Lomba Video Pendek Peringatan Hari Pahlawan 2025 oleh Edhie Baskoro Yudhoyono (Wakil Ketua MPR RI / Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI

Sang Juara dari SMAMDELA! Selamat kepada Fauziah Syifa Azzahra, siswa SMAMDELA yang berperan sebagai Produser dalam karya video pendek dan berhasil meraih Juara 1 Lomba Video Pendek Peringatan Hari Pahlawan 2025 oleh Edhie Baskoro Yudhoyono (Wakil Ketua MPR RI / Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI). Prestasi ini menjadi bukti bahwa talenta dan kerja keras siswa SMAMDELA terus berkembang dan menghasilkan karya terbaik. Semoga pencapaian ini menginspirasi seluruh siswa untuk terus berkarya, berani mencoba, dan memberikan yang terbaik. SMAMDELA, unggul dalam karya dan prestasi. #SMAMDELA #SMAMDELAHebat #SiswaBerprestasi #PrestasiSMAMDELA #HariPahlawan2025 #LombaVideoPendek #Juara1 #PelajarIndonesia #SekolahMuhammadiyah #Muhammadiyah #AUMGresik #Gresik #PelajarBerprestasi #AnakMudaBerkarya #KelasVokasiSMAMDELA
Lomba Video Pendek Peringatan Hari Pahlawan 2025 oleh Edhie Baskoro Yudhoyono (Wakil Ketua MPR RI / Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI

Sang Juara dari SMAMDELA! Selamat kepada Jovan Rafael Susanto, siswa SMAMDELA sekaligus desainer poster berbakat, yang berhasil meraih Juara 1 Lomba Video Pendek Peringatan Hari Pahlawan 2025 oleh Edhie Baskoro Yudhoyono (Wakil Ketua MPR RI / Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI). Prestasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas, kerja keras, dan ketekunan mampu membawa siswa SMAMDELA melangkah lebih jauh. Semoga pencapaian ini menginspirasi teman-teman lain untuk terus berkarya dan menunjukkan yang terbaik. SMAMDELA, unggul dalam karya dan prestasi. #SMAMDELA #SMAMDELAHebat #SiswaBerprestasi #PrestasiSMAMDELA #HariPahlawan2025 #LombaVideoPendek #Juara1 #PelajarIndonesia #SekolahMuhammadiyah #Muhammadiyah #AUMGresik #Gresik #PelajarBerprestasi #AnakMudaBerkarya #KelasVokasiSMAMDELA
Nomor Lontar Martil (3 Kg) Putri POPNAS XVII & PARRPENAS XI Jakarta 2025

Selamat kepada Nurus Syifa Dwi Nazarina Siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik Peraih Medali Emas Nomor Lontar Martil (3 Kg) Putri POPNAS XVII & PARRPENAS XI Jakarta 2025 Prestasi gemilang ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, serta komitmen dalam berlatih mampu mengantarkan atlet muda SMAMDELA menuju panggung nasional. Nurus Syifa telah menunjukkan bahwa kekuatan tekad mampu menembus batas dan menghadirkan kebanggaan bagi sekolah, daerah, dan keluarga besar Muhammadiyah. Teruslah melangkah, teruslah menjadi inspirasi. SMAMDELA bangga padamu, Sang Juara! #SMAMDELA #SangJuara #AtletMuda #POPNAS2025 #PrestasiSiswa #LontarMartil #PelajarMuhammadiyah #Gresik #SekolahSangJuara
Lomba Karya Tulis Ilmiah Kategori SMA/MA Jambore UKS/M Kabupaten Gresik 2025

Selamat kepada Fahri Zaidan Maulana Siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Kategori SMA/MA Jambore UKS/M Kabupaten Gresik 2025 Prestasi ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis, kedisiplinan dalam meneliti, serta kemauan untuk terus belajar adalah kunci lahirnya karya-karya berkualitas. Fahri telah membuktikan bahwa pelajar SMAMDELA mampu berprestasi tidak hanya di bidang olahraga, tetapi juga dalam dunia ilmiah dan akademik. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk berani menuangkan ide, melakukan riset, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. SMAMDELA bangga! Teruslah berkarya, Sang Juara. #SMAMDELA #SangJuara #SekolahSangJuara #KaryaTulisIlmiah #JamboreUKS #PrestasiSiswa #Gresik #PelajarMuhammadiyah #AUM
Peringatan Hari Pahlawan 2025 oleh Edhie Baskoro Yudhoyono

Selamat kepada Muhamad Alif Amin Nulloh Siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik Juara 1 Lomba Video Pendek Peringatan Hari Pahlawan 2025 oleh Edhie Baskoro Yudhoyono Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, kreativitas, dan kepercayaan diri mampu membawa siswa SMAMDELA meraih pencapaian terbaiknya. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh pelajar untuk terus berkarya, berani mencoba hal baru, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. SMAMDELA bangga! Teruslah melangkah, Sang Juara. #SMAMDELA #SangJuara #SekolahSangJuara #PelajarMuhammadiyah #PrestasiSiswa #HariPahlawan2025 #Gresik #AUM #AnakMudaBerkarya
Piala Forkopimcam Cerme Cup 2025

Selamat kepada Abduloh Hafid Jaelani Siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik Juara 3 Catur Piala Forkopimcam Cerme Cup 2025 Prestasi ini menunjukkan bahwa ketenangan, strategi, dan konsistensi dalam berpikir mampu membawa hasil yang membanggakan. Hafid berhasil membuktikan bahwa olahraga otak pun dapat menjadi ruang bagi pelajar SMAMDELA untuk unjuk kemampuan dan meraih pencapaian. Teruslah mengasah kemampuan dan melangkah menjadi lebih baik setiap harinya. SMAMDELA bangga, Sang Juara! #SMAMDELA #SangJuara #PrestasiSiswa #Catur #CermeCup2025 #PelajarMuhammadiyah #Gresik #SekolahSangJuara
Teliti Temulawak Jadi Produk Bergizi, Inovasi Siswa Smamdela ini Juara 1 Lomba KTI Se-Kabupaten Gresik

SMAMDELAGRES — Tak ada yang menyangka, temulawak yang selama ini tumbuh dan besar di Taman Firdaus bisa menjadi awal lahirnya inovasi pangan yang mengantarkan SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik meraih Juara 1 lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) tingkat Kabupaten 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Semuanya bermula dari satu percobaan sederhana yang dilakukan Fahri Zaidan, salah satu siswa Smamdela di Laboratorium IPA, ruang yang hari itu lebih mirip dapur eksperimen ketimbang laboratorium. Fahri masih ingat betul rasa paniknya ketika melihat warna adonan kreasinya. Bukannya cokelat gurih seperti camilan pada umumnya, warna awal Kurkubar (nama produk yang diciptakan Fahri) justru hijau pucat dan terasa jauh dari kata meyakinkan. “Saya sempat bingung, Bu. Ini kok warnanya begini? Saya sampai mikir apa ini bakal layak untuk dilombakan?” kata Fahri, Sabtu (15/11/2025), mengenang proses percobaan yang dilakukan. Percobaan demi percobaan terus berjalan. Beberapa guru yang kebetulan melintas ikut mencicipi, memberikan komentar spontan yang justru membuat suasana jadi cair. Dari kelakar soal tekstur, sampai saran soal warna yang lebih menarik, semuanya menjadi bagian dari perjalanan kreatif Fahri. Salah satu titik balik terjadi ketika Yuyun Minarti, SE, guru Ekonomi sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Smamdela, memberikan masukan kecil, namun penuh pertimbangan. Masukan itu terkait warna hijau pucat itu perlu diubah agar tampil lebih “ramah mata”. “Produk bagus itu bukan cuma soal gizi, tapi juga penampilan. Warna yang tepat bisa mengangkat keseluruhan ide,” ujarnya. Saran sederhana itu menjadi kunci bagi proses penelitian Fahri. Dari situlah ia mulai menyesuaikan komposisi dan akhirnya menghasilkan warna cokelat yang jauh lebih menggugah dan menggoda selera. Di balik proses itu, juga ada dukungan kuat dari Uswatun Chasanah, SSi, guru Kimia sekaligus Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Smamdela, yang pertama kali mendorong pemanfaatan temulawak menjadi produk yang memiliki nilai lebih. Hal itu disampaikan di tengah meningkatnya kasus penyakit hepatitis B di Jawa Timur. “Kami ingin siswa belajar, bahwa sains itu dekat, solutif, dan bisa dimulai dari bahan lokal yang sering dianggap remeh,” kata Uswatun. Perlahan namun pasti, rasa percaya diri Fahri pun mulai tumbuh. Meski sempat menadi beban psikologis, karena Smamdela sudah dua tahun berturut-turut menjuarai lomba KTI, ia akhirnya menemukan ritmenya sendiri. “Saya awalnya pesimis, karena bahan saya cuma temulawak. Tapi lama-lama terasa, bahwa yang penting itu bukan mewah atau tidak, tapi seberapa matang idenya,” kata Fahri. Momentum itu berpuncak pada sesi presentasi tanggal 14 November 2025 di Gedung PKK Kabupaten Gresik. Kurkubar, snackbar berbasis temulawak yang kaya kurkumin dan flavonoid itu resmi mengantarkan Fahri sebagai juara I. Senyum lega nampak jelas, seakan seluruh kegagalan kecil di ruang Kimia terbayar lunas. Aura kebahagiaan terpancar jelas, meski penyematan piala masih diagendakan pada 2 Desember 2025 mendatang, yang secara serentak akan diberikan oleh Bupati Gresik di Gresmall sebagai penutup rangkaian Gebyar Jambore UKS/M Kabupaten Gresik. Tahun ini menjadi penegas tradisi prestasi Smamdela, tiga tahun berturut-turut meraih kejayaan lomba KTI. Namun, yang membuat perjalanan ini terasa berbeda adalah proses hangat di baliknya, seperti percobaan yang berubah warna, komentar ringan para guru, saran yang tepat waktu, dan keberanian satu siswa untuk terus mencoba dan memanfaatkan Laboratorium Alam di Smamdela, yakni Taman Firdaus. (lis/sha) Sumber : radarjatim.id
Dari Guyonan Rindu Panggung Besar, Motreight Smamdela Raih Juara Nasional

SMAMDELAGRES — “Rindu panggung besar,” celetuk Ahmad Prambudi, pembina ekstrakurikuler Motreight SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela), di grup Motreight suatu sore setelah kegiatan belajar. Celetukan ringan itu ternyata menjadi titik awal lahirnya ide besar yang berujung kemenangan di kancah nasional. Beberapa hari setelahnya, Fajar Izzul Muslimin, alumni sekaligus penggerak Motreight, menemukan unggahan lomba film pendek Kompetisi Nasional EBY Fraksi Partai Demokrat DPR RI di Instagram. Mengingat kembali guyonan rindu panggung besar dari pembinanya, Fajar pun spontan mengirimkan informasi ke grup Motreight dan mengajak tim untuk ikut serta. “Awalnya sempat ragu karena waktunya cuma dua hari. Tapi setelah kita saling yakinkan, akhirnya sepakat ikut lomba ini,” ujar Fajar, yang bertindak sebagai script writer dan videografer. Film berjudul TULADHA pun lahir dari kebersamaan dan keberanian mencoba. Dengan waktu syuting yang dimulai Jumat sore (7/11) dan berakhir Sabtu (8/11) pagi, tim tetap bersemangat meski harus bergantian mengerjakan pengambilan gambar, editing, hingga voice over. Bahkan pemeran anak kecil, Ken Surya, merupakan putra Pak Budi sendiri yang direkrut secara spontan karena kesulitan mencari pemeran anak. “Waktu itu benar-benar dikejar deadline. Tapi justru di situ letak keindahannya, semua jadi bagian,” tambah Fajar. Sang pemeran utama, Alif Aminulloh, siswa kelas XII Smamdela, mengaku sempat gugup namun menikmati prosesnya. “Aku baru tahu kalau finalisnya diundang ke Senayan pas dikabarin langsung. Rasanya campur aduk, senang, bangga, dan nggak nyangka bisa berdiri di gedung semegah itu,” ujar Alif. Pada 10 November 2025, di Gedung Nusantara I Senayan, nama SMA Muhammadiyah 8 Gresik disebut sebagai Juara 1 Nasional dan membawa pulang hadiah sebesar Rp15.000.000. Karya mereka dipuji karena pengemasan pesan yang kuat dan visual yang menyentuh, di antara ratusan karya lain dari seluruh Indonesia. “Guyonan tentang rindu panggung besar ternyata benar-benar jadi kenyataan. Dari ruang kecil Motreight, mereka akhirnya berdiri di panggung nasional,” ungkap Ahmad Prambudi, guru pembina DKV. Kemenangan ini bukan sekadar capaian artistik, tetapi juga bukti bahwa kreativitas, komitmen, dan kebersamaan mampu melampaui batas waktu dan ruang. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co
Sujud Sunyi Siswa Smamdela: Cahaya Iman Sepertiga Malam

SMAMDELAGRES — Jarum jam menunjuk pukul dua dini hari. Suara lembut panitia memecah keheningan lapangan Perguruan Muhammadiyah Cerme (31/10/2025). Udara dingin menyergap kulit, tetapi ratusan siswi SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) bangun dari tidurnya. Dengan mata masih setengah terpejam dan langkah perlahan, mereka bergerak menuju masjid sekolah. Mereka melaksanakan salat lail berjamaah, sebuah momen paling sakral dalam rangkaian Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) Putri bertema “Menjadi Nurani (Nurturing Iman dan Nilai Islami).” Dunia seakan masih terlelap. Ratusan siswi Smamdela bangkit menjemput ketenangan, membiarkan diri mereka bersentuhan dengan sunyi dan ayat-ayat langit. Tidak ada hiruk pikuk yang terdengar, hanya suara gemerisik langkah di antara kain mukena dan hembusan angin yang menyingkap tirai malam. Dari kejauhan, cahaya lembut lampu menerangi wajah-wajah muda yang tengah belajar memaknai kedekatan dengan Sang Pencipta. Imam lantas mengangkat takbir, dan suasana berubah hening. Ratusan siswi berdiri sejajar, mengangkat tangan, menundukkan kepala, lalu bersujud dalam kesunyian yang nyaris sempurna. Di antara diam dan doa itu, muncul getaran yang sulit dijelaskan—seperti rindu yang akhirnya menemukan arah pulang. Bagi sebagian siswi, inilah kali pertama mereka melaksanakan salat malam secara berjamaah. Mereka tidak menunjukkan kantuk atau keengganan; justru kekhusyukan menyelimuti suasana sehingga segalanya terasa ringan dan indah. Beberapa siswi bahkan meneteskan air mata perlahan saat doa panjang selesai mereka panjatkan di ujung salat witir. Setelah salat, kegiatan mereka berlanjut dengan tadarus Al-Qur’an. Lantunan ayat suci terdengar lembut, menggema dari berbagai sudut. Suara mereka belum tentu fasih, namun ada kejujuran dalam setiap bacaan. Seolah setiap huruf menjadi jembatan antara hati dan langit. Sampaikan Pesan Tulus di Tengah Sunyi Di sela tadarus, panitia memberikan waktu bagi peserta yang telah siap untuk menyampaikan kultum singkat. Siswi-siswi maju satu per satu, berbicara dengan suara pelan tetapi penuh keyakinan. Tema yang mereka angkat sederhana saja, seperti bersyukur, menjaga hati, hingga pentingnya salat malam demi ketenangan batin. Meskipun singkat, setiap kata yang terucap terasa tulus dan memantul di dinding lapangan bagai gema yang enggan pergi. Salah satu guru pembina, Abdillah Rosyid, menyampaikan, sesi dini hari ini bukan hanya persoalan ibadah, melainkan latihan membangun kesadaran ruhani. “Kalian sedang belajar menemukan diri sendiri melalui sunyi,” ujarnya lirih, hampir seperti sebuah doa. Menjelang pukul empat, tadarus mereka tutup dengan zikir dan doa bersama. Wajah para siswi tampak tenang, lelah, tetapi damai. Tak sedikit yang saling tersenyum sambil menatap satu sama lain, seolah mereka berbagi rasa yang sama: keheningan malam itu telah mengajarkan sesuatu yang tak tertulis di buku pelajaran mana pun. Ketika azan Subuh berkumandang, cahaya jingga mulai menembus langit Cerme. Helaan napas panjang terdengar di antara barisan. Pagi itu, mereka tidak hanya menunaikan ibadah, tetapi juga menapaki perjalanan batin yang membuat “iman” bukan lagi kata abstrak, melainkan rasa yang nyata di dada. Bagi siswi-siswi Smamdela, malam Mabit itu akan selalu mereka ingat bukan karena kantuk atau dingin, tetapi karena di sanalah mereka menemukan versi diri yang lebih tenang, lebih lembut, dan lebih dekat dengan Allah Swt. Jurnalis Liset Ayuni Sumber : Tagar.co
Kebun Stevia Bikin Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah Kagumi Taman Firdaus Smamdela

SMAMDELAGRES — Ahad pagi (26/10/2025), udara Gresik menyuguhkan kesejukan dan kebersihan setelah hujan semalam. Di halaman belakang SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela), beberapa siswa asyik menyiram tanaman. Tawa renyah mereka berpadu mesra dengan aroma tanah basah. Di tengah taman kecil itu berdiri papan bertuliskan “Taman Firdaus”. Inilah kebun hasil karya siswa yang tumbuh dari ide sederhana pelajar untuk belajar mencintai alam lewat menanam. Pagi itu menjadi istimewa. Selesai Kajian Ahad Pagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cerme, sekolah kedatangan tamu spesial. Ialah Ketua LPCRPM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Drs. H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi. Ia didampingi Bambang Suhermanto (PCM Cerme) dan Haris dari Majelis Tablig. Kunjungan mereka berupa silaturahmi ringan, tetapi berujung pada kejutan kecil: kebun Stevia buatan siswa Smamdela. Memasuki area taman, langkah Jamaludin terhenti di depan deretan tanaman hijau mungil yang tumbuh subur. Ia menatapnya penuh penasaran. “Saya tahu gula Stevia,” ujarnya pelan sambil tersenyum, “tapi baru kali ini saya melihat tanamannya langsung.” Ucapan sederhana itu sontak mengundang senyum lebar dari seluruh hadirin. Mereka tidak menyangka tanaman kecil yang rutin dirawat setiap pagi mampu memantik kekaguman seorang tokoh nasional Muhammadiyah. Tanam Nilai, Tuai Manfaat Kemudian, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan Ahmad Rizal Azdka, S.Pd menjelaskan, Taman Firdaus adalah hasil kolaborasi siswa yang ingin belajar menanam tanaman bermanfaat. “Kami ingin anak-anak paham bahwa menanam bukan hanya soal biologi, tapi juga rasa tanggung jawab. Dari satu batang Stevia yang dulu mereka tanam, kini sudah tumbuh menjadi puluhan,” jelasnya. Stevia terkenal sebagai pengganti gula alami yang menyehatkan, cocok untuk penderita diabetes dan mereka yang ingin mengurangi konsumsi gula pasir. Dari daun kecil inilah siswa belajar, hal sederhana pun dapat membawa manfaat besar. Mereka belajar sabar menunggu tunas tumbuh, belajar merawat dengan konsisten, dan belajar memetik hasil tanpa tergesa. Bagi Jamaludin, kebun kecil ini menyimpan pesan besar. “Saya melihat semangat luar biasa di sini,” katanya saat berkeliling taman. “Anak-anak Smamdela tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam nilai. Nilai kepedulian, ketekunan, dan cinta terhadap ciptaan Allah.” Manis Sejati dari Niat Tulus Alhasil, kata-kata Jamaludin meneguhkan makna Taman Firdaus: taman yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis dan spiritual. Di sana, siswa belajar, kebaikan bisa tumbuh dari tanah yang sederhana, dan manis sejati bukan berasal dari gula, melainkan dari niat yang tulus. Ketika rombongan berpamitan, matahari perlahan sudah naik. Di antara deretan daun Stevia yang bergoyang lembut, tersisa semangat baru untuk terus menanam, belajar, dan berbagi manfaat. Taman Firdaus kini tidak hanya menjadi kebun sekolah, tetapi juga simbol kecil tentang bagaimana pendidikan dapat tumbuh manis seperti daun Stevia, yang membuat siapa pun yang melihatnya tersenyum kagum. (#) Jurnalis Liset Ayuni Sumber : Tagar.co