gempa),” jelasnya. Alasan Pria yang tinggal di daerah Gempolkurung Menganti ini mendirikan Gempa bertujuan untuk mengajak siswa mencintai alam. Manusia jika tidak mencintai alam, akan menyebabkan kehancuran dan kerusakan dimana-mana. Maraknya eksplorasi alam berbuah kerusakan alam karena ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab. “Manusia jika tidak mencintai alam maka muncullah kehancuran. Maka dari itu perlu perimbangan serta perhitungan jangka panjangnya seperti apa,” terangnya. Ia mengkomparasikan antara dunia anak dengan rasa cintanya terhadap alam, melalui Gempa siswa diasah mentalnya, fisiknya, sekaligus krestifitasnya secara alami. “Jadi kita bisa belajar menangani PPGD, meningkatkan jiwa survivor, melatih kemanusiaan dan rasa tolong menolong, serta membangun kreatifitas. Semuanya belajar bagaimana cara mendirikan tenda dari alam namun dengan tidak merusak alam,” ucapnya. Peralatan Gempa di SMAM 8 Gresik juga cukup memadai, para siswa bahkan sudah sering menyabet juara dan mendapatkan beasiswa jalur prestasi tanpa tes di sejumlah PTN ternama. Diketahui, beberapa lulusan Gempa lainnya telah masuk dalam pendidikan kemiliteran menjadi angkatan TNI-Polri. (*)

Siapkan Peserta Didik Hadapi Dunia Kerja, SMA Muhammadiyah 8 Gresik Gagas Program Belajar dari Tokoh

SMAMDELAGRES | Sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti, SMA Muhammadiyah 8 Gresik menggagas program “Belajar dari Tokoh” kepada siswa kelas XII untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru, sebagai persiapan untuk melaksanakan kegiatan magang. Menjawab tantangan global dan kebutuhan dunia usaha, siswa diajak meningkatkan kompetensi melalui berbagai tahapan. Dimulai dari proses pembimbingan, pemilihan tokoh, pengumpulan laporan, hingga presentasi yang dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2023. SMA Muhammadiyah 8 Gresik sebagai sebuah lembaga pendidikan yang berlandaskan pada sifat kenabian senantiasa berbenah dan memberikan peluang bagi mereka yang ingin menempa proses, skill dan pengalaman pendidikan yang digunakan. Waka Kurikulum SMAMDELAGRES, Yuyun Minarti, S.E mengatakan sebagai bekal masa depan siswa kelas XII untuk menghadapi dunia kerja diinisiasi Program Belajar Bersama Tokoh Inspiratif. “Di sini kita bisa mengukur power source yang kita miliki dan menunjukkan jati diri serta realitas kita bahwa pendidikan mampu melahirkan manusia yang kreatif, unggul dan berakhlakul karimah, ” ungkapnya, Jumat (8/12/2023). Untuk menjawab tantangan dunia usaha dan industri, sekolah dituntut untuk cerdas berinovasi. Melalui program “Belajar dari Tokoh” siswa bisa memperoleh skill sebelum terjun mengikuti proses magang di perusahaan atau instansi. Dalam program tersebut, siswa dipersilakan memilih tokoh inspiratif yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan sesuai dengan bidang dan tempat magang yang akan dipilih. Kemudian, melakukan kegiatan belajar dari tokoh di luar jam pelajaran (Hari Sabtu atau Minggu), Menulis jurnal, Meminta nilai kepada tokoh yang dipilih. Serta Menuliskan hasil belajar dari tokoh berupa rangkuman pada lembar yang sudah disediakan. “Agar saat terjun ke dunia kerja atau masyarakat mereka punya bekal yang mumpuni. Tidak nol, para siswa bisa belajar dari tokoh yang menginspirasi mereka dan belajar apa saja skill tokoh tersebut. Kami menganjurkan siswa untuk memilih tokoh yang ada di lingkungannya agar bisa berdiskusi secara langsung,” tuturnya. Sebanyak 72 siswa mengikuti pelatihan “Belajar dari Tokoh”, dilanjutkan dengan program magang selama 1 bulan yang dilaksanakan pada bulan Maret. Para siswa dibebaskan memilih instansi yang diinginkan, seperti Kepolisian, perusahaan, Bank, Lembaga Pendidikan hingga di Pemerintahan. “Setelah proses magang banyak pengetahuan yang mereka dapatkan, mulai dari informasi lowongan kerja, jalur yang bisa dimasuki oleh pencaker, manajemen keuangan, tata kelola perusahaan sebagai tambahan informasi untuk temannya,” pungkasnya. (*)

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK