Home / Berita / Sungkeman, Adegan Penuh Haru di Haflah Akhirissanah Smamdela

Sungkeman, Adegan Penuh Haru di Haflah Akhirissanah Smamdela

SMAMDELAGRES — Suasana haru menyelimuti Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) pada Sabtu pagi, 17 Mei 2025. Ratusan siswa-siswi SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Cerme, Gresik, bersama orang tua mereka larut dalam momen menggetarkan jiwa: sungkeman sebagai penutup Haflah Akhirissanah Ke-35 dan Tahfizul Quran Ke-4.

Sejak pukul 07.00 WIB, hall yang megah itu telah dipadati para hadirin yang datang dengan satu tujuan: merayakan kelulusan dan mengekspresikan rasa syukur atas berakhirnya masa studi tiga tahun di Smamdela. Acara pun dibuka dengan berbagai penampilan formal dan hiburan dari guru maupun siswa.

Salah satu penampilan yang menyentuh adalah persembahan dua guru Smamdela, Yuyun Minarti, S.E., dan Dra. Sri Wahyuni. Keduanya tampil membawakan lagu Saat Kau Telah Mengerti dari Virgoun, diselingi puisi sarat pesan kasih sayang untuk para siswa yang akan melangkah ke fase hidup berikutnya.

Suasana menjadi makin emosional saat dua siswi kelas XII, Daffa Yusria dan Kirana Yuli Asmara, menyanyikan lagu Kaulah Ibuku dari Haddad Alwi. Suara lembut mereka mengalun di ruang hall, mengaduk perasaan para hadirin. Daffa sempat tak kuasa menahan tangis di tengah lagu, sebelum Kirana dengan sigap menggantikan melantunkan bait-bait berikutnya.

Puncak haru terjadi saat prosesi sungkeman dimulai. Tanpa aba-aba, ratusan siswa-siswi spontan menghampiri orang tua mereka, lalu bersimpuh dan memeluk erat—sebuah simbol pengakuan, rasa terima kasih, dan restu. Tangis pecah di mana-mana. Suasana pun berubah menjadi dramatis dan menyentuh kalbu.

“Terharu, bersyukur sudah bisa melewati masa sekolah di Smamdela,” ucap Siti Zulayka Assyfaila Suryantika, salah satu lulusan, dengan mata berkaca-kaca.

Ibunya, Zena Kartika Sari, tak kalah haru. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Smamdela yang telah mendampingi tumbuh kembang anaknya selama tiga tahun terakhir.

“Saya suka karena berbagai kegiatan ekstrakurikuler di Smamdela membantu Aila menjadi anak yang percaya diri dan lebih terbuka, tidak lagi pemalu seperti dulu,” ujarnya. “Dan yang paling penting, dia kini tidak lagi menunggu disuruh untuk salat,” tambahnya bangga.

Momen sungkeman di Haflah Akhirissanah bukan sekadar seremoni. Ia adalah perayaan cinta, refleksi didikan, dan ikrar diam-diam tentang perjalanan baru yang akan dimulai.

Sumber: Tagar.co

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK