Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik 2025

🏆 Sang Juara MTQ #5 🏆 Selamat kepada Muhammad Raihan Eishirazy (XII-4) yang berhasil meraih Juara 3 Fahmil Qur’an dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik 2025 📖🌟 Prestasi ini menjadi bukti semangat dan dedikasi siswa SMAMDELA dalam meneladani nilai-nilai Al-Qur’an. Teruslah berjuang dan menginspirasi dengan prestasi Qur’ani! 💫 #SMAMDELA #SangJuara #MTQ5 #PrestasiSMAMDELA #PelajarMuhammadiyah #SekolahBerprestasi #FahmilQuran #Gresik

Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik 2025

🌟 Sang Juara MTQ #5 🌟 Selamat kepada Maulana Rozaq Herdyansyah (X-B) yang berhasil meraih Juara 1 Khat Qur’an Putra dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik 2025 🏆📖 Karya indah penuh makna, lahir dari ketekunan dan cinta terhadap ayat-ayat suci Al-Qur’an. Teruslah berkarya dan menginspirasi dengan prestasi Qur’ani! ✨ #SMAMDELA #SangJuara #MTQ5 #PrestasiSMAMDELA #PelajarMuhammadiyah #SekolahBerprestasi #KhatQuran #Gresik

Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik 2025

🎉 Selamat dan Sukses! 🎉 Bangga atas prestasi Fahri Zaidan Maulana (XII-2) yang berhasil meraih Juara 3 Makalah Ilmiah Qur’an dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik 2025 📚🏆 Kerja keras dan dedikasi membuahkan hasil yang membanggakan! 🌟 Terus semangat menebarkan semangat ilmiah dan nilai-nilai Qur’ani 💪📖 #SMAMDELA #SangJuara #MTQ5 #PrestasiSMAMDELA #PelajarMuhammadiyah #SekolahBerprestasi #SMAKeren #Gresik

Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik 2025

✨ Bangga dan Berprestasi! ✨ Selamat kepada Nasta Fadila (XII-4) yang berhasil meraih Juara Harapan 1 Khat Qur’an Putri dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-5 Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik 2025 🏆📖 Semoga prestasi ini menjadi langkah awal untuk terus menebarkan cinta Al-Qur’an dan inspirasi bagi teman-teman lainnya! 🌿💫 #SMAMDELA #SangJuara #MTQ5 #PelajarMuhammadiyah #PrestasiSMAMDELA #SekolahBerprestasi #SMAKeren #Gresik

Pemimpin Muda Smamdela Tumbuh dari Keikhlasan

SMAMDELAGRES — Halaman SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik tampak ramai, Senin pagi (20/10/2025). Udara masih sejuk, barisan siswa berdiri rapi, dan semangat Pemilihan Raya (Pemira) Ketua Umum Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sudah terasa sejak bel masuk berbunyi. Di tengah hiruk pikuk itu, Ulil Albab duduk dengan tenang dalam arak-arakan mengitari lapangan, bersiap menyampaikan orasi visi misi. Tak banyak yang tahu, pagi itu Ulil sedang menahan sakit hebat. Namun, ia tetap melangkah pasti. Tepat setelah apel, ia mulai berbicara di hadapan guru dan teman-temannya. Suaranya lembut namun mantap, mengalirkan gagasan tentang kepemimpinan yang lahir dari keikhlasan dan pelayanan. Sekitar pukul 07.30 WIB, orasi selesai. Tepuk tangan menggema di seluruh lapangan. Namun beberapa menit kemudian, tubuh Ulil goyah. Wajahnya pucat. Ia pun segera dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis. “Sejak malam memang agak lemas, tapi saya ingin tetap hadir. Ini bentuk tanggung jawab saya,” ujarnya pelan mengenang kejadian itu. Meski dokter menyarankan istirahat, siang harinya Ulil kembali ke sekolah. Ia datang tepat waktu untuk mengikuti Debat Publik pukul 12.30–14.00 WIB di aula. Langkahnya pelan, tapi sorot matanya penuh tekad. Ia berdiri di depan, memegang mikrofon, dan mulai bicara. Suaranya terdengar serak, namun setiap kalimat mengalir jujur. Ia berbicara tentang amanah, keikhlasan, dan pentingnya hadir untuk sesama. Teman-temannya yang duduk di bangku peserta memperhatikannya dalam diam, sebagian kagum, sebagian terharu. Dalam tubuh yang masih lemah, Ulil membuktikan satu hal, semangat melayani tak boleh terkalahkan oleh rasa sakit. Perjuangan Berlanjut Keesokan harinya, Selasa, 21 Oktober 2025, pagi-pagi sekali Ulil kembali ke puskesmas untuk mengambil hasil laboratorium. Namun bukannya beristirahat di rumah, ia justru melangkah lagi ke sekolah untuk mengikuti Pemira. yang dimulai pukul 10.15 di aula. Pemira mulai pukul 10.15 di aula. Ulil duduk di atas panggung bersama Bunga Revelian Nurjannah, kandidat lain Ketua Umum PR IPM Smamdela Gresik, Ulil menyaksikan satu per satu kader menyalurkan hak suaranya. Meski wajahnya masih tampak lelah, senyum kecil tak pernah lepas dari bibirnya. Suasana aula menegang saat panitia mulai membacakan hasil Pemira. Ketika nama Ulil Albab terkukuhkan sebagai Ketua Umum PR IPM Smamdela Gresik, ruangan seketika pecah oleh tepuk tangan. Beberapa teman yang tahu perjuangannya meneteskan air mata. Ulil menunduk, mengusap wajahnya pelan. “Kalau kemarin saya diuji dengan sakit, mungkin itu cara Allah mengajarkan arti ikhlas dalam pelayanan,” ucapnya lirih. Di tengah pelukan dan ucapan selamat, Ulil hanya tersenyum. Baginya, kemenangan ini bukan soal nama yang menang, melainkan tentang perjalanan belajar menyulam keikhlasan di tengah ujian. Kini, ia melangkah sebagai Ketua Umum PR IPM Smamdela Gresik yang baru dengan keyakinan sederhana, bahwa memimpin bukan berarti berdiri di depan, tetapi berjalan bersama dengan hati yang tulus dan niat yang ikhlas. (#) Jurnalis Liset Ayuni  Sumber : Tagar.co

Tanpa AI: Kader IPM Smamdela Belajar Problem Solving dengan AI dan Ansos

SMAMDELAGRES — Riuh diskusi terdengar dari sebuah villa di Pacet. Siswa-siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela)duduk berkelompok, serius mengerjakan case study tanpa bantuan gawai, tanpa mesin pencari, apalagi AI. Semua ide mereka lahir dari hasil berpikir bersama, diiringi semangat khas pelajar Muhammadiyah yang sedang ditempa. Kegiatan ini merupakan bagian dari Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) PR IPM Smamdela yang rutin digelar setiap tahun. Dari 47 siswa yang lolos seleksi dua tahap sejak Agustus, sebanyak 37 akhirnya mengikuti rangkaian LDKS (25–27/9/2025). Jika sebelumnya LDKS lebih sering mengandalkan analisis SWOT untuk melatih kepemimpinan, tahun ini ada terobosan baru yakni peserta diperkenalkan pada teknik berpikir Appreciative Inquiry (AI) dan Analisis Sosial (Ansos). Materi problem solving ini dibawakan oleh guru BK sekaligus guru Sosiologi Smamdela, Liset Ayuni, S.Psi. Baginya, kesempatan ini bukan hanya menyampaikan teori, melainkan juga mendampingi murid-muridnya mengasah logika berpikir kritis. “Dengan AI, siswa belajar menggali kekuatan untuk mencari solusi. Sedangkan Ansos membantu mereka memahami akar masalah sebelum mengambil keputusan,” jelasnya. Diskusi berjalan dinamis. Setiap kelompok diminta menuntaskan case study tanpa HP. Hasilnya, mereka lebih banyak bertukar pikiran, menyusun argumen, dan berlatih mendengarkan. Beberapa kelompok memilih menelusuri masalah dengan Ansos, sementara lainnya lebih tertarik menggunakan AI karena menawarkan cara pandang yang optimis. Bunga Revelian Nurjannah, salah satu peserta, menceritakan pengalamannya. “Kelompok kami cenderung menganalisis case dengan AI karena lebih mudah menemukan kekuatan yang bisa dijadikan pijakan untuk solusi. Rasanya lebih semangat dan positif,” ungkapnya. Hal senada disampaikan panitia LDKS, Diesta Niken. Ia menilai tahun ini peserta lebih beruntung karena mendapat bekal problem solving secara formal. “Di LDKS sebelumnya, teknik logika berpikir belum pernah diajarkan. Mereka hanya tahu SWOT secara otodidak. Baru tahun ini langsung belajar AI dan Ansos, dan itu jadi nilai tambah besar,” ujarnya. Dari villa di lereng Pacet, pengalaman sederhana ini meninggalkan kesan mendalam. Tanpa bergantung pada teknologi, para kader IPM Smamdela berlatih memimpin dengan cara baru, yakni berpikir kritis, solutif, sekaligus visioner, sebuah bekal penting untuk mengemban amanah organisasi di masa depan. Penulis : Naflah Shoofiyah Sumber : pwmu.co

Filosofi “5ER” Jadi Bekal Etika Kader IPM di LDKS Smamdela

SMAMDELAGRES — Kamis (25/9/2025) siang, aula Villa Asia Jaya, Pacet, Mojokerto, kembali ramai. Setelah rangkaian aktivitas fisik pagi hari, 37 peserta Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) duduk berderet rapi, siap mengikuti salah satu sesi paling dinanti: Etika IPM. Sesi yang dimulai pukul 13.00 WIB ini diampu Wakil Kepala Sekolah Urusan ISMUBA, Lukman Arif SPdI. Tanpa PowerPoint, tanpa slide berwarna-warni, Lukman memilih pendekatan interaktif. Ia berbicara lepas, mengajak peserta terlibat dalam percakapan yang mengalir. “Etika itu bukan sekadar teori untuk dihafal, tetapi kebiasaan yang terus kita latih,” ucapnya membuka sesi. Lima Kata, Satu Karakter Lukman memperkenalkan filosofi “5ER,” yaitu lima kata sederhana yang menjadi panduan etika kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah: pinter, kober, bener, banter, dan seger. Pinter berarti cerdas dalam mengelola gagasan serta strategi gerakan. “Kecerdasan tidak hanya diukur dari nilai rapor. Kader IPM harus peka membaca situasi dan mampu mencari solusi,” tegasnya. Kober dimaknai sebagai kesiapan kapan pun organisasi membutuhkan, baik secara fisik maupun mental. Bener menekankan pentingnya integritas dan kejujuran. “Percuma kita pintar kalau tidak bener. Kejujuran adalah fondasi kepercayaan,” sambungnya. Banter diartikan sebagai keberanian menyuarakan kebenaran di ruang publik dengan cara yang santun. Sementara itu, seger merujuk pada semangat muda yang selalu segar menghadapi tantangan zaman. “Seger bukan hanya badan yang bugar, tapi pikiran yang jernih dan hati yang bersih,” tutur Lukman. Kelima kata ini, menurutnya, bukan sekadar jargon. “5ER adalah karakter. Jika kalian mengamalkan ini, insyaallah akan menjadi kader yang beretika dan berkarakter,” pesannya. Antusias Gen Z Selama satu jam, suasana tetap cair. Pertanyaan mengalir, tawa kerap pecah saat Lukman mencontohkan perilaku sehari-hari yang akrab di telinga pelajar. Tanpa visual pendukung, peserta justru lebih fokus pada dialog yang hidup. Fachri Ilham, salah satu peserta, mengaku mendapat pemahaman baru tentang makna etika berorganisasi. “5ER ini gampang diingat dan bisa dipakai sehari-hari, bukan cuma di IPM. Misalnya, pinter itu bukan hanya nilai bagus, tapi pintar membawa diri,” ujarnya usai sesi. Bagi Aril (sapaan akrab Fachri Ilham), metode penyampaian Lukman menjadikan topik serius terasa menyenangkan. “Karena tidak pakai slide, kita jadi lebih fokus ke pembicaraan dan diskusi,” tambahnya. Ice Breaking yang Menyegarkan Di tengah pemaparan, Lukman menyelipkan ice breaking berupa tepuk tangan berirama. Suara tepukan peserta menggema, membuat aula kembali hidup setelah aktivitas padat sejak pagi. “Kadang kita perlu jeda supaya pikiran tetap segar. Itu juga bagian dari menjaga ‘seger’ dalam 5ER,” canda Lukman, disambut tawa peserta. Interaksi yang hangat ini menambah kesan mendalam. “Seru, kita jadi ikut aktif,” komentar beberapa peserta lain sambil tersenyum puas. Sejalan dengan Tema LDKS 2025 LDKS Smamdela tahun ini mengusung tema Grow Together, Lead with Character. Materi Etika IPM menjadi bagian penting untuk mewujudkan cita-cita tema itu: tumbuh bersama dalam kebersamaan, sekaligus memupuk kepemimpinan yang berkarakter. “Kalau pinter, kober, bener, banter, dan seger sudah tertanam, kalian akan tumbuh menjadi pemimpin muda yang berkarakter. Bukan hanya di sekolah, tapi juga di masyarakat,” tegas Lukman menutup sesi. Peserta tampak masih mendiskusikan makna 5ER dengan teman-temannya selepas materi. Beberapa bahkan mengulang kelima kata itu sambil bercanda. Antusiasme ini menandakan bahwa pesan etika yang disampaikan tidak berhenti di ruang aula. Di tengah derasnya budaya instan dan tantangan generasi Z, 5ER hadir sebagai pengingat bahwa nilai dasar organisasi adalah fondasi kepemimpinan sejati. Bagi 37 peserta LDKS Smamdela, siang itu bukan sekadar belajar teori, melainkan menanamkan sikap yang akan mewarnai perjalanan sebagai kader dan pemimpin muda Muhammadiyah sejalan dengan semangat Grow Together, Lead with Character yang menjadi ruh LDKS 2025. (*) Penulis : Jovan Sumber : pwmu.co

LDKS IPM Smamdela: Jangan Benarkan yang Biasa, Biasakan yang Benar!

SMAMDELAGRES — Pesan tegas menggaung di tengah semarak Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela), Kamis (25/9/2025) sore. Wakil Kepala Urusan Kesiswaan sekaligus Pembina PR IPM Smamdela, Ahmad Rizal Azdka, S.Pd., yang akrab disapa Pak Ri, memantik semangat peserta dengan materi bertema “Disiplin dalam IPM”. Materi ini disampaikan pukul 15.00–16.00 WIB di Villa Asia Jaya, Pacet, Mojokerto. Dengan gaya lugas dan penuh energi, Pak Ri menekankan bahwa disiplin bukan sekadar rutinitas, tetapi nafas utama yang meneguhkan karakter kepemimpinan ; sejalan dengan tema besar LDKS tahun ini, “Grow Together, Lead with Character”. “Jangan benarkan yang biasa, tapi biasakan yang benar,” tegasnya di hadapan 37 peserta terpilih. Kalimat singkat itu menjadi kunci pemahaman disiplin yang relevan bukan hanya di IPM, tapi juga di kehidupan sekolah dan masyarakat luas. Disiplin: Pilar Kader IPM Dalam pemaparannya, Pak Ri menguraikan pengertian disiplin ber-IPM sebagai sikap konsisten, tepat waktu, dan taat aturan. Ia merinci tiga ruang lingkup disiplin: 1. Disiplin Ibadah: menjaga ketepatan waktu salat, tilawah, dan berbagai kegiatan keagamaan. 2. Disiplin Belajar: konsisten mengerjakan tugas, menjaga prestasi, dan menyeimbangkan akademik dengan organisasi. 3. Disiplin Organisasi: hadir tepat waktu, memegang komitmen program kerja, serta menghormati hasil musyawarah. Menurutnya, kedisiplinan yang kokoh akan berdampak pada produktivitas, kepercayaan, dan keberkahan organisasi. “Kalau kader IPM mampu menegakkan disiplin, otomatis menjadi teladan di sekolah. Itu baru pemimpin karakter,” ungkapnya. PPT Padat, Pesan Mengena Pak Ri memanfaatkan slide presentasi singkat berisi poin-poin inti. Bukan untuk menjejali peserta dengan teks, melainkan menegaskan struktur pemahaman. Tiap slide hanya menampilkan kata kunci seperti konsisten, taat aturan, dan komitmen yang kemudian ia jabarkan secara interaktif. Pendekatan ini membuat peserta fokus. Fahri Zaidan, salah satu panitia LDKS, mengakui bahwa cara Pak Ri menyampaikan materi memudahkan peserta menyerap pesan. “Materinya padat, tapi cara beliau memaparkan itu santai dan langsung ke inti. Jadi nggak terasa seperti ceramah panjang,” ujarnya. Disiplin yang Dihidupkan Panitia Bukan sekadar teori, panitia LDKS sendiri menjadi contoh nyata penerapan disiplin. D, salah satu panitia, mengisahkan pengalaman saat keberangkatan menuju Pacet. Sesuai jadwal, seluruh tim harus berangkat pukul 06.00 pagi. Namun D baru tiba sekitar pukul 06.30. Sebagaimana kesepakatan yang telah dibuat bersama Pak Ri, keterlambatan dikenai denda khusus sebagai konsekuensi. “Itu bukan soal nominalnya, tapi soal komitmen. Saya jadi paham bahwa disiplin bukan untuk mengekang, tapi untuk melatih tanggung jawab,” ungkap D. Cerita itu menjadi pengingat bahwa disiplin bukan sekadar materi di slide, melainkan sikap yang harus dihidupkan dalam setiap aktivitas organisasi. Menguatkan Tema LDKS 2025 Semua pesan yang disampaikan Pak Ri sejalan dengan tema besar LDKS 2025, “Grow Together, Lead with Character”. Disiplin diposisikan sebagai fondasi kepemimpinan: menumbuhkan kebiasaan baik secara kolektif, dan memupuk karakter pemimpin yang tegas namun penuh empati. Pak Ri menutup sesi dengan menantang para peserta untuk terus menanamkan disiplin dalam setiap aspek kehidupan sekolah dan IPM. “Pemimpin itu dilihat bukan dari seberapa sering dia berbicara, tapi dari ketepatan dan konsistensinya menepati janji dan waktu,” tandasnya. Materi sore itu bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga menggugah kesadaran. Disiplin yang diajarkan Pak Ri menegaskan bahwa membiasakan yang benar jauh lebih penting daripada membenarkan kebiasaan. Sebuah pesan yang terus terngiang bahkan setelah kegiatan LDKS usai. Penulis : Liset Ayuni Sumber : pwmu.co

Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) Semester Ganjil TA 2025/2026

Selamat menempuh Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) Ganjil bagi seluruh siswa SMA Muhammadiyah 8 Gresik kelas X, XI, dan XII. Semoga diberi kemudahan, kelancaran, serta hasil terbaik sesuai usaha yang telah dilakukan. 💪🎓 Tetap semangat, fokus, dan percaya diri! #SMAMDELA #PSTS #SemangatBelajar #SiswaBerprestasi #Muhammadiyah

Podcast Oasis Smamdela Hadirkan Prof. Sukadiono, Kupas Empat Syarat Jadi Pemimpin

SMAMDELAGRES — Ahad pagi (28/9/2025) ruang podcast SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik, Jawa Timur, terasa berbeda. Bukan hanya karena suasana akhir pekan yang tenang, tetapi karena hadirnya tamu istimewa: Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Dalam program Oasis—Obrolan Asik dan Inspiratif—ia berbincang santai selama 15 menit, namun penuh makna. Percakapan berlangsung di ruang podcast yang sederhana namun hangat. Prof. Sukadiono duduk berhadapan dengan saya sebagai host, sementara di antara kami ada rangkaian bunga oranye dan putih yang memberi sentuhan segar. Kehangatan itu membuat obrolan terasa akrab, seolah berlangsung di ruang tamu keluarga. Sosok Prof. Sukadiono tentu tak asing di Muhammadiyah. Sebelum menjabat Ketua PWM Jawa Timur, ia pernah memimpin Universitas Muhammadiyah Surabaya sebagai rektor tiga periode. Kini ia dipercaya mengemban amanah baru sebagai Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan di Kemenko PMK RI. Jejak panjang kepemimpinannya di bidang pendidikan, kesehatan, dan organisasi membuat kehadirannya di Smamdela menjadi momen berharga untuk belajar langsung tentang makna menjadi pemimpin. Benih Kepemimpinan sejak Kecil Dalam obrolan, Prof. Sukadiono mengaku sejak kecil sering dipercaya sebagai ketua kelas atau koordinator kegiatan di sekolah dasar. “Entah kenapa, saya selalu didorong untuk maju, meskipun waktu itu belum paham betul apa arti kepemimpinan,” kenangnya sambil tersenyum. Kisah sederhana itu disambut tawa, namun menyiratkan pesan bahwa kepemimpinan sering lahir dari pengalaman kecil yang konsisten diasah. Meski kini dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah, ia baru benar-benar aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ketika kuliah. “Di daerah saya dulu (Jombang), organisasi Muhammadiyah belum sekuat sekarang. Jadi pengalaman saya ber-IPM justru baru saat mahasiswa,” ujarnya. Pengalaman itu, katanya, menegaskan bahwa tak ada kata terlambat untuk menapaki jalan organisasi. Kepada pelajar, dia menekankan pentingnya menjaga marwah diri. “Jangan sampai terseret perilaku nakal seperti judi atau miras, karena itu bisa merusak harga diri seorang pelajar,” pesannya. Menurutnya, pelajar yang baik bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan terbuka pada ilmu. Empat Syarat Pemimpin Dalam perbincangan yang santai namun sarat makna itu, Prof. Sukadiono kemudian menyinggung empat syarat utama yang menurutnya harus melekat pada diri seorang pemimpin. Pertama, pemimpin sejati harus senantiasa menjaga akhlakulkarimah. Baginya, akhlak bukan sekadar atribut, melainkan fondasi moral yang menjadi ukuran integritas seorang pemimpin. Kedua, seorang pemimpin wajib istikamah dalam menjalankan amanah. Konsistensi inilah yang akan membuat kepercayaan tumbuh dan kepemimpinan bisa bertahan. Ketiga, ia menekankan pentingnya sikap rendah hati untuk terus belajar. Membaca buku, memperluas wawasan, dan mencari ilmu dari berbagai sumber adalah jalan panjang yang tidak boleh ditinggalkan. Dan yang terakhir, ia mengingatkan satu hal yang sering dianggap sepele, tetapi justru menjadi sumber kekuatan batin: salat tahajud. Dengan nada tegas ia menuturkan, “Tahajud itu bukan hanya soal ibadah, tapi juga cara melatih kedekatan spiritual seorang pemimpin dengan Allah.” Faktor Internal dan Eksternal Ia juga menguraikan dua faktor dalam kepemimpinan. Faktor internal adalah bagaimana seorang pelajar menjaga dirinya: haus akan ilmu, berakhlak, dan berkomitmen. Sedangkan faktor eksternal adalah lingkungan yang mendukung, mulai dari fasilitas sekolah hingga sistem yang menciptakan ruang aman untuk tumbuh. Bagi pelajar Muhammadiyah, sekolah disebutnya sebagai laboratorium kepemimpinan yang efektif. Di sinilah mereka tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga berlatih organisasi, belajar manajemen, melatih tanggung jawab, dan membangun jejaring positif. “Kalau pelajar Muhammadiyah bisa memaksimalkan sekolah dan organisasinya, insyaallah mereka siap melangkah lebih jauh di masa depan,” ucapnya penuh keyakinan. Pesan Penutup Meski singkat, percakapan 15 menit itu terasa padat. Ada tawa hangat saat ia mengenang masa kecil, ada pula keheningan hening saat ia menegaskan pentingnya tahajud. Semua berpadu menjadi potret sisi manusiawi sekaligus visioner dari seorang Ketua PWM Jawa Timur. Sebelum menutup obrolan, Prof. Sukadiono menyampaikan pesan yang menancap kuat: “Kalau akhlak dijaga, ilmu terus dicari, istiqomah dilatih, dan tahajud tidak ditinggalkan, insyaAllah pelajar bisa tumbuh jadi pemimpin yang membanggakan.” Podcast penuh inspirasi ini segera tayang di kanal YouTube Smamdela. Hanya 15 menit, tapi sarat makna—layak ditunggu oleh siapa saja yang ingin belajar kepemimpinan dari pengalaman langsung seorang pemimpin Muhammadiyah Jawa Timur. (#) Jurnalis Liset Ayuni Sumber : Tagar.co

Bantuan

Pengaduan Layanan

Contact

smamuh8gresik@gmail.com

0812-3098-2066

(031) 7990357

© 2025 Copyright SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK