Home / Berita / Esalion 2025 Laboratorium Nyata Pelajar Smamdela

Esalion 2025 Laboratorium Nyata Pelajar Smamdela

SMAMDELAGRES — SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) kembali menarik perhatian publik lewat kesuksesan gelaran Esalion 2025. Ialah ajang kompetisi tahunan yang dirancang dan dihelat oleh pelajar, untuk pelajar.

Lebih dari sekadar lomba, Esalion yang telah hadir lebih dari satu dekade, kini selama dua tahun terakhir menjelma menjadi laboratorium belajar nyata bagi para siswa dalam mengasah kemampuan event organizing (EO), kepemimpinan, dan keterampilan sosial.

Berlangsung selama beberapa pekan, ajang ini menjadi bukti konkret keberhasilan sekolah membekali peserta didiknya dengan keterampilan abad ke-21. Di antaranya kemampuan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Di balik riuhnya perlombaan futsal, tahfiz, dan singing (menyanyi), berdiri kokoh para pelajar Smamdela yang tampil sebagai tim penyelenggara profesional. Mereka bertugas layaknya EO berpengalaman.

Dari Ide ke Aksi

Dengan bimbingan A. Rizal Azka, S.Pd., pembina PR IPM Smamdela, sebanyak 42 kader IPM bersama para volunteer sekolah menyusun konsep kegiatan dari nol. Tak ada event organizer profesional yang terlibat.

Semua siswa tangani secara mandiri. Mulai dari pembuatan proposal, promosi, teknis lomba, hingga mencari sponsor.

“Esalion ini seperti ruang praktik langsung. Kami belajar banyak tentang manajemen waktu, komunikasi lintas divisi, dan problem solving,” tutur Naflah Sofiyah Atikah, Ketua Pelaksana, yang harus menyeimbangkan perannya sebagai panitia dengan jadwal akademiknya.

Kendala datang silih berganti, namun tak menyurutkan semangat mereka. Mulai dari perubahan jadwal sekolah, hingga keterbatasan dana. Justru di situlah pelajaran bermakna muncul.

“Kami cari cara. Kirim proposal, presentasi ke jenama lokal, bahkan ke lembaga BUMN. Alhamdulillah, kami berhasil dipercaya,” tambah Rafi Rasyidin Nugraha, Ketua Umum IPM Smamdela.

Tempa Mental dan Komunikasi

Tak hanya teknis, para siswa juga terasah sisi emosional dan sosialnya. Mereka belajar mengelola emosi saat terjadi miskomunikasi antar divisi. Juga belajar negosiasi ketika harus berurusan dengan vendor, hingga membangun relasi dengan peserta dari luar sekolah.

Revand Mahendra P., penanggung jawab Futsal Competition, mengaku awalnya gugup berkoordinasi dengan wasit dan pelatih lawan.

“Tapi saya jadi belajar bahwa komunikasi yang baik bisa menghindari konflik. Ini pengalaman yang mungkin tidak bisa saya dapat dari pelajaran di kelas,” ucapnya.

Begitu juga volunteer dari ekstrakurikuler Tata Boga yang turut menyiapkan konsumsi juri dan tamu. Bagi mereka, Esalion adalah kesempatan untuk mengenal dunia kerja dari balik dapur.

Ajang Kompetisi dan Transformasi

Tahun ini, Esalion kembali membuka panggung kompetisi untuk pelajar SMP/MTs se-Gresik dan sekitarnya. Tak kurang dari puluhan tim bersaing dalam tiga cabang lomba utama. Namun bagi Smamdela, prestasi tak hanya terlihat dari jumlah piala, melainkan dari transformasi yang terjadi pada siswa.

“Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar menjadi manusia utuh. Mereka bukan hanya menguasai pelajaran, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, tanggung jawab, dan kemampuan mengatur kerja tim,” terang Kepala Smamdela, Emi Faizatul Afifah, M.Si.

“Saya bangga. Ini bukti bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi tempat tumbuh,” imbuhnya.

Awarding Night terjadwal pada 18 Juni 2025, bertepatan dengan libur akhir semester. Acara penutup ini mereka rancang untuk memberi apresiasi sekaligus menjadi ruang refleksi atas seluruh proses yang telah mereka lalui.

Meskipun hanya berlangsung beberapa pekan, Esalion 2025 meninggalkan kesan yang membekas. Di balik setiap rundown, ada kisah kerja keras. Di balik setiap panggung, ada proses belajar yang mengubah cara pandang siswa terhadap kerja tim, komunikasi, dan kepemimpinan.

Esalion 2025 bukan sekadar lomba. Ialah ruang belajar yang hidup. Di situlah para pelajar Smamdela menyusun masa depannya bukan hanya di bangku pasif, tetapi di medan aksi yang nyata. Sekolah ini tidak hanya mengajar, tetapi menumbuhkan.

Sumber : Tagar.co

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK